Perfect Marriage!

Perfect Marriage!
BAB 70 : Aku Akan Bertahan



James keluar dari mobilnya menuju pintu rumahnya. Begitu sampai di depan pintu, dia terdiam sebentar sembari membuang nafasnya. Ingat benar ucapan Dokter jika menginginkan anak berarti bisa menggunakan rahim wanita lainnya, sementara sel telur dan benihnya berasal dari James dan Anne. Masalahnya bukan sesederhana itu, membawa wanita lain ke dalam rumah tangganya meski hanya sebagai rahim pengganti tentu saja akan berefek untuk hubungan James juga Anne. Lagi, James sangat tidak menyukai hubungan semacam itu, saat sedang menjalin hubungan dengan Angel dulu juga dia amat setia karena dia tidak suka di repotkan dengan perselingkuhan meski nyatanya dia la yang diselingkuhi oleh Angel sampai Angel hamil pun dia tetap tidak tahu.


" Kak, kenapa tidak masuk? "


James tersentak, entah sejak kapan Anne berada di sana memperhatikan James yang terdiam dengan segala pemikirannya. Segera James tersenyum karena dia tidak ingin membuat Anne berpikir macam-macam lagi, lalu akan murung seperti beberapa hari lalu.


" Aku sedang menunggu kau menyambutku. "


Anne menghela nafas, tapi dia tersenyum setelahnya. Bohong, dia benar-benar tahu kalau James tengah berbohong dan dia pasti sedang memikirkan sesuatu yang serius.


" Ayo masuk! " James mengalungkan lengannya di pundak Anne dan membawanya masuk ke dalam rumah. Sudahlah, masalah anak sudah jangan terus di pikirkan karena hanya akan membuatnya stres sendiri dan kalau Anne tahu apa yang sedang James pikirkan, Anne pasti benar-benar akan semakin sedih.


" Kak, mau mandi dulu? "


" Iya. "


Begitu sampai di kamar, James segera menuju ke kamar mandi, seperti biasanya Anne akan menyiapkan pakaian ganti untuk James barulah setelah itu dia akan datang ke dapur membantu Ibu Nori yang sebentar lagi waktunya untuk pulang kerumahnya. Setelah selesai makan malam, barulah Anne dan James kembali ke kamar mereka untuk istirahat.


Baru saja James akan merebahkan tubuhnya, suara dering ponsel terdengar dan membuat James harus membatalkan niatnya dan menyambar dulu ponsel miliknya karena takut juga kalau ada hal mendesak dan penting. Sebentar James mengeryit karena ternyata yang menghubunginya adalah Ibunya, tidak mungkin menerima telepon di dekat Anne karena dia takut yang akan di bahas oleh Ibunya adalah anak, maka James memutuskan untuk keluar sebentar.


" Anne, aku keluar sebentar ya? Ini masalah pekerjaan, kau tidur saja dulu, aku takut suaraku akan mengganggu istirahatmu nanti. "


Anne tersenyum dan mengangguk, tapi di dalam hati sungguh dia merasa curiga. Setelah kepergian James, Anne hanya bisa diam di atas tempat tidur sembari menebak-nebak kira-kira apa yang di bicarakan James dan siapa yang menghubunginya. Sebelumnya James tidak pernah seperti ini, dia akan menerima panggilan telepon dari siapapun di dekatnya. Aneh, tapi Anne juga tidak bisa mengatakan apapun karena kalau James ingin begitu maka dia hanya bisa diam dan menerima saja.


" Ada apa, Bu? " Tanya James begitu sambungan telepon di antara mereka berdua terhubung.


James, tadi Ibu menemui Angel. Ibu membujuknya untuk bersama denganmu, karena Ibu pikir dengan kau menikahi Angel, kita masih tetap bisa memiliki ikatan yang kuat, tapi juga memiliki keturunan kan? Tapi Angel malah menolaknya.


James terdiam dengan tatapan kaget, dia menjatuhkan dirinya di kursi yang ada di teras rumah dengan perasaan kaget yang luar biasa.


" Ibu, kenapa Ibu sampai harus melakukan sejah itu? Ibu seharusnya tahu kalau Anne mengetahui hal ini pasti dia akan sangat sedih. "


Laku harus bagaimana lagi, James? Kau benar-benar tidak perduli dengan anak yang lahir dari benih mu? Kau ingin memutus dan mengentikan keturunan keluarga kita? Kau pikir untuk apa semua ini, James?!


" Ibu, masalah anak tolong jangan begitu mendesak. Ibu tahu bagaimana keadaan Anne kan? Kalaupun ada itu juga harus pelan-pelan membicarakannya dengan Anne. Tadi aku menemui Dokter, dia bilang kami bisa memiliki anak dengan meminjam rahim wanita lain, Bu. Jadi tolong sabarlah dan Jagan begitu mendesak sekarang ini. Usia Anne juga masih sangat muda, keputusan besar untuk memiliki Anak juga bukan hal yang mudah untuk dia. "


James, mau menghabiskan berapa ratus juta untuk menumbuhkan calon bayi kalian di rahim wanita lain, hah? Sekali coba itu juga belum tentu berhasil, James! Lagi pula Anne itu sangat lemah dan mudah sekali lelah, dia pasti akan kesulitan merawat anak nantinya.


" Ibu, maka dari itu tolong beri kami waktu. Anne juga sedang dalam keadaan yang tidak baik, dia sedang kacau jadi aku tidak bisa mendesaknya seperti itu. "


Sudahlah, James. Lebih baik diam-diam saja. nikahi wanita lain, nanti kalau anak kalian lahir, urus saja diam-diam. Biarkan Ibu dari anakmu yang merawatnya, Ibu juga akan membantu mengurus anakmu, dengan begitu kau masih bisa memiliki anak kedua, ketiga tanpa perduli apapun. Anne itu kelewat lemah tubuhnya, nanti merawat anak satu saja bisa pingsan terus kerjaannya.


James mengusap wajahnya dengan kasar, sungguh dia sangat tidak mungkin akan mejalani hubungan seperti itu. Bukan bakatnya menduakan wanita, apalagi sampai harus menikahi wanita lain dan diam-diam memiliki anak sendiri.


" Ibu, tubuh lemah Anne itu bukan salahnya, berhentilah untuk mengatakan itu berkali-kali. Dia tidak selemah yang Ibu pikirkan, dia menjalankan perannya sebagai seorang istri dengan baik selama ini. Aku juga tidak akan mungkin sanggup memiliki hubungan dengan wanita lain secara diam-diam apalagi sampai harus memiliki anak, aku tidak sanggup membayangkan bagaimana sedihnya Anne kalau itu sampai terjadi. "


James, sejak kapan kau begitu hebat membantah Ibu?


" Maaf, Bu. Aku hanya tidak ingin melakukan hal yang nanti akan aku sesali. "


Sesali apa, hah?! Kau akan memiliki anak, dan itu jauh lebih penting di banding apapun! Kau takut dengan Ayahnya Anne? Kau tidak perlu khawatir, Ibu yang akan menanggung resikonya.


" Maaf, Bu. "


Demi Tuhan, James. Ibu benar-benar tidak akan memaafkanmu jika kau masih bertahan tanpa memperdulikan harapan Ibu.


" Aku mengerti, aku hanya minta Ibu memberikan kami waktu. Tolong, biarkan Anne dan aku tenang dulu baru nanti kami akan memikirkan jalan keluarnya. "


James memutuskan sambungan teleponnya karena tidak ingin terus berdebat lagi dengan Ibunya. Dia membuang nafas kasarnya sebelum berbalik untuk kembali masuk ke dalam rumah.


" Anne? " James tersentak begitu berbalik ternyata dia melihat Anne di belakang punggungnya sedari tadi. Anne menangis tanpa suara, di tangannya ada selimut yang mungkin niatnya ingin Anne berikan kepada James karena cuaca malam ini cukup dingin.


Bersambung.