
Gerry mencengkram kuat rahang Angel tak perduli seberapa jelas Angel menunjukkan rasa sakit melalui mimik wajahnya. Dia tahu kalau apa yang dia lakukan ini sangatlah kasar dan tidak manusiawi, tapi bagaimana dengan yang di lakukan Angel? Siapa yang bisa menjamin tidak pernah terjadi apapun setelah beberapa malam tinggal bersama dengan sahabat lama, yang baru juga ia tahu bahwa James dan Angel memiliki hubungan asmara sebelumnya.
Angel menangis, untuk pertama kali ada orang yang menyakitinya seperti ini tentulah dia sangat kaget juga tidak terbiasa. Dia sudah mencoba untuk menjauhkan tubuhnya tubuhnya agar cengkraman tangan Gerry bisa lepas dari dagunya, tapi benar-benar sial sekali bahkan satu sentimeter pun tangan Gerry tak bergerak.
" Bajingan! Lepaskan, ini sakit! "
" Bajingan? Bukankah kau yang bajingan? Kau bermain-main dengan mantan kekasihmu yang memakai kedok sahabat, kau merendahkanku serendah-rendahnya sebagai seorang suami karena pria itu. Apa kau menikmatinya? Apakah kau menikmati bagaimana waktu bersama adik iparmu? Apakah kau senang melihatku terhina oleh perbuatanmu? Apakah senang melihat adikmu sedih karena suaminya memiliki hubungan tidak biasa dengan kakaknya? "
Gerry tersenyum miris, sungguh dia tidak habis pikir dengan Angel. Padahal dia pikir Angel adalah wanita yang memiliki etika baik sesuai dengan rumornya, tapi nyatanya dia bahkan lebih buruk dari pada yang ia pikirkan.
" Tidak ada hubungannya dengan James! Itu semua karen aku tida bisa memenuhi harapanku, kau yang tidak mampu memenuhi kriteria sebagai suamiku! "
Gerry dengan kesal menghempaskan tubuh Angel ke tempat tidur. Segera Angel ingin bangkit dan kabur, tapi Gerry lebih dulu menahannya dengan mengunci kedua paha Angel dengan posisi duduk di atas tubuhnya.
" Berkaca lah lebih dulu sebelum berkata, Angel. Kau menuntut begitu banyak agar aku bisa memenuhi kriteria mu, memang bagian mana yang tidak baik dariku? Lalu, apakah kau juga bisa memenuhi kriteria sebagai istriku? Tidak! Kau tidak bisa memenuhinya sama sekali, lalu kau tahu kenapa aku tetap mencoba bertahan? Karena aku tidak sebodoh kau yang menuntut kesempurnaan dalam khayalanmu agar ada pada diriku! Meksipun aku mampu melakukannya, kau tetap tidak akan bisa menerimaku karena kau tidak perduli apapun yang aku lakukan untuk menyenangkanmu. Kau terlalu membayangkan keindahan yang mungkin hanya akan ada di dunia dongeng, kau pikir manusia mana yang bisa sempurna seperti tokoh suami di benakmu? "
Angel mencoba sekuat tenaga melepaskan dirinya dengan meronta dan memukul dada Gerry berkali-kali, tapi lagi-lagi dia masih belum bisa melepaskan diri sekarang, Gerry masihlah sangat kuat menahannya jadi percumah saja kalaupun dia terus mencoba.
" Aku tidak perduli apa yang kau katakan! James, dia mampu memenuhinya, dia mampu menjadi apa yang aku inginkan! "
" Hahaha........ " Gerry terbahak-bahak mendengar kalimat yang keluar dari mulut Angel barusan. Setelah itu dia menatap Angel dan meraih lehernya untuk dia cengkram dengan kuat membuat Angel tersengal-sengal.
" Jangan bodoh, Angel! Kau tidak lupa bagaimana kita bisa menikah kan? Perlu aku ingatkan tentang itu? Perlu aku ingatkan apa yang terjadi waktu itu? "
" Diam! Jangan sembarangan bicara! Aku tidak mau mendengar apapun, apalagi tentang yang waktu itu! Aku peringatkan padamu, menjauhlah dariku atau kau akan tahu akibatnya! " Ucap Angel setelah berhasil menepis tangan Gerry dari lehernya, dia mencoba untuk menampar pipi Gerry tapi sialnya Gerry justru menahan tangan Angel dan mencengkeramnya sangat kuat.
" Jangan sombong dulu, Angel. Ayahmu memang pembisnis yang lumayan hebat, tapi jangan lupa kalau aku juga tidak kalah hebatnya. Kau ingin mengancamku melalui Ayahmu? Kau pikir itu mudah? Kau bodoh jika berpikir begitu, kau tahu kenapa? " Gerry mendekatkan bibirnya lalu berbisik di sana.
" Karena aku bukan pria yang mudah di tekan, apalagi oleh wanita sepertimu. Mari kita lihat seberapa kuat nyalimu untuk bertahan dengan situasi ini, aku akan melihat bagaimana kau akan keluar dari jerat yang sudah aku siapkan. "
" Kau bajingan! " Ucap Angel lagi-lagi meronta agar bisa lepas dari Gerry.
" Kita mulai dari hal yang menyenangkan dulu ya? "
Gerry bangkit dari posisinya, meraih lengan Angel dan menariknya untuk masuk kedalam kamar mandi. Tentu saja Angel masih terus meronta apalagi saat Gerry memaksa untuk membukakan bajunya Angel, dia bahkan sampai merobek baju Angel dan membuatnya polos tanpa sehelai benangpun. Dengan raut wajah dingin dia membawa Angel ke shower dan memandikannya tidak perduli Angel yang terus meronta bahkan mengatai Gerry dengan nama binatang.
" Bukankah aku harus memandikanmu saat kau kotor, istriku? Aku ingin bersenang-senang denganmu jadi ingin kau bersih dulu meksipun noda menjijikan dari pria lain tidak akan hilang dari tubuhmu. "
" Heh! Mana aku tahu, aku tidak memasang kamera pengawas di tubuhmu kan? "
Setelah itu selesai, Gerry membawa tubuh Angel keluar dengan paksa, begitu keluar hal yang dilakukan Gerry adalah mencekoki Angel sebotol cairan yang tidak tahu apa gunanya. Sempat menolak, tapi karena Gerry terus memaksanya dengan menekan dagunya mau tidak mau ada juga yang lolos dan tertelan olehnya.
Setelah cairan itu habis Gerry melepaskan Angel, ingin sekali rasanya Angel lari keluar dari sana dan tidak pernah kembali masuk ke rumah itu lagi, tapi siap sekali karena saat ini dia benar-benar polos tanpa busana.
" Mari kita lihat seperti apa hebat dan liarnya dirimu ketika bersama pria itu. "
Angel mengeryit bingung, sungguh dia tidak mengerti apa maksud dari ucapan Gerry barusan. Apalagi sekarang ini Gerry malah mengambil posisi berbaring di atas tempat tidur. Satu kakinya menimpa kaki lainnya, kedua tangannya berada di bawah kepalanya yang berbaring dengan santai. Dia tersenyum, tali sungguh Angel tidak mengerti apa maksudnya. Entahlah, dari pada memikirkan itu lebih baik dia segera memakai pakaiannya, baru saja selesai menggunakan pakaian dalam, Angel sudah mulai merasakan ada yang tidak biasa terjadi pada tubuhnya. Panas, juga sedikit pusing. Awalnya dia tidak ingin memikirkan itu karena bisa saja obat yang diberikan padanya adalah obat bius jadi dia pikir butuh waktu untuk membuatnya tidur kan? Sekarang dia benar-benar harus cepat tapi rasa panas dari tubuhnya malah semakin panas membuatnya tidak konsentrasi.
Gerry tersenyum miring begitu Angel menatapnya.
" Obat apa yang kau berikan padaku? "
" Menurutmu? "
" Jawab! "
Gerry tersenyum miring.
" Mendekatlah agar kau tahu obat apa yang kau minum tadi. "
Angel yang merasa sudah tidak karuan terpaksa mendekati Gerry agar segera tahu obat apa yang dia minum dan dia bisa mencari penawarnya. Tentulah dia juga yakin Gerry tidak mungkin berani memberinya obat yang membahayakan nyawanya.
Begitu sudah dekat dengan Gerry, Angel tersentak merasakan sesuatu yang tidak biasa begitu Gerry menyentuh lengannya. Dia jadi memiliki keinginan untuk melakukan hal lebih jauh kepada Gerry, sempat sebentar ia tahan hingga akhirnya dia semakin kehilangan kontrol dan mulai menyentuh tubuh Gerry.
" Bagus, lakukan apa yang ingin kau lakukan. "
Gerry mengeluarkan ponselnya, dia merekam Angel dan sedang menggila terhadap bagian bawah miliknya.
" Betapa menyenangkannya saat nanti melihat mu melihat video ini, Angel. "
Bersambung.