
New York City.
Seorang pria dengan memakai setelan jas hitam, tampak duduk serius dengan tumpukan berkas - berkas yang ditandai tangannya olehnya.
Pria itu tampan dan gagah namun raut wajahnya tampak serius, rambut hitamnya yang disisir ke belakang membuat semakin jelas sorot kedua matanya yang tajam yang bagai elang itu.
Dering di ponselnya membuatnya harus meninggalkan pekerjaannya untuk sesaat.
"Ya, hallo apa yang kau temukan hari ini?" tanyanya dengan suara dalam.
"Tuan CEO, kami mendapatkan informasi jika hari ini Garth berkunjung ke Paris.
Ia berangkat semalam dan tampaknya perjalanannya kali ini bukan untuk masalah bisnis" sahut suara di sambungan telepon itu.
"Maksudmu?" pria berjas itu bertanya memastikan.
"Saya rasa Garth Gaskins ke Paris untuk urusan pribadi tuan, karena ia sangat terburu - buru sekali dengan pemberangkatannya yang mendadak itu" suara di sebrang sana menjawab lugas.
"Apa kau yakin itu?"
"Saya yakin tuan CEO, karena saya sudah memastikan sendiri kalau kunjungannya ke Paris sudah berapa kali ia lakukan namun terakhir ini ia sepertinya melakukannya dengan tanpa persiapan sama sekali"
"Baiklah kalau begitu, siapkan penerbanganku malam ini ke Paris aku akan berangkat kesana seorang diri!" perintah pria berjas itu tegas.
"Baik, tuan CEO"
Kemudian pria bermata elang itupun menutup sambungan teleponnya dan langsung menghubungi nomer darurat di sambungan telepon kantornya pada sekretaris pribadinya.
"Nina, tolong segera ke ruanganku dan periksa semua jadwalku di Paris sampai beberapa minggu ke depan!" perintahnya tegas dengan suaranya yang berwibawa.
Setelah itu, pria itupun menghela nafas panjang.
Kini tatapannya jatuh ke sebuah bingkai foto, dengan foto seorang wanita berambut pirang yang terpasang di meja kerjanya dengan anggun.
"Sayang, aku selalu merindukanmu dan aku tak akan berhenti sampai aku bisa menemukanmu" ucapnya lirih dengan tatapan sendu, kedua jemarinya menyentuh lembut foto itu seakan ia begitu merindukan sosok wanita yang ada di dalam bingkai foto berukuran kecil itu.
"Untuk apa kau Paris, Frank?"
Apa kau akan kesana untuk tujuan bisnis atau yang lain?" sebuah suara mengejutkan pria itu dalam lamunan sentimentilnya.
Ya, pria tampan berjas hitam itu adalah Frank Jefferson.
Kini ia menjabat sebagai CEO di perusahaan besar di Wilson Grup's.
6 tahun telah berlalu sejak kepergian Jeanny, ia telah memfokuskan dirinya dalam pekerjaan untuk meningkatkan status sosialnya agar ia bisa bersaing dengan Garth Gaskins.
Kepergian Jeanny telah membuatnya hancur untuk sesaat namun ia tahu kalau jika ia semakin terpuruk dan tak berdaya selamanya ia tak akan bisa mendapatkan hati mantan istrinya lagi.
Karena itu selama hampir 5 tahun, Frank Jefferson mendedikasikan hidupnya pada pekerjaan, dan selama beberapa tahun ini ia pun memerintah seseorang untuk mengawasi setiap gerakan rivalnya, Garth Gaskins karena ia sangat yakin, hanya Garth lah kunci untuk menemukan Jeanny Anderson.
"Laura...? Untuk apa kau datang kemari?" tanya Frank ketus, ia merasa enggan berhadapan dengan wanita bernama Laura yang kini tampak ada di depannya sekarang.
"Aku tunanganmu, Frank tentu saja aku berhak datang kemari dan ayahku juga memiliki saham hampir separuh dari perusahaan ini jadi aku punya banyak alasan untuk ada di perusahaan ini sampai kapanpun" jawab Laura tegas.
"Apa harus kujelaskan juga kalau bukan keinginanku untuk bertunangan denganmu, Laura Harris" sela Frank acuh.
Wanita berambut coklat panjang bergelombang itu mendekati sosok Frank yang duduk di kursi dengan tatapan dingin tanpa ekspresi.
"Sampai kapan kau akan menyimpan foto mantan istrimu itu di sini, Frank Jefferson?
"Karena aku masih mencintainya, kau tahu itu.
Jika kau tidak terima silakan saja kau batalkan pertunangan kita, aku tak peduli karena memang kau dan ayahmu sendiri yang memaksaku untuk melakukannya" sahut Frank tegas dengan ekspresi acuh.
Kesal karena sikap Frank tak memperdulikannya sama sekali, Laura pun pergi dengan kesal ke luar ruangan, seakan bersusah payah menahan tangis yang ingin keluar, dengan sikap acuh Frank pada dirinya.
Laura Harris adalah putri salah satu pemilik saham terbesar di Wilson Grup's dan karena itu ia merasa memiliki kuasa di perusahaan tempat Frank bekerja dan kini menjabat sebagai CEO di perusahaan besar itu.
Susah payah ia berusaha menjerat hati Frank Jefferson yang menarik hatinya sejak awal pertemuannya 3 tahun silam dan sampai ia bisa berada di posisi sebagai tunangan Frank itupun karena tak luput campur tangan ayahnya.
Ia tahu, Frank tak pernah mencintainya selama ini namun baginya itu tak jadi soal.
Selama gelar tunangan sudah ia dapatkan ia yakin suatu saat Frank akan luluh padanya, namun untuk mendapatkan hati Frank Jefferson masih membutuhkan perjuangan yang begitu besar.
Laura tahu, Frank masih belum bisa melupakan bayangan mantan istrinya itu dalam hatinya dan itu yang paling menyakitkan dirinya selama ini.
..
..
..
Malam itu juga Frank berangkat menuju ke Paris dengan penerbangan pribadinya.
Dengan sejuta harapan kalau ia akan menemukan titik terang keberadaan Jeanny, mantan istrinya itu dan juga anaknya.
Ya, anaknya bersama dengan Jeanny Anderson.
Sejak pertemuan Frank yang terakhir kalinya bersama dengan Jeanny malam itu di mansion Garth, Frank tak bertemu dengan Jeanny lagi.
Ia begitu merindukan sosok Jeanny, dan merindukan anak semata wayangnya yang tak pernah ia temui selama ini.
Sungguh kerinduan yang amat sangat menyiksa namun bagi Frank Thommas Jefferson kerinduan pada dua orang yang amat dicintainya itu adalah sebagai sumber kekuatannya untuk menjadi sosok Frank T. Jefferson yang sekarang.
Frank yakin dengan posisinya sekarang ini, Garth Gaskins tak bisa mempermainkannya lagi seperti dulu karena memang status sosialnya dengan Garth sangatlah berbeda jauh.
Namun itu berbeda dengan sekarang, kini Frank Jefferson telah berdiri menjadi sosok Frank Jefferson yang baru dan tak mudah ditindas oleh siapapun.
Dan ia yakin kali ini, ia akan menemukan Jeanny dan anaknya kembali dan berharap kalau mereka dapat bersatu lagi seperti dulu
...๐๐๐๐๐๐...
...Bagi yang kangen dan lupa sama sosok Frank Jefferson, nie author punya bonus visual karakternya ya biar kalian bisa inget lagi sosok Frank yang hampir terlupakan di novel ini๐ ๐คญ...
...( padahal Frank karakter utama protagonisnya๐)...
Nah, itu bonus visual karakter Frank Jefferson ya๐ jika kalian suka jgn lupa tinggalkan like, komen, hadiah dan juga faforite biar author makin semangat update novel ini ya,๐ค๐ฅฐ๐ฅฐ
...Thank you..โค๏ธโค๏ธ...