
"Aku mohon..., kasihanilah aku...."
hiks...hiks..." aku terus meratap pilu memohon dan aku semakin bergidik ketakutan saat pria besar itu mengambil sebuah pisau kecil dari saku celananya.
Ia menyerigai lebar dan mendekatkan mata pisau itu di kulit wajahku dengan gerakan perlahan seakan mengejek kemudian turun ke kulit leherku yang terbuka.
Keringat dingin mulai keluar di keningku, dan aku memejam mata kuat - kuat menahan takut yang amat sangat.
"Kau cantik Jeanny, sayang sekali hidupmu akan berakhir tragis di tanganku..." desis pria itu dengan suara serak.
"Kasihanilah aku..., aku sedang hamil..., aku mohon....,hiks!" ratapku menangis terisak.
"Tidak semudah itu, sweetie....
Aku akan bermain main sebentar denganmu, menikmati tubuhmu dan wajah cantikmu ini.
Lagipula aku sangat ingin merasakan bercinta dengan wanita yang sedang hamil besar, aku rasa itu tidak terlalu buruk..." bisiknya saat pria itu mendekatkan bibirnya di telingaku kemudian dapat kurasakan lidahnya yang panas menyentuh daun telingaku.
Akupun mencoba berpaling menghindar dari sentuhannya yang tampak kasar dan erot*s.
Kucoba untuk mengerakkan seluruh tubuhku yang sekiranya bisa digerakkan dan melakukan perlawanan, tapi tak bisa, semua gerakanku terbatas karena tangan dan kakiku di ikat kencang di sebuah kursi besi yang terasa berat.
Melihat penolakan dan usahaku itu, pria itu hanya tertawa keras dengan senyuman mengejek.
"Kau ini lucu sekali, Jeanny...!
sangat mengairahkan, itu membuatku semakin tak sabar untuk bermain di tubuhmu itu" seringainya jahat.
"Ti-dak!!, jangan aku mohon! kau hanya kesal karena Frank merebut Carol darimu tapi kenapa harus aku yang menanggung akibatnya?! bukankah aku juga korban!!!" seruku keras - keras mencoba mengalihkan perhatian pria besar mengerikan itu.
Mendengarnya, kulihat pria besar bertato itupun melotot dengan ekspresi wajah tegang.
"Kau ingin tahu kenapa, hah?! karena wanitaku sedang hamil sama sepertimu!!! dan anak itu adalah anakku!! Suamimu yang brengsek itu justru berani bercinta dengan wanitaku dan menjanjikan sebuah pernikahan!
Apakah itu tidak konyol, heh?!!" sahutnya lantang dengan tatapan berapi - api.
"A-pa kau bilang anakmu...??" tanyaku terbata, ucapan pria besar itu terdengar sangat mengejutkan bagiku kini.
Seakan tak peduli dengan keterkejutanku, pria itu justru semakin mendekatkan dirinya padaku dan tatapan kami saling bertemu saat itu, dalam diam aku menahan panik ketakutan.
"Kenapa kau terkejut, Jeanny? apa kau tidak tahu selama ini kalau suamimu itu adalah pria brengsek dan pengecut?!!
Untuk itu, dengan melaluimu akan kuberikan peringatan dan pelajaran pada Jefferson agar ia tahu dengan siapa ia berhadapan!!!" ucapnya dengan senyuman jahatnya padaku.
Tak dapat yang bisa kulakukan, aku hanya menggeleng kuat - kuat menepis rasa takut yang semakin besar, hingga tanpa kusadari, tangannya yang besar dan berotot itupun menyentuh kasar dress yang aku kenakan dan merobek perlahan dengan pisaunya seakan ingin sengaja mengejek dan membuatku takut.
"Jangan menyentuhku..., please!!" pintaku serak.
Tak bergeming sedikitpun, ia tetap melakukan aksinya hingga pakaianku di bagian atas kini terkoyak dan hanya meninggalkan bra yang masih melekat di kulit dadaku.
Pria besar itu mendesis menatap dadaku yang kini terbuka dengan hanya mengenakan bra, susah payah aku bergerak mencoba melepaskan diri dari tali yang mengikat kedua tanganku kini, seakan ingin menutupi dadaku yang terbuka paksa dan menjadi santapan liar tatapan pria besar yang ada di depanku.
Namun segalanya sia - sia, pria itu justru menyerigai semakin lebar saat melihatku semakin ketakutan.
"Kau ingin dilepaskan?" tanyanya dengan tatapan penuh arti dan aku hanya mengangguk memohon, air mata mulai menetes di pelupuk mataku yang kini berkabut.
"Tentu..., aku akan melepaskan ikatanmu, Jeanny karena kita tidak bisa bercinta jika kau terikat seperti ini bukan?" ucapnya mengejek.
"Tidak!! aku mohon, jangan lakukan itu, aku mohon!! aku akan memberikan apa saja untukmu asalkan kau jangan menyentuhku, please...!!" mohonku serak.
Pria itu hanya tertawa.
"Kau pikir aku bodoh, heh!!? aku tak tertarik sama sekali dengan uang atau apapun itu sekarang, karena bagiku kau jauh lebih menggoda dari itu semua!!" sahutnya keras dengan senyuman jahatnya kemudian ia mulai mendekatkan tangan kasarnya kembali dan membuka bra yang menutupi kulit dadaku.
"Jangan!!!!!" aku berseru sekuat tenaga hingga kemudian sebuah suara mengejutkan kami berdua saat itu, suara tembakan!
Menyadari ada sesuatu yang tidak beres, pria besar itupun bangkit dan melepaskan ikatanku di kursi.
"Bangun!!" perintahnya keras.
Aku yang ketakutan hanya bisa pasrah saat pria besar itu menodongkan pisaunya padaku kini.
Entah kenapa, disaat ini aku merasa senang melihat Garth ada di depanku sekarang, sungguh berbanding terbalik dengan sebelumnya.
"Garth...??" lirihku.
"Siapa kalian, brengsek!!!??" tanya pria besar itu, kedua tangannya menyekap tubuhku dari arah belakang, dengan mata pisau yang menempel di kulit leherku sekarang.
"Jeanny...??
Lepaskan wanita itu, sebelum aku menembakmu!!" Garth berseru menantang, matanya tak lepas melihatku yang tampak tak karuan dengan wajah cemas.
"Garth..., aku mohon tolong aku..!!" pintaku memohon dengan suara berat, air mata tak berhenti keluar, aku takut sekali..
Benar - benar merasa takut jika pria besar di belakangku ini berbuat nekad menusukku dan membunuhku sekarang.
"Jangan mendekat, kalau tidak aku bunuh wanita ini didepan kalian!!" ancam pria besar itu keras - keras.
"Posisimu tidak menguntungkan, bung!! aku bisa saja melepaskan tembakan ini sebelum kau melakukannya!!!" seru Garth dengan sebuah pistol yang mengacung di depannya ke arah kami berdua, jarak kami hanya beberapa meter sekarang.
"Coba saja kalau kau berani, akan kurobek leher wanita ini!!!" tantang pria besar itu seraya menusuk mata pisau itu semakin dalam ke leherku, aku berteriak kesakitan saat itu juga.
"Jangan sentuh dia!!! Aku akan melemparkan pistol ini sekarang!!" Garth berseru seraya melemparkan pistol ditangannya begitu saja ke depan.
"Bagus!!! begitu lebih baik!!!" sahut pria besar itu keras - keras.
"Katakan, apa maumu?! akan kuberikan apa saja asal kau lepaskan wanita itu!!" seru Garth mencoba bernegosiasi.
Pria besar itu tertawa keras - keras, aku yang merasakan sakit nyeri di leherku merasakan sedikit pening di kepalaku.
"Kau pikir aku bodoh, heh?! kalian sudah membunuh orangku jika aku melepaskan wanita ini tentu aku tak bisa menjamin keselamatanku bukan?!" desis pria besar itu.
"Akan kuberikan kau uang berapapun kau minta dan aku tak akan menganggap semua ini terjadi asalkan kau bebaskan Jeanny!" tawar Garth tak hilang akal.
Tatapan kami, aku dan Garth bertemu sesaat.
Aku hanya bisa menatapnya pasrah kini, karena aku sudah bisa tak berpikir lagi untuk bisa menyelamatkan diri.
"Tawaran yang menarik!!" sahut pria besar itu dengan senyuman liciknya.
Kemudian Garth, memerintahkan seseorang yang ikut bersamanya untuk mengambil uang.
Beberapa saat kemudian, pria suruhan Garth datang dengan membawa koper hitam dan menunjukannya di depan kami.
"Kau lihat ini uang yang jumlahnya tidak sedikit kau bisa melepaskan Jeanny sekarang!!?" ucap Garth.
Tanpa banyak waktu pria besar itupun memajukan langkahnya ke depan koper berisi uang itu, ia semakin mencengkeram kuat kedua tanganku dengan pisau yang masih menempel di kulit leherku.
Entah bagaimana saat pria besar itu lengah seseorang melemparkan sebuah tembakan di salah satu bahunya hingga pria besar itu berteriak kesakitan, cengkraman di tangankupun mengendur.
Aku yang saat itu menjerit ketakutan karena merasa syok, langsung di tarik Garth dengan maksud untuk melindungi namun belum sempat aku menguasai keadaan pria besar itu menerjang dengan pisaunya yang siap - siap melayang di tubuhku.
Diantara rasa panik itu, Garth bergerak cepat dengan melindungiku dengan tubuhnya dari belakang dan kemudian....
Jleebbb!!!!
Pisau itu mendarat tepat di punggungnya, hingga aku menjerit panik dan ketakutan melihat darah yang mulai keluar di punggung Garth saat itu juga.
Hanya itu yang aku ingat sebelum semuanya menjadi gelap.
...✨✨✨✨✨✨...
Jangan lupa tinggalkan :
❤️ like
❤️ komen
❤️ faforite, dan juga
❤️ Hadiah ya..., terima kasih 🤗