One Day In Your Life

One Day In Your Life
Kembali ke New York City ( Honeymoon )



New York City, 25 Desember


"Aku punya kejutan untuk kalian berdua!" ucap Frank tiba - tiba malam itu, didepan Alex dan Kimmy yang saat itu tengah berkumpul di ruang keluarga.


"Frank?!!" seru mereka serempak terkejut.


"Kejutan apa?" Kimmy kecil bertanya penasaran.


Tanpa menjawab apapun, maka detik itu pula Frank menarik dan menuntunku yang saat itu bersembunyi di balik tembok.


"Jeanny?!" seru mereka berdua seakan tak percaya dan kulihat saat itu mereka serempak beranjak cepat dan berhambur ke pelukanku.


Aku tak percaya dengan sambutan ini, mereka berdua, Alex dan Kimmy menyambutku dengan penuh kehangatan.


Kucium dan kupeluk erat mereka seakan tak ingin lagi kulepaskan.


"Mulai saat ini Jeanny akan menjadi keluarga kita dan menjadi bagian dari keluarga Jefferson" ucap Frank yakin.


"Benarkah itu?!" tanya Kimmy seakan tak percaya.


"Kau tak bohong lagi kan Frank?!" Alex bertanya memastikan.


"Tentu saja tidak, kalian boleh bertanya sendiri pada Jeanny langsung sekarang" sahut Frank meyakinkan seraya menatapku lembut dengan tersenyum manis menyejukkan.


Alex dan Kimmy sontak menatapku dengan pandangan penuh tanya, dan aku hanya menjawabnya dengan anggukan kepala penuh keyakinan dengan senyum lebar yang mengembang.


Seketika itu pula Alex dan Kimmy bersorak gembira dengan ekspresi yang begitu membuatku bahagia ketika melihatnya.


Kami bertiga berpelukan kemudian menyusul Frank, bersama - sama dengan erat meluapkan rasa bahagia kami saat ini.


Rasanya bagai mimpi...


Aku begitu bahagia hingga tanpa terasa kedua mataku berkabut dan air mata mengalir pelan jatuh ke pipiku kini, air mata bahagia.


"Terima kasih Tuhan...


Inilah kado Natal terindah yang pernah kudapatkan selama dalam hidupku..."


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


The Plaza New York


New York City, 30 Desember



"Apa yang kau pikirkan honey?" bisik suara lembut itu di telingaku.


Kupalingkan wajahku dan tersenyum lembut, menatap pria yang kini menjadi suamiku, tepatnya 4 hari setelah Natal kemarin kami menikah dengan acara sederhana, hanya beberapa kerabat dan teman dekat kami yang datang ke pernikahan kami berdua, yang cukup terasa mendadak.


Kini kami berada di hotel, tepatnya Plaza hotel New York untuk merayakan bulan madu kami yang pertama.


Frank menciumku hangat dan memelukku erat, pelukan yang tak ingin pernah kulepaskan.


Kusandarkan kepalaku di bahunya yang bidang, rasanya begitu hangat dan membuatku tenang.


"Apa kau tak senang berada disini?" tanya Frank kembali.


"Tidak, hanya saja semua ini masih terasa mimpi dan sampai saat ini aku masih belum bisa meyakinkan diriku sendiri kalau semua ini memang nyata dan benar terjadi" jawabku lirih.


Frank mengecup lembut pipiku dan berbisik lembut,


"Cintaku yang akan selalu membangunkanmu dalam setiap mimpimu Mrs Jefferson..., jangan lupa itu."


"Ini bulan madu kita, kau harus bahagia dan aku tak mau kau merasa cemas ataupun khawatir sedikitpun, honey..." ucapnya lirih seraya jemarinya lembut menyentuh bibirku.


Kami bertatapan dalam diam saat itu, yang kurasakan saat ini adalah dunia begitu sunyi, hanya ada kami berdua dan waktu seakan berhenti.


Jemari tangannya yang kokoh menyentuh pelan bibirku yang merekah, kemudian turun mengikuti gaun tidur yang kukenakan.


"Aku berjanji tak akan menyakitimu, honey...percayalah padaku" bisiknya lembut sebelum ia mendekatkan wajahnya padaku.


Kami berciuman, begitu hangat dan penuh kemesraan.


Pelan namun pasti, dapat kurasakan Frank membaringkan tubuhku ke ranjang dan menyingkap gaun yang kukenakan.


Ciumannya kini turun perlahan ke tengkung leherku kemudian ke dadaku dan berhenti disana, nafasnya lembut menyentuh kulit dadaku yang kini terbuka menyambut.


Dapat kurasakan sentuhannya kini begitu membuatku terbuai, kedua mataku terpejam menikmati sentuhan darinya.


Ia begitu lembut melakukannya, setiap sentuhannya seakan membuatku terbang tinggi dan tak ingin kembali.


Ciumannya kini turun keperutku dan berhenti disana, ia membelai lembut dan penuh sayang.


"Manusia kecil kita ada di dalam sini..., menunggu dan mendengarkan apa yang akan kita lakukan untuknya..." bisiknya pelan sebelum bibir itu turun dan menciumnya disana.


Nafasku tercekat dan jantungku bergetar hebat saat ciuman itu turun ke bawah perut tubuhku.


Bibirnya yang hangat seakan membuat tubuhku panas.


Saat ini yang kurasakan adalah kebersamaan ini, aku dan Frank Jefferson, pria yang kini menjadi suamiku dan begitu kucintai.


Aku tak ingin melepaskannya ataupun meninggalkannya pergi, sampai kapanpun.


Mataku terpejam erat merasakan setiap inci demi inci sentuhannya yang membuatku terbang tinggi, hingga saat itu tiba dimana tugas Frank sebagai suami dan aku sebagai istri kami lakukan bersama penuh dengan cinta.


"Aku datang sayang...


Terimalah aku dengan segenap hatimu..." bisiknya parau.


Aku menjerit kecil, kuangkat tubuhku tinggi saat Frank bergerak cepat di atas tubuhku.


Kubuka mata ini pelan dan kudengar Frank memanggil namaku kemudian kudekap erat tubuhnya yang bersimpuh peluh.


Kami melakukannya bersama, kali ini dengan cinta bukan dengan perasaan benci yang dulu sempat ada.


Aku bahagia bersamanya dan aku tak menyesal menjadi istrinya karena hal itulah yang aku impikan selama cinta ini ada dan tumbuh untuk seorang Frank Jefferson.


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


...Season 1 selesai...


...🤗🥰🥰...


...Kita lanjut lagi di season 2 di part selanjutnya....


...Terima kasih untuk para readers yang sudah mendukung dan mengikuti kisah Frank dan Jeanny sampai tahap ini ya,,...


...❤️❤️❤️...


...Salam sayang untuk kalian semua dan tetap selalu dukung author ya😄 biar author makin SEMANGAT BUAT UP TERUS cerita ini....


...🥰🥰🥰❤️❤️❤️...