One Day In Your Life

One Day In Your Life
Ke Pantai Brooklyn



"Sungguh Frank kau tak berbohong kan?!" suara Kimmy terdengar cukup keras di telingaku.


Saat itu pun aku berjalan cepat memastikan apa yang terjadi di luar ruangan.


Suara riang penuh semangat memenuhi hampir seluruh ruangan, aku tak tahu apa yang Kimmy dan Frank bicarakan pagi ini.


Aku yang tengah sibuk melakukan pekerjaanku di dapur membuatku melupakan hari ini, hari dimana yang selalu di tunggu - tunggu Alex dan Kimmy jika hari Minggu tiba.


Sengaja aku tak memperlihatkan diri di depan mereka bertiga, Alex, Kimmy dan juga Frank Jefferson.


Aku tak mau kesenangan mereka menjadi rusak dan terganggu karena kehadiranku.


Ku lihat Frank bersimpuh di depan Kimmy dengan wajah secerah pagi, wajah yang sama sekali berbeda saat ku lihat dia mengawasi kami bertiga malam itu di kamar Kimmy.


"Pagi ini juga ini kita akan bertamasya bersama - sama, sepuas yang kau inginkan Kimmy" ucap Frank lembut.


Dengan gerakan cepat Kimmy memeluk leher Frank dengan kedua tangannya yang kecil dan mungil.


"Aku senang Frank!!, aku senang!!" serunya riang.


Melihat kegembiraan mereka akupun ikut bahagia.


"Itulah Frank sesungguhnya" batinku senang.


Maka tanpa melihat kelanjutan adegan mengharukan itu, akupun berbalik dan melangkah mantap melanjutkan kembali pekerjaanku yang sempat tertunda.


Namun belum beberapa lama, suara riang teriakkan Kimmy dan Alex terdengar nyaring di telingaku saat tahu mereka kini di belakangku.


"Jeanny! kau harus ikut bersama kami ke pantai Brooklyn hari ini juga!" seru Kimmy semangat.


Aku pun berbalik dan menyambut mereka.


"Akan lebih baik kalian bertiga saja yang pergi bersenang - senang tanpa aku" sahutku lembut seraya tersenyum.


Wajah riang Kimmy seketika itupun berubah menjadi masam.


"Kenapa?!" aku mau kau ikut Jeanny!" pintanya sekali lagi.


Aku membungkuk dan menggeleng pelan.


"Tidak sayang..., aku tak bisa ikut bersama dengan kalian masih ada pekerjaan yang menungguku disini.


Kalian bersenang - senanglah disana! bukankah itu hal yang menyenangkan?" sambungku.


"Tidak!!, kau ikut bersama kami!" sahut Frank tiba - tiba, maka detik itu pula kami bertiga saling menengadah, terkejut dengan keputusan Frank saat itu.


Ia berjalan mendekatiku yang menatapnya bingung.


"Jika kau tetap menolak, maka rencana kita akan aku batalkan saat ini juga" ucapnya sedikit mengancam.



Ternyata pantai Brooklyn jauh lebih ramai dari dugaanku.


Banyak pasangan muda dan keluarga serta anak - anak mereka berlibur di weekend ini.



Yach, kurasa ini adalah pilihan yang tepat rencana dari Frank untuk mengajak kami kesini, berlibur di pantai di akhir musim panas, pengobat dari segala ketegangan yang ada akhir - akhir ini dalam keluarga Jefferson.



Tanpa basa - basi setelah mereka berdua berganti pakaian renang, Alex dan Kimmy langsung berlari penuh semangat ke pantai seakan mengejar ombak yang ada di depan mereka.



Dengan langkah anggun tanpa tergesa aku berjalan menyusul mereka setelah mengenakan pakaian renang berupa bikini merah yang baru saja ku beli di New York awal musim panas lalu.



Rasanya tak sia - sia aku membelinya saat itu, rencanaku saat itu adalah untuk menganti bikini renang yang sempat hilang di dalam lemari milikku di San Fransisco.



Ku alihkan pandanganku ke seluruh pengunjung pantai Brooklyn, dengan satu telapak tangan kulindungi kedua mataku diantara terik sinar matahari yang menyapu hangat di tubuhku.



Kunikmati satu persatu dari mereka, kegiatan dan teriakan - teriakan riang anak kecil dengan teman ataupun dengan keluarga mereka saat menikmati indahnya nuansa di pantai ini.



Beberapa anak remaja yang sibuk membuat istana pasir di bibir pantai, pasangan - pasangan muda yang asyik bersantai dan mengobrol berbaring bersama - sama.



Senyum kebahagiaan mewarnai bibirku tanpa kusadari.


Mereka semua mempunyai keluarga maupun kekasih yang menyayangi dan mencintai mereka.



Lika - liku kehidupan mereka masing - masing, yang pasti di tempat ini mereka bersama - sama tertawa, tersenyum dan gembira seakan mereka melupakan segala masalah masing - masing selama ini.



Pandanganku terhenti saat aku menangkap sesosok pria tinggi tegap yang hanya menggunakan celana renang pria dengan warna hitam legam.



"Frank..." lirihku dalam hati.



Ia tampak berbaring santai di bibir pantai yang jaraknya hanya beberapa meter dari tempatku berdiri, pandangannya jauh terfokus melintas di sepanjang pantai lepas di depannya.



Kedua lengannya yang pernah menyentuhku dengan kasar saling menompang bertumpu agar posisinya dapat dengan jelas menatap pemandangan di depannya.



Melihat Frank sekarang tiba - tiba tanpa kusadari perasaanku mengatakan lain, tidak seperti biasanya.



Perasaan hatiku bergejolak hebat saat menatapnya.


Entah karena apa? perasaan asing ini.



Ia tak tahu keberadaanku sekarang di sini, itu yang aku tahu.



Ia tidak terlalu fokus dengan liburan ini, dan akupun yakin apa yang ia lakukan ini adalah semata untuk kesenangan Alex dan Kimmy, bukan dirinya sendiri.



Beberapa detik kemudian kulihat wanita muda yang mungkin seusiaku berjalan mendekatinya, rambut coklat panjangnya melambai indah mempercantik penampilannya yang terkesan begitu seksi dengan bikini hitam.



Awalnya Frank sempat terkejut dengan kehadiran wanita itu, namun dalam waktu singkat mereka kelihatan begitu akrab dan mesra setelah wanita itu menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan.



Entah mengapa sedikit rasa cemburu terbersit di dalam hatiku, aku sendiri tak tahu mengapa tiba - tiba perasaan asing itu ada dalam diriku kini.


"Kenapa?"



"Kau datang sendirian miss?" sapa seseorang mengejutkanku.


"Ya?" aku berpaling terkejut dengan kehadiran pria asing di sampingku yang kehadirannya sama sekali tak kusadari.



" Mau kutemani?" tawarnya genit dengan memamerkan gigi putihnya padaku.


Aku menggeleng gugup dan berkata.



"Tidak, terima kasih.


Aku datang bersama dengan suami dan juga anak - anakku" sahutku asal seraya menunjukkan ke arah Alex dan Kimmy yang masih tampak bermain air di pantai.



"Oh, sayang sekali..., sama sekali tak kuduga wanita muda cantik sepertimu sudah memiliki anak" sahutnya heran.



Setelah pria tinggi besar itu pergi dengan tampang kecewa karena bualan konyolku, pandanganku kembali beralih pada Frank dan wanita asing itu.



Sampai mana aku meninggalkan mereka?


Cukup lama mereka mengobrol dengan sesekali di selingi tawa ataupun senyuman menggoda nan seksi sang wanita, sampai akhirnya wanita itu berdiri dan mengucapkan kalimat perpisahan dengan lambaian tangan perpisahan.



Ku ikuti setiap gerak - gerik wanita itu dengan tatapan penuh curiga dan seribu tanya saat wanita itu berjalan di sepanjang bibir pantai dengan goyangan menggodanya.



Hingga baru ku sadari sepasang mata tajam yang telah lama ku kenal menatapku.


Aku tercekat kaget saat menyadari Frank tahu posisiku.



Belum sempat aku menguasai keadaan, ku dengar Alex dan Kimmy memanggil namaku untuk ikut bergabung dengan mereka.



Cukup lama kami berenang di tepian pantai.


Ku lihat Alex dan Kimmy cukup puas bermain, dengan langkah riang yang mantap mereka menghampiri Frank yang tampak masih duduk memperhatikan kami di bibir pantai.


Tak sabaran Kimmy berlari kecil untuk lebih cepat.


"Frank, kau tak ikut berenang?" tanyanya perhatian.


"Sudah cukup aku berjemur di sini" jawabnya singkat.


Aku melangkah di belakang Alex yang tampak puas dan cukup lelah bermain.


"Aku ingin beli minuman!" seru Alex putus - putus.


"Aku ikut!" Kimmy menyahut riang.


Sadar kini hanya tinggal kami berdua, aku pun agak gugup saat duduk tak jauh di samping Frank.


"Kau lelah?" tanya Frank kaku.


"Sedikit" jawabku singkat.


"Kenapa kau tak ikut berenang, Frank?" tanyaku mencoba basa - basi.


"Aku punya alasan kuat untuk tak melakukannya" sahutnya dingin.


Aku berpaling padanya dengan wajah sedikit terkejut, jawaban yang sengaja di tujukan padaku.


"Kau tidak tersinggung kan, miss?"


Carol sudah cukup lama menemaniku tadi di sini" tuturnya.


"Ah, Carol? Siapa dia?" tanyaku spontan.


Frank tersenyum dingin padaku dan berkata.


"Wanita berambut coklat dengan tubuh seksi yang sempat kau lihat tadi."


Aku diam beberapa saat mencoba memikirkan kata - kata yang pas untuk menjawab.


"Kau terkejut bukan, miss?" sahut Frank sinis.


"Wanita itu bernama Carol Gilmore, teman semasa aku kuliah dulu.


Cantik memang tapi sayang dia tipe cewek gampangan" lanjutnya ringan.


"Mengapa kau menceritakan sesuatu yang tak ku mengerti?" tanyaku heran.


Frank memandangku dengan tatapan menyelidik, dari atas sampai bawah lalu ia pun tersenyum mengejek.


"Supaya kau tahu miss Anderson kalau kau tak jauh berbeda dengan Carol Gilmore."


...🔥🔥🔥🔥🔥🔥...