
Malam itu di mansion Garth Gaskins dibuat ricuh dengan kedatangan seseorang, yang memaksa masuk dan menemui sang pemilik rumah.
Ya, siapa lagi kalau bukan Frank Jefferson.
Frank datang dan memaksa masuk ke mansion Garth malam itu namun niat itu dihalangi oleh beberapa penjaga disana.
Tak kehilangan akal, Frank pun berkelahi dan melawan para penjaga itu.
Hingga kegaduhan itu membuat beberapa pelayan dan maid panik.
Seorang pelayan kepercayaan Garth, Luke memberitahu keributan di mansion itu pada sang pemilik rumah.
"Tuan, ada seseorang yang berusaha untuk masuk ke mansion dan memaksa untuk bertemu dengan tuan sekarang!" Luke melapor pada Garth malam itu saat Garth tengah berbaring di ranjangnya.
"Siapa?!" tanya Garth dengan kedua mata membulat.
"Pria itu menyebut dirinya Frank Jefferson, tuan" jawab Luke.
"Frank, kau datang juga akhirnya..." batin Garth.
"Bantu aku menemuinya kesana, Luke! aku tahu apa yang ia inginkan..." ujar Garth seraya mencoba berdiri dari ranjang.
"Ta-pi tuan, an-da masih...?"
"Sudah, aku tahu dia tak akan berhenti membuat keonaran di tempatku jika aku tak muncul di hadapannya sekarang" sela Garth yakin.
..
..
"Keluar kau Garth sialan!! hadapi aku dan jangan bersembunyi seperti seorang pengecut!!" seru Frank keras - keras, ia telah menghajar beberapa orang pengawal Garth di depan pintu mansion dan kini tinggal 3 orang penjaga yang semuanya memakai setelan jas hitam menghalangi Frank di depan pintu mansion mewah itu.
Saat 3 penjaga itu hendak menghajar Frank yang mencoba menerobos masuk mansion, Garth dan pelayan kepercayaannya Luke tampak.
"Aku bukanlah seorang pengecut, Frank Jefferson! jadi berhentilah berteriak di mansionku!" tegur Garth.
"Kenapa kau selalu mengumbar emosimu dimanapun, Frank...? bukankah aku sudah berkali - kali mengatakan jika kau tak merubah tabiat burukmu itu cepat atau lambat kau akan kehilangan orang yang kau cintai..." ucap Garth menyindir dengan senyuman liciknya.
"Kau bajing*n brengs*k Garth Gaskins...!! aku tahu kaulah yang menculik dan membawa istriku!! jadi jangan berpura - pura lagi di depanku sekarang!!" seru Frank marah, kedua tangannya mengepal erat seakan siap melayangkan pukulan pada wajah Garth yang tersenyum penuh arti padanya namun dengan tenang Garth tampak tak bergeming.
"Kalian bertiga pergilah!" perintah Garth pada ke 3 pengawalnya itu, kini yang tersisa hanya Luke yang masih setia di belakang sang majikan.
"Kau lihat? pengawalku sudah pergi.
Jadi sekarang kita bisa bicara sebagai teman Frank Jefferson" tutur Garth tenang.
Seakan merasa jijik dengan sikap Garth yang munafik, Frank pun meremas pakaian dibagian atas Garth saat itu juga, Luke yang berusaha mencegah di halangi oleh Garth dengan bahasa isyarat.
"Katakan dimana kau sembunyikan istriku, katakan dimana?!!!" Frank berseru dengan kedua matanya kini yang tampak memerah karena amarah.
"Aku tak pernah menyembunyikan istrimu, Frank.
Hati - hati dengan ucapanmu itu, karena kau bisa saja mendapatkan pidana karena memfitnah orang dengan tanpa bukti" sahut Garth tenang.
"Kau memang manusia brengsek yang tak bisa diajak bicara, Garth sialan!!! kau pikir aku bodoh hah?! siapa lagi kalau bukan kau yang menculik Jeanny?!!" seru Frank yakin, ia semakin meremas kuat pakaian Garth dalam genggamannya.
Garth menyerigai mendengar ucapan Frank.
"Apa karena aku pernah melakukan kesalahan pada Jeanny dulu, lalu hal itu membuatmu yakin kalau sekarang istrimu menghilang karena akulah penyebabnya, begitukah Frank...?" ujar Garth mencoba berkilah.
"Aku tahu siapa kau Garth Gaskins..., jika sedikit saja kau menyentuh istriku dengan tangan kotormu itu lagi aku tak akan segan - segan kali ini untuk membunuhmu sekarang juga!!" ancam Frank dengan tatapan berapi - api.
"Hentikan Frank!!! kau sudah kelewatan!!!" seru sebuah suara mengejutkan Frank Jefferson saat itu juga, dan Frank sangat mengenal pemilik suara itu.
✨✨✨✨✨✨
"Jeanny....?" ucapannya lirih seketika kulihat cengkraman Frank pada Garth melemah.
Kedua mata kami bertemu setelah sekian lama kami tak bertemu satu sama lain sejak pertengkaran kami waktu itu.
Melihat Frank Jefferson sekarang, entah kenapa aku merasa hampa.
Seperti tak ada rasa cinta lagi, karena perasaan yang ada dalam diriku padanya semua berubah menjadi kecewa sejak kulihat kenyataan, sebuah ungkapan cintanya pada Carol dan percintaan mereka yang menjijikan dalam video itu seakan membuka kedua mata dan hatiku kalau pria yang masih menjadi suamiku ini hanyalah seorang pembohong.
"Jeanny..., syukurlah kau baik - baik saja, sayang..!" Frank berjalan cepat mendekatiku dan seakan ingin menyentuhku namun dengan cepat aku menghalangi.
"Jangan menyentuhku, Frank Jefferson!" perintahku tegas dan Frank seketika itupun berhenti dan menatapku penuh tanya.
"Kau tahu Jeanny? aku sangat mencemasmu dan anak kita..., banyak hal yang harus kita bicarakan sayang, sekarang ikutlah bersamaku pulang ya, kita bicarakan semua kesalahpahaman ini secara baik - baik dirumah" tutur Frank mencoba meyakinkanku.
"Pulang?? aku rasa itu bukanlah rumahku lagi Frank... sejak aku tahu penghianatan apa yang kau lakukan di belakangku!" selaku keras - keras.
"Kau bicara apa, Jeanny? sudah aku bilang aku bisa menjelaskan semua kesalahpahaman ini! sekarang yang terpenting kau ikutlah pulang bersamaku kita bicarakan ini baik - baik nanti.., aku mohon..." sahut Frank dengan tatapan memohon dan penuh harap.
"Sudahlah, jangan memaksanya Frank! Jeanny tak ingin pulang denganmu sekarang, biarkan dia disini bersamaku agar a-ku bisa menja-..."
Buuuukkkkkk!!!!
Frank memukul keras wajah Garth Gaskins yang mendekatinya saat itu hingga Garth jatuh tersungkur di lantai, aku menjerit spontan saat itu juga.
Kulihat Garth meringis kesakitan dan darah segar keluar di sudut bibir dan salah satu lubang hidungnya.
"Frank kau keterlaluan...!!!!" aku berseru mendekati Garth dan si pelayan setia Luke pun melakukan halnya yang sama denganku.
"Jangan ikut campur dengan urusan rumah tanggaku Garth Gaskins!! kau bukanlah siapa - siapa!! pukulan itu adalah peringatan agar kau tahu dengan siapa kau berhadapan!!" seru Frank memperingati.
Aku yang saat itu sudah berusaha menahan kesabaranku pun akhirnya aku berdiri dengan tatapan berani dan menampar keras pipi Frank Jefferson di depanku.
Plaakkkkk!!!
Suara tamparan itu seakan bergema di ruangan tempat kami berdiri saling berhadapan dan menatap satu sama lain.
Kulihat Frank menatapku penuh arti dan menyentuh pipinya yang merah bekas tamparanku tadi.
"Kau dengar, Frank Jefferson...!
Garth Gaskins yang telah menolongku dari penculikan pria besar kekasihmu itu yang bernama Carol Gilmore!! jadi tidak pantas kau bersikap buruk bahkan memukulnya dengan tanpa alasan!!!!!" seruku keras - keras.
"Apa..?? pria besar...? penculikan? Carol?" Frank bertanya seakan berusaha mengerti dengan kalimat yang aku ucapkan tadi.
"Ya!!! Garth yang telah mengorbankan dirinya saat aku akan dicelakai oleh pria besar dari kekasih Carol!!!
Kau dengar, aku tak mau terlibat lagi dengan hubungan percintaan yang memuakkan diantara kalian bertiga!! Jadi mulai sekarang, jangan menemuiku lagi, Frank Jefferson karena mulai sekarang hubungan kita sudah berakhir!!!!" selaku keras - keras, susah payah aku mengucapkan kalimat itu agar keluar dari bibirku saat ini hingga tanpa terasa kedua kelopak mataku mulai berat dan berkabut menahan tangis yang ingin keluar.
Tak mau melihat wajah Frank lagi setelah aku mengucapkan kalimat itu padanya, seakan tak memperdulikan kehadiran Frank akupun membantu Garth berdiri dan memapahnya berjalan kedalam mansion dengan dibantu oleh Luke, meninggalkan Frank yang masih berdiri termangu menatap kepergian kami.
...✨✨✨✨✨✨...
Jangan lupa :
❤️ Like
❤️ komen
❤️ Hadiah
❤️ vote, dan juga
❤️ Faforite ya🥰