
Tanpa menunda waktu siang itu, aku pulang ke rumah bermaksud mengambil semua pakaian dan barang - barang milikku dan membawanya ke apartemen Natasya untuk sementara waktu.
Karena saat ini yang aku belum bisa memikirkan kemana lagi aku harus berlari dari Frank Jefferson.
Sengaja aku ke rumah sekitar pukul 11 siang, karena waktu itulah waktu teraman aku bisa kerumah tanpa adanya Kimmy dan Alex ataupun Frank.
Kimmy dan Alex, aku menyesal karena harus meninggalkan kalian berdua lagi dan untuk Frank, aku tak bisa bersama dengannya lagi karena pernikahan kami sudah benar - benar berakhir bagiku.
"Nyonya, apakah nyonya benar - benar akan pergi...?" Miss. Helen bertanya dengan wajah bingung dan seakan tak percaya.
"Maaf, Miss. Helen ini sudah aku putuskan.
Aku minta tolong padamu, jaga Alex dan Kimmy untukku ya.
Tolong sampaikan pada mereka, aku minta maaf karena tak bisa menjaga mereka lagi..." jawabku dengan mata berkaca - kaca.
"Baik nyonya, saya akan melakukan yang terbaik untuk keluarga Jefferson..., ta-pi bagaimana dengan tuan, nyonya?
Apa yang harus saya katakan kalau tuan menanyakan ini?" tanya Miss. Helen ragu.
"Kau katakan saja, aku pergi tanpa mengatakan apapun, Frank akan tahu itu, Miss" sahutku lirih dan kulihat Miss. Helen hanya mengangguk seakan mengerti.
Kami berpelukan saat itu, aku dan Miss. Helen, cukup lama, karena bagiku Miss. Helen sudah kuanggap sebagai keluargaku sendiri.
"Jaga diri baik - baik dirimu nyonya..., saya harap kita bisa bertemu lagi suatu saat nanti..." harap Miss. Helen seraya menatapku sendu, ia mengenggam erat tanganku seakan ia tak ingin aku pergi.
Aku mendesah pelan dan menjawabnya.
"Pasti, Miss. suatu saat nanti kita bertemu lagi..."
..
..
Dalam perjalanan menuju ke apartemen Natasya sepanjang jalan itu juga pikiranku tampak kosong dan tak jelas kemana.
Saat ini yang kulakukan hanya menyetir dan pulang ke apartemen Natasya.
Aku meminjam mobil Natasya siang ini dan sudah mendapatkan izinnya pagi tadi.
Awalnya, ia bersikeras untuk menemaniku ke rumah Frank namun aku menolaknya, karena aku tak mau merepotkannya lagi dan berjanji untuk segera pulang setelah membawa seluruh barang - barang milikku ke apartemennya dan Natasya dapat mengerti itu.
Ciiiiittttttt......!!!!!!
Sebuah mobil sedan hitam tiba - tiba menghalangi jalan di depanku setelah melaju cepat di belakangku tadi, dengan spontan dan panik akupun mengerem mobil.
Nafasku seketika putus - putus saat itu karena mobilku berhasil aku kendalikan tepat pada waktunya.
Belum sempat menguasai keadaan tiba - tiba, seseorang pria bertubuh besar dan 2 orang dibelakangnya mengikutinya turun dari mobil sedan hitam itu dan berjalan ke arahku.
"Astaga, siapa dan apa mau mereka?!" aku mulai panik dan bingung.
"Turun!!" perintahnya tegas.
Aku yang tampak ketakutan saat itupun menggeleng menolak, karena aku tahu jika aku turun itu akan sangat berbahaya.
"Jika kau tidak turun, akan kubakar mobil ini sekarang juga!!!" seru pria bertato dan bertubuh besar itu dengan wajah garangnya.
Dengan ketakutan yang amat sangat, aku mencoba melihat sekeliling jalanan yang di depanku semuanya tampak sepi, ada beberapa kendaraan pun mereka melaju begitu cepat seakan tak peduli dengan sesuatu yang terjadi di sekitarnya.
Tak ada seseorang yang bisa menolongku saat ini.
"Ya, Tuhan apa yang harus aku lakukan?!" pekikku bingung.
Tak mau ambil resiko yang lebih besar lagi, aku pun turun dari mobil dan menatap mereka bertiga dengan ketakutan.
"Bagus!!! Itu lebih baik daripada ku bakar mobil ini bersamamu bukan, Mrs.Jefferson!!" ucap si pria bertato itu menyerigai lebar padaku.
"Bawa wanita itu ke mobil, Lucas!!" perintahnya kemudian pada 2 orang di depanku.
"Tunggu!! aku mau di bawa kemana?! tanyaku ketakutan.
"Diam dan menurutlah jika kau ingin dirimu dan anakmu selamat!" pria berambut cepak di depanku mengancam kemudian dengan garangnya mereka mencengkeram erat kedua tanganku dan membawaku ke dalam mobil mereka.
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
"Mr. Gaskins, Mrs. Jefferson dibawa paksa oleh beberapa pria tak dikenal!
Apa yang harus saya lakukan?!" lapor seseorang di sambungan telepon saat itu.
"Apa, diculik?!! bagaimana bisa?!!
Kau ikuti mereka bodoh! jangan sampai lolos dan cepat - cepat kau beritahu lokasinya padaku!!!" sahut Garth Gaskins menjawab panggilan itu dan kemudian menutupnya dengan kasar.
"Bagaimana bisa Jeanny'ku di culik?!
Siapa orang - orang bodoh itu yang berani menyentuh wanitaku!!?" seru Garth marah, tatapan tampak berapi - api kini.
"Aku mohon lepaskan aku....!!" pintaku memohonku dengan ketakutan yang amat sangat.
Aku dibawa di sebuah gedung tua yang entah dimana letaknya aku tak tahu karena sejak mereka membawaku ke dalam mobil, kedua mataku ditutup oleh kain hitam.
Salah satu dari mereka membuka penutup mataku setelah kedua tangan dan kakiku diikat di sebuah kursi, aku berusaha berontak meminta di lepaskan tapi apalah dayaku yang hanya seorang wanita lemah yang tengah hamil.
Aku tak punya kekuatan apapun untuk melawan mereka, karena itu aku hanya menurut saat mereka membawaku dan menggiringku secara paksa hingga sampai di tempat ini.
Mereka bertiga menyerigai menatapku dengan tatapan jahat hingga aku bergidik ngeri.
"Kalian berjagalah di depan! aku akan membuat perhitungan pada wanita ini..." perintah pria bertubuh besar itu kepada 2 kawannya.
"Apa mau kalian?! aku mohon siapapun tolong aku!!" seruku panik, kedua mataku mulai berkabut karena menangis ketakutan.
"Berteriaklah Mrs. Jefferson tak ada yang dapat menolongmu di tempat ini..." ucap pria besar itu padaku, langkah besarnya mulai mendekatiku dengan tatapan jahatnya.
"Kau..., mengenalku?? siapa kau dan kenapa kau menculikku??!!' tanyaku ketakutan.
"Bertanyalah pada suamimu itu.., jika kau berhasil lolos dari tempat ini nanti.." sahutnya tenang, sudut bibirnya tersenyum miring dengan jahat.
"Frank?!!, a-pa-kah kau punya dendam dengannya?!" tanyaku kembali ingin tahu diantara rasa panik yang melingkupiku.
Pria itu tertawa keras dan bagiku tawa itu terdengar sangat menakutkan.
"Kau sangat pintar, Mrs. Jefferson a-tau aku panggil saja Jeanny?" ucapnya padaku.
"A-ku sedang hamil, kasihanilah aku..., aku mohon padamu..." ucapku memelas.
"Tidak!!! suamimu berhutang banyak padaku!! dia berani merebut wanitaku maka aku akan membalas 2x lipat untuknya!!!" sahut pria besar itu berteriak lantang.
"Wanita??? a- pa maksudmu, aku tak mengerti?" aku bertanya bingung.
"Kurasa kau sudah tahu, Jeanny siapa wanita yang aku maksud tadi?!" sahutnya dengan mata membulat marah.
"Ca- rol mungkinkah...?" aku menjawab gugup, karena memang hanya nama itu yang hanya membekas di ingatanku.
"Kau cukup pintar, Jeanny dan juga cantik..., jika saja kau tidak hamil aku tak akan sungkan - sungkan untuk menidurimu berulang kali nanti seperti apa yang dilakukan suami brengsekmu itu pada wanitaku!!" ucap pria besar itu seraya menyentuh kasar wajahku.
"Jangan!! aku mohon padamu, kasihanilah aku dan anakku...., aku tak tahu apa - apa tentang hubungan Frank dengan Carol jadi kenapa kau melampiaskan padamu..., hiks!!" aku mulai menangis ketakutan.
"Mata dibalas dengan mata..., aku ingin tahu bagaimana reaksi suamimu itu nanti jika ia tahu istrinya yang tengah hamil aku tiduri..., hahahahaha....!!!!!"
...🔥🔥🔥🔥🔥🔥...
...Apakah Jeanny akan selamat???...
...Yukk jangan lupa tinggalkan like dan komen kalian y...🤗...