
Sudah hampir pukul 5 sore namun, Frank belum ada kabar sama sekali dan itu membuatku semakin khawatir.
"Dimana kau, Frank?" lirihku cemas.
Apakah sesuatu terjadi padanya?
Sesuatu yang buruk...?
Tidak! itu tak boleh terjadi, kami sedang menunggu kelahiran anak pertama kita.
Aku tak mau anak ini lahir dengan tanpa ayah nantinya, tapi walaupun begitu mau tidak mau aku harus siap dengan kemungkinan yang terburuk sekalipun.
Lamunanku dikejutkan oleh suara ketukan di pintu luar, saat itu aku yang tengah duduk di ruangan di dekat perapian langsung beranjak bangun.
"Siapa?" tanyaku pada seorang pria asing yang tampak berdiri di depan pintu.
"Maaf nyonya, saya kurir ingin mengantarkan paket ini pada anda" ucap pria itu seraya menyerahkan sebuah paket berukuran kecil padaku.
"Paket?
Dari siapa?" tanyaku ingin tahu.
Namun kurir itu tidak menjawab hanya tersenyum.
"Kalau begitu saya permisi, nyonya" tutur pria itu pamit.
Setelah itu tanpa pikir panjang akupun membuka isi paket itu dengan penasaran.
Sebuah hardisk kemudian ada pesan di dalamnya.
...*Buka ini dan lihatlah isinya*...
Itulah pesan singkat dalam paket itu.
Aneh sekali, dengan cepat rasa takut mulai menjalar di seluruh tubuhku.
Perasaan ini?
Kenapa aku merasa takut?
Apakah sesuatu yang buruk akan terjadi?
Maka dengan rasa penasaran yang memuncak, akupun berjalan masuk ke kamar dan mulai menyalakan laptop di dalam kamar saat itu juga.
..
..
Mataku berair tiada henti, dadaku merasa sesak seketika saat melihat isi yang ada dalam video itu.
"Frank..., Frank.... kenapa kau lakukan ini kepadaku...? lirihku serak.
Aku hancur dan benar - benar hancur saat melihat semua adegan yang ada dalam video berdurasi 18 menit itu.
Bagaimana dengan membabi buta suamiku bercinta dengan wanita lain selain aku, dan yang membuatku semakin sakit adalah wanita itu adalah Carol Gilmore.
Wanita yang berapa kali Frank sangkal kalau ia tak mencintainya, ia membencinya dan ia hanya tidur satu malam bersamanya saat sebelum kami menikah.
Dadaku bergemuruh hebat saat ucapan Frank dalam video itu begitu jelas, bagaimana ia mencintai Carol Gilmore dan memohon maaf.
"Kau kejam, Frank...!" ucapku sakit dengan air mata yang tak berhentinya mengalir deras di pelupuk mata dan pipiku kini.
Tak mau melihat adegan memalukan dan menyakitkan itu lagi akupun beranjak pergi dari tempat itu.
Kukemasi semua pakaianku di lemari dengan menangis terisak.
Kenapa, kenapa harus berakhir seperti ini?
Kenapa kau harus menyakitiku begitu dalam, Frank Jefferson.
Tak ada lagi yang perlu dipertahankan, karena kau sudah memilih wanita yang sesungguhnya kau cintai.
Jika seperti itu kenapa kau mempertahankan aku di rumah ini? untuk apa?
Aku menjerit pilu dan terduduk lemas di lantai.
Rasanya sakit sekali, sangat amat sakit hingga rasanya dada ini terasa sesak dan tak bisa bernafas.
Sakit karena kecewa telah dikhianati dan sakit karena kau selama ini terlalu memberiku harapan, Frank.
"Kau benar - benar KEJAM, Frank Jefferson" lirihku pilu.
..
..
"Nyonya, nyonya tidak apa - apa?
Buka pintunya nyonya, saya mohon!"
"Jeanny, Jeanny ada apa di dalam?
Sayup - sayup kudengar suara Miss Helen dan teriakan panggilan Alex dan Kimmy di luar, namun aku merasa lemah dan tanpa tenaga untuk bangkit, hanya itu yang aku ingat sebelum semuanya tampak gelap.
...******...
"Nyonya... nyonya ada di dalam, tuan!!" Miss. Helen berteriak panik pada Frank yang baru saja datang saat itu.
"Hah, ada apa...?" tanya Frank bingung melihat kedua adiknya dan Miss. Helen berkumpul di depan pintu kamarnya.
"Kau kemana saja, Frank?!! Jeanny ada di dalam kamar dan tak menjawab panggilan kami! seru Alex ikut panik.
"Kami mendengar, Jeanny berteriak tadi, Frank!
Aku takut terjadi sesuatu padanya di dalam kamar?!" Kimmy berseru cemas.
"Apa?!!" kedua mata Frank membulat seketika.
Maka tanpa berpikir lagi, Frank pun mendobrak pintu kamar yang terkunci dari dalam dengan sekuat tenaga.
BRRAAKKK!!
Hingga setelah beberapa dorongan akhirnya pintu itu bisa di buka paksa Frank.
Ia merasa panik dan takut, sesuatu terjadi pada istrinya.
Dan jantungnya merasa lemas seketika saat mendapati tubuh istrinya itu tergeletak begitu saja di bawah ranjang.
"Jeanny sayang?!!!" teriaknya panik segera berlari kesosok tubuh tak berdaya itu.
Alex, Kimmy dan Miss. Helen pun tak kalah paniknya, mereka bertiga berhamburan mendekati tubuh Jeanny yang tak sadarkan diri.
"Apa yang terjadi Miss Helen?!" tanya Frank panik seraya menggendong tubuh Jeanny.
"Saya tak tahu tuan, sebelum nyonya masuk ke kamar ada seseorang yang datang memberikan sebuah paket pada nyonya dan setelah itu saya tak tahu apa yang selanjutnya terjadi!" sahut Miss. Helen bingung.
"Paket??" dan Frank pun yakin kalau ada yang tak beres, namun ia mencoba menepisnya karena saat ini keadaan istrinya lah yang lebih penting dari segala hal.
"Kalian bertiga tetaplah disini, aku akan membawa Jeanny kerumah sakit sekarang juga!" perintah Frank kemudian dengan langkah paniknya ia membawa tubuh Jeanny ke dalam mobilnya dan meluncurkan mobilnya menuju ke rumah sakit.
..
..
..
Frank Jefferson tak berhenti merutuki diri sendiri saat ini, karena ia gagal menjadi suami yang baik bagi Jeanny Anderson, istrinya.
Ini untuk ke tiga kalinya Jeanny pingsan sejak ia hamil dan itu semua gara - gara dia.
"Sungguh tak becus dan bodoh!!!" maki Frank pada dirinya sendiri.
Setelah mengetahui keadaan Jeanny baik - baik saja dan telah di tangani oleh dokter di rumah sakit, ia segera meluncurkan mobilnya dengan cepat menuju ke rumah.
Karena ia harus memastikan suatu hal yang penting.
Sebuah paket yang Miss. Helen katakan tadi, Frank merasa yakin kalau ini pasti ada hubungannya dengan penyebab istrinya pingsan tak sadarkan diri.
Setelah sampai di halaman rumah, segera Frank berlari menuju kamarnya yang terletak di lantai dua.
Setelah sampai di dalam kamar, pandangannya pun menyapu seluruh isi kamar itu dengan tatapan penuh selidik.
Sebuah koper besar berisi pakaian Jeanny dan sebuah laptop yang masih dalam keadaan terbuka, maka tanpa pikir panjang lagi ia pun menyalakan laptop itu kembali.
Dan benar saja, apa yang ada di laptop itu telah membuka matanya hingga membuat dadanya merasa berat dan sesak dalam beberapa detik.
Video berdurasi 18 menit itu telah membuka matanya lebar - lebar dan seakan telah melemparnya pada sebuah kenyataan yang benar - benar buruk dalam hidupnya.
"Carol Gilmore!!!!! akan kubunuh kau wanita jal*ng!!!!" serunya keras - keras dan segera saat itu juga Frank berlari menuju mobilnya untuk mencari Carol Gilmore di apartemen milik wanita itu.
Sumpah serapah ia ucapkan di dalam mobil seperti orang gila, ia lajukan mobilnya dengan batas kecepatan maksimum seolah tanpa peduli dengan keselamatannya sendiri.
Karena saat ini Frank Jefferson dalam keadaan emosi yang sudah di batas wajarnya, hingga keinginannya untuk membunuh wanita bernama Carol Gilmore itu sangat besar.
Sungguh ia tak bisa membayangkan bagaimana sakit hatinya Jeanny setelah melihat video itu.
Bagaimana terguncangnya jiwa istrinya saat dalam keadaan hamil namun mengetahui kenyataan kalau ternyata suaminya telah berkhianat.
Walaupun sebenarnya tidak seperti itu namun siapapun yang akan melihat video itu siapapun akan berpikiran buruk pada dirinya sekarang.
"Maafkan aku Jeanny..., maafkan aku!!!!" pekiknya menyesal.
......🔥🔥🔥🔥🔥🔥......
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya🥰...
...Like, koment dan faforite jg❤️...
...Terima kasih🤗...