One Day In Your Life

One Day In Your Life
PERANG DINGIN



"Hay, selamat pagi, Jeanny...


Apa kedatanganku mengganggumu dan Ian?" sapa Joseph dengan senyuman ramah dan manisnya yang terbit dari wajahnya yang tampan. Pagi ini penampilannya sangat rapi dengan setelan jas hitam mahalnya yang berkelas.



"Ah, tidak... kami baru saja mau sarapan, ayo silakan masuk, Joseph..., sekalian kau bergabung ya! akan aku perkenalkan kau dengan temanku yang datang dari New York pagi tadi" sahutku ramah menawarkan Joseph agar ia masuk ke dalam rumah.


"Ah, teman..?


Apa benar aku tidak mengganggu nanti Jeanny?" tanyanya agak ragu dan canggung.


"Tentu saja tidak, Joseph..., akan baik jika kalian sekalian lebih mengenal nanti" sahutku meyakinkannya.


"Baiklah kalau begitu, terima kasih ya kau mau menerimaku datang di rumah pagi - pagi begini, semalam aku begitu mengkhawatirkanmu karena itu aku datang kemari untuk memastikan kalau kau dan Ian dalam keadaan baik - baik saja" ujar Joseph menjelaskan.


"Aku sudah baik - baik saja, Joseph.., maaf ya telah membuatmu cemas dan aku sangat berterima kasih atas segala perhatianmu" sahutku tersenyum lembut.


Kemudian akupun mempersilahkan Joseph masuk kedalam, kamipun berjalan beriringan menuju ruang makan bersama.


Kulihat, Garth dan Ian masih menungguku di meja makan.


"Siapa yang datang Jeanny?" tanya Garth ingin tahu, dan detik itu pula ia cukup terkejut saat melihat Joseph berjalan di belakangku.


"Uncle Joseph!" Ian berseru senang seketika itu juga saat melihat Joseph.


"Hay, Ian..." sapa Joseph tersenyum lebar.


"Garth, ini Joseph Hayden..., temanku yang semalam sempat menolongku dari serangan dua pria asing yang membuat kekacauan di butik" ucapku mencoba memperkenalkan Joseph pada Garth yang menatapku penuh tanya.


"Joseph, ini Garth Gaskins temanku dari New York yang pernah aku ceritakan waktu itu, dialah teman yang sudah banyak membantuku saat pertama kali aku datang ke Paris hingga sampai saat ini" sambungku memperkenalkan Garth pada Joseph.


"Hay, senang berkenalan dengan anda Mr.Gaskins" sapa Joseph ramah mengulurkan telapak tangannya untuk berjabat tangan dan Garth pun melakukan hal yang sama.


"Terima kasih, kau sudah menjaga Jeanny selama aku tak ada di sampingnya" sahut Garth, ucapannya seperti mendominasi.


"Bukan masalah, aku senang jika bisa membantu Jeanny dan Ian" jawab Joseph dengan senyuman tulus dan ramahnya.


Agar suasana tidak canggung akupun mempersilakan agar mereka semua untuk sarapan bersama - sama pagi ini.


"Apa kau sering, datang berkunjung kerumah Jeanny?" tanya Garth tanpa basa basi.


Aku cukup terkejut dengan pertanyaan Garth barusan.


"Ah, tidak Mr. Gaskins ini untuk kedua kalinya aku datang kerumah ini karena aku mengkhawatirkan keadaan Jeanny dan Ian karena peristiwa semalam, aku harap kau jangan salah paham" sahut Joseph jujur.


"Uncle Joseph sering mengajak kita makan bersama diluar, dia sangat baik padaku dan Mom, uncle Garth" Ian ikut menyahut polos dan aku terbatuk merasa tersedak seketika, hal itu membuat Garth menatapku dengan penuh tanya.


"Oh, benarkah? kalian sering menghabiskan waktu bersama selama aku tidak di Paris ya?


Aku senang, Jeanny mempunyai teman yang perhatian dan sebaik dirimu, Mr. Hayden.


Aku sangat berterima kasih untuk itu" ujar Garth dengan senyuman diagonalnya.


"Kau jangan membuatku sungkan, Mr. Gaskins, itu bukanlah masalah karena kebetulan akhir - akhir ini aku mendapatkan proyek di dekat butik Jeanny jadi aku kadang mampir untuk mengajak mereka berbincang atau sekedar makan siang bersama" sahut Joseph tenang.


Melihat situasi yang tiba - tiba merasa canggung, akupun mencoba mengalihkan perhatian pada mereka.


"Ian, cepat habiskan makananmu karena kita akan terlambat berangkat ke sekolah" ucapku.


"Ok, mom" Ian menjawab singkat.


"Oh, tidak perlu repot - repot Joseph, kami bisa berangkat sendiri, kau kan harus berangkat bekerja" aku menyahut secepat mungkin.


"Tidak apa Jeanny, biar sekalian karena kebetulan kita searah bukan?" Joseph menjawab tenang.


Disaat itu juga, Garth tampak berdehem membuatku seketika beralih pandangan menatapnya.


"Jeanny, kurasa setelah ini aku akan berkunjung ke perusahaan sebentar, setelah itu aku ingin membicarakan hal penting padamu, mengenai penyerangan di butikmu semalam" ucap Garth dengan ekspresi wajah seriusnya.


"Oh, okay..., baiklah kalau begitu Garth" jawabku spontan.


Kemudian tanpa banyak bicara kamipun saling bersiap - siap menyiapkan diri.


Untuk menghindari situasi agar tidak memanas dan menjaga perasaan masing - masing pihak aku lebih memilih berangkat mengantar Ian ke sekolah sendiri, dengan alasan yang cukup masuk akal pada Joseph dan Garth.


..


..


..


Setelah kepergian Jeanny, Garth menyuruh orangnya di Paris untuk menjemputnya dan menuju perusahaan miliknya di Paris.


Karena ia memang memiliki sebuah perusahaan yang cukup ternama di kota Fashion itu.


Setelah perkenalannya dengan Joseph Hayden, si pria penyelamat Jeanny yang baru ia temui pagi tadi membuat otak dan pikirannya tak bisa berhenti untuk memikirkannya.


Karena sebagai sama - sama seorang pria ia tahu yang mana seorang teman biasa atau pria yang menaruh hati pada seorang wanita, sama halnya dengan dirinya.


Ya, ia tahu Joseph Hayden bukanlah orang biasa, ia bisa tahu itu dari kesan pertama saat melihatnya dan sialnya selama beberapa tahun ini ia tidak mengetahui kedekatan Jeanny dan pria itu sudah sampai sejauh mana.


Tapi ia yakin, Jeanny belum membalas perasaan pria yang menjadi rival barunya itu.


Karena ia sudah mengenal cukup lama siapa Jeanny Anderson.


"Luke, Cari tahu semua hal tentang siapa itu Joseph Hayden! aku ingin tahu semua informasi itu secepat mungkin! Kabari aku setelah kau mendapatkannya!" Garth memberikan perintah pada seseorang yang bernama Luke di sambungan teleponnya saat itu.


Garth mendesah dengan nafas berat.


Setelah ia berhasil menjauhkan Jeanny dari sisi Frank, selama beberapa tahun ini ia masih belum bisa mendapatkan hati wanita pujaan hatinya itu


6 tahun bukanlah waktu yang sebentar bagi orang biasa apalagi bagi seorang Garth Gaskins yang sudah biasa dikelilingi wanita cantik dalam hidupnya.


Namun untuk mendapatkan hati seorang Jeanny Anderson ia butuh waktu dan perjuangan besar hingga sampai di posisi ini.


Belum juga mendapatkan hati Jeanny, ia sudah mendapatkan rival baru dan ia tahu rivalnya kali ini bukanlah orang biasa.


Bukan gayanya untuk menyerah begitu saja, Garth Gaskins tak ingin menyerah dan akan terus memperjuangkan hati Jeanny sampai wanita itu mau menerimanya.


Namun langkah yang harus ia lakukan sekarang ia harus bisa menjauhkan Joseph Hayden dari Jeanny, ia tidak mau perjuangannya selama ini sia - sia.


Joseph Hayden adalah rival yang berat sama seperti Frank Jefferson, hanya saja pria itu berbeda dengan karakter Frank yang keras dan arogan.


Joseph Hayden cenderung tenang namun ia bisa membawa lawan bicaranya seolah menciut dan tak bernyali.


Namun siapapun itu Joseph Hayden ataupun Frank Jefferson ia akan tetap berjuang dan bersaing untuk mendapatkan hati Jeanny Anderson.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...