My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
99



Selama dua bulan lebih Risa dan Juan tinggal di rumah orang tua Risa, dan saat ini Jennie putrinya sudah menginjak usia tiga bulan dan semakin menggemaskan, Waktu mereka untuk berlibur pun telah usai dan tiba saatnya kembali ke Brazil namun sebelum itu mereka akan menginap di Jakarta selama sehari sebelum pesawat yang mereka pesan berangkat satu hari setelahnya. Mereka juga ingin mengadakan reuni pada semua mantan rekan kerja mereka yang kebetulan sedang day off.


Kedua orang tua Risa merasa sedih karena harus berpisah dengan cucu mereka, dan hari ini mereka hanya mengantar sampai di bandara saja, Juan dan Risa akan naik pesawat menuju Jakarta agar cepat sampai dan waktu mereka bertemu dengan teman-teman menjadi lebih lama, sebelum naik pesawat ponsel Risa berdering menandakan ada panggilan yang masuk, karena tak ada nama yang tertera Risa tidak ingin menjawabnya dan langsung menonaktifkan ponsel setelah pengumuman untuk take off di mulai.


Setelah Risa menonaktifkan ponselnya dan menyimpannya ke dalam tas, Ia pun melirik Juan yang sedang tertidur sambil memangku Jennie, melihat hal itu Risa pun langsung mengambil Jennie dengan sangat hati-hati, Juan kelelahan karena semalam ia dan papanya bermain catur hingga pagi, Risa sendiri tak habis pikir setelah tahu mereka bermain hingga pagi buta, Tak heran jika saat ini Juan sedang tertidur tak peduli pesawat sedang take off atau apapun itu.



Setibanya di Jakarta, Risa dan Juan memilih tinggal di hotel yang tak jauh dari bandara agar tidak terlambat berangkat besok, Rasanya sudah lama tidak menghirup udara di Jakarta dan kenangan akan masa-masa itu kembali mencuat setelah sekian lama, Risa yang berdiri di balkon hotel memperhatikan daerah di sekitar tempat itu dengan perasaan rindu, Ia benar-benar merindukan saat-saat dirinya pulang pergi untuk bertugas dan ia juga rindu bagaimana rasanya jalan-jalan bersama orang-orang terdekatnya, menikmati jajanan khas dan berbelanja bersama.


Seseorang tiba-tiba memeluknya dari belakang sehingga membuat Risa cukup kaget, Juan membenamkan kepalanya di pundak Risa dan memberitahunya bahwa malam ini teman-teman mereka berencana untuk berpesta bersama di sebuah kafe langganan mereka dulu, Sudah lama Risa dan Juan tidak berduaan seperti ini semenjak ada Jennie, untungnya Jennie sedang tidur saat ini sehingga mereka bisa berduaan, jika Jennie bangun waktu Juan untuk bersama Risa jadi hilang sebab Jennie sangat senang berada di gendongan Risa dari pada dirinya, hal itu bukannya membuat Juan cemburu pada Risa melainkan cemburu pada Jennie.


Dering ponsel Risa lagi-lagi berbunyi, saat ia mencoba untuk menjawab panggilan itu Juan tidak ingin melepas pelukannya namun Risa dengan cepat melepas pelukannya dan segera menjawab panggilan tersebut, Lagi-lagi dengan nomor tanpa nama saat Juan kembali untuk memeluk Risa tiba-tiba saja Risa menyuruhnya untuk berhenti di tempat karena ingin menjawab panggilan tersebut.


" Halo. "


" Risa? Kau benar adalah Risa kan.? " Sahut seseorang di seberang sana berhasil membuat Risa mengernyit heran mendengar nada suaranya


" Siapa dia.? " Sahut Juan pelan


" Benar, ini saya sendiri, Kamu siapa dan kok bisa dapat nomorku.?" Lanjut Risa kemudian


" Bisa ke rumah sakit sekarang? Anakku ingin bertemu denganmu dan Juan. "


" Tapi ini siapa yah.? "


" Aku ibunya Cindy. " Kedua mata Risa membulat sempurna saat mendengar jawaban dari wanita itu


" Ibu dimana sekarang? Bagaimana keadaan Cindy? Apa dia baik-baik saja.?" Tanya Risa panik


" Ada apa dengan Cindy.?" tanya Juan yang sejak tadi penasaran


" Kita ke rumah sakit sekarang, " Ajak Risa terburu-buru, Juan pun ikut sigap dan segera bersiap-siap menuju rumah sakit.



Setibanya di rumah sakit yang di beritahu oleh ibu Cindy pada pesan singkatnya, Juan dan Risa langsung menuju nurse stationary untuk menanyakan keberadaan Cindy, Begitu perawat yang bertugas memberitahu mereka keduanya pun segera menuju ruang ICU dan di sana mereka bertemu kedua orang tua Cindy yang terlihat sedang putus asa.


" Risa.. Juan... " Ucap Ibu Cindy menatap mereka dengan tatapan bersalah, kemudian mereka berdua mendekati Juan dan Risa seraya bersujud memohon maaf atas kesalahan putrinya selama ini, tak tega melihat mereka seperti itu Juan dan Risa menyuruh mereka untuk bangun dan membicarakannya secara baik-baik.


Risa tak pernah mengira kalau selama ini ternyata Cindy pulang ke Indonesia pantas saja selama mereka mencarinya di Brazil sosok Cindy sangat sulit untuk di temukan, Kedua orang tuanya kembali menyesali perbuatan Cindy, mereka merasa malu bahkan untuk bertemu Juan dan Risa jika bukan karena permintaan Cindy, Saat ini Cindy sedang di rawat di ruang ICU setelah semalam berhasil melahirkan anak laki-laki nya tanpa sosok seorang ayah, Selain itu mereka juga menceritakan kejadian saat Cindy kembali dari Brazil.


Lima bulan yang lalu


Wanita itu terlihat berjalan tanpa semangat hidup menelusuri jalanan yang sunyi, Ia telah tiba di Indonesia hanya dengan satu koper barang bawaannya, Begitu ia tiba di sebuah rumah air matanya tak sanggup untuk terus di tahan sehingga membuatnya menangis saat itu juga. Setelah merasa cukup puas menangisi kehidupannya ia pun berbalik meninggalkan rumah itu dan memilih tinggal di tempat lain.


Hidup Cindy setelah melarikan diri dari Brazil bagaikan daun yang dengan pasrah nya di terbangkan oleh angin, meskipun daun itu ingin jatuh di satu tempat tapi angin berkata lain ketika daun tersebut di terbangkan, Dalam kondisi hamil empat bulan seperti ini tentu membuatnya sering merasa lelah, untungnya dia memiliki salah satu kenalan di Jakarta sehingga ia bisa tinggal bersama temannya itu, Tak bisa terus menerus menumpang akhirnya setelah waktu berganti dan masa kehamilannya sudah memasuki bulan lahir sang bayi ia pun memutuskan untuk kembali ke rumah orang tuanya.


Awalnya Cindy ingin tetap merahasiakan hal ini hingga bayi nya lahir namun sayangnya dia tidak bisa hidup seperti itu dengan rasa penyesalan dan rasa bersalahnya selama ini, dan ketika Cindy pulang ia meminta maaf yang sebesar-besarnya dan menceritakan semua kejadian yang ia alami hingga membohongi Juan dan Risa, mendengar hal itu kedua orang tuanya sangat marah hingga ingin membunuh bayi yang ia kandung, tapi Cindy bersih keras ingin melahirkannya meskipun ayah asli anak itu benar-benar menghilang dan meskipun ia hanya menjadi seorang ibu tunggal, anak itu harus tetap lahir.


Setelah mengetahuinya, Ibu Cindy berusaha mencari nomor Risa untuk dapat meminta maaf namun Cindy melarangnya, karena ia sudah tidak ingin berurusan dengan Juan ataupun Risa lagi, Hari di mana dirinya keluar rumah untuk refreshing pikiran cobaan tiba-tiba mendatangi Cindy, ia mengalami kecelakaan saat ingin menyeberangi jalan, Untungnya orang-orang di sekitar Cindy dengan cepat menghubungi ambulans sehingga ia dapat terselamatkan begitupun dengan bayinya.


Setelah Cindy masuk rumah sakit dan melahirkan bayinya, ia terus di hantu i rasa bersalah akan Risa dan Juan, sehingga ia pun menyuruh kedua orang tuanya untuk datang, Dan kebetulan saat itu Risa datang ke Indonesia dan membuat Ibunya langsung menghubungi Risa, tapi saat berusaha menelepon Risa panggilannya di tolak dan setelah itu sulit untuk di hubungi, bertepatan hari itu kondisi Cindy memburuk dan kedua orang tua nya sangat panik, Dokter menyarankan untuk di pindahkan ke ICU untuk memantau kondisinya lebih baik lagi.


Panggilan pun berhasil di lakukan oleh Ibu Cindy tepat saat Cindy di rawat di ruang ICU, dan saat itulah Juan dan Risa di minta oleh kedua orang tua Cindy untuk segera datang.