My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
Pria Yang Mencurigakan



Persiapan penerbangan telah memasuki 80% dan saat ini pesawat sedang dalam pengisian bahan bakar, setelah itu semua selesai kapten akan menyalahkan mesin pesawat. Semua kru harus siap-siap di tempat sembari menunggu arahan dari Kepala pramugari, di belakang Risa sibuk mengurus kelas ekonomi mulai dari kursi hingga bagasi dan setelah semua di lihatnya aman terkendali ia pun segera melapor kepada seniornya dan dari seniornya akan melapor ke Maitre D' cabin dan yang terakhir akan di sampaikan kepada pusher .


Pemberitahuan berikutnya telah di umumkan, pesawat sudah dalam keadaan 100% siap untuk terbang dan tiba saatnya untuk membuka pintu pesawat agar para penumpang segera masuk dan duduk di tempatnya masing-masing. Risa bertugas menjaga pintu kelas ekonomi dan seperti biasa ia akan menyambut mereka dengan sangat ramah, penerbangan kali ini dari New York ke India. tak heran beberapa dari para penumpang memiliki wajah yang sangat kental dengan budaya di sana.


Salah seorang penumpang terlihat mencurigakan di mata Risa, Pasalnya seorang pria yang baru saja memasuki kabin pesawat berjalan menuju kursinya dengan seorang anak laki-laki yang berpenampilan lusuh dari pria dewasa yang di tembaknya itu. Baik Risa dan si anak laki-laki berusia sepuluh tahun itu baru saja saling melirik, Risa melihat tatapan mata anak itu seakan sedih dan tidak menginginkan berada di pesawat.Biasanya anak pada usia seperti itu sangat tertarik dengan pesawat namun berbanding terbalik dengannya.


Setelah semua penumpang naik di atas pesawat, kepala pramugari memulai pemberitahuan soal penebangan dan juga tata cara menyelamatkan diri jika seketika pesawat mengalami kecelakaan. Begitu semua beres dan pesawat akan take off, semua kru di minta untuk ke tempat duduk masing-masing. Pandangan Risa terus tertuju pada anak laki-laki itu yang semakin lama semakin mencurigakan. Risa memilih duduk di kursi penumpang yang kebetulan kosong dan dekat dari tempat duduk mereka agar dapat memantaunya dengan jelas.


Tiba-tiba saja anak laki-laki itu berbicara pada pria di sebelahnya seperti menandakan ingin ke toilet, namun si pria tidak menggubris dan tetap berada di tempatnya. Saatnya Risa beraksi dengan menghampiri mereka sekaligus menanyakan keinginan anak laki-laki itu, dan dugaan Risa benar anak itu ingin ke toilet namun si pria menolak untuk membiarkannya pergi. Baru saja Risa ingin menemaninya tiba-tiba saja pria itu merubah pikirannya dan beralih menemani anak itu ke toilet.


Risa menatap kepergian mereka dengan tatapan aneh, Ada sesuatu yang janggal dan sangat mengganggu saat ini. Risa pun kembali duduk di tempatnya sembari menunggu mereka kembali. Beberapa saat kemudian keduanya kembali namun si pria merubah posisi duduk anak itu di dekat jendela entah maksudnya apa namun wajah anak itu tetap tidak memperlihatkan kesenangannya saat menaiki pesawat.


Maya tiba-tiba datang dan ikut duduk di sebelah Risa namun dengan maksud yang berbeda, Pandangan Risa yang tadinya terus melihat kedua orang itu mendadak teralihkan saat Maya menyuruhnya untuk fokus melihat keberadaanya.


Karena Maya adalah pramugari Senior dan tugasnya jauh lebih banyak dari Risa ia pun harus meminta tolong kepada teman nya itu agar semua pekerjaannya selesai sebelum waktu makan siang tiba, Risa berharap dugaannya pada pria itu salah dengan begitu ia tidak perlu mengkhawatirkan apapun.


**


Malam datang dengan sangat cepat dan pesawat di perkirakan akan mendarat 3 jam lagi, Waktu makan malam pun tiba dan setiap pramugari yang bertugas segera melaksanakan tugasnya. Risa yang saat itu mendapat jatah istirahat meminta kepada Kepala pramugari untuk membiarkannya tetap bekerja sebab ia ingin memantau kembali anak laki-laki itu. Dan saat pembagian makanan Risa pun membawakan dua kotak makanan kepada mereka dan di terima pria itu dengan wajah datar.


" Excuse me boy, Do you want something, milk or juice maybe?" Ucap Risa pada anak laki-laki yang terlihat semakin murung itu.


" No thanks. " jawab Pria itu cepat, Risa menatapnya tajam lalu setelah itu menyunggingkan senyuman palsu kepadanya.


Risa pun pergi dengan meninggalkan rasa curiga yang semakin besar, jika pria itu adalah anaknya tidak mungkin ketika Risa menawarkan sesuatu ia langsung menolak tanpa menunggu respon dari si anak. Semua nya semakin janggal saja dan membuat Risa semakin ingin menguak satu kebenaran yang kali ini feelingnya sangat kuat.