
**Sebelum lanjut, Kuy di like dulu :)
✈️✈️✈️✈️✈️✈️✈️✈️✈️✈️✈️✈️✈️✈️**
" Risa!!! " Seseorang memanggilnya ketika ia sedang berjalan seorang diri menuju lift, Risa menoleh dan mendapati suaminya yang datang dengan senyum sumringah seakan tak memikirkan perasaan Risa saat ini.
" Kau dari mana saja.? " Tanyanya pelan dan matanya kembali fokus pada tombol lift
" Aku kan sudah bilang kalau aku dan kru maskapai ku sedang makan siang bersama." Balasnya melirik Risa dengan tanda tanya
" Kau yakin tidak sedang berbohong padaku. ?"
Juan terdiam sejenak, ia memalingkan wajahnya ke arah lain dan Risa dapat membaca gerakan tubuhnya yang seakan sedang menyembunyikan sesuatu.
" Kau berbohong padaku kan.? " Lanjut Risa meliriknya sinis
Juan meraih tangan Risa dan bermaksud untuk meluruskan sesuatu, Saat pintu lift terbuka Risa melepas tangannya dan berjalan duluan di susul oleh Juan yang semakin frustasi memikirkan sesuatu. Setibanya mereka di kamar apartemen, Risa meletakkan tasnya di atas meja kemudian menatap dirinya di pantulan cermin sembari melepas anting dan kalung yang ia kenakan. Juan berdiri tepat di ambang pintu kemudian menghampirinya secara perlahan.
" Aku ingin berkata jujur padamu, Sebelumnya aku minta maaf karena tidak mengatakan yang sebenarnya padamu, Jujur kemarin aku tiba pukul empat sore, tapi karena aku harus mengantar kru dan co-pilotku ke hotel tempat mereka tinggal aku terpaksa harus tetap bersama mereka, Sebenarnya salah satu kru ku adalah mantan pacarku, Tapi aku tidak ingin kau sampai kepikiran kalau aku berkata jujur, Aku benar-benar minta maaf. " Jelas Juan berhasil membuat Risa menghentikan aktivitas nya dan melirik Juan dari pantulan cermin.
" Aku senang akhirnya kau berkata jujur, Sebelumnya aku sudah melihatmu dengan wanita itu naik taksi namun aku tidak melihat pria yang kau maksud adalah co-pilot mu, Ku pikir aku hanya salah lihat dan berusaha tenang meskipun sebenarnya aku terus memikirnya, Tapi apakah kamu bisa menjelaskan maksud dari pesan yang datang atas nama Cyn pukul empat pagi kemarin.? " Risa membalikkan badannya dan menatap Juan dengan serius
" Cyn? Pesan? " Juan tampak kebingungan dan mencoba mengecek ulang kotak pesannya, ia baru tahu kalau kemarin wanita yang di singkat Cyn dalam ponselnya telah mengirimkan pesan.
Juan kaget saat melihat isi pesan Cindy yang sebelumnya telah di baca oleh Risa, ia melirik Risa dengan penuh makna " Risa, sumpah aku tidak pernah berhubungan dengan Cindy semenjak dia meninggalkan Indonesia, Aku bertemu dengannya secara tidak sengaja saat aku bergabung dengan maskapai baruku, Setelah itu kami tidak pernah melakukan apapun, dia juga sudah tahu kalau aku sudah menikah. " jelas Juan tak ingin membuat Risa semakin salah paham
" Tolong jangan membuatku pusing, Kalau ada sesuatu yang tidak baik katakan saja aku pasti akan mengerti, Dengan sikapmu yang seperti ini bukannya akan membuatku semakin memikirkannya.? " Ungkap Risa dengan mata yang mulai berkaca-kaca
" Apa kau ingin aku menceritakan hubungan ku dan Cindy sebelum akhirnya aku bertemu denganmu, Aku ingin kau tahu seperti apa aku dan dia dulu, Dan juga hubungan ku dan dia yang sekarang? " Ucap Juan memandang Risa dengan mata berbinar sementara Risa terlihat membalasnya dengan anggukan kecil.
Juan menceritakannya dari awal ia bertemu dengan Cindy dan berkahir setelah Cindy memutuskan untuk menikah dengan pria lain, Hal ini tentu tidak di ketahui oleh siapapun selain mereka berdua, dan rumor hubungan Juan dan Cindy bertambah semenjak Juan sering membawa wanita lain ke rumahnya, Banyak yang mengira Juan melakukan itu karena patah hati dan sebagian mengira Juan bukanlah laki-laki yang baik meskipun wajahnya tampan dan paripurna, Lanjut di mana Cindy telah menemukan pengganti pria selain Juan dan menikah di Brazil karena pria yang di sukai Cindy tak lain adalah teman Juan saat ia tinggal di Brazil. Dua tahun menikah Cindy bercerai dengan suaminya dan kembali menjadi pramugari, namun saat ini mereka bertemu dan kembali bekerja di maskapai yang sama. Sayangnya Juan sudah menikah dan Cindy yang berstatus janda namun saat ini sedang dekat dengan seorang pengusaha di Brazil, Juan juga menceritakan Ke Risa bahwa Cindy tidak akan pernah mengganggu hubungan mereka lagi.
Risa tampak terdiam setelah mendengar penjelasan Juan, Entah kenapa ia tidak bisa marah lama-lama pada Juan dan seketika itu juga langsung memaafkannya meskipun belum terucap. Juan mencoba meraih Risa kedalam pelukannya dan meminta maaf sebanyak mungkin, ia mengaku salah dan tak akan mengulanginya lagi, Risa membalas pelukan Juan dan memintanya untuk berkata jujur mulai hari ini sampai seterusnya, Bagaimana pun juga usia pernikahan mereka masih seumur jagung dan belum memiliki keturunan, Risa tidak ingin rumah tangganya hancur hanya karena ada salah satu di antara mereka yang saling menyembunyikan sesuatu.
\*
Risa terbangun dari tidurnya begitu mendengar alarm ponselnya, Ia bangun sambil menguncir rambutnya dengan asal kemudian tiba-tiba saja tertarik memandangi wajah suaminya yang masih asik terlelap. Risa mengamati wajah Juan dengan senyum yang seakan tak bisa luntur, uluran tangan tiba-tiba menggapai tubuh ramping nya membuat dirinya kembali terhuyung ke tempat tidur dengan wajah yang sangat dekat dengan suaminya. Juan mengecup pelan bibir Risa sambil menyunggingkan senyum kemudian membuka matanya sehingga ia langsung dapat melihat wajah kaget Risa setelah di beri ciuman olehnya.
" Kau apa-apa sih, Masih pagi sok romantis begini. " Risa mendorong tubuh Juan menjauh darinya kemudian membelakangi nya karena malu
Tak mau menyerah sampai di situ, Juan masih mau untuk bermesraan dengan istrinya, ia memeluk Risa dari belakang seraya mengutarakan kalimat bahwa dirinya sangat.. Sangat.. Sangat mencintai Risa. Satu senyuman penuh kebahagiaan terpancar di raut wajahnya, Ia menyentuh tangan Juan dan mengusapnya pelan.
" Aku akan membuat sarapan pagi, mama dan papa akan datang nanti siang, Aku juga harus bersiap-siap untuk menemui teman-teman ku sebagai bentuk perpisahan kami. " Gumam Risa
" Apa kau ingin aku menemanimu.? " Tanya Juan meliriknya sekilas
" Tidak perlu, kau di rumah saja istrahat, nanti malam kau kan akan menerbangkan pesawat, Biar aku saja oke. " lanjut Risa dan di balas anggukan pasrah oleh Juan.
\*
Hari ini banyak yang harus di selesaikan oleh Risa, Ia akan menemui beberapa kenalannya sebagai perpisahan mereka, Kebetulan Sabrina akan berangkat bertugas pukul delapan sehingga ia harus menyempatkan waktu untuk bertemu dengan mantan rekan kerjanya dan setelah itu ia akan bertemu Maya dan yang lain, Mereka juga akan bertugas di hari yang sama sehingga semua harus di selesaikan pagi itu juga.
Di bandara, Kebetulan mereka semua janjian berkumpul di satu titik sehingga Risa langsung dapat bertemu mereka semua, Banyaknya kenangan yang telah tercipta di perusahaan ini membuatnya menangis saat berpamitan dengan mereka, Risa mengucapkan rasa terima kasih dan bersyukurnya karena telah di pertemukan dengan orang-orang yang baik dan mampu membantunya selama ini, Risa berjanji tidak akan pernah melupakan mereka sampai kapan pun.
Setelah semua selesai tiba saatnya untuk dirinya kembali ke apartemen, Namun sebelum itu ia akan ke supermarket untuk belanja dan tanpa sengaja ia bertemu dengan seorang wanita yang tiba-tiba menegurnya duluan, Risa melirik wanita itu dengan tanya namun ia tak tahu siapa wanita itu meskipun wajahnya nampak tak asing.
" Aku Cindy, Kamu istrinya Juan kan.? " Katanya dan langsung membuat Risa tercekat
" Iya, Aku Arisa Naomi." Ucap Risa pelan
" Akhirnya bisa bertemu denganmu, Aku di beritahu Kapten Juan kalau kalian sempat berseteru karena adanya aku, Bisa kita berbincang sebentar? " Lanjutnya menunggu kepastian dari Risa.
Risa tersadar dan melirik jam tangannya, masih ada sekitar satu jam hingga orang tuanya tiba, Sehingga tak ada salahnya untuk Risa dapat berbincang dengan wanita itu. Setelah keduanya setuju, mereka langsung menuju sebuah kafe yang terletak tak jauh dari supermarket. Di sana, Cindy memesan dua gelas minuman kesukaan mereka masing-masing sebelum akhirnya memutuskan untuk mengobrol.
" Maaf ya kalau kehadiranku sampai membuatmu terusik, Mungkin kau sudah tahu kalau aku dan Juan pernah berpacaran, tapi jangan khawatir aku tidak akan merebutnya, Hubungan kita sudah berkahir dan sudah seharusnya di kubur dalam-dalam, Kamu mau kan memaafkan aku.? " Lontar Cindy yang entah kenapa membuat Risa merasa bersalah
" Jangan minta maaf seperti itu, Lagi pula Juan juga yang salah karena tidak memberitahuku yang sebenarnya sejak awal, jadi wajar saja terjadi kesalahpahaman seperti ini. " Lanjut Risa kemudian
" Aku tidak menyangka Juan akan mendapat seorang istri yang cantik dan baik seperti mu, Ku dengar-dengar kau ingin menjadi FA 1, kebetulan aku seorang FA 1 di maskapai yang sama dengan Juan, Kalau ingin aku bisa membantumu agar bisa mendapat status itu dengan cepat. " Gumam Cindy seakan membuat Risa senang bukan main menerima tawaran baik dari wanita itu.
Waktu mereka bersama berakhir sangat cepat padahal sebelumnya Risa dan Cindy sudah saling dekat dan cukup saling mengenal dengan baik, Risa harus segera pulang karena orang tuanya akan datang, lagi pula mereka akan bertemu kembali di pesawat nanti, sehingga pertemuan mereka saat ini cukup sampai di situ saja.