
Halo Readers terlove gimana nih kabarnya semua? semoga tetap sehat selalu yah, Author mengucapkan terima kasih karena kalian masih Setia menunggu kelanjutan My Handsome Pilot, Mohon untuk tetap mendukung author dalam berkarya yah dan jangan lupa untuk meninggalkan like dan vote, kalian juga boleh share ke teman-teman yang lain biar my Handsome Pilot banyak yang baca....
Happy Reading Guys
.
.
.
Tung!!
Lampu sabuk pengaman telah dimatikan, tiba saatnya para pramugari menyiapkan makanan untuk para penumpang, Risa telah melepas sabuk pengaman nya dan bergegas menuju galley bersama Sabrina. Saat di galley Risa mulai memasukkan makanan itu ke dalam microwave agar makanan itu kembali hangat sebelum di bagikan kepada para penumpang. Sabrina terlihat terus memperhatikan Risa sehingga membuat wanita itu menoleh dengan wajah heran, sejurus kemudian ia tersenyum dan menggeleng pelan meninggalkan galley dengan alasan ingin ke lavatory.
Lima menit kemudian Risa telah selesai menyiapkan segala makanan dan minuman yang akan di bagikan, Ia melirik kesana kemari mencari sosok Sabrina yang tak kunjung kembali dari lavatory, bahkan pramugari lain yang bertugas memberikan makanan belum terlihat membuat Risa terpaksa harus membagikan makanan itu sendirian. Saat Risa mencoba membuka tirai sekat antara kabin galley dan kabin penumpang tiba-tiba saja sorakan selamat ulang tahun meramaikan kabin itu membuat Risa membelalak kaget, sampai detik ini ia baru sadar kalau hari ini adalah ulang tahunnya.
Penumpang kelas bisnis itu kompak menyanyikan selamat ulang tahun untuk Risa, entah sejak kapan mereka semua memegang balon dan ada juga banner yang bertuliskan happy birthday pramugari cantik membuat Risa tersipu malu melihatnya, Saat ini Risa penasaran siapa oknum yang telah menyiapkan kejutan yang tidak biasa ini, untuk seumur hidup ia mendapatkan kejutan yang menyentuh hati bahkan semua orang itu dengan semangat mengucapkan selamat ulang tahun serta doa terbaik untuknya.
Sabrina dan Sarah muncul dari arah kelas ekonomi sambil mendorong trolley yang di atasnya sudah ada buket bunga dan kue ulang tahun, Senyuman manis terlihat jelas di wajah wanita itu ketika Sabrina dan Sarah telah sampai di hadapannya, Kue tart yang bertuliskan happy birthday Risa dengan sedikit krim yang belepotan mungkin karena saat di bawa kue itu mengalami cukup banyak guncangan tapi tidak apa-apa, Risa senang dengan kejutan itu hingga seseorang tiba-tiba beranjak dari kursi penumpang melepas topi hitam yang ia kenakan dan melemparkan senyum ke arah Risa, spontan Risa terkejut lebih dari sebelumnya, ia baru tahu kalau pria yang duduk di depannya itu adalah Juan yang sedang menyamar.
" Selamat ulang tahun, Risa. " Ucap Juan seketika membuat semua penumpang bersorak menyuruh Risa untuk memeluk Juan.
Dengan malu-malu Risa melangkah ke arah Juan sementara itu Juan sudah membuka lebar kedua tangannya bersiap menerima pelukan hangat dari wanita itu, Lagi-lagi mereka kompak meneriakkan yel-yel dukungan untuk hubungan keduanya, Sabrina dan Sarah pun ikut bahagia dengan mereka berdua yang tampak sangat serasi.
\*
Pesawat kini telah mendarat dengan selamat di bandar udara Sultan Syarief Kasim II Pekanbaru dan saat ini pesawat tengah melakukan manuver, Begitu semua selesai para penumpang di persilahkan untuk meninggalkan pesawat kecuali Juan yang memang mendapatkan penerbangan khusus setelah sebelumnya ia meminta kepada perusahaan untuk ikut dalam penerbangan ke Pekanbaru, tentu hal ini tidak di lakukan Juan dengan mudah sebab ia telah membuat perjanjian kenaikan pangkat dengan atasan, seorang calon trainee pilot boleh mengikuti penerbangan yang mereka inginkan sebagai bentuk pelajaran yang akan di gunakan untuk simulasi kenaikan pangkat nanti.
walaupun begitu Juan boleh ikut untuk dua kali penerbangan saja, setelah dari Pekanbaru pesawat pengganti akan terbang kembali ke Jakarta dan saat itulah Juan harus turun dan tidak boleh ikut lagi, tapi tidak apa-apa sebab rencananya untuk memberikan Risa kejutan telah terpenuhi, Saat ini keduanya berjalan bersama menuju crew center untuk beristirahat menunggu waktu jam terbang berikutnya tiba, Juan dan Risa memilih untuk ke tempat lain karena ada yang ingin di berikan Juan sebelum ia benar-benar kembali.
Juan bahkan tak menyangka kalau rencananya akan sesukses ini, meskipun begitu Juan tak ingin memberitahu Risa kalau saat ini dirinya akan mengikuti trainee kenaikan pangkat dari co-pilot menjadi pilot sebab ia ingin memberikan kejutan itu nanti di saat waktunya tepat, Perlahan tapi pasti Juan mengeluarkan sesuatu dari saku jas nya, sebuah kotak persegi panjang berwarna biru navy dan saat ini pria itu tengah membuka nya, Risa melihatnya dengan tatapan terkejut saat sebuah kalung berlian di perlihatkan Juan sebagai hadiah ulang tahunnya.
" Ini cantik sekali. " Gumam Risa sangat tersentuh
" Biarkan aku membantu memakaikannya. " Lanjut Juan dan membuat Risa langsung mendekatkan lehernya ke arah pria itu.
Kini kalung indah itu telah terpasang indah di leher Risa, Wanita itu menyentuh mata kalung yang berbentuk kupu-kupu dengan mata yang berbinar, rasa terima kasih mungkin tidak cukup untuk di lontarkan, Karena terharu Risa pun menitihkan air mata membuat Juan bingung harus berbuat apa, ia pun hanya dapat menggenggam kedua tangan Risa dan menenangkannya dengan penuh kelembutan.
" Kenapa menangis.? " Tanya Juan heran
" Kejutan ini membuatku terharu, aku bahkan baru mendapatkan kejutan ini seumur hidupku. " Balas Risa sembari menyeka air matanya.
" Jangan menangis, kamu pantas mendapatkannya. " Lanjut Juan tersenyum simpul
" Bahkan mama belum menelpon mengucap selamat ulang tahun padaku, aku heran apakah dia benar-benar menyayangiku.? "
" Bagaimana kalau kita menelponnya, Aku yakin dia pasti akan menjawab telepon dari ku. "
" Tentu saja, dia bahkan lebih menyukaimu dari pada aku. "
Juan mulai mengeluarkan ponselnya dan melakukan panggilan video bersama mama Risa, tak menunggu waktu lama panggilan pun terjawab dan membuat wanita setengah baya itu berteriak keras saat melihat Juan dan bukannya Risa putrinya sendiri, melihat hal itu Risa pun protes padanya dan meminta ucapan ulang tahun dari mama dan papanya. Tiba-tiba hal yang tak terduga terjadi, dari panggilan video itu tampak ruangan yang menjadi kamar Risa tengah di dekor dengan balon serta pernak-pernik ulang tahun, Papanya muncul dengan topi ulang tahun seraya mengucapkan selamat ulang tahun dan doa terbaik untuk putrinya itu.
" Kau pikir kami melupakan ulang tahun mu, Mama dan Papa sudah menyiapkan ini rencananya sih kita mau bikin konten vlog ya pah, terus video nya di kirim ke kamu sebagai hadiahnya, tapi karena Mantu tampan mama udah nelpon jadinya biar kamu lihat sendiri aja, Putri mama yang paling cantik selamat ulang tahun yah, cepetan nikah kalian berdua jangan lama-lama pacarannya. "
" Mama tahu dari siapa kalau aku sama Juan pacaran.? " Tanya Risa yang baru saja menyadarinya
" Insting mama itu kuat soal kalian berdua, tanpa kalian beritahu pun mama sudah tahu semuanya hahahahha. "
Risa benar-benar hanya dapat geleng-geleng kepala dengan sikap mama nya itu, panggilan video di lanjutkan dengan mereka yang saling bercerita satu sama lain, Hingga waktu berjalan cukup cepat dan tiba saatnya untuk mengakhiri panggilan video itu sebab Juan sudah harus kembali ke Jakarta. Mereka pun berpisah dengan pelukan hangat dan setelah itu berjalan meninggalkan Risa, Namun tiba-tiba saja Juan kembali menoleh seakan tak ingin berpisah darinya dan kembali memeluk Risa sebelum benar-benar pergi.
" Aku akan menunggumu pulang, jaga kesehatan dan jangan terlalu memaksakan diri, oke. " Bisik Juan di balas anggukan mantap oleh Risa