My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
Risa Menghilang



Wanita itu langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur setelah ia tiba di kamar hotelnya, Maya yang ikut menjatuhkan tubuhnya juga mendadak memeluk Risa dengan gemas sembari mengucapkan selamat kepada Risa atas keberaniannya tadi. Risa pun menoleh dengan senyum malu-malu dan tetap rendah hati ketika di puji seperti itu.


" Kau bisa menjadi Pramugari Senior dengan perbuatan mu yang mulia itu, Sepertinya posisi FA 1 juga akan kau dapatkan dengan cepat. " Lontar Maya lagi.


" Masih terlalu cepat, lagi pula aku masih senang bisa melayani para penumpang seperti sekarang. " Balas Risa.


" Karena kita sudah berada di India, kira-kira apa yang akan kita lakukan yah di sini.., Ini pertama kalinya aku ke India jadi aku tidak tahu apa-apa soal kota ini. " Gumam Maya yang mulai mencari beberapa tempat yang baik di kunjungi ketika sedang berada di New Delhi.


" Hari ini sepertinya aku tidak usah jalan-jalan deh. " Maya tiba-tiba menoleh heran setelah mendengar penjelasan dari Risa.


" Why?? " Sahut Maya seakan tak terima dengan ucapan Risa barusan.


" Aku lagi nggak enak badan, mungkin aku akan beristirahat sampai penerbangan berikutnya. "


Maya menyentuh kening Risa yang terasa hangat dan membuat wajahnya mendadak berubah khawatir, ia pun minta maaf kalau selama ini selalu mengajak Risa kemana-mana. Namun Risa menyangkal bahwa alasan dirinya tidak enak badan adalah karena cuaca yang berubah-ubah, setiap negara yang di kunjungi nya membuat tubuhnya tidak terbiasa dengan hal itu sehingga membuat nya kurang sehat hari ini.


" Aku akan ke bawah meminta obat kepada resepsionis, Kau tunggu di sini saja yah. " Ucap Maya dan Risa hanya dapat menganggukkan kepala pelan.


**


Maya menghabiskan setengah jam untuk mencari obat yang cocok untuk Risa, dan setelah ia kembali Maya tampak heran dan kebingungan sebab di tempat tidur sudah tidak ada Risa. Ia pun mencoba mencari wanita itu di kamar mandi hingga balkon namun tak menemukan Risa di mana-mana. Maya pun mencoba untuk menghubungi Risa dan setelah di hubungi tampaknya ponsel Risa tergelatak di atas meja dan Maya pun semakin khawatir, Ia menjatuhkan kantung obat Risa dan bergegas meninggalkan kamarnya.


Satu persatu kamar kru pesawat di cek untuk menemukan sosok Risa, Maya sangat yakin Risa tidak mungkin meninggalkan kamar dalam keadaan seperti itu. Setelah semua kamar di cek ternyata dari mereka tak ada satupun yang melihat keberadaan Risa. Hingga Maya tiba di kamar terakhir di mana kamar itu merupakan milik kamar para pilot.


Maya memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar tersebut, seseorang keluar dengan setelan kaos oblong dan tatapan seperti habis bangun tidur. Maya kebetulan bertemu dengan Alex si pilot cadangan di maskapai mereka, Tak menunggu waktu lama Maya pun menjelaskan maksud dan tujuannya datang ke tempat itu. Rupanya Alex juga tidak melihat sosok Risa sejak tadi, Seseorang tiba-tiba keluar dengan wajah penasaran nya dia adalah Juan yang tidak sengaja mendengar percakapan mereka, Juan bertanya lagi kepada Maya dan di jawabnya dengan lirih.


" Apa kau yakin sudah memeriksanya di kamar mandi dan tempat lain di kamar kalian.? " Tanya Juan.


" Sudah capt, aku yakin Risa tidak akan meninggalkan kamar dalam keadaan seperti itu." Jawab Maya.


" Aku akan membantu mu mencarinya, sebaiknya kita berpencar agar dapat menemukan nya dengan cepat. " Maya menganggukkan kepala setuju dan setelah itu mereka pun bergegas mencari Risa, Juan langsung menarik tangan Alex untuk bantu mencari walaupun saat itu Alex masih dalam keadaan bare face Juan tetap memaksanya untuk ikut.