My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
52



Selamat Hari Raya Idul Fitri Semuanya


Aku nggak jadi libur jadi masih up yang hari ini sama besok juga :), Silahkan lanjutin bacaanya guys


.


.


.


Happy Reading


Deru mesin pesawat mengantarkan para awak kabin dan penumpang semakin dekat dengan tujuan destinasi akhir, pesawat kini terasa sedang menurunkan ketinggian nya sekitar tiga puluh menit lagi akan mendarat di bandar udara Sultan Hasanuddin Makassar Sulawesi Selatan, semua awak kabin kembali ke jumpseat sampai lampu sabuk pengaman mati maka mereka sudah harus kembali bertugas. Dari ketinggian 2000 kaki kini pesawat sudah berhasil turun kurang dari ketinggian 500 kaki dan pilot in command dengan telaten menekan badan pesawat agar mencapai ketinggian paling rendah hingga dapat lepas landas dengan tepat dan akurat.


" Five.. Four.. Three.. Two.. One, Touch down. " Kapten Ridwan mengendalikan pedal dengan cepat dan pesawat kini berhasil landing dengan selamat.


Pesawat berhenti dan kali ini para awak kabin harus bertugas sesuai tugasnya, Risa mulai menginformasikan kepada para penumpang agar sekiranya meninggalkan perlengkapan pesawat pada tempatnya sebelum benar-benar meninggalkan badan pesawat, Begitu pintu di buka para penumpang dengan tertib keluar melalui pintu kelas masing-masing, ucapan terima kasih tak henti-hentinya di ucapkan oleh para penumpang dan awak kabin secara bergantian senyuman yang ramah pun terlihat merekah di wajah mereka.


Tinggal dua puluh persen lagi penumpang berada di atas pesawat bersiap turun, Risa dan Sabrina tampak mengobrol tentang perjalanan mereka yang akan berlangsung dalam satu jam lagi, dari Makassar mereka akan kembali terbang ke Lombok setelah kemarin sudah landing di sana dan kali ini harus landing lagi.


Setelah semua penumpang turun, tiba saatnya untuk seluruh awak kabin berkumpul di kabin depan untuk melakukan briefing atas kesuksesan mereka dalam penerbangan kali ini, Setelah briefing selesai Kapten Ridwan mengajak para kru untuk ke kantin bandara seraya menunggu jam terbang berikut nya tiba, Sayangnya istirahat kali ini hanya satu jam di pakai untuk makan siang dan istirahat sebentar lalu kembali bertugas.


Setelah Risa menyudahi makannya, Ia dan Sabrina segera menuju lounge untuk sekedar beristirahat sambil menunggu jam terbang berikutnya tiba. Di sana keduanya sudah menjatuhkan tubuh mereka di atas sebuah kursi panjang yang menghadap ke landasan pacu, beberapa pesawat ada yang datang dan pergi dari tujuan mereka masing-masing, Orang-orang yang tergesa-gesa menarik tas mereka ketika mendengar pengumuman penerbangan serta anak-anak kecil yang berlarian sambil menunggu pesawat mereka siap terbang, Risa dan Sabrina menikmati minuman yang mereka pesan di salah satu kafe yang cukup terkenal di bandara mana pun.


Sambil mengecek ponselnya Risa mendapat sebuah pesan dari Juan di mana pria itu juga memberikan kabar kepadanya kalau hari ini dia akan berangkat menuju Maroko, baru saja Risa hendak membalas pesan itu tiba-tiba saja ponselnya berdering cukup nyaring membuatnya terdiam sejenak memperhatikan satu persatu nomor baru yang muncul, Tak salah lagi itu adalah nomor penelpon yang kemarin terus menerus mengganggu nya. Sabrina melirik Risa dan menatapnya bergantian dengan layar ponsel dan juga Risa, sejurus kemudian Sabrina meraih ponsel Risa dan menjawab panggilan tersebut.


" Halo ini siapa yah.? " tanya Sabrina tegas


" Bisa bicara dengan Risa. " Jawabnya di seberang sana


" Aku Risa, ini siapa.? " Balas Sabrina tanpa pikir panjang


" Jangan bohong, aku tahu kalau ini bukan Risa. "


Sabrina menjauhkan ponselnya dan mulai memberitahu Risa kalau pria ini benar-benar aneh dan mungkin saja seorang psikopat yang bisa mengetahui suara Risa meskipun Sabrina yang bicara.


" Berikan padaku. " Lontar Risa dan kembali meraih ponselnya


" Halo. Ini siapa. ? " Tanyanya datar


" Aku menunggumu dua jam lagi, Ku harap kita bisa bicara berdua. " Ucapnya membuat Risa memasang wajah bingung


Panggilan itu berakhir ketika Risa hendak menyahut, Ia menatap layar ponselnya masih dalam keadaan yang membingungkan, Apa maksud dari si pria itu akan bertemu dengannya dua jam lagi, Karena takut pria itu bukanlah orang baik Raisa pun menonaktifkan ponselnya secepat mungkin.


\*


Pukul 11:00 siang semua kru berkumpul terlebih dulu untuk melalukan briefing yang tak memakan waktu lama, Di dalam ruangan itu kapten Ridwan mulai menyampaikan pidato singkatnya guna membahas soal keselamatan penerbangan kali ini, Risa dan pramugari lain nampak sibuk memperhatikan pria berusia 40 tahun itu sedang berbicara, sesekali Risa manggut-manggut mendengar arahannya dan setelah briefing selesai tiba saatnya mereka menuju boarding gate dan memasuki badan pesawat.


Begitu semua kru sudah memasuki badan pesawat dan mengecek tiap kabin mulai dari depan hingga belakang dan pilot pun telah memastikan bahan bakar cukup sampai ke tujuan, di pintu pesawat sudah ada pramugari yang bertugas melayani penumpang yang mulai boarding dengan mengecek satu persatu tiket mereka. Senyuman yang seperti tak akan luntur terlihat jelas di wajah mereka. Risa yang bertugas di bagian kelas bisnis menyapa para penumpang dengan ramah dan elegan sembari membantu mereka duduk di kursi mereka masing-masing.


Kini semu penumpang telah siap duduk dengan memakai sabung pengaman mereka masing-masing, penumpang kali ini cukup tertib dengan barang bawaan yang tidak banyak sehingga bagasi kabin cukup dan tidak berlebihan, pintu pesawat kini telah di tutup dan Sabrina baru saja memberitahu pilot bahwa semua telah siap untuk melakukan lepas landas. Laporan di terima dan semua kru sudah duduk di jumpseat masing-masing, Risa yang berhadapan dengan penumpang menatap nya dengan senyum yang merekah meskipun saat ini ia merasa sangat mengantuk dan juga kelelahan akibat jam terbang yang tidak stabil karena sebelumnya pernah mengalami delay.


Suara desing pesawat kini mulai terdengar, Kapten mengambil alih kemudi burung besi itu memasuki runaway dengan bantuan mobil kecil penarik badan pesawat, dan setelah badan pesawat memasuki area landasan pacu mobil itu melepaskan penarik dan menjauh darinya, Pedal telah di injak oleh kapten Ridwan agar mengisi tenaga dorong pada pesawat tersebut dalam hitungan detik pesawat melaju dengan kecepatan 500 knot, tekanan udara mengambil alih beban pesawat beribu ton beratnya dan kini pesawat telah berhasil melakukan lepas landas meninggalkan bandar udara Sultan Hasanuddin menuju bandar udara Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Tanak Awu, Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara barat.


\*


Pria itu baru saja keluar dari dalam kokpit menuju galley untuk mengambil sesuatu, Chief Galley yang bernama Seren tiba-tiba menghampirinya berusaha membantunya namun Juan menolak dan akan membuat kopi sendiri, Sejurus kemudian Karin datang setelah mendengar keributan di sana Seren menyingkir ketika Karin menatapnya sinis. Saat ini Juan tak peduli ketika Karin menghampirinya bahkan saat wanita itu menyodorkan kotak gula kepadanya.


" Sampai kapan kau akan mengabaikan ku seperti ini.? " Sahut Karin seketika membuat Juan menghentikan adukan kopinya


" kita bahkan belum pernah memiliki status hubungan, Kenapa kau bisa berkata seperti itu.., terkadang aku heran padamu, apa kau benar-benar masih punya pikiran? Ku akui kau hebat dalam menghandle pekerjaan tapi kenapa kau jadi bodoh karena ambisi mu itu .?" Ucap Juan benar-benar menusuk


" Aku sudah menyukaimu dari dulu, bahkan ketika kita di tugaskan dalam satu pesawat!! Setidaknya kau hargai perasaanku." Balas Karin tak mau kalah


" Aku sudah berpacaran dengan Risa. "


" Terus kenapa.? "


" Berhenti mengangguku, Karena aku tak ingin Risa sampai salah paham dengan sikap aneh mu itu. "


Juan mengangkat cangkir kopinya dan bergegas kembali memasuki kokpit, Karin menggertak kesal dan mulai membenci sikap Juan yang perlahan berubah, Semua ini karena Risa dan entah kenapa ia benar-benar ingin keduanya putus meskipun setelahnya Juan tak meliriknya yang terpenting adalah Juan dan Risa tidak dapat bersama lagi.


Seseorang muncul di belakang Karin, Wanita itu berbalik ke arahnya dan memberikan sebuah amplop kepada wanita yang baru saja muncul di galley itu, Karin menyuruhnya untuk tutup mulut dan berjalan menuju jumpseat yang berada di sekat antara galley dan kabin kelas satu.


\*


Pesawat yang di tumpangi Risa kini telah tiba dengan selamat di bandar udara Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Tanak Awu, Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara barat. Semua penumpang turun dengan tertib meninggalkan badan pesawat, Awak kabin pun ikut membantu dalam membantu penumpang turun. Begitu semua penumpang telah turun tiba saatnya untuk kapten Ridwan mengumpul kami semua dan mengucapkan rasa terima kasihnya atas kerja sama kali ini, meskipun hari ini akan menjadi sibuk dan semua kru tampak kelelahan mereka tetap memberikan senyum semangat empat lima, karena mereka tahu ini adalah tugas mereka dan waktu mengeluh tidak dapat di lakukan pada saat ini.


Penerbangan akan di lanjut pukul empat sore di mana pesawat akan kembali ke Jakarta, dan saat itulah para awak kabin akan mendapat jatah istirahat hingga menunggu panggilan tugas berikutnya. Risa dan pramugari yang lain izin ke toilet bandara untuk mengganti seragam karena seragam yang di kenakan tidak sengaja tertumpahi oleh makanan siang para penumpang tadi. Risa di teman oleh Sarah dan Dian salah satu pramugari junior dan senior sementara Sabrina memilih untuk menunggu di crew center.


Saat menuju toilet tak sengaja Risa bertemu seseorang yang membuatnya membeku sejenak, pria itu terlihat melambaikan tangan ke arahnya dan membuat Risa seketika mengingat si penelpon aneh itu dan pria yang berdiri tak jauh di depannya merupakan orang yang sama. Dian menyentuh pundak Risa sesaat dan membuatnya tersadar kemudian melanjutkan langkahnya meninggalkan tempat itu, Risa tak mau meliriknya lagi meskipun pria itu terus menatap ke arahnya.


Setibanya di toilet, Risa mulai mengganti pakaiannya dan setelah itu merapihkan riasan wajahnya dan menata ulang rambutnya yang sedikit berantakan itu, Dian dan Sarah ikut merapihkan penampilan mereka agar tetap terlihat baik di depan para penumpang nantinya. lagi-lagi Risa kepikiran soal pria itu bahkan membuatnya sempat melamun lagi, Diana kembali menyadarkannya dan bertanya apakah dia sakit atau tidak dan Risa hanya menggeleng pelan dan tersenyum manis meyakinkan juniornya itu bahwa dirinya baik-baik saja.


Selang beberapa saat ketiga wanita itu telah selesai dengan dandanannya kemudian mereka bergegas menuju crew center untuk bergabung dengan kru yang lain, Saat Risa melewati tempat yang tadi untungnya pria itu sudah tak ada namun perasaan gelisah nya masih mengganggu tatkala mengingat telepon yang di terimanya saat di Makassar dua jam yang lalu. Semoga saja pria itu tidak melakukan apa-apa padanya, ia sudah malas berhubungan dengan anak pemilik perusahaan.


\*


Risa tertegun ketika dirinya menyambut penumpang kelas bisnis yang di mana seorang pria yang baru saja menyerahkan tiketnya kepada Risa, saat ini kedua nya saling menatap satu sama lain dan waktu seakan terhenti sejenak membiarkan kedua insan itu saling memandang dengan pikiran mereka masing-masing. Jika saja penumpang lain tidak menyuruh pria itu untuk maju mungkin Risa dan dia tidak akan saling melepas pandang, Risa seakan mampu mengenyampingkan emosional nya dan kembali menyambut para penumpang dengan senyum yang tak akan berhenti tersungging.


" Selamat datang bapak.. Ibu.., Silahkan kursinya ada di 20 F yah. " Ucap Risa ramah sambil sesekali melirik Rama yang saat ini tengah duduk di kursi penumpang yang di mana tempat itu selalu menjadi favoritenya dalam berpergian


Sampai saat ini sebenarnya Risa heran dengan nya, Kenapa anak seorang pemilik perusahaan penerbangan selalu memakai kelas bisnis dalam ber travel, dia bahkan bisa memakai kelas satu di pesawat yang lebih Bagus, Takdir seakan mempermainkan Risa setelah terlepas dari Dimas kini ia harus terjerat dengan Rama yang sifatnya hampir sama seperti Dimas yaitu pemaksaan dan ambisius.


Setelah semua penumpang naik tiap pramugari memastikan apakah semua penumpang telah memasang sabuk pengamannya dengan baik atau belum, Dan setelah semua telah di cek masing-masing kru di tiap kabin melaporkannya hingga sampai ke Sabrina di mana Sabrina langsung mengoper nya kepada kapten Ridwan. Pengumuman pesawat yang akan lepas landas pun telah di umumkan dan saatnya semua kru kembali ke jumpseatnya masing-masing, Sialnya saat itu Risa mendapat tempat yang berhadapan dengan penumpang kelas bisnis yang di mana penumpang itu adalah Rama.


Risa merasa tidak nyaman di perhatikan terus menerus oleh Rama, ia berusaha mengalihkan pandangannya namun hal itu akan membuat penumpang lain merasa dirinya tidak berprilaku baik sehingga Risa hanya dapat tersenyum paksa saat itu, Meskipun saat ini ia merasa sangat lelah dan mengantuk berhadapan dengan Rama membuat lelahnya semakin bertambah, yang Risa inginkan saat ini hanyalah segera tiba di Jakarta agar ia tak melihat wajah itu lagi.


\*


Tung!!


Lampu sabuk pengaman telah mati dan kini tugas pramugari untuk menyiapkan makananan kepada para penumpang segera di lakukan, Risa baru saja melepas sabuk pengamannya dan hendak ke galley namun tiba-tiba saja Rama meminta menu pasta hari ini, Risa mengangguk paham dan meninggalkan pria itu dengan cepat. Saat berada di galley Risa terlihat kesal saat menghangatkan makanan di dalam microwave, Hal itu membuat Sarah mencoba untuk mengambil alih melihat Risa yang sepertinya dalam keadaan bad mood, namun Risa tak ingin kejadian waktu itu terulang ia harus melayani Rama sendiri meskipun ia benar-benar muak dengan sikapnya.


Setalah meletakkan berbagai menu di atas trolley tiba saatnya Risa mendorong trolley tersebut menuju kabin kelas bisnis dengan di temani Sarah yang membantu tugasnya saat itu, Risa mengambil pasta pesanan Rama dan meletakkannya di atas meja pria itu, Dari Risa menyiapkannya Rama terus menerus menatapnya dengan senyum yang sulit di artikan, bahkan Risa sampai bingung harus bersikap seperti apa lagi dan setelah menyajikan makanan untuk Rama, Risa segera beranjak ke penumpang lain dan setelah semua penumpang kelas bisnis mendapat jatah makanan mereka tiba saatnya Risa dan Sarah kembali ke galley.


" Mbak Risa. " Sahut seseorang berhasil membuatnya menoleh dan benar saja pria itu kembali berulah dan entah apa lagi sekarang


" Iya pak. " Tanya Risa ketika ia sudah berhadapan dengan Rama


" Boleh aku meminta jus jeruk. " Pintanya lagi


" Sebentar ya pak." Balas Risa menunduk dan melangkah pergi dengan cepat


Tak menunggu waktu lama Risa kembali dengan segelas jus jeruk yang akan di berikan kepada Rama, Saat Risa menyodorkan gelas tersebut Rama yang ikut menerimanya dengan sengaja membuat gelas itu tumpah di baju Rama sehingga membuat pria itu memberikan reaksi yang tak terduga, Risa tahu benar itu adalah salah Rama karena sengaja menumpahkannya namun Risa dengan cepat mengambil tisue untuk membantu mengeringkan pakaian Rama.


" Kalau kerja yang benar dong.!!! " Sentak Rama membuat Risa menatapnya terkejut


" Maaf pak, biar saya bantu bersihkan.. Bisa ikut saya ke toilet. " Ucap Risa mengajak Rama dengan lembut meskipun dalam benaknya ia ingin meronta-ronta.


Rama melepas sabuk pengamannya dan segera mengikuti Risa menuju toilet, Di sana Risa meminta Rama untuk mengganti pakaiannya dengan kaos yang telah di sediakan oleh perusahaan untuk di kenakan jika ada kejadian seperti ini, Rama menerima kaos tersebut dan hal yang tak terduga pun terjadi Rama sengaja menarik Risa ke dalam toilet itu, Risa mulai memberontak dengan mencoba keluar namun Rama menahan tangannya dengan erat membuat Risa kesal dan kini menatapnya dengan tajam.


" Lepaskan aku atau aku akan teriak. " Ucap Risa tegas


" Upss..sorry." Rama mulai melepas tangannya dan mengangkat kedua tangannya pasrah, sejurus kemudian Risa keluar dengan ekspresi kesalnya.


Untungnya saat ia keluar tak ada siapapun sehingga membuatnya merasa tenang, Ia takut kalau seandainya ada yang melihat dan membuatnya sampai mendapat fitnah buruk lagi. Risa kembali ke galley dengan wajah yang di buat santai seakan tak terjadi apa-apa, bahkan ketika Sabrina bertanya ia hanya menjawab seadanya dan kembali bekerja dengan baik.


\*


Sejak kejadian itu Risa berusaha menghindari Rama dengan melakukan tugasnya di bagian kabin Ekonomi, Ia tahu kalau Rama saat ini tengah memperhatikan nya ketika dirinya melewati kabin tersebut, Dan setelah Risa berhasil melaluinya ia pun mengerjakan tugasnya sebagai seorang pramugari lengkap dengan senyum yang merekah di bibirnya. Untungnya saat ini ia telah tiba di Jakarta di mana besok merupakan hari liburnya dan akan di manfaat kan nya sebagai waktu penyembuhan diri dari jam terbang yang menyimpan penat terbanyak.


Tugas hari ini berjalan cukup lancar, Setelah semua penumpang turun dan melakukan briefing Risa menyandarkan tubuhnya di atas kursi penumpang dengan wajah yang benar-benar kelelahan, tak hanya Risa saja semua kru pun ikut merasakan hal yang sama. Perlu yang lain tahu tugas seorang pramugari tidaklah mudah, di mana setiap landing di berbagai sektor mungkin akan memakan waktu yang cukup lama belum lagi jika delay di mana tugas seorang pramugari dan pilot di pertaruhkan di situ jika salah sedikit saja maka gaji mereka akan terpotong.


Mengingat pekerjaan yang cukup melelahkan ini Risa teringat saat dirinya berada di maskapai Boeing 747-800NG, Saat itu jika pesawat landing di satu sektor maka akan ada sedikit nya waktu dua hari untuk beristirahat menunggu jam terbang berikutnya dan jika di pikir-pikir Risa lebih senang dengan maskapai sebelum nya meskipun dia hanya menjadi seorang pramugari senior, Toh gelar yang di dapatkannya sekarang bukanlah gelar yang di perolehnya atas upayanya sendiri.


" Kamu mau pulang ke kost Ris.? " Tanya Sabrina sambil merapihkan barang-barangnya


" Iya nih, Aku mau istirahat capek banget soalnya. " Balas Risa setelah cukup bersandar di kursi ia pun meraih tasnya dan ikut merapihkan nya juga


Mereka pun berbarengan meninggalkan badan pesawat dengan wajah lelah, pramugari juga manusia biasa yang bisa merasakan lelah bahkan di luar tugas jam kerja pun mereka tidak akan menutupi kelelahan itu dan tetap menampilkan nya meskipun banyak para penumpang lain yang melihat mereka.


Risa berpisah dengan yang lainnya setelah semua mendapat jemputan dari orang-orang terdekat mereka begitupun dengan Sabrina yang entah sejak kapan mulai dekat dengan co-pilot mereka di mana keduanya memutuskan untuk pulang bareng. Kini tinggal Risa yang menunggu taksi langganannya muncul, sebelumnya ia sudah mencoba menghubungi supir itu untuk menjemputnya sore ini dan tidak biasanya ia datang telat seperti ini.


Bagai pucuk di Cinta ulam pun tiba, Taksi itu muncul setelah Risa menunggu cukup lama dan supir itu pun keluar menyapanya dan membantu Risa meletakkan kopernya ke dalam bagasi selagi Risa masuk ke dalam mobil, Supir itu pun kembali dan menjelaskan alasannya telat karena hari ini istrinya baru saja lahiran dan Risa merasa senang mendengar hal itu. Supir itu pun melanjutkan perjalanannya menuju kost Risa sambil menceritakan bagaimana dirinya menyambut Putri pertamanya ke dunia dan Risa terlihat sangat menikmati ketika supir itu bercerita.


" Neng Risa kapan nikah nya, wanita cantik kaya neng Risa masih betah aja sendirian. " Sahut Supir taksi yang bernama Mang Retno itu


" Saya punya pacar kok mang, pacar saya pilot. " Balas Risa


" Wah.. Enak bener, bisa dapat yang satu profesi gitu, Terus kapan nih si pilot mau ajakin nikah.? "


" Ah Mang Retno bisa aja, saya masih mau menikmati pekerjaan saya dulu mang, nanti kalau udah waktunya pasti nikah kok hehe. "


" Saya do'ain neng Risa bahagia deh, Tapi kalau neng Risa udah nikah jadi nggak bisa naik taksi saya lagi dong. "


" Hahaha Mang Retno tenang aja, saya bakalan jadi penumpang langganan Setia mang Retno sampai saya berhenti kerja deh. "


" Asyik bener.., Senang punya penumpang yang cantik.. Baik.. Ramah kaya neng Risa " Sahutnya sukses membuat Risa tersipu malu mendengarnya.



Hai.. Hai.. Readers-nim gimana kabarnya sehat kan. Author mengucapkan Selamat hari Raya idul Fitri Minal Aidin Walfaidzin mohon maaf lahir dan batin, Mari kita lupakan kesalahan di masa lalu dengan saling memaafkan. Semoga Allah memberikan kita kebahagiaan dan kemakmuran yang melimpah ke depannya Amiinnn...


Maafkan author kalau ada selama ini pernah buat kecewa karena lama up atau ceritanya agak cringe, Author hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan..., Sekali lagi selamat lebaran guys


Untuk para pembaca yang baik dan Budiman, gimana nih ceritanya seru nggak ? Aku harap kalian suka yah, semoga sampai sini kalian bisa suka sama ceritanya, jangan lupa berikan like dan vote yah, dan satu lagi tolong sekiranya jangan memberikan komentar buruk atas karya ini, jika tidak suka cukup tidak usah baca jangan memberikan komentar yang bisa buat author sedih yah. Orang baik selalu memberikan komentar positif dan akan dapat pahala yang banyak Amiiiin


Stay safe and healthy, semoga corona cepat hilang dan kita bisa beraktivitas normal kembali..


Love Author,