My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
79



Malam ini Diana membuat satu menu hidangan yang sebelumnya belum pernah di cicipi oleh Risa, yaitu moqueca yang terbuat dari seafood yang di masak dengan kuah santan, menu ini merupakan menu andalan orang Brazil di mana biasanya di sajikan untuk orang-orang terkasih, Saat Diana tengah asik memasak Risa yang saat itu menjaga Johnny tiba-tiba tertarik untuk menyaksikan Diana masak, Hal ini di lakukan Risa untuk mengetahui lebih banyak soal makanan khas Brazil, Tentu ia ingin belajar banyak agar dapat memasaknya untuk Juan juga.


Baru saja tiba di dapur, aroma amis dari seafood itu berhasil membuat Risa mual dan akhirnya berlari menuju kamar mandi, Diana menghentikan aksinya dan bergegas menyusul Risa, ia takut kalau Risa kenapa-napa. " Kau tidak apa-apa? " Tanya Diana saat Risa baru saja keluar dari kamar mandi.


" Aku tidak apa-apa, hanya mual saja. " Jawabnya sambil membersihkan sekitar bibirnya


" Risa, Apa jangan-jangan.????" Diana menyentuh tangan Risa dan menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


" Jangan-jangan apa Tante? " Tanya Risa dengan wajah polosnya.


" Kita ke dokter sekarang. " ajak Diana menarik tangan Risa


Risa menahan langkahnya dan seketika membuat Diana ikut berhenti dan langsung menoleh ke arahnya dengan tatapan heran.


" Tante aku hanya mual saja, untuk apa ke dokter segala.?" Gumam Risa lagi


" Aduhhh kamu ini gimana sih, maksud aku dokter kandungan, bukan dokter umum. "


" Tapi aku tidak hamil. "


" Kapan kau terkahir menstruasi.? " Tanya Diana lagi


" Sepertinya sudah dua bulan ini aku tidak tidak menstruasi, Ku pikir aku sedang stress makanya tidak mengalami hal itu. " Ungkap Risa tak membuat Diana berhenti sampai di situ untuk menguliknya


Diana kembali ke dapur untuk mengambil mangkuk yang berisi seafood kemudian menghampiri Risa dengan menyodorkan mangkuk itu, lagi-lagi aroma amis itu membuat Risa mual dan kembali ke kamar mandi.


" Sepertinya Juan sudah menduga hal ini akan terjadi itu sebabnya dia menyuruhku untuk kemari. " ucap Diana dengan segala pemikirannya


Dengan bantuan kurir online, Diana mencoba membeli alat tes kehamilan tanpa sepengetahuan Risa, selang beberapa menit seseorang datang membawa pesanan itu dan Diana pun langsung menyerahkannya kepada Diana untuk segera mengetesnya. Risa terdiam sejenak menatap tes peck di tangannya kemudian melirik Diana yang kembali menyuruhnya untuk segera mengetesnya.


" Apa kau yakin hasilnya akan positif? " Tanya Risa dengan wajah memelas.


" Positif atau negatif yang terpenting saat ini kau harus mengetes nya, cepatlah. " ucap Diana menarik lengan Risa untuk masuk ke kamar mandi


Selagi Risa mencoba nya, Diana tampak gelisah dengan terus menerus mondar-mandir di area sekitar kamar mandi yang terletak di dapur itu, Bahkan Johnny meliriknya dengan tatapan aneh kemudian kembali fokus dengan mainannya. Suara pintu terkuak membuat Diana loncat dengan antusias ke arah Risa, tatapan matanya membulat sempurna sementara Risa terlihat memasang wajah yang sulit untuk Diana baca.


" Hasilnya positif. " ucap Risa dengan mata yang berkaca-kaca siap untuk menangis


Diana meraih tes peck itu dan memperhatikan garis merahnya, dan benar garisnya ada dua dan itu artinya Risa positif hamil, Diana kembali melirik Risa kemudian memeluknya dengan erat seraya mengucapkan selamat karena akan menjadi seorang ibu.


" Johnny, Tia Risa vai ter um bebê. (Johnny , tante Risa akan mempunyai seorang bayi. )" Sahut Diana pada Johnny yang sedang asik main sendirian


" Bebê.? " Gumam Johnny dengan wajah kebingungan


" Apa kita akan memberitahu Juan tentang kehamilan mu ini.? " Tanya Diana


" Jangan dulu, tunggu sampai dia pulang karena aku ingin memberikan kejutan untuknya. " Balas Risa tersenyum kegirangan.


 


☁️✈


 


Pagi keesokan harinya, untuk memastikan apakah ia benar-benar positif hamil, Diana mengajak Risa ke rumah sakit untuk mengecek kebenarannya. Setibanya di sana mereka langsung bertemu dengan seorang dokter kandungan dan memulai untuk mengecek isi perut Risa. Sang dokter yang bernama Rosaline itu dengan lembut menyuruh Risa berbaring kemudian membuka setengah pakaiannya hingga menampakkan perut Risa yang terbilang masih datar untuk seorang wanita yang sedang mengandung.


Setelah mengoleskan krim pada perutnya sang dokter mulai mengusap-usap perut Risa menggunakan alat yang langsung menghubungkan ke monitor pendeteksi, Dari layar tersebut nampak sebuah bayangan yang masih kecil namun terlihat cukup jelas, dokter berkata bahwa saat ini Risa benar tengah mengandung, dan yang lebih mengejutkan lagi bahwa ada dua janin dalam perut Risa, sontak Diana dan Risa ikut terkejut mendengarnya kebahagiaan double yang di dapat Risa membuatnya sampai menangis haru.


Setelah melakukan USG, mereka kembali duduk dan melanjutkan perihal kondisi Risa saat ini di meja kerja sang dokter. " Untuk saat ini sang calon ibu dalam kondisi yang sehat begitu pun dengan kedua janinnya, Karena ini kehamilan muda tolong untuk tidak melakukan pekerjaan yang berat karena akan berpengaruh pada sang jabang bayi. " jelas dokter sembari membuat resep vitamin untuk Risa.


" Terima kasih banyak dokter. " Ucap Risa setelah semuanya beres, Dia dan Diana pun segera pulang.


Di perjalanan menuju rumah, Diana terus menasehati Risa untuk tidak ini dan itu, sikap Diana saat ini persis seperti sikap mamanya yang sangat protektif soal hal seperti ini, mengingat hal itu Risa akan memberi kabar kepada orang tuanya setelah Juan kembali dari bertugas agar surprise nya untuk memberitahu Juan bahwa saat ini dirinya sedang mengandung agar tidak berantakan.


☁️✈


Jangan lupa untuk like and vote nya yah, Dan jangan lupa untuk mampir di akun author yang ini juga, ceritanya baper abis dan ringan bagi pembaca yang suka novel romance, kuy di kepoin