My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
Dilema



Setelah kembali ke Jakarta, Risa di panggil oleh atasan terkait pencurian yang kemarin di tuduhkan kepada nya. Risa tak takut sama sekali ia bahkan sudah mempersiapkan apa yang akan di katakan nanti. Dengan di dampingi Kepala pramugari, Keduanya memasuki sebuah ruangan bernuansa putih dan menyapa atasan mereka dengan sopan.


Yang menjadi atasan dalam menangani komplain penumpang ialah direktur pelayanan di mana yang menjadi direktur pelayanan saat ini adalah Dimas sendiri. Begitu Risa sudah berada di dalam ia berusaha untuk tidak menatap mata Dimas namun Dimas sendiri terlihat membeku melihat kehadiran Risa saat ini.


" Pak. " Sahut Kepala pramugari sukses membuatnya tersadar dan menanyakan kedatangan mereka.


" Jadi begini pak, di maskapai kami salah satu penumpang kelas bisnis mengalami pencurian dan benda yang hilang tidak sengaja di temukan di dapur di mana saat itu yang bertugas di dapur adalah Risa pak. " Jelasnya kemudian membuat Dimas tidak mempercayai hal tersebut.


" Risa bukan seorang pencuri, Aku tahu itu. Bisa saja kan kalau ada oknum lain yang ingin menjebak Risa karena cemburu melihat Risa naik pangkat. " Balas Dimas sukses membuat keduanya terkejut dengan omongannya barusan.


" Tapi pak.. " Belum sempat wanita itu melanjut kan ucapannya Dimas tiba-tiba menyuruh nya untuk berhenti bicara.


" Kalau di dalam maskapai itu ada oknum yang membenci Risa maka hanya satu jalan keluarnya. Risa akan di keluarkan dari Maskapai itu. " Terang Dimas sukses membuat Kepala pramugari senyum kemenangan, sementara Risa tidak terima dengan keputusan itu dan meminta kepada Dimas untuk memikirkannya lebih dulu.


" Sebagai gantinya aku akan merekomendasikan mu di Garuda Indonesia khususnya penerbangan Internasional sebagai pramugari tetap. " Lanjut Dimas kembali membuat keduanya terkejut.


" Tapi pak, kenapa Risa di pindahkan ke tempat yang lebih baik, bukannya itu tidak pantas untuk Risa.?" Tanya Kepala Pramugari tidak terima.


" Ada apa ? Kamu cemburu dengan Risa, oh atau kamu pelaku yang sudah membuat Risa terlihat seperti seorang pencuri ?" Serang Dimas seketika membuat wanita itu bungkam.


Keputusan Dimas tetap bulat untuk memindahkan Risa ke tempat yang lebih layak sesuai potensi yang di miliki oleh wanita itu, Entah kenapa Risa tidak bisa berkata banyak lagi ia bingung harus sedih atau senang mendapat tawaran yang besar ini. Setelah kepala pramugari meninggalkan ruangan, Dimas beralih menghampiri Risa dan mencoba untuk meraih kedua tangannya namun Risa dengan cepat menolaknya dan mundur beberapa langkah.


" Risa.., aku merindukanmu. " Ucap Dimas menatapnya sendu.


" Aku akan menjelaskan nya sekarang. " Sahut Dimas.


" Tidak perlu, Kamu akan segera menikah, Tolong jangan mendekatiku lagi. "


" Kau harus tahu, wanita yang akan menikah denganku sebenarnya pilihan dari orang tuaku.., Untuk menjadi Direktur Utama aku harus menikah dengan wanita itu, Tapi kau harus tau Risa kalau aku sangat menyukai mu. "


" Kamu tidak benar-benar menyukai ku kak. "


" Risa tolong jangan seperti ini. "


" Terus kamu mau aku bagaimana? Apa aku harus menjadi selingkuhan kamu biar kamu puas gitu? Jangan bercanda kak, aku juga punya hati. "


Sebelum pergi, Risa mengucapkan rasa terima kasihnya karena telah di tolong oleh Dimas soal kasus palsu ini dan soal kepindahan nya di maskapai baru ia akan memikirkan hal itu dulu.


Setelah meninggalkan kantor, Risa kembali ke kostan nya di sana sudah ada Lina yang menunggunya dan bertanya soal kasus itu. Tentu saja Lina tidak percaya soal itu dan ia mencurigai orang-orang yang selama ini membenci Risa termasuk kepala pramugari, Namun Risa tidak ingin memikirkan hal itu, saat ini di pikirannya hanya ada tawaran besar yang di berikan Dimas kepadanya.


Risa benar-benar bingung harus menerima tawaran itu atau tidak, Jika di terima ia merasa pekerjaannya selama ini hanya bergantung pada seseorang dan bukan dari kerja kerasnya sendiri, namun jika di tolak ia pasti akan menyesal sebab tidak mudah bagi seorang pramugari biasa seperti dia berada di maskapai Internasional.


" Apa yang harus ku lakukaaaannnn. " Teriak Risa mulai memberontak.