My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
Markas Co-Pilot



Risa baru saja mendapat pesan balasan dari Maya kalau dirinya tidak bisa pergi jalan-jalan bersamanya karena ada suatu kepentingan yang mendesak, Alhasil Risa yang tadi nya sudah menunggu Makan setengah jam yang lalu di taman kota hanya dapat mengenal nafas kasar kemudian bangkit dari tempatnya duduk.


Sejurus kemudian Risa mulai berjalan meninggalkan tempat itu tanpa arah dan tujuan, setelah bertemu Dimas hari ini Risa kembali merasa sedih dan entah mengapa ia butuh seseorang untuk menghibur nya dan yang terlintas pertama kali di pikiran Risa saat itu adalah Juan. Dia menghentikan langkahnya sejenak sembari menyadarkan dirinya yang tiba-tiba memikirkan pria itu.


" Aku pasti sudah gila sampai memikirkan dia. " Ucap Risa menepuk-nepuk wajahnya agar cepat tersadar.


" Memikirkan siapa? " Sahut seseorang di belakang Risa yang membuat wanita itu seketika menoleh ke belakang.


Bagaikan pucuk di Cinta ulam pun tiba, sosok Juan yang baru saja ada di pikiran Risa kini sudah berdiri di hadapannya dengan wajah tampannya yang membuat Risa mati kutu secara tiba-tiba.


" Risa sadarlah. " Batinnya kemudian.


" Capt.., bagaimana kau bisa ada di sini? " Tanya Risa.


" Aku kebetulan tinggal di rumah itu dan tidak sengaja melihat seseorang yang menyerupai dirimu dan tak ku sangka itu benar kamu. " Balas Juan setelah menunjuk sebuah rumah besar yang terletak di seberang jalan taman.


" Jadi anda tinggal di sana. " Tanya Risa lagi.


" Bukan aku saja, tapi beberapa co-pilot penerbangan Internasional juga tinggal di sana. " Jawabnya ringan.


" Kau mau kemana berdandan rapih seperti ini. " Tanya Juan yang sedari tadi penasaran dengan penampilan Risa yang tidak biasanya.


Risa pun menjelaskan alasannya bisa berpenampilan seperti itu dan Juan hanya dapat manggut-manggut mengerti, Melihat cuaca yang mulai berubah mendung menandakan kalau sebentar lagi akan turun hujan. Dan Risa berniat pamit undur diri namun sayang hujan datang sebelum wanita itu mencari taksi alhasil Juan mengajak Risa ke rumah tempat tinggal co-pilot berada, Awalnya Risa menolak karena di sana semuanya adalah laki-laki sementara dirinya hanya perempuan sendirian, Namun Juan tetap mengajaknya dan berjanji akan mengantar nya pulang jika hujan sudah redah.


**


Setibanya di sana, Risa di sambut hangat oleh semua co-pilot yang ada di sana. ada satu co-pilot yang bernama Erlangga di mana ia langsung menyapa Risa dengan sangat ramah bahkan memberikan secangkir minuman hangat untuk wanita itu, Selagi Juan masuk ke kamarnya untuk memberikan handuk keduanya sibuk membahas soal pengalaman mereka bekerja di pesawat.


" Aku dan Capt Juan satu penerbangan jadi kami kebetulan kenal ,nggak akrab banget kok." Jawab Risa ringan.


" Oh..ku kira kamu wanita yang sering di ajak Juan ke Brazil, Kamu tahu kan kalau Juan orangnya suka gonta ganti cewek.., Aku saranin untuk berhati-hati dengannya " Bisik Erlangga seketika membuat wajah Risa berubah kebingungan.


Kembalinya Juan dari kamar membuat pria itu segera menyuruh Erlangga untuk pergi namun pria itu ngotot untuk tetap tinggal agar bisa bercengkrama dengan Risa lebih lama. Juan selalu punya senjata untuk mengendalikan temannya itu di mana ketika Juan memberikan kunci kamarnya pria itu langsung bangkit meraih kunci kamar Juan dan bergegas pergi, sebenarnya Erlangga mudah terbujuk dengan kunci kamar Juan tak lain adalah playstation yang ada di kamar Juan di mana Erlangga selalu bersarang di sana untuk bermain. namun karena Juan akhir-akhir ini selalu mengunci kamar, Erlangga jadi tidak bisa masuk untuk bermain, Setelah Erlangga pergi Juan menyerahkan handuk kepada Risa dan di terima wanita itu dengan senyum yang kecil.


" Dia ngomong apa ke kamu? " Tanya Juan menatap Risa penasaran.


" Cuma ngebahas soal pengalaman terbang aja capt, Capt Erlangga orangnya seru yah. " Lontar Risa sembari mengeringkan rambutnya.


" Biasa aja. " Balas Juan cuek.


" Aku penasaran sama anda yang lahir di Brazil tapi bisa menetap di Indonesia untuk menjadi pilot, kenapa tidak di Brazil saja. ?" Lanjut Risa setelah selesai mengeringkan rambutnya.


" Rupanya kau mengetahui tentang ku sampai seperti itu, Apa kau juga tertarik denganku seperti pramugari yang lain. ?"


Wajah Risa mendadak memerah ia tak menyangka Juan akan mengatakan hal itu dan bodoh nya lagi kenapa ia harus menanyakan hal itu, Juan tidak tahu kalau sebelumnya Risa sudah banyak mengetahui dirinya dari Karin dan Maya, lantas apa yang harus di jawabnya jika akhirnya akan seperti ini.


" Ayahku orang Indonesia, Aku memang sempat lahir di Brazil dan tinggal di sana selama 15 tahun. Setelah itu aku kembali ke Indonesia dan menekuni dunia penerbangan seperti Ayahku, Aku sempat berhenti menyukai penerbangan setelah kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan pesawat. Saat itu Ayahku menjadi pilotnya dan Ibuku menjadi salah satu penumpang untuk menemani Ayahku dinas, Aku pun merasa down dan kembali ke Brazil setelah melaksanakan training pilot, selama 2 tahun berada di sana seseorang berhasil mengubahku dan memberikan kepercayaan diri lagi hingga akhirnya aku memutuskan kembali ke Indonesia dan melanjutkan cita-cita ku menjadi seorang pilot. " jelas Juan.


" Apa itu alasannya kenapa anda lebih memilih menjadi co-pilot di bandingkan seorang captain.? "


" Aku hanya belum siap saja menerbangkan pesawat, Hal itu tentu tidak mudah kan banyak nyawa yang harus di tanggung keselamatan nya, dan aku belum bisa melakukan nya. "


Risa tersenyum mendengar cerita Juan yang cukup menyentuh, hingga akhirnya ia memberikan sedikit dukungan kepada Juan agar tetap mencapai cita-cita nya dan terus percaya diri bahwa hal yang mustahil pasti akan bisa di lakukan jika di kerjakan dengan sungguh-sungguh.