
Setibanya di Hotel, Risa berpura-pura segera membantu Maya berjalan begitu keduanya turun dari mobil dan melirik ke arah Juan. Sontak Risa segera mengucapkan terima kasih karena telah di antar sampai ke hotel, Risa dan Maya kembali saling melirik dan bercakap melalui telepati seakan keduanya paham melakukan hal tersebut sejurus kemudian Risa mulai melangkah meninggalkan tempat parkir menuju hotel.
" Tunggu dulu. !! " Sahut Juan mendadak membuat keduanya menoleh lagi.
" Iya capt ada apa.? " Tanya Risa meliriknya heran.
" Nggak jadi, Kalian boleh pergi. " Lanjut Juan benar-benar membuat keduanya bingung dan segera melanjutkan langkah mereka.
Setelah berhasil menjauh dari Juan, Keduanya kembali bersikap normal dan Maya mulai mengeluarkan uneg-uneg nya selama berakting tadi. Di dalam lift Risa langsung menekan tombol lantai nomor 25 di mana lantai itu merupakan lantai kamar mereka berada.
" Kira-kira Capt Juan mau ngomong apa ya tadi.? " Gumam Maya yang masih memikirkan nya.
" Entahlah, Oiya May kamu emangnya nggak pernah di ajak Capt Juan ke rumahnya seperti yang kamu bilang waktu itu.? " Tanya Risa, kini mereka telah tiba di lantai 25 namun Maya belum menjawab pertanyaan dari Risa karena mereka baru saja melewati kamar Karin.
Setibanya di kamar Maya langsung menarik tangan Risa masuk dan mengunci rapat pintu kamar setelah itu mengajak Risa untuk mendengar jawaban atas pertanyaan Risa barusan.
" Aku kasih tahu ke kamu yah, Capt Juan itu orang nya pilih-pilih. Cewek kaya aku mana mau di ajak ke rumahnya, dan satu lagi yah dulu di maskapai kita sebelum ada kamu. Udah pernah ada yang di ajak capt Juan tapi karena ketahuan sama Karin nggak lama lagi dia keluar dari maskapai dengan alasan yang tidak jelas, Kami sudah bertanya sama dia tentang masalah ini tapi dia nggak berani jawab. "
" Posesif banget padahal bukan pacar atau suami. "
" Dia emang gitu, Karin dan aku dulu satu sekolah tapi karena karin orangnya sangat ambisi dia bisa sampai FA 1 dengan cepat, yang jelas kamu nggak usah berhubungan dengan Capt Juan kalau kamu nggak mau berakhir kaya pramugari itu. " Gumam Maya kemudian merebahkan tubuhnya bersiap untuk segera tidur.
**
" Aku akan bercerai dengan istriku dan setelah itu kita bisa menikah bersama, tolong balas pesan ini kalau kamu bersedia menikah denganku. "
Pesan itu seakan menjadi beban untuk Risa, Ia mendadak bimbang dan bingung apa yang harus di katakan untuk membalas pesan dari Dimas itu, Karena pesan dari Dimas barusan rasanya Risa tidak ingin tidur malam ini. Ia melirik Maya sejenak dan berhati-hati menuruni tempat tidur agar wanita itu tidak terbangun.
Risa meninggalkan kamarnya dengan cepat, di luar tampak sangat sepi namun tidak dengan bar yang ada di pool lantai bawah. Di sana masih ada orang-orang yang menghabiskan waktu mereka dan untungnya bar itu buka 24 jam dan pengunjung di hotel itu biasanya menghabiskan waktu mereka di sana.
Kini Risa sudah berada di sana, ia melihat satu persatu pengunjung bar yang asik bercerita satu sama lain, Risa menjatuhkan tubuhnya di salah satu kursi di bar itu dan salah seorang bartender mulai menawarkan berbagai macam minuman beralkohol yang membuat wajah Risa berubah drastis, ia tak pernah meminum alkohol sebelumnya sehingga ia tak tahu mana rasa yang paling enak.
" Two Cocktail party. " Ucap seseorang yang baru saja mendaratkan tubuhnya di kursi bar sebelah Risa, Wanita itu melirik pria yang baru saja datang dengan kedua mata yang melebar sempurna.
" Capt.., Kau..? "
" Kenapa malam-malam begini ada di tempat ini. ?" Tanya Juan meliriknya sekilas kemudian sibuk memainkan dekorasi yang tertera di meja bar.
" Aku tidak bisa tidur, karena tempat ini satu-satunya yang ramai makanya aku kemari. "
" Dan kau datang tanpa mengetahui minuman apa yang baik di sini.?" Risa mengangguk pelan dengan wajah yang di sembunyikan oleh rambut panjangnya.
" Minuman yang kau pesan barusan seperti apa rasanya. ?" Tanya Risa penasaran.
" Hmm...rasaya manis, kau jangan khawatir itu tidak akan memabukkan kok." Jawab Juan berhasil membuat Risa merasa jauh lebih tenang.