
Pesawat kini berada di atas ketinggian 3000 kaki di atas permukaan tanah, Risa yang tengah istirahat melihat keluar jendela dengan tatapan sendu membayangkan betapa kejamnya kelakuan Dimas kepadanya sehingga membuat Risa merasa kalau laki-laki adalah buaya yang sangat menakutkan.
Sudah beberapa kali Risa mendesah berat seperti ada beban besar yang mengganjal di hatinya. Bahkan sampai saat ini Dimas belum mengkonfirmasi perihal berita pernikahan itu kepadanya.
Perhatian Risa tiba-tiba tertuju pada seorang penumpang wanita yang meringis kesakitan, Melihat penumpang wanita itu seperti ingin melahirkan membuat Risa dengan gesit menghampirinya serta menanyakan keadaannya pada wanita tersebut.
" Sepertinya saya akan melahirkan. " Jawabnya parau sembari berusaha menahan nafasnya yang mulai tidak teratur.
Risa meminta kepada semua penumpang untuk tenang dan kembali duduk di tempatnya agar tidak mengalami cedera jika suatu saat pesawat bergerak tak terkendali secara tiba-tiba, setelah itu Risa meminta kepada suami wanita itu untuk merebahkan istrinya di garis jalan agar memudahkan Risa membantu wanita itu melahirkan.
Mendengar suara ribut-ribut tentu beberapa pramugari dan pramugara mendatangi kabin tempat Risa menolong wanita itu, Mereka pun dengan kompak mengamankan situasi serta membantu Risa dalam menanganinya. Sebagai pramugari tentu hal seperti ini akan di alami mereka sehingga semuanya di tuntut untuk cepat dan tanggap menghadapi nya.
" Ibu kenapa naik pesawat kalau sedang hamil besar seperi ini. ?" Ucap Risa yang berusaha memberikan tindakan yang benar kepadanya.
" Dokter bilang kalau istri saya akan melahirkan dua minggu lagi, Karena kami ingin anaknya lahir di kampung halaman kami jadi kami memutuskan untuk pulang hari ini, Tapi siapa sangka istri saya sudah mulas duluan. " Jelas Suaminya.
Ini pertama kalinya Risa menangani orang yang akan melahirkan dan sebelumnya Risa sudah mempelajari ini saat melakukan tes kenaikan pangkat, Dengan bantuan dari Risa yang penuh kelembutan wanita itu terlihat berusaha untuk tenang dan mendengarkan instruksi yang di berikan oleh Risa. Beberapa orang yang melihat kejadian itu dengan sengaja merekamnya dan akan di jadikan sebagai informasi menarik untuk kepentingan dirinya.
Setelah satu jam lebih menangani wanita itu, kini suara tangisan bayi yang melengking mewarnai suasana di kabin itu tak sedikit dari mereka yang memuji keberanian Risa dalam menolong wanita itu melahirkan. Setelah itu sang bayi segera di tangani langsung oleh pramugari lain, sementara Risa ikut membantu wanita itu untuk tetap berbaring sampai pesawat landing.
Untungnya sepuluh menit lagi pesawat akan mendarat di bandara Sultan Hasanuddin, dan Risa sudah menelpon pihak bandara untuk menghubungi ambulans agar ibu dan anak yang telah di selamatkan nya segera di larikan ke rumah sakit. Suami dari wanita itu mengucap rasa terima kasih nya yang besar kepada Risa dan dengan sengaja memberikan nama yang sama untuk bayi perempuannya itu, Arisa Naomi.
**
Sejak menyelamatkan wanita yang hendak melahirkan di dalam pesawat, Risa mendadak viral di sosial media di mana salah satu penumpang telah memposting aksi Risa saat itu, Bahkan perusahaan telah memberikan reward kepada Risa dan menjadikan nya sebagai pramugari senior sebelum waktunya. Mendapat pujian dari beberapa orang tampaknya membuat Risa kembali tegar setelah sebelumnya di landa kesedihan, Dan kini wanita itu kembali bersemangat memulai pekerjaannya walaupun beberapa dari para pembencinya semakin mencibirnya Risa tetap mengangkat kepalanya dan tak akan bersedih lagi.
Melihat ketenaran Risa yang semakin menjadi-jadi membuat Kepala pramugari merasa kesal dan meminta Risa untuk tidak berlama-lama berada di kabin itu, ia meminta Risa untuk tetap berada di dapur hingga para penumpang meminta bantuan kepadanya.
" Kita harus memberi pelajaran untuk Risa, selama dia naik pangkat dia selalu saja membuat masalah dengan kita. " Gumam Rebeca salah satu pramugari senior di maskapai itu.
" Tentu saja, Kita buat dia kapok. " Balas kepala pramugari yang menatap Risa dengan tatapan tajam.
Saatnya pembagian makan siang dan Risa di tugaskan untuk mengantar makanan di bagian kelas bisnis, di mana saat itu Risa sedang membagikan makanan kepada masing-masing penumpang dengan senyuman di wajahnya yang seakan tak bisa luntur.
Setelah selesai membagikan makanan ketika Risa kembali ke dapur tiba-tiba saja ia mendengar keributan yang membuat semua orang ikut heboh, Bagaimana tidak salah satu penumpang di kelas bisnis itu merasa telah kehilangan cincin yang di letakkan nya di atas meja setelah ia kembali dari toilet cincin tersebut hilang dan hanya ada sekotak makan siang.
Mendengar hal itu kepala pramugari langsung turun tangan dan memanggil Risa untuk menjelaskan apa yang sudah di lakukan nya saat membagikan makanan. Risa bersaksi bahwa ia tak melihat adanya cincin di meja itu bahkan penumpang di sebelah nya pun tidak mengetahui apa-apa sebab ia juga baru bangun.
" Kamu kan yang mengambil cincin itu. " Tunjuk penumpang itu pada Risa.
" Bukan bu.. Saya bersumpah tidak mengambil cincin ibu. " Balas Risa tetapi tidak membuat wanita itu mempercayainya sebelum ia menggeledah pakaian Risa serta barang bawaannya.
Ada dua pramugari yang membantu menggeledah barang-barang Risa dan saat ini ia hanya dapat pasrah sebab Risa tidak takut dengan tuduhan yang tidak benar itu. Senior Risa tiba-tiba menemukan cincin tersebut di dapur yang di letakkan di dalam sebuah kotak makanan kosong, sontak hal itu membuat Risa terkejut bagaimana mungkin cincin itu bisa ada di sana.
" Sudah ku duga kalau pramugari ini pencuri, Aku tidak mau tahu yah kamu harus di laporkan biar di pecat!! " Ucap pemilik cincin dengan ketus.
" Ibu tidak perlu khawatir, Kami akan memberikan hukuman yang pantas kepada Risa, silahkan nikmati perjalanan anda kembali. " Lontar kepala pramugari
Risa tidak bisa melawan karena ia tahu saat ini dirinya masih baru selain itu Risa masih percaya diri jika nanti di kantor ia di sidang pun Risa akan tetap mengaku tidak mencuri benda itu.