My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
89



Sepulang dari bertugas hari ini Juan tidak langsung pulang ke rumah melainkan ke rumah sakit untuk melihat hasil DNA yang keluar pada hari itu, Risa yang sudah keluar dari rumah sakit dua hari yang lalu pun datang kembali bersama Diana dan saat Juan tiba di rumah sakit ia langsung bertemu dengan Diana yang menunggu di luar pintu ruangan. Diana menyuruh Juan untuk masuk melihat hasilnya dan di dalam juga sudah ada Cindy dan Risa.


Saat Juan masuk kedua wanita itu menatapnya dengan dua tatapan berbeda, Juan duduk di sebelah Risa dan profesor yang menangani hasil DNA pun mulai menjelaskan tentang hasil dari DNA tersebut.


" Sampel darah dari Nyonya Cindy dan Tuan Juan keduanya memilki kecocokan dengan si jabang bayi, itu artinya hasilnya positif bahwa anak yang di kandung saat ini merupakan anak dari anda tuan. " Jelas sang profesor sukses membuat Juan dan Risa terkejut


" Dok, mungkin kau salah memeriksanya..., Siapa tahu ada kesalahan dari hasilnya, tolong periksa ulang untuk memastikannya. " pinta Juan dengan sangat


" Sebelum memanggil kalian, kami sudah melakukan pengulangan sebanyak sepuluh kali untuk memastikannya benar apa tidak tuan, Hasilnya telah 100% benar bahwa anda adalah ayah dari bayi ini. " Terang profesor itu lagi.


" Terima kasih atas jawabannya, saya permisi. " Risa bangkit dan meninggalkan ruangan itu di susul oleh Juan yang tak ingin melihat Risa semakin sakit setelah mendengar hasilnya.


Diana menahan Juan saat pria itu hendak mengejar, Ia berkata untuk memberi Risa waktu sebentar dan setelah itu ia baru boleh menemuinya. Juan pun pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi, ia melihat Diana yang berusaha mengejar Risa, Pikiran Juan mulai kacau dan ia tidak bisa berkata-kata tentang hasil DNA itu, yang membuatnya kesal adalah karena ia sama sekali tidak merasa pernah melakukannya dengan Cindy, tapi kenapa hasilnya mengatakan bahwa itu positif.


Juan tak ingin kembali ke dalam, ia pergi ke tempat lain yang dapat menenangkan pikirannya namun sebelum itu ia meminta Diana untuk segera menghubungi nya jika Risa sudah bisa untuk di temui, Di samping itu Cindy yang masih ada di dalam ruangan baru saja menyerahkan sebuah amplop yang berisi uang tunai kepada profesor yang menanganinya barusan, Ia mengucapkan terima kasihnya karena telah di bantu memalsukan hasilnya, dengan begitu rencana Cindy berikutnya dapat berjalan dengan lancar.


🌼


Risa dan Diana baru saja tiba di rumah, Risa menghentikan langkahnya saat ia melewati ruang tamu, Diana pun ikut berhenti dan mengamatinya dari belakang. Risa melirik sebuah bingkai foto yang terpajang di ruangan itu, ia mencoba untuk meraihnya kemudian membanting bingkai yang cukup besar itu hingga pecahan kacanya berserakan di lantai, melihat aksi Risa saat ini Diana sudah paham bahwa hasilnya positif tanpa harus di beritahu oleh Risa. Diana benar-benar kecewa pada ponakannya yang tidak di sangka akan melakukan hal itu.


Setelah menghancurkan foto pernikahan, Risa beranjak menaiki anak tangga dengan langkah tegas, sementara itu Diana meminta kepada asisten rumah tangga Risa untuk membersihkan kekacauan. Merasa khawatir Diana pun ikut naik ke atas dan tidak sengaja mendapati Risa yang sedang memasuki beberapa lembar pakaian ke dalam koper, Diana sudah tahu maksud dari Risa dan mencoba untuk mencegahnya.


" Risa, kau tidak boleh kembali ke Indonesia dalam keadaan seperti ini, Apa kata orang tuamu nanti.?" Cegah Diana menahan tangan Risa untuk tidak memasukkan pakaiannya lagi


" Aku tidak tahan dengan semua ini, aku tidak ingin tinggal dengan pria itu lagi.. Lebih baik aku bercerai saja dengannya. " Ucap Risa dengan tangis yang sudah tidak dapat di bendung yang lagi


" Aku mengerti maksud mu, tapi pikirkan orang tuamu, dia sangat senang kamu menikah dan akan menjadi seorang ibu tapi apa kata mereka jika mereka tahu kalau kau seperti ini, Ada baiknya kita rahasiakan dulu masalah ini, kita cari jalan keluarnya sama-sama. " Ungkap Diana lembut


🌤️


Juan kembali setelah menenangkan diri di suatu tempat yang tak lain adalah makam neneknya, Ia mendapati rumah dalam keadaan sunyi, Diana masih ada di rumah nya terbukti dari sepatu wanita itu yang masih berada di depan pintu, Juan masuk dan mencari-cari sosok Risa namun yang di temui saat ini adalah Cindy, Diana dan juga Risa yang baru saja turun dari anak tangga menuju ke tempat Diana duduk.


Juan tidak mengerti apa-apa dan hanya mengikuti instruksi Diana saat menyuruhnya untuk duduk, Juan sedih saat melihat wajah Risa yang sembab akibat menangis seharian ini, Namun ia tak bisa mengembalikan senyum wanita yang di cintai nya saat ini sehingga membuatnya benar-benar frustasi.


" Aku sudah memutuskannya, Kalian harus menikah sebagai bentuk pertanggung jawaban kalian. " Semua terkejut mendengarnya termasuk Diana yang tak mengira kalau Risa akan memutuskan hal itu


" Aku tidak mau.!!! " Tolak Juan cepat


" Kalau kau tidak mau kita cerai. " Sambung Risa membuat Juan di serang rasa bimbang


" Risa, kenapa kau memutuskan hal seperti ini, " Tanya Diana tak mengerti


" Sebagai calon seorang ibu, Aku mengerti rasanya memiliki keluarga yang lengkap sangat berarti di saat-saat masa kehamilan, bayi itu tidak bersalah dan kelak dia juga membutuhkan sosok ayah sama seperti bayiku, Maka dari itu aku mengizinkan kalian untuk menikah. " Lanjut Risa kemudian


Juan menggebrak meja sehingga membuat semua mata tertuju padanya, Ia menatap Risa dengan tajam sambil mendesah panjang.


" Aku tidak akan pernah menikah lagi, dan aku tidak akan bercerai denganmu.!!! " ketus Juan


Saking kesalnya Juan kembali meninggalkan rumah dan tak peduli dengan keputusan yang di buat oleh Risa, Jujur ini keputusan yang berat untuk Risa lakukan tapi sesuai perjanjian dan sebagai calon ibu dia juga mengerti bagaimana kesulitannya melalui hari-hari tanpa sosok pendamping, Meskipun berat tapi Risa tetap melakukannya atas dasar keinginannya sendiri.


" Terima kasih karena telah mengerti Risa, Aku janji pernikahan ini hanya untuk bayiku saja, Selebihnya aku tidak menginginkan Juan untuk berada di sampingku. " Ucap Cindy merasa bersyukur


" Aku melakukannya bukan karena kamu, tapi karena bayi Juan..., Juan adalah suamiku dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya adalah milikku juga.., Kau bisa pergi. " Risa beranjak meninggalkan ruangan itu di susul oleh Diana yang ikut membantu saat dirinya naik tangga.