
Happy Weekend Readers and hope you stay healthy,,,,,
.
.
.
.
Dering ponsel yang cukup nyaring seakan mewarnai suasana ruangan yang sebelumnya senyap membuat seorang wanita cantik yang tengah sibuk membereskan kamarnya tiba-tiba meraih ponsel yang masih dalam keadaan di charger itu, Ia melihat nama Sabrina di layarnya membuat Risa mengernyitkan dahi heran, Biasanya Sabrina akan menelpon jika ada jam terbang dadakan atau jadwal harian keluar dan setahu Risa saat ini ia akan mendapatkan jatah libur cukup lama karena pesawat yang biasa mereka pakai saat ini telah di carter oleh kru lain.
" Halo, Ada apa Sabrina.? " Tanya Risa ketika ia sudah menjawab panggilan tersebut
" Lihat Homepage perusahaan!!! Kamu pasti belum lihat kan.? " Serunya membuat Risa penasaran dengan nada suara Sabrina yang terdengar khawatir
Risa menyudahi panggilannya dan langsung membuka laman homepage perusahaan, Tepat hari ini seseorang dengan akun yang tidak di ketahui mengupload sebuah video singkat yang memperlihatkan dirinya saat Rama menarik nya masuk ke dalam lavatory pesawat, Wajah Risa seketika berubah ia sangat takut dan bingung saat ini, entah apa motif dari video ini dan kenapa layaknya seperti sebuah setingan, Dari video yang di unggah pada hari ini pukul 7:00 pagi tampaknya sudah di lihat oleh 1000 orang dan banyaknya komentar negatif sukses membuat Risa terkejut di antaranya ada komentar yang mengatakan bahwa dirinya merupakan pramugari hina dan sok baik di muka penumpang dan kelakuan aslinya adalah seperti di video ini.
Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi padanya, Selama ini dia selalu menjaga etika baiknya di hadapan siapa saja, Tinggal menunggu hitungan waktu saja dirinya akan di panggil oleh direktur pelayanan terkait video yang jelas-jelas tidak benar ini, Tapi Risa ingat kalau pria yang ada di video ini adalah Rama dan pria yang menjadi direktur pelayanan adalah Dimas kakaknya, Hidupnya benar-benar terbelit masalah saat ini dan Risa bingung harus menyelesaikan nya bagaimana. Sampai saat ini Juan belum menelponnya yang itu artinya Juan belum melihat video ini, namun cepat atau lambat pastinya Juan akan melihatnya dan sebelum Juan salah paham Risa segera mengirimkan pesan kepada Juan agar pria itu dapat percaya padanya bahwa video itu hanyalah sebuah fitnah.
\*
Hal yang tak di inginkan oleh Risa kini terjadi, belum satu jam ia mengetahui tentang berita itu kini Risa sudah di panggil oleh atasannya langsung, Mau tidak mau ia segera kesana untuk meluruskan masalah yang terjadi, Dengan penuh percaya diri ketika Risa telah tiba di perusahaan ia langsung menuju ruangan direktur utama dan bukannya ruangan Dimas, Sepertinya masalah ini benar-benar gawat karena di tangani langsung oleh direktur utama.
Risa mengetuk pintu ruangan berwarna putih itu dengan pelan sebanyak tiga kali hingga terdengar suara seseorang yang menyahut dari dalam barulah Risa membuka pintu tersebut dengan sangat hati-hati, Ketika Risa telah berhasil masuk ia melihat sosok direktur utama yang duduk di kursi kerjanya dan dengan menarik nafas panjang Risa pun mencoba untuk lebih memberanikan diri untuk mengatasi masalah ini.
" Arisa Naomi. " Ucap Direktur utama yang tak lain adalah ayah dari Dimas dan Rama
" Iya pak. " sahut Risa lugas
" Sekarang jelaskan padaku terkait video yang beredar di lama homepage perusahaan kita. " Pria setengah baya itu menyodorkan tablet yang menayangkan video dirinya dan Rama saat di pesawat sambil menatap Risa dengan penuh teliti
" Saya minta maaf sebelumnya pak, Sebenarnya video ini tidak benar, Saya dan pria itu tidak melakukan sesuatu yang tidak baik di dalam, pria itu yang menarik tangan saya masuk ke dalam lavatory dan soal videonya saya bahkan tidak tahu siapa yang dengan sengaja merekam kejadian itu dan membuat tuduhan palsu atas nama saya pak. "
" Bagaimana saya bisa percaya dengan ucapanmu, bahkan ada yang memberitahuku kalau pria itu sudah lama mengikutimu setiap kali kau terbang ke berbagai kota, Apa kau masih mau mengelak.? "
" Apa dia tidak tahu kalau pria itu adalah putranya.? " Benak Risa terlihat bingung
" Maaf pak, tapi apa bapak tahu kalau pria itu adalah Rama putra bungsu bapak.? " Sahut Risa seketika membuat Dirut menatapnya tak percaya
" Apa sekarang kau ingin membawa nama putraku dalam kasus mu ini.? " Balas Dirut terdengar kesal
" Tapi pak saya benar-benar mengatakan hal yang benar, pria dalam video itu adalah Rama putra bapak. " Lontar Risa berusaha membela diri
" Cukup.!!! " sentak nya membuat Risa terkejut
" Saya punya bukti soal pria yang ada di dalam video itu, kebetulan FA 1 di maskapai kami sering melihat Rama yang berusaha mendekati saya pak, saya bisa menelpon Sabrina untuk datang ke sini sekarang juga. "
" Mulai hari ini dan dua minggu ke depan kau akan di berikan sanksi, kau tidak boleh ikut bertugas selama itu dan kau harus membersihkan namamu dari perusahaan kita atau kau akan ku pecat. " mendengar hal itu seakan membuat tubuh Risa lemas tak berdaya, ia hampir tak bisa menyeimbangkan tubuhnya air matanya hampir terjatuh namun berusaha ia tahan, pak Dirut menyuruhnya keluar dengan nada yang cukup lantang bahkan pembelaannya di abaikan begitu saja entah karena ia tak ingin nama putranya ikut tercemar atau karena memang ia tak suka akan dirinya, Terpaksa Risa meninggalkan ruangan itu dengan wajah yang benar-benar sendu.
\*
Suara pintu terkuak cukup keras baru saja membuat seorang pria yang tengah asik menikmati segelas jus jeruk seketika terperonjak kaget, Ia melirik seorang pria paruh baya yang baru saja masuk dengan wajah yang menakutkan membuat nya langsung meletakkan ponsel dan menatapnya dengan mata yang membelalak sempurna.
" Sekarang jelaskan pada ayah, Apa benar kalau pria yang ada di dalam video ini adalah kamu.? " Ucapnya lugas sembari memberikan tablet yang menampilkan video tersebut
Rama meraih tablet itu dan menonton video nya tanpa ekspresi apapun, dalam video tersebut memang tidak memperlihatkan wajahnya atau bahkan tubuhnya secara sempurna sehingga orang-orang tidak akan mengetahui bahwa pria dalam video adalah dirinya. Rama menyerahkan tablet itu dengan santai kepada sang ayah dan berkata kalau itu bukanlah dirinya.
" Apa kau yakin, Ayah tidak ingin kalau kau sampai terlibat dalam kasus ini, ini bisa saja membuat nama ayah bahkan perusahaan ternodai.!! "
" Sudah Rama bilang kan kalau video itu bukan Rama. "
" Kemarin bukannya kamu pulang dari lombok, Kau naik maskapai apa ke sini.? " Tanyanya ketus
" Aku naik Citilink. "
" Kenapa? Bukannya kau biasa naik garuda.? "
" Emang kenapa sih, mau naik gaurda kek citilink kek lion kek, yang penting bukan Rama yang ada di dalam video itu. "
" Awas saja kalau kamu bohong, Ayah akan mengecek daftar manifest setiap penerbangan dan waktu saat kejadian ini terjadi, Jangan sampai membuat Ayah malu karena rumor ini. " Tunjuk beliau pada putranya sendiri, sejurus kemudian ia berlalu meninggalkannya.
" Tidak akan ada yang bisa mengungkapnya kalau bukan aku sendiri yang mengaku. " Ucap Rama memperlihatkan smirknya
\*
" Juan..!!! " Seru Alex berhasil membuat Juan terkejut saat sedang mengamati layar navigasi
" Ada apa. ? " Sahutnya menatap pria itu dengan penasaran
" Homepage. " Lanjutnya sambil memperlihatkan layar ponselnya
" Memangnya kenapa.? " Tanya Juan lagi
" Ada video yang beredar di homepage dan dalam video itu ada Risa. " balas Alex sukses membuat Juan meminta ponsel Alex untuk melihat videonya
Alex menyerahkan ponselnya kepada Juan dan langsung di terima Juan dengan cepat, ia memutar ulang video itu dan seketika matanya membulat sempurna.
" Apa yang sebenarnya sudah terjadi? Risa tak mungkin melakukan hal yang tidak-tidak seperti ini. " Lontar Alex kemudian
" Kita belum tahu sebelum mendengar penjelasan Risa, aku yakin dia sedang di paksa masuk ke dalam lavatory. " Gumam Juan mencoba untuk tetap tenang
Kemudian kapten Zain meminta kepada Juan untuk tidak memikirkan hal itu dulu, ia harus kembali fokus dalam mengontrol navigasi, dalam hitungan menit lagi pesawat akan mendarat di bandar udara internasional Berlin Tegel Jerman. Setelah Juan menyerahkan kembali ponselnya kepada Alex dan ia mencoba kembali lokus dalam memantau navigasi. Penerbangan kali ini masih ada dua sektor yang harus di selesaikan, rasanya Juan ingin secepatnya kembali ke Indonesia untuk bertemu Risa secara langsung, Juan benar-benar khawatir Risa tak bisa mengatasi masalah ini sendirian.
\*
Pria itu baru saja melempar tubuhnya ke atas tempat tidur sembari menatap layar ponselnya, teriakan seseorang yang memanggil namanya membuatnya berdecak kesal, sudah dua orang di hari yang sama mencarinya dengan nada yang lantang, semenit kemudian pintu kamarnya terbuka dan membuat kedua pria itu saling melempar pandang. Tak menunggu waktu lama Dimas menghampiri Rama dengan emosi yang meluap dan meraih kerah baju adiknya itu dengan kasar dan menariknya ke arah wajahnya.
" Katakan padaku, Apa benar kau yang berada di dalam video itu.? " Ucapnya terdengar serius
" Kau kenapa seperti ayah juga sih? Berhenti membuang-buang waktu untuk mencari kebenaran video itu, Aku sudah mengatakan kepada ayah kalau di video itu bukanlah aku. " Balas Rama sambil menyingkirkan tangan Dimas dari cengkraman kerahnya
" Aku tahu kalau di video itu adalah kamu Rama, Jangan membuat Risa dalam masalah hanya karena video yang tidak benar itu. "
" Kenapa? Kau masih menyukai wanita itu ? Apa pedulimu dengannya, dia bahkan sudah tidak peduli padamu lagi."
" Jadi benar kan pria itu adalah kamu.? "
" Terserah kau mau mengatakannya sampai seratus kali pun, Aku tidak perlu menjelaskannya panjang lebar lagi, keluar dari kamarku. "
" Dengan sikapmu yang seperti ini sudah membuatku yakin kalau itu adalah kamu , Aku memberimu waktu sampai besok untuk menjelaskan rumor buruk tentang Risa, buat namanya kembali bersih atau kau akan tahu akibatnya. " Dimas meninggalkan kamar adiknya setelah puas memberikan ancaman yang cukup serius, Rama menatap pintu kamar nya yang terbuka lebar dengan tatapan nanar sembari mengepal kedua tangannya kuat-kuat.
Saat Dimas hendak meninggalkan kediaman orang tuanya, Ayah dan Ibu nya tiba-tiba muncul dan menanyakan keberadaan nya malam itu, namun Dimas seakan tak peduli dan melewatinya begitu saja, entah apa yang merasuki Dimas saat ini sehingga ia benar-benar ingin membela Risa dalam rumor palsu yang membuat nama wanita itu tercoreng, dia juga berjanji akan menguak masalah ini bagaimana pun yang terjadi karena Dimas yakin Risa bukanlah wanita yang di maksud oleh orang-orang yang mengomentari video tersebut.
\*
Risa menatap dirinya di pantulan cermin dengan tatapan kosong, Entah sudah berapa lama dirinya berada di sana merenung dan meratapi dirinya yang telah mendapat hukuman atas tuduhan palsu yang di alaminya, Sebelumnya ia meminta pada Sabrina untuk mengaku bahwa selama ini Rama memang naik di pesawat tempat mereka bertugas namun sayangnya Sabrina menolak untuk ikut campur karena takut jabatannya akan lengser jika berhadapan dengan pemilik perusahaan, sebelumnya Sabrina pernah mengingatkan Risa untuk menghiraukan Rama karena takut masalah seperti ini akan terjadi namun Risa seakan mengabaikannya dan terpaksa membuatnya tidak bisa membantu Risa dalam kasus ini.
Pada siapa lagi ia bisa meminta kesaksian sementara yang menjadi saksi satu-satunya hanyalah Sabrina, meminta bantuan kru lain pun percuma sebab mereka tidak begitu mengenal Rama sama hal nya seperti Sabrina, tapi Risa tak ingin berhenti sampai di situ ia tak ingin namanya tercoreng hanya karena video yang tidak benar, sehingga ia mencoba menghubungi Rama di mana sebelumnya ada nomor tanpa nama yang terus menghubungi nya dan ia yakin bahwa nomor itu adalah nomor Rama.
Risa sudah mencoba menghubungi nomor itu meskipun Rama tidak menjawabnya, Terpaksa Risa hanya mengirim kan pesan singkat untuk mengajaknya bertemu untuk membahas masalah ini, Selain itu Risa tampak cemas menunggu balasan dari Juan yang sampai saat ini belum mengirimkannya pesan padahal sebelumnya Maya sudah mengirimkan pesan menanyakan soal video itu padanya namun Risa belum mau menjelaskannya selain kepada Juan.
Ting tung...
Pesan baru saja masuk dan membuat Risa melirik ponselnya, di sana ada balasan dari Rama atas ajakan bertemu malam ini, ia merasa lega ketika Rama mengiyakan ajakan Risa saat ini, Dan Rama membalas akan bertemu tepat pukul 8:00 di kafe flamboyan dekat bandara, Tanpa menunggu waktu lama Risa pun segera bersiap-siap melihat jam yang saat ini sudah menunjukkan pukul 7:30 .
\*
Risa tiba di kafe tempat dirinya dan Rama janjian dan rupanya pria itu sudah ada di sana sambil menikmati secangkir cappuccino di hadapannya, ia hanya melirik Risa dengan tatapan aneh dan saat Risa sudah berada di hadapannya wanita itu langsung menanyakan soal video yang tersebar di sosial media. Bagai tak merasa bersama Rama hanya menyandarkan tubuhnya dengan malas sambil terkekeh pelan, Risa bahkan belum duduk dan masih berdiri menatapnya tajam.
" Katakan kau ingin apa dariku sampai kau dengan sengaja melakukan hal ini padaku. ?" Lontar Risa lagi dengan nada yang lugas
" Atas dasar apa kau berkata kalau aku sengaja merekamnya dan menyebarkannya ke internet, bisa saja kan waktu itu ada orang yang memang tidak sengaja merekamnya dan mengupload nya ke internet dengan alasan yang hanya mereka yang tahu. " Jawab Rama santai
" Jangan mengelak, sejak awal kau memang sengaja mengikuti ku terus dan bermaksud menjebakku supaya aku keluar dari pekerjaanku kan, Aku tanya sekali lagi atas dasar apa kau melakukan hal ini padaku hah.? "
Rama berdiri dari kursinya dan mulai mendekati Risa hingga jarak mereka hanya tersisa beberapa senti saja, Rama memandang wajah Risa dengan tawa yang menyebalkan sementara itu Risa merasa sangat jijik jika harus melihatnya lama-lama.
" Memang benar, Aku sengaja melakukannya, Kau tahu kenapa? Itu karena kau sudah membuat kekasihku di pecat oleh kakakku sendiri hanya karena dia tidak sengaja menuduhmu sebagai seorang pencuri. " Jelas Rama membuat Risa kebingungan sembari mencerna setiap kata yang keluar dari mulutnya.
" Apa yang kau katakan.? " Tanya Risa kemudian
" FA 1 yang bernama Celine yang pernah membuatmu keluar dari maskapai itu dan bergabung di maskapai yang baru, Kakakku Dimas sudah memecatnya dan saat ini dia kesulitan mendapat pekerjaan karena ulahmu, Aku.. Aku dan Celine sengaja menguntitmu selama beberapa hari ini dan akhirnya menjebakmu dengan rumor tersebut, gimana apa kau terkejut mendengar nya .? " ungkap Rama sukses membuat Risa terkejut bukan main
" Seharusnya kau protes pada kakakmu dan bukan aku, Aku tidak tahu apa-apa soal pemecatan itu dan bahkan aku adalah korban sebenarnya dari ulah Celine waktu itu. "
" Karena itu aku ingin balas dendam, Kakakku memiliki kekuasan yang cukup atas pekerjaannya dan sampai sekarang aku tidak bisa memaafkan kalian berdua. " sentak Rama dengan suara yang cukup keras, untungnya saat itu kafe sedang sepi dan hanya ada mereka berdua.
" Aku sudah mendapatkan buktinya, aku akan melaporkan hal ini pada direktur utama. " Ancam Risa
" Silahkan saja, dia bahkan tidak percaya dengan ucapan mu, dan kau bahkan tidak bisa mencari bukti kalau di video itu adalah aku. " Lanjut Rama seketika membuat Risa tersenyum getir
Wanita itu menoleh dan perlahan meninggalkan Rama, Ia mengeluarkan ponselnya dari dalam tas di mana ketika dirinya akan bertemu dengan Rama sebelumnya ia sudah mengaktifkan mode rekaman suara sehingga semua ucapan yang di katakan Rama barusan berhasil di rekam Risa dari ponselnya. Rama sadar akan hal itu dan beralih mengejar Risa untuk mendapatkan rekaman tersebut, namun Risa segera berlari menghindarinya ia berlari secepat yang ia bisa, dari kafe tersebut ia berlari ke arah Selatan dengan kecepatan maksimal seakan tak mau kalah Rama pun mempercepat larinya mengejar Risa.
Saat itu jalanan nampak sunyi sehingga Risa tak bisa meminta tolong pada orang-orang, stamina Risa hampir mencapai batas nafasnya menggebu-gebu dan ia sudah hampir kelelahan berlari menghindari Rama, sesekali ia berbalik melihat apakah pria itu masih mengejarnya atau tidak, ketika ia tiba di persimpangan jalan tampaknya sosok Rama sudah tidak ada di belakangnya, Risa pun mulai memperlambat langkahnya dan mencoba mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.
Risa kembali menoleh memastikan apakah Rama benar-benar masih ada atau sudah tidak ada, Dan saat dirinya hendak kembali melangkah seseorang dengan kerasnya memukul wajah Risa hingga membuat wanita itu tersungkur ke jalan membuat isi tasnya terhambur begitu pun dengan ponselnya yang terlempar cukup jauh dari dirinya, Sambil menahan rasa sakit pada wajahnya ia mencoba menggapai ponsel itu namun Rama dengan cepat menginjak ponsel Risa dan menghancurkannya berkeping-keping, Ia bahkan tak ingin ponsel itu jatuh pada Risa dan langsung meraihnya membuangnya ke sebuah sungai yang kebetulan dekat dari tempat mereka berada.
Rama kembali melirik Risa dan mendekatinya dengan tatapan yang menakutkan membuat Risa mencoba untuk kabur, namun ketika ia bangkit dan hendak pergi Rama menjambak rambut Risa dan mendorongnya ke tembok sebuah bangunan, lampu yang remang-remang membuat wajah Risa terlihat menahan sakit, di sudut bibirnya mengeluarkan darah segar akibat pukulan Rama yang cukup kasar, mata Risa mulai berkaca-kaca berusaha menahan tangis dan sesekali ia berteriak minta tolong meskipun tempat itu sepi ia masih berharap seseorang akan datang menyelamatkannya.
" Jangan macam-macam denganku, atau aku akan membunuh mu. " Ucap Rama sambil menarik dagu Risa dengan kasar dan membuang wajah Risa sehingga membuat wajahnya tertutup akibat rambutnya yang terurai
" Walaupun aku tidak bisa mengembalikan Celine ke pekerjaanya setidaknya aku bisa membalaskan dendamku padamu, Pasti Celine akan sangat senang mendengar kau terluka seperti ini, apa sebaiknya aku memotretmu dan memperlihatkan fotomu padanya. " Rama mulai mengeluarkan ponselnya dan memotret Risa yang dalam keadaan terluka sambil tertawa terbahak-bahak layaknya orang gila.
" Dasar wanita bodoh." Ucap Rama sambil menghuyung kepala Risa ke tembok, Risa tampak tak bergeming setelah itu membuat Rama menatapnya takut-takut.
" Kau belum mati kan.? " Gumam Rama sambil memukul-mukul wajah Risa namun sayang Risa tak merespon sehingga membuat Rama ketakutan kalau Risa sampai kehilangan nyawanya, mungkin ia berani melukai Risa namun untuk merenggut nyawa seseorang Rama masih bisa mengontrolnya.
" Siapa di sana.? " Seseorang berseru dari arah jarum jam sembilan membuat Rama terkejut dan berlari meninggalkan tempat itu.
Seorang pria yang baru saja berseru kini tiba di tempat Risa dan cukup terkejut melihatnya tak sadarkan diri, sebelum itu ia mencoba mengecek apakah Risa masih hidup atau tidak dan setelah di cek masih ada denyut nadi pria itu langsung menggendong Risa dan mencoba membawanya ke rumah sakit terdekat.
Selamat pagi para pembaca Setia My Handsome Pilot, Apa kabar kalian semua? Semoga selalu dalam keadaan sehat yah, Author mau mengucapkan terima kasih yang banyak karena kalian masih Setia untuk menunggu kelanjutan kisah Juan dan Risa, Kali ini kisah Risa dan Juan sudah hampir mendekati klimaks di mana Dimas dan adiknya si Rama itu akan kita hempaskan jauh-jauh dari hubungan main lead ini, Kalian pada jengkel nggak sih dengan sikap adik kakak yang super duper ngeselin ini, belum lagi Karin yang tiada henti-hentinya mendekati Juan sementara Juan sudah milik Risa, Hmm…rumit bener yah... Sebenarnya author juga jengkel sih kalau nulis partnya mereka ya tapi mau gimana lagi demi kelangsungan novel ini tentu harus ada yang buat jengkel biar ceritanya nggak flat gitu.
Dan untuk para pembaca silahkan kalau mau kritik soal novel ini tapi tolong jangan di hujat yah, cukup memberikan kritikan yang membangun agar author bisa memperbaiki kesalahanya, Author kan bukan pramugari dan tidak begitu tahu menahu soal dunia penerbangan, author belajar penerbangan cuma lewat om google sama kakak temen author yang kebetulan seorang pramugari, adapun istilah-istilah yang salah atau gimana gitu yang kalian lihat itu ada yang salah silahkan di komentarin yah, Author selalu terbuka menerima komentar manis dari kalian. Sampai ketemu lagi di episode Juan dan Risa berikutnya...
With Love,
Author.