My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
Bertemu Juan



Pesawat kini telah tiba di bandar udara Napoli-Capodichino Italia dengan selamat setelah semalam sempat mendapat guncangan hebat akibat badai, Semua penumpang segera turun dari pesawat begitu mereka di persilahkan untuk keluar. Risa tampak sibuk membantu seorang wanita tua yang kesulitan mengambil barang-barang di atas bagasi, dan dengan cekatan Risa pun membantu wanita tua itu. Walaupun mereka berbeda bahasa wanita itu mengucapkan rasa terima kasihnya karena telah di bantu olehnya.


Pintu kelas ekonomi terlihat cukup padat saat itu sehingga membuat wanita tua tadi kesulitan untuk keluar, Tak tega melihat nya yang seorang diri di usia seperti itu membuat Risa luluh dan kembali membantunya. Risa berkata kepadanya untuk tidak mengantri sampai para penumpang yang lain keluar sebab jika itu terus di lakukan maka yang terjadi si wanita tua itu bisa cedera.


Risa kemudian meminta pramugara lain untuk mengatur mereka agar semua penumpang dapat turun dengan selamat, Setelah semua cukup aman Risa kembali mengajak wanita tua itu untuk segera keluar. Namun ketika Risa menoleh tampaknya si wanita tua itu sedang tertidur pulas di kursi penumpang.


" Excuse me ma'am ., It's time to go out from the air plane. " Ucap Risa sembari menyentuh lengannya dengan lembut.


Si wanita tua itu tidak merespon dan membuat Risa mendadak panik, Ia menyentuh tangannya kemudian mencari detak nadi si wanita itu. Detaknya begitu pelan bahkan hampir menghilang, Risa pun mencoba menepuk-nepuk wajahnya beberapa kali dan tetap saja tak ada respon darinya. Melihat tindakan Risa beberapa pramugari segera berkumpul dan melihat keadaan wanita itu.


" Dia sangat tua bagaimana bisa sendirian di pesawat ini ? " Sahut Senior Risa yang merasa kasihan melihat wanita itu.


" Ada apa ini? " Sahut Karin yang baru saja muncul.


" Penumpang wanita ini pingsan, denyut nadinya sangat lemah apa yang harus kita lakukan? " Sahut Risa yang terus berusaha memanggil wanita itu agar segera tersadar.


Alex dan Juan baru saja keluar dan mendapati kru pesawat yang sedang berkumpul mengelilingi wanita tua yang di tangani oleh Risa, Juan yang melihatnya pun segera menghubungi pihak bandara untuk sekiranya membawa dokter. Setelah berhasil menghubungi pihak bandara, Juan mulai menghampiri wanita itu dan duduk disebelah Risa sembari mengetes ulang denyut nadinya. Dan benar saja apa yang di katakan oleh Risa, dan saat ini Risa terlihat sangat khawatir pada wanita itu dan membuat Juan menatapnya lekat.


Beberapa saat kemudian dokter datang dan langsung menangani wanita tua itu, Risa dan Juan mundur sesaat memperhatikan dokter itu yang sedang memeriksa keadaan si wanita tua. Setelah di periksa dokter menyarankan untuk membawa wanita itu ke rumah sakit terdekat, dokter meminta keluarga pasien untuk ikut.


Risa tiba di sebuah rumah sakit San Gennaro Napoli dan mengurus semua keperluan rumah sakit wanita itu, Untunglah di rumah sakit itu ada yang pintar berbahasa inggris sehingga memudahkan Risa dalam berkomunikasi dengan mereka. Perbedaan rumah sakit Indonesia dan Italia sangatlah berbeda, Di sini semua pasien yang sakit akan di tangani lebih dulu baru setelah itu membayar uang administrasi, Risa benar-benar tertolong.


Setelah wanita tua itu di pindahkan ke ruang inap, Risa dengan sabar menunggunya sampai siuman hingga akhirnya Risa merasa sangat kelelahan dan akhirnya tertidur di sebelah wanita tua itu.


**


Sebuah sentuhan lembut baru saja membuat Risa tersadar dan mulai mengangkat wajahnya, Ia mendapati wanita tua itu sedang tersenyum ke arahnya dan Risa baru saja ingat kalau saat ini dia sedang di rumah sakit menemani wanita tua itu. Risa membalas senyuman darinya dan mulai menanyai kondisinya dengan bahasa inggris yang membuat wanita itu menatap Risa dengan heran.


" Benar juga, Dia pasti orang Brazil asli jadi tidak bisa mengerti bahasa inggris.., Bagaimana aku bisa mengetahui di mana keluarga nya sekarang? " Benak Risa mulai kebingungan.


" Quero conhecer meu filho? " Ucap Wanita itu seketika membuat Risa melongo, dugaan Risa benar wanita itu memakai bahasa Portugis sementara dirinya tidak mengetahui bahasa itu dengan benar.


Pintu tiba-tiba terkuak dan membuat Risa menoleh ke belakang, Kedua manik matanya menangkap seorang pria tampan dengan sekeranjang buah di tangannya lantas menyunggingkan senyum ke arah wanita tua di dekat Risa.


" Boa tarde vovó ( Selamat Siang Nenek )" lontar Juan kemudian.