My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
83



Pria itu terbangun dan langsung mendapati sosok wanita cantik di hadapannya, ia menyunggingkan senyum dan menyentuh wajahnya dengan lembut sehingga membuat wanita itu ikut terbangun. Keduanya saling menatap satu sama lain dengan penuh kasih, Hingga sesuatu tiba-tiba mengusik Juan membuatnya menarik tangannya lagi dan memasang wajah yang memelas.


" Kamu kenapa?" Tanya Risa memandang Juan dengan rasa penasaran yang tinggi.


" Aku tidak apa-apa, Ngomong-ngomong aku lapar apa makanan semalam masih ada.? " Tanya Juan mengalihkan topik


" Aku menyimpannya di dalam kulkas agar bisa di panaskan," Risa bangkit dari tempat tidur kemudian mengikat rambutnya asal.


Sementara itu Juan akan bersiap-siap untuk mandi selagi Risa menyiapkan sarapan pagi, Risa mulai berpikir bahwa Juan memang sedang lelah makanya kemarin bersikap aneh, Setelah merasa lega ia pun segera menuju kamar mandi untuk mencuci wajah dan sebagainya, Setelah selesai barulah Juan yang masuk kamar mandi, mereka sempat saling bercanda dengan Risa yang sengaja mencipratkan air ke wajah Juan sehingga membuat pria itu dengan iseng ingin menciumnya namun Risa menolak dan menyuruh Juan untuk mandi terlebih dulu.


\*


Waktu berjalan cukup cepat dari biasanya dan saat ini usia kandungan Risa sudah memasuki bulan ke empat, perutnya semakin membesar karena dua bayi di dalamnya anggota tubuhnya yang lain pun ikut bengkak namun Juan tetap Setia berada di samping Risa, ia sabar dalam merawat Risa yang cepat lelah akhir-akhir ini namun Risa tetap mengerjakan beberapa pekerjaan meskipun Juan sudah melarangnya. Karena hal ini Juan sampai menyewa seorang asisten rumah tangga untuk mengurus semua pekerjaan rumah dan tak tanggung-tanggung dia langsung mempekerjakan tiga orang karena permintaan Risa yang melarangnya mempekerjakan satu orang dengan rumah sebesar itu.


Karena masa kehamilan Risa sudah memasuki bulan keempat itu artinya ia sudah dapat mengecek jenis kelamin si jabang bayi, Dan hari itu juga Juan menemani Risa ke rumah sakit untuk melakukan USG. Setibanya di sana mereka harus menunggu nama Risa di panggil dan keduanya duduk di ruang tunggu sambil berpegangan tangan, pandangan Risa sibuk memperhatikan beberapa wanita hamil yang juga datang untuk check up, beberapa di antara mereka sudah ada yang memiliki masa kehamilan tua dengan perut yang jauh lebih besar dari Risa, Sekarang Risa paham rasanya ada di posisi orang-orang tersebut, di mana ia dengan tidak sabarnya menanti sang jabang bayi lahir ke dunia dan perannya sebagai seorang ibu pun di mulai saat itu juga.


" Nyonya Arisa Naomi. " panggil seseorang berhasil membuat Risa dan Juan segera menuju ruangan tempat mereka check up


Dokter yang menangani Risa baru saja menyapanya, kemudian menyuruhnya untuk duduk dan mulai melakukan beberapa proses tanya jawab seputar kehamilan Risa, Setelah semua selesai Risa di minta untuk berbaring di atas tempat tidur di susul oleh Juan yang senantiasa berada di sebelahnya bahkan ia tak melepas tangan Risa sejak tadi.


Sambil mengajak Risa bercerita sang dokter pun memulai aksinya, Pandangan Juan terus tertuju pada layar yang mendeteksi isi perut Risa saat ini. Perlahan tapi pasti sebuah gambar yang tertera pada layar sukses membuat Juan terharu, ia hampir saja menitikan air matanya.


" Well kita lihat, kondisi bayinya cukup sehat dan sudah terlihat jenis kelaminnya, apa kalian ingin mengetahuinya sekarang atau menunggunya sampai lahir agar menjadi kejutan nantinya.? " Ujar sang dokter membuat Risa dan Juan saling melirik satu sama lain


" Sekarang dok. " jawab mereka kompak


" Baiklah kalau begitu. Coba kalian perhatikan bayi yang ada di sebelah kiri ini, Dia berjenis kelamin perempuan sedangkan yang di sebelah kanan dia berjenis kelamin laki-laki, Itu artinya bayi kalian merupakan bayi kembar emas. " Jelas sang dokter


Raut wajah kebahagiaan Risa dan Juan terlihat dengan jelas, Risa menangis haru mendengarnya ia tak menyangka akan memiliki dua anak sekaligus dengan jenis kelamin yang berbeda, Ini merupakan sebuah anugerah terindah yang di berikan tuhan untuknya.


Setelah menyelesaikan USG hari ini, Keduanya segera meninggalkan rumah sakit namun saat keluar dari ruangan itu tak sengaja Risa melihat sosok Cindy yang juga keluar dari sebuah ruangan dokter kandungan, Rumah sakit itu memang memiliki tiga dokter kandungan dan ruangannya saling berdekatan satu sama lain, Saat Risa ingin menegur nya Cindy sudah pergi lewat jalur lain.


" Kenapa Cindy keluar dari ruangan dokter kandungan? Apa dia sedang hamil.? " Ucap Risa seketika membuat Juan terkejut


\*


Setibanya di sana, Kebetulan Cindy baru saja kembali dan saat melihat Juan turun dari mobil ia sempat terkejut dan tak mengira kalau pria itu akan datang sebelum dirinya memanggilnya datang. Juan tak ingin pembahasannya sampai di dengar oleh tetangga sehingga ia menarik lengan Cindy memasuki rumah wanita itu.


" Jelaskan padaku, untuk apa kau ke rumah sakit hari ini. ?" Tanya Juan setelah melepaskan tangannya dari Cindy


" Aku tidak menyangka kau akan datang sebelum aku memanggilmu. " Balasnya dengan wajah memelas


" Katakan.!!! " Gertak Juan kesal


" Aku positif hamil, dan ini semua karena kamu. " Jawabnya ketus


" Jangan mengada-ada, Kita bahkan tidak pernah melakukannya. "


" Kau mungkin tidak ingat karena saat itu kau mabuk, Aku pun seperti itu karena pengaruh obat. "


Juan mencoba untuk berpikir jernih, ia tak bisa melontarkan kata-kata lagi, saat ini ia ingin meledak dan marah mencoba mengingat kejadian malam itu sampai saat ini tak membuatnya ingat barang sedikitpun.


" Di mana pacarmu? Pasti dia ayah dari anak itu kan? Kau jangan menjebak ku tolong, istriku sedang hamil aku tidak mungkin... " Juan menggantungkan kalimatnya setelah ia merasa susunan kata-kata dalam pikirannya tiba-tiba menghilang


" Aku sudah putus dengan dia, dan sudah berpisah cukup lama, kalau kau tidak percaya lihat hasil check up hari ini. " Cindy menyerahkan selembar kertas check up nya pada Juan dan di terima pria itu dengan wajah penasaran ingin memastikan apakah ini kenyataan atau hanya sebuah mimpi di siang bolong.


Hasil dari kertas itu menyebutkan bahwa Cindy tengah hamil satu minggu dan kejadian waktu itu memang sudah dua bulan yang lalu, sangat berkemungkinan kalau Cindy tengah mengandung saat ini, Melihat dari tubuhnya yang masih sama saja membuat Juan berharap ini bukanlah kenyataan. Fi saat dirinya tidak ingat pernah melakukan nya kenyataan mengatakan hal yang sangat menakutkan, untuk tes DNA pun harus menunggu bayinya lahir dulu, Juan mulai ketakutan jika sampai Risa mengetahui tentang ini Risa pasti akan sangat sakit hati.


" Kau ingin aku melakukan apa? Tolong jangan memaksaku untuk menikahi mu. " Ucap Juan terdengar pasrah


" Aku tidak ingin membunuh bayi ini, Aku ingin dia lahir dan tumbuh menjadi anak yang sehat, Sebagai gantinya kau harus menikahi ku agar bayi ini bisa merasakan seorang ayah di sisinya. "


" Jangan gila, aku tidak mungkin melakukannya. "


" Aku tidak peduli, atau aku akan memberitahu Risa soal ini. "


" Jangan.., tolong jangan beritahu dia."


" Aku akan memberimu waktu untuk berpikir, Bulan depan aku akan mengundurkan diri dari perusahaan, Aku tidak akan memberitahu siapa-siapa soal kehamilanku ini, Dan memberimu waktu juga untuk menjelaskannya kepada Risa.