
Satu bulan kemudian, Risa telah berpergian cukup lama dengan maskapai barunya dan hari ini tiba saatnya Risa untuk libur meskipun hanya dua hari namun ia ingin menghabiskan waktu liburnya ini dengan baik, Setelah meninggalkan pesawat ia hanya menuju keluar bandara seorang diri sambil menarik kopernya, langkahnya tiba-tiba terhenti ketika melihat sosok yang sudah lama tidak di lihatnya bahkan selama sebulan ini dia tidak tahu kabar apapun tentangnya. Pria itu menatap Risa dengan mata yang berbinar seperti ingin menyampaikan sesuatu, Risa pun mencoba memberanikan diri menyapanya.
" Apa kabar capt,? " Tanya Risa ketika ia sudah tiba di depan Juan
Juan menatapnya lekat setelah itu mengalihkan pandangannya seakan tak ingin melihat keberadaan Risa saat ini, Tentu hal itu membuat Risa teringat saat penerbangan pertamanya di mana Juan mengabaikannya begitu saja, ia bahkan tak ingat pernah berbuat salah sampai membuat Juan bersikap seperti ini.
" Apa kau marah padaku karena aku pindah tidak memberitahumu dulu.? " Gumam Risa kali ini terdengar pasrah
Juan tetap tidak menjawab dan sebaliknya ingin pergi namun Risa dengan cepat menarik lengan Juan membuat pria itu menoleh ke arahnya lagi, Kali ini Risa menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca seperti tak ingin melihat pria itu mengabaikan nya lagi. Juan menangkis tangan Risa dan kembali melangkah meninggalkannya tanpa sepatah katapun.
" Kenapa kau bersikap seperti ini setelah sebelumnya sudah membuatku nyaman. " Sahut Risa sekilas membuat langkah Juan lagi-lagi tertahan namun terus melangkah secepat yang ia bisa
Seseorang tiba-tiba mengejutkan Risa dari belakang dengan pelukan hangat, Menyadari siapa yang memeluknya ia pun ikut bersorak gembira dengan berbalik lalu memeluk wanita yang baru saja mengejutkannya barusan.
" Aku sangat merindukanmu. " Gumam Maya dan di balas kalimat yang serupa dengan Risa
Setelah mereka melepas pelukannya, Risa mulai menanyakan kabar Maya dan yang lain dan mereka melanjutkan percakapan mereka sambil berjalan keluar bandara lebih tepatnya mencari taksi agar dapat pulang bersama. Setelah mereka keluar dan mendapatkan taksi, Maya menceritakan pengalamannya dalam penerbangan pertama menggunakan pesawat baru yang membuat Risa sedikit cemburu dengan keseruan yang di dapat oleh mereka.
" Kamu sendiri gimana pengamanan jadi Maitre d' cabin, seru nggak.? " Tanya Maya
" Begitulah, seru dan menyenangkan tapi aku benar-benar merindukan kalian terutama jalan-jalan ke berbagai tempat yang menarik. "
" Sayang sekali yah, Karena sibuk aku jadi tidak pernah mengabari mu.., bagaimana kalau liburan kali ini kita jalan bareng sama Kapten Alex dan Kapten Juan.? "
" Tapi May.. "
" Aku tahu kok kalau kalian berdua lagi ada sesuatu yang entah itu apa, kapten Alex memberitahuku kalau akhir-akhir ini Kapten Juan tidak fokus dan selalu emosi jika membahas soal kepindahan mu, Saat melihatmu di abaikan oleh Kapten Juan tadi aku merasa kalau kalian butuh waktu bertemu untuk membahasnya. "
" Jadi kau melihatnya. "
" Apa sebelumnya kalian pernah bertengkar.? " Tanya Maya kemudian
" Tidak, aku bahkan heran dengan sikapnya yang tiba-tiba seperti itu. " Balas Risa lirih
" Pokoknya besok yah, aku nggak mau ada penolakan. " Lontar Maya dengan paksa dan di balas anggukan pelan dari Risa
\*
Malam berganti sangat cepat dan semua orang sudah berada di tempat tidur untuk segera beristirahat setelah melakukan pekerjaan yang melelahkan, Terkecuali Risa yang saat ini masih stay di balkon kamarnya sembari menatap langit malam yang terlihat sangat Indah dengan taburan Bintang yang menghiasi langit yang gelap, Di tangannya sudah ada ponsel yang menampilkan papan untuk mengirim pesan, Risa menatap layar ponselnya setelah sebelumnya memberanikan diri untuk melakukannya.
Kini jemari lentiknya mulai mengetik satu persatu huruf yang di jadikan kalimat pertanyaan yang di mana pesan itu segera di kirimkan kepada Juan, Informasi telah berhasil terkirim baru saja di lihatnya dan entah kenapa rasanya sangat berat meskipun hanya mengirimkan pesan seputar kabar dari Juan. Setiap detik Risa melirik ponselnya berharap pesan tersebut segera mendapat balasan namun sampai sekarang belum di balas juga.
Risa menjatuhkan tubuhnya di atas kursi dan meletakkan ponsel tersebut di atas meja, ia mulai melipat kedua tangannya dan terus menatap ponsel itu, seakan seperti seorang penyihir yang jika membaca mantra maka yang di inginkan akan terwujud begitulah Risa saat ini yang sedang komat-kamit tidak jelas pada ponselnya.
" Ayo di balas dong.!!! " Sentaknya mulai kesal
Percuma, sudah sepuluh menit lebih dan pesan itu tidak mendapat balasan dari Juan, Risa pun mulai merasa kalau dirinya pasti pernah berbuat salah kepada pria itu sehingga dirinya di abaikan seperti ini. Tapi apa masalahnya, Ia sendiri tidak tahu dan bagaimana cara mencari tahunya kalau Juan saja sulit untuk di tanya.
Di tempat lain, seorang pria yang baru saja selesai berolahraga di tempat pelatihan kebugaran (GYM) baru saja mendapat ponselnya dan menerima pesan singkat yang membuat kedua matanya tiba-tiba sendu, ia menarik nafas panjang kemudian meletakkan Ponsel itu ke dalam tas nya, seseorang datang dan memberikan sebotol air seakan mengerti kalau saat ini dirinya sedang haus.
Alex dan Juan mendatangi GYM dari pukul delapan tadi hingga sudah hampir jam dua belas malam dan. Mereka belum juga pulang, Sebulan terbang dari satu negara lain ke negara lain membuat mereka jarang melakukan olahraga sehingga melampiaskannya tepat saat waktu libur tiba, Dan biasanya mereka akan pulang ketika mereka lelah.
" Besok kau ikut kan. " Ucap Alex sambil mengusap keringatnya menggunakan handuk kecil
" Apa kau bodoh, mana mungkin aku ikut dengan kalian berdua, kau ingin aku terlihat seperti pria menyedihkan tanpa pasangan. " Lontar Juan ketus
" Aku sama Maya tidak kencan kok, kami cuma mau quality time saja. "
" Bukannya sebulan ini kita sudah kemana-mana bareng, quality apanya. "
" Pokoknya besok kau harus datang ,kalau tidak aku tidak akan menjadi teman mu lagi." Alex meriah tas nya kemudian jalan duluan meninggalkan ruangan itu, Juan menatapnya aneh karena ini pertama kalinya Alex bersikap seperti seorang wanita
\*
Saat sedang asik-asik nya berdandan tiba-tiba saja satu pesan singkat masuk di ponsel Risa dan ia pun langsung mengeceknya, pesan itu datang dari Maya yang memberitahu kalau lokasi pertemuan mereka berada di cafe yang terletak di dekat bandara, Setelah membaca pesan tersebut ia pun kembali meletakkan ponselnya dan melanjutkan sedikit lagi riasan wajahnya.
Namun pandangan Risa tiba-tiba tertuju pada pesan singkatnya semalam yang sampai saat ini belum mendapatkan balasan, Risa tak mau berpikir yang tidak-tidak toh mereka akan bertemu nanti, menanyakannya secara langsung mungkin lebih baik dari pada bertanya lewat pesan singkat meskipun Risa tak yakin apakah Juan akan mendengarnya atau mengabaikannya lagi.
Tak memakan waktu lama, Risa pun telah selesai dengan make up yang tipis serta dress berwarna mocca dan rambut yang di biarkan terurai membuatnya hari ini terlihat sangat cantik, untuk ke sana Risa sudah menelpon taksi online dan saat ini taksi itu sudah berada di depan kost sehingga ia pun segera menuju taksi itu dengan cepat.
Sesampainya di cafe, Risa yang baru saja memasuki tempat itu langsung mengedarkan pandangannya mencari sosok yang ia kenal, dan dari arah jam 12 terlihat seorang wanita yang sedang melambaikan tangan pada Risa dan membuatnya membalas lambaian itu sambil berjalan ke arah sana. Setibanya Risa di sana ia disambut hangat oleh Maya dan Alex namun pandangan Risa terus mencari sosok Juan ya ng kabarnya juga akan datang hari ini.
" Itu Dia.! " Seru Maya ketika sosok Juan baru saja memasuki kafe, namun mereka bertiga langsung tertegun begitu melihat seorang wanita yang menyusul Juan dari belakang dan langsung meraih lengan Juan dan berjalan bersama
" Kenapa Karin ada bersamanya.? " Gumam Maya tak habis pikir
Ekspresi wajah Risa mendadak berubah begitu Juan dan Karin sudah berada di meja itu, Karin menyapa Risa karena sudah lama tak berjumpa sedangkan Juan yang tadinya sempat terkejut melihat kehadiran Risa segera memalingkan wajah dan melepas tangan Karin dari lengannya.
" Juan menghubungi untuk menemaninya bertemu kalian berdua, aku tidak menyangka kalau ternyata Risa akan datang juga. " Ucap Karin seketika membuat suasana berubah drastis
" Kita pesan makanan saja dulu, Ngobrolnya nanti saja. " Ucap Alex berusaha menghilangkan suasana aneh ini
Mereka berlima segera memesan menu makanan kesukaan mereka masing-masing, Risa terus menatap buku menunya dengan pikirannya sendiri bahkan ketika Maya memanggil namanya ia tak menoleh hingga akhirnya sebuah senggolan kecil berhasil menyadarkannya.
" Kamu mau pesan apa.? " tanya Maya kemudian
" Jus lemon sama pasta saja. " Balasnya pelan
Maya menyambungkan pesanan Risa pada pramusaji yang sudah menunggu sejak tadi, begitu semua pesanan terkumpul percakapan kembali di lanjutkan oleh Karin yang menanyakan pengalaman terbang Risa menjadi asisten pusher, dan Risa menjawab seadanya bahwa ia cukup senang meskipun ia sangat merindukan maskapai sebelumnya.
" Kamu merindukan kami semua atau hanya satu orang saja. ?" Tanya Karin terdengar menyindir
" Karin kau ini apa-apaan sih, tentu saja dia rindu kita semua. " sahut Maya cepat
" Aku bisa ke toilet sebentar. " Ucap Risa di balas anggukan cepat dari Maya
Risa bergegas pergi ke toilet dan setibanya di sana, ia hanya menatap dirinya lewat pantulan cermin dengan wajah sendu, Ada perasaan aneh yang mengganggunya saat ini namun ia tak tahu perasaan itu nyata atau hanya sebuah delusinya saja.
" Kau cemburu dengan kedatanganku dan Juan.? " Sahut seseorang berhasil membuat Risa terkejut
" Ka.. Karin.. " Ucapnya terbata-bata
" Aku tahu kalau kedatanganku dan Juan membuatmu kaget, karena sejak awal Maya dan Alex merencanakan pertemuan ini agar kalian bisa bertemu kan, sayangnya Juan mengajakku dan aku tidak bisa menolak. " Lontar Karin lagi
Di tempat lain, Juan saat ini sedang protes pada Maya dan Alex karena tidak memberitahunya bahwa Risa akan datang sehingga ia tidak perlu repot-repot mengajak Karin ke tempat ini, Juan kira Maya dan Alex hanya akan kencan jika dirinya ikut sehingga ia terpaksa mengajak Karin supaya ada yang menemaninya, tapi tak di sangka ketika ia tiba sosok Risa sudah ada di tempat itu.
" Kami pikir kau tidak akan datang jika kita memberitahumu yang sebenarnya. " Ucap Maya tertunduk lesu
" Sekarang apa rencana kalian, apa kalian ingin kita bertiga jalan-jalan bersama.? " Lanjut Juan ketus
" Katakan pada kami apa kau ingin bersama Risa atau tidak? Kalau kau mau jalan berdua dengannya maka aku dan Alex akan mengajak Karin pergi. " Usul Maya di balas anggukan setuju oleh Alex
" Tidak semudah itu, Karin wanita yang cerdas dia tidak mungkin mengikuti kalian jika ada aku di sini. " Balas Juan
" Katakan mau atau tidak.? " Ucap Maya menekankan kalimatnya
\*
Kembalinya Karin dan Risa baru saja membuat kedua wanita itu mencari sosok Alex dan Juan yang saat ini tidak berada di kursi mereka, Karin bertanya pada Maya tentang keberadaan mereka dan Maya mulai memasang wajah memelas kepada Karin dan mengatakan bahwa Juan dan Alex baru saja pergi karena ada panggilan darurat untuk para pilot. Karin yang kesal terpaksa meraih tasnya kemudian meninggalkan cafe itu tanpa basa-basi lagi, Sementara itu Risa yang bengong hanya dapat kembali duduk di tempatnya menyaksikan wajah Maya yang mendadak berubah setelah kepergian Karin barusan.
" Soal itu, sebenarnya aku ngebohongin Karin kalau Juan dan Alex pergi karena panggilan kapten Zain, nyatanya mereka hanya mengambil pesanan kita di sana. " Tunjuk Maya ke arah Juan dan Alex yang saat ini sedang menuju ke arah mereka
" Tapi kenapa harus mereka yang mengambil pesanan kita, bukannya ada pelayan.? "
" Kamu diam aja deh, ini tuh skenario aku sama Alex. "
Begitu Juan dan Alex tiba dan membawa pesanan mereka, Risa dan Juan yang duduk bersebelahan terlihat cukup canggung dan membuat Maya senyum-senyum gaje di hadapan mereka, Alex mulai bertanya kepada Maya apakah Karin benar-benar sudah pergi atau belum dan wanita itu membalasnya dengan cepat dan memberikan kode kepada Juan bahwa rencananya sukses.
\*
Hari itu di habiskan oleh mereka berempat dengan mendatangi berbagai tempat seperti kedai es krim, time zone, bioskop hingga mengunjungi pameran yang di adakan tepat di hari itu, Setelah cukup menghabiskan waktu bersama dan hari sudah mulai menjelang malam tiba saatnya untuk Maya dan Alex pulang secara terpisah sebenarnya ini adalah waktu yang mereka sisakan kepada Risa dan Juan untuk menyelesaikan masalah mereka berdua.
Kini tinggal Juan dan Risa yang berada di taman tempat terakhir mereka berpisah dengan dua sejoli yang sudah pergi barusan, Risa terlihat malu-malu untuk sekedar menatap Juan ia terus teringat dengan sikap Juan yang mengabaikan nya dua kali sampai pesan darinya pun tidak balas.
" Aku pamit pulang dulu, capt. " Lontar Risa pelan dan mulai berbalik meninggalkan Juan, namun tiba-tiba saja Juan menahannya sehingga membuat Risa menoleh dengan wajah yang terkejut.
" Bagaimana kalau kita jalan-jalan lagi, aku akan mengantar mu pulang nanti. " Sahut Juan, alih-alih menolak karena mengingat kejadian sebelumnya Risa justru mengiyakan ajakan Juan dan membalasnya dengan anggukan cepat di sertai senyuman manis di bibirnya.
Juan dan Risa mulai bergerak meninggalkan taman menuju mobil Juan yang ter parkir di seberang jalan, begitu keduanya sudah di dalam mobil, Juan langsung melaju menuju suatu tempat yang membuat Risa hanya dapat pasrah di bawa kemana. Hanya memerlukan waktu sekitar sepuluh menit keduanya tiba di salah satu tempat yang membuat Risa terkagum-kagum. Suasana kota Jakarta yang di lihat pada malam hari adalah yang terbaik.
Senyum manis Risa terus mengembang di sana membuat Juan yang berada di sebelahnya ikut tersenyum senang, Saat Risa menoleh dan kedua mata mereka saling melihat satu sama lain tiba-tiba saja perasaan aneh muncul lagi yang membuat Juan menoleh dengan cepat. Risa mulai tersenyum simpul dan ikut membuang muka.
" Kenapa pesanku tidak di balas.? " Tanya Risa lirih
" Aku tidak melihat ada pesan yang masuk. "
" kalau begitu kenapa saat di bandara kau bersikap seolah-olah tidak mengenalku. ?"
" Aku.. "
" Kalau kau tidak menyukaiku, kau boleh melakukan hal itu.. Tapi setelah apa yang kau lakukan padaku rasanya sangat menyakitkan jika di abaikan seperti ini. " Lanjut Risa sebelum Juan mengucapkan sesuatu
" Aku menyukaimu. " Lagi-lagi kedua manik mata mereka saling bertemu, Juan mulai grogi saat Risa menatapnya seperti itu dan sejurus kemudian ia sadar kalau kalimatnya barusan terdengar cukup ambigu
" Ma.. Maksudku aku mengabaikan mu bukan karena aku membencimu, hanya saja ada yang harus ku tepati. " Lanjut Juan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal
" Apa yang harus kau tepati sampai mengabaikan ku seperti ini. ?"
" Aku tidak mungkin bilang padamu kalau semua ini ku lakukan untukmu, Aku benar-benar dalam situasi yang buruk saat ini. " batin Juan
" Katakan, aku ingin tahu alasan yang jelas. " Sahut Risa terdengar mulai serius
" Aku melakukannya agar kau bisa tetap mengejar impianmu, " balas Juan dengan intonasi cepat dan tegas
" Kenapa harus dengan mengabaikan ku, sebelumnya kau mendukung ku hingga membuatku bisa terlepas dari trauma itu dan kenapa sekarang mendukung ku dengan cara yang berbeda. ?"
" Ini karena Dimas. " Ucap Juan sukses membuat Risa membelalak kaget
" Apa yang dia lakukan sampai kau menurutinya. ?"
" Dia tidak ingin kita dekat dan mencoba memisahkan aku dan kamu seperti saat ini, Dia berjanji tidak akan mengganggumu lagi jika aku menjauh darimu. " Jelas Juan pada akhrinya
Risa menyentuh kepalanya yang terasa pening setelah mendengar penjelasan Juan, ia tak habis pikir kalau semua ini adalah ulah Dimas, Risa mengira Dimas sudah berubah sejak saat itu tapi ternyata tidak dan bahkan lebih menjadi-jadi.
" Jangan dengarkan ucapan Dimas dan tetaplah dekat denganku." Ujar Risa seketika membuat Juan menoleh bingung
" Risa.. " Panggil Juan lembut
" Aku menyukaimu." Lanjutnya benar-benar membuat suasana di tempat itu benar-benar berubah, angin bertiup cukup kencang menerbangkan dedaunan yang kering ,dan saat ini Risa terlihat mematung tak dapat berkata-kata lagi.
" Mendengar mu mengatakan kalau aku harus tetap dekat denganmu tiba-tiba membuatku percaya diri untuk mengungkapkannya, Jujur aku sudah menyukaimu sejak lama bahkan sejak kita pertama kali bertemu, Aku melihatmu seperti seorang wanita yang tulus dan baik hati, Apa kau juga memiliki perasaan yang sama denganku.? " Tanya Juan menatap Risa lekat-lekat.
" Aku juga menyukai mu. " Jawab Risa tanpa basa-basi lagi
Juan terlihat sangat senang mendengar pengakuan Risa yang sama seperti yang ia rasakan, Perlahan tapi pasti Juan mendekati Risa dan memeluknya dengan erat, Risa membalas pelukan itu dan mula mendengar debaran jantung Juan yang berdetak tak karuan sama seperti debar jantung nya saat ini, di samping itu Risa tak merasa menyesal telah mengaku suka pada Juan, sebaliknya ia merasakan sesuatu yang sebelumnya terasa berat, kini menjadi ringan dan menyenangkan.
\*
Do you ever feel like a misfit?
Everything inside you is dark and twisted
Oh, but it's okay to be different
'Cause baby, so am I (So am I, so am I, so am I-I-I-I-I)
Can you hear the whispers all across the room?
You feel her eyes all over you like cheap perfume
You're beautiful, but misunderstood
So why you tryna be just like the neighborhood.
Dering ponsel milik Risa yang berjudul So am i dari penyanyi terkenal baru saja membuat wanita itu beranjak dari dapur menuju tempat tidur nya yang berjarak hanya satu meter itu.
" Halo. " Ucap Risa setelah melihat nama yang tertera di layar ponsel dan di jawabnya tanpa pikir panjang
" Aku merindukanmu. " balas seseorang di seberang sana
" Kita bahkan baru berpisah tiga puluh menit yang lalu, kenapa mengatakan rindu secepat itu.? "
" Pokoknya aku rindu, hari ini kita memang bersama cukup lama tapi saat bersama Maya dan Alex, dan setelah itu kita hanya menghabiskan waktu berdua hanya dua jam saja, aku tiba-tiba merindukanmu saat tiba di rumah. "
" Besok kita bisa bertemu lagi kan, kita harus kencan untuk hari pertama jadian. " Lanjut Juan seketika membuat Risa tersenyum malu, ia bahkan merasa aneh dengan kata jadian yang di ucapkan Juan barusan
" Baiklah, besok kita bisa pergi bersama lagi. " Balas Risa seketika membuat Juan kegirangan meskipun tidak membuat suara yang keras
" Sudah dulu yah, aku harus memberikan laporan pada atasanku perihal penerbangan kemarin. " Ujar Risa dan di balas sahutan lembut oleh Juan
Percakapan mereka berakhir dengan keduanya yang mematikan ponsel secara bersamaan sebab tak ada dari mereka yang mau mematikannya duluan sehingga Risa memberikan solusi untuk mengakhiri nya secara bersamaan.
Baru saja Risa meletakkan ponselnya tiba-tiba ponsel nya kembali berdering, Risa menoleh ke arah ponsel tersebut dan mendapatkan nomor yang tak di kenal di sana, Risa penasaran siapa yang menelpon nya dengan nomor baru namun ia tak ingin menjawab nya dengan sembarangan jika nomor tersebut tidak ada dalam kontak ponselnya. Secara bersamaan panggilan itu berkahir dan tidak ber dering lagi membuat Risa berpikir kalau itu hanyalah sebuah panggilan nyasar. #
Halo para pembaca yang baik dan Budiman, gimana nih ceritanya seru nggak ? Aku harap kalian suka yah, semoga sampai sini kalian bisa suka sama ceritanya, jangan lupa berikan like dan vote yah, dan satu lagi tolong sekiranya jangan memberikan komentar buruk atas karya ini, jika tidak suka cukup tidak usah baca jangan memberikan komentar yang bisa buat author sedih yah..
.
.
.
Stay safe and healthy guys
Love Author,