
Di like dulu dong baru lanjut bacanya :)
Waktu berjalan sangat cepat akhir-akhir ini dan saat ini Risa telah mengurus pemberhentian kontrak setelah dua tahun bekerja di penerbangan Indonesia, Banyak kenangan yang pastinya akan ia sangat rindukan jika dirinya sudah meninggalkan Indonesia, Sebelum meninggalkan Indonesia tercinta ini kedua orang tuanya pun akan datang melepas Putri semata wayang mereka pergi ke Brazil, untungnya mereka tidak mempermasalahkan keinginan Risa untuk ikut suaminya sebab asalkan Risa bahagia mereka pun ikut bahagia, Selain itu Juan juga akan datang menjemput Risa jika tugasnya telah selesai.
Sore itu setelah Risa menyelesaikan tugas terakhirnya ia berjalan sendirian sambil menarik kopernya, Tanpa sengaja Risa melihat sosok yang tak asing di penglihatannya di mana saat itu ia dengan cepat melangkahkan kakinya sambil memanggilnya, Pria yang baru saja di lihat oleh Risa tak lain adalah Juan, Sebelumnya Juan tidak memberitahunya kalau dia akan datang hari ini namun saat pria itu memasuki mobil langkahnya pun melambat, Terlebih lagi ketika ia melihat seorang wanita yang ikut memasuki taksi yang di tumpangi oleh Juan juga.
" Siapa dia.? " Tanya Risa dalam hati dan hanya dapat melihat kepergian taksi itu dengan wajah memelas.
Seseorang tiba-tiba saja menegur Risa setelah melihat wajah muram Risa, Wanita itu tersadar kemudian melemparkan senyum tipis pada Daniel. Karena arah rumah mereka sama, Daniel pun menawarkan Risa untuk pulang bersama dan Risa pun mengiyakan ajakan Daniel saat itu.
\*
Wanita itu menatap pintu apartemen nya dengan wajah penuh harap, Ia berharap jika setelah dirinya membuka pintu sosok yang ingin di lihatnya ada di dalam, dan setelah Risa membuka pintu suasananya masih sama saat dua hari lalu ia meninggalkan tempat itu, Risa sedikit khawatir dan mulai membuka sepatunya seraya menarik koper menuju kamar. Di sana Risa menjatuhkan tubuhnya dengan malas kemudian merogoh isi tasnya berusaha menemukan ponsel, Setelah itu ia melirik kontak Juan yang sampai hari ini belum ada balasan sejak semalam mereka saling mengirim kabar.
" Itu pasti bukan dia kan? Juan tidak akan datang tanpa bilang apa-apa padaku kan. Tapi kalau benar itu adalah dia, Siapa wanita yang bersamanya? Kenapa dia memakai seragam pramugari? " Semua pertanyaan yang aneh mulai bermunculan di pikiran Risa, ia sampai sakit kepala memikirkannya dan setelah beberapa lama suara pintu terbuka membuatnya terkejut dan bergegas melihat siapa yang datang.
Anehnya saat Risa menuju pintu ia tak melihat siapapun, Lalu siapa yang keluar barusan? Tak sengaja saat Risa melirik ke pantulan cermin dari arah belakang ada sesosok pria dengan topeng hitam yang mengendap-endap menghampirinya, dan dengan cepat Risa menghindar saat pria itu hampir memukulnya.
" Siapa kau.??? " Ucap Risa yang mulai ketakutan saat pria itu meliriknya dengan tajam
Tak ada kata ampun, pria yang di yakini seorang pencuri itu kembali mendekati Risa dengan pemukul yang ia pegang, Risa berusaha menghindar dengan berlari ke arah dapur dan mencoba mencari sesuatu untuk membuat pria itu tidak mendekatinya. Sayangnya Risa kurang cepat sehingga pria itu dengan mudahnya menangkap Risa dan mendorongnya ke lantai, Baru saja pria itu menghubungkan pemukulnya tiba-tiba saja di saat yang tepat seseorang datang bagaikan kilat menendang hingga membuat pria itu tak bergerak.
" Da-Daniel.. " ucap Risa sedikit lega ketika melihat pria itu datang di saat yang tepat
" Jangan bergerak atau tangan mu akan ku patahkan. " ucap Daniel ketus
Sepuluh menit sebelumnya, Setelah Daniel dan Risa pulang bersama secara tak sengaja Risa meninggalkan dompetnya dompetnya di dalam taksi sehingga Daniel terpaksa harus kembali mengantarnya, Dan saat Daniel menuju apa trem Risa ia tak sengaja melihat seorang pria berpakaian hitam keluar dari kamar apartemen wanita itu dan yang lebih anehnya lagi ia tetap berdiri seakan mengawasi sesuatu, Daniel pun mencoba cara untuk mengusirnya dengan berteriak maling sehingga membuat pria itu mendadak pergi. Begitu pria itu pergi Daniel pun masuk ke dalam apartemen Risa setelah merasa ada yang janggal, dan benar saja Risa dalam bahaya alias sedang di teror oleh dua orang pria yang tidak di kenalnya itu.
\*
Pria itu baru saja turun dari sebuah taksi yang di tumpanginya sambil menarik koper berwarna hitam menuju sebuah apartemen yang ada di hadapannya, Langkahnya perlahan melambat dan tatapannya pun terlihat terkejut tatkala melihat mobil polisi yang memarkir di pelataran apartemen, Ia melirik kamar yang berada di lantai 7 dengan perasaan yang kacau kemudian berlari secepat mungkin menuju salah satu kamar di apartemen tersebut.
Begitu tiba di lantai tujuh, kedua manik matanya langsung membulat sempurna dan ia pun segera memasuki kamar yang saat ini sedang ramai bahkan beberapa orang yang tinggal di apartemen yang sama pun terlihat melirik ke arah kamar yang baru saja di masuki oleh pria itu.
" Kapten Juan.? " Ucap Sabrina cukup terkejut melihat kehadirannya
" Apa yang sudah terjadi? " Tanya Juan menghampiri Risa yang nampak trauma di sebelah Daniel dan Sabrina
Kedua polisi yang mengintrogasi Daniel dan Risa pun pamit undur diri sebelum mereka menjelaskan apa yang sebenarnya sudah terjadi pada Risa, Juan menjatuhkan tubuhnya di hadapan Risa dan menggenggam kedua tangannya dengan erat seraya menatap wajah Risa yang masih memasang wajah sedihnya.
" Sebaiknya kita pulang, Kapten Juan sudah ada untuk menemaninya, " Ajak Sabrina pada Daniel dan langsung di setujui oleh pria itu
Setelah mereka pergi, Juan kembali menghampiri Risa dan membujuknya untuk menjelaskan apa yang telah terjadi padanya, Risa melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 9:00 malam, sudah lima jam yang lalu dan Juan baru saja kembali, ia tak menyangka kalau pria yang di lihatnya di bandara benar adalah Juan.
" Ada pencuri yang datang saat aku kembali dari bertugas. " Ucapnya pelan
" Benarkah? Kau tidak terluka kan? Apa kita perlu ke rumah sakit.? " Tanya Juan sangat khawatir
" Tidak perlu, aku baik-baik saja. Ngomong-ngomong kenapa kau tiba-tiba ada di sini? Bukannya kau sedang bertugas? " Tanya Risa mengalihkan topik.
" Soal itu, Kebetulan pesawatku tiba di Indonesia secara mendadak dan kebetulan sekali dengan berakhirnya kontrakmu kita bisa sama-sama kembali ke Brazil. " Jelas Juan kemudian
" Pesawat mu baru tiba malam ini.? " Lanjut Risa menatap Juan dengan cemas
" Kumohon jangan berbohong padaku. " Batin Risa
" Iya, pesawat ku tiba pukul delapan dan harus briefing di lanjut makan malam bersama setelah itu aku langsung kemari dan langsung terkejut saat melihat ada mobil polisi di luar " Sambung Juan namun tiba-tiba menghentikan ucapannya saat Risa beranjak dari tempat nya duduk.
" Kau mau kemana, aku bahkan belum selesai bicara.? " Sahut Juan menatap Risa heran
" Aku hanya lelah, boleh aku tidur duluan kita bisa bicara besok pagi. " Lontar Risa tanpa menoleh ke arah Juan.
Juan merasa ada yang aneh dengan sikap Risa yang tidak biasanya, Ia bahkan tak mengerti kenapa Risa tidak menyambutnya seperti biasa di mana Risa selalu memberikan senyuman manis serta pelukan hangat saat dia kembali tapi kali ini Risa tampak seperti orang lain di mata Juan.