
Setelah enam belas jam terbang kini pesawat tiba di bandara john f kennedy New York, Semua pramugari sibuk membantu para penumpang kecuali Risa yang saat itu sedang di hukum oleh Karin tidak boleh keluar dari banker sampai waktu briefing tiba. Risa melirik keluar jendela dengan tatapan sendu memikirkan tindakan bodohnya yang baru kali ini membuatnya di lihat buruk oleh para penumpang, namun sampai saat ini Risa masih merasa kalau penumpang pria itu benar-benar mengambil sesuatu dalam tas itu.
Suara ribut-ribut berhasil membuat Risa bergeming, suara itu berasal dari kabin kelas ekonomi di mana salah seorang wanita baru saja mengalami pencurian. Risa keluar untuk melihat keadaan tersebut dan setelah di lihatnya wanita yang tadi mengaku bahwa barangnya tidak hilang baru saja sadar kalau di dalam tasnya ada sebuah cincin berlian milik kakaknya yang ia sendiri baru saja ingat kalau cincin itu di bawanya untuk di kembalikan.
Melihat kursi penumpang pria tadi sudah kosong, Risa segera menyusulnya dengan menerobos jalur penumpang, Pandangan Risa mulai di perluas memperhatikan satu persatu para penumpang yang menyerupai pria itu. Firasat Risa kepadanya sangat besar dan kuat hingga ketika Risa berhasil keluar pesawat ia pun dengan cepat berlari mengejar seorang pria yang berjalan di rute lain membuat Risa dengan mudah mengetahui bahwa pria itu adalah pria yang sebelum nya di tuduh Risa sebagai pencurinya.
" Security please catch him, He is a thief. " Sahut Risa kepada dua orang security yang menjaga pintu kedatangan, Keduanya pun segera mengejar pria itu yang juga mendengar suara teriakan Risa.
Aksi kejar-kejaran pun terjadi di dalam bandara hingga melibatkan beberapa orang yang ikut membantu dalam menangkapnya, pria itu berhasil di tangkap oleh salah seorang pria besar dan langsung meringkuk nya di tempat. Risa yang telah sampai di hadapannya segera mengecek isi saku jasnya dan berhasil menemukan sebuah cincin berlian.
" Aku tarik ucapan maaf ku di pesawat tadi, Please bring him to office airport sir. " Perintah Risa pada dua security itu dan segera di laksanakan oleh keduanya.
Kapten Zain, Juan, Karin dan Risa saat ini berada di kantor pelayanan bandara untuk menindaklanjuti kasus pencurian yang berhasil di tangkap oleh Risa. Karena pria itu berkebangsaan Indonesia pihak bandara John f Kennedy memutuskan untuk memulangkan tersangka ke tanah air untuk di tindak lanjuti kejahatannya oleh perusahaan tempat Risa bekerja. Kapten zain selaku pemimpin tertinggi di maskapai itu memberikan apresiasi yang besar untuk Risa karena telah berani menangkap seorang pencuri, sementara itu Karin merasa bersalah telah menghukum Risa barusan dan meminta maaf saat itu juga.
Setelah semua beres Risa dan yang lain segera kembali ke hotel untuk beristirahat, Kapten Zain dan Juan sendiri harus kembali ke pesawat untuk mengecek beberapa hal begitu pun dengan Karin yang segera menyusul mereka. Risa harus kembali sendirian menuju kamar hotel dan untungnya sosok Maya yang Setia menunggu Risa sudah berdiri di pintu keluar sambil memegang kopernya dengan senyum yang merekah.
" Kamu hebat, Bisa menangkap pencurinya walaupun sebelumnya kamu di katakan yang tidak-tidak oleh pria itu. " Gumam Maya seketika membuat Risa tersipu malu.
" Karena kita sudah tiba di New York aku akan mengajakmu jalan-jalan ke beberapa tempat menarik, Ada Central Park yang bisa di kunjungi sore hari, di sana banyak orang dan jajanan khas kota New York yang enak-enak, Kita bisa tiba di hotel pukul 2 siang ini dan istirahat selama satu jam setelah itu kita bisa ke sana ahh aku jadi tidak sabar. " Ucap Maya yang lebih antusias ketimbang Risa yang baru pertama kali menginjakkan New York.