
Risa terlihat sedang sibuk mengawasi kabin kelas ekonomi dan tak sengaja menangkap sosok yang mencurigakan tengah melakukan aksinya, Seorang pria yang tengah duduk di kursi nomor delapan di kursi tengah terlihat sedang mengotak-atik sebuah tas wanita. di lihat dari tingkah lakunya Risa dapat menyimpulkan bahwa pria itu bukanlah pemilik tas sebab dua kursi di sebelahnya nampak kosong sehingga Risa pun datang dan berusaha bicara baik-baik dengannya.
" Maaf pak mau tanya, Bapak naik pesawat ini sama siapa yah.? " Tanya Risa sangat hati-hati.
Pria itu terlihat cukup panik saat Risa datang namun tetap bersikap biasa saja dan menjawab bahwa dirinya datang sendirian, Risa mengangguk paham dan menanyakan keberadaan dua orang di sebelah pria itu.
" Mereka sedang ke toilet. " Jawabnya cepat dan berani menatap langsung mata Risa.
" Maaf menganggu waktu anda, silahkan nikmati penerbangannya pak. " Lanjut Risa beranjak pergi namun masih memperhatikan sikap pria itu.
Setelah beberapa saat meninggalkan pria itu, Risa masih memperhatikannya melalui tirai antara kabin penumpang dan dapur pesawat, Anehnya pria itu kembali merogoh isi tas wanita itu dan setelah beberapa saat pemilik tas kembali bersama anaknya dan duduk manis tanpa mengecek isi tasnya.
Risa yang mulai merasa tidak enak berdiam diri terus akhirnya menghampiri kursi penumpang itu lagi, Pria tadi menatap Risa heran ketika wanita itu sudah berada di hadapan nya. Dan sejurus kemudian Risa meminta kepada pria itu untuk mengeluarkan isi saku jasnya dan membuat semua orang mendadak menatap mereka dengan tatapan kebingungan.
" Apa-apaan ini, kenapa kamu menyuruh saya untuk mengeluarkan isi dalam saku saya? " Lontar pria itu seakan tak terima dengan permintaan Risa.
" Saya lihat dengan mata kepala saya sendiri kalau anda mengambil sesuatu dari dalam tas ibu ini. " Ucap Risa membuat wanita itu segera mengecek isi tasnya memastikan apakah barangnya ada yang hilang atau tidak
" Eh mbak, kamu harus sopan ya sama penumpang, jangan sembarangan nuduh kalau nggak ada bukti. " Pria itu mulai kesal dan menunjuk Risa dengan geram.
" Nggak ada tuh mbak, saya nggak merasa kehilangan sesuatu. " Jawab wanita itu sontak membuat Risa terkejut sebab ia sangat yakin kalau pria di sebelah wanita itu mengambil sesuatu dalam isi tasnya.
" Tuh kan, makanya mbak kalau nggak ada bukti jangan asal nuduh, saya bisa melaporkan kelakuan mbak yah biar di pecat sekalian. "
" Ada apa ini Ris.?" Sahut seseorang yang tak lain adalah Karin
" Maaf pak saya salah, Mungkin saya salah lihat tadi, saya minta maaf. " Ucap Risa menunduk bersalah kepada pria itu.
" Dengan maaf saja nggak bisa buat rasa malu saya hilang ya mbak, Semua orang di kabin ini melihat saya dengan tatapan aneh, kamu pikir dengan maaf saja bisa membuat sakit hati saya hilang.!!! "
" Maafkan kru kami pak kalau dia tidak sengaja melakukannya, Dengan ketentuan penerbangan saya akan memberi hukuman untuk Risa karena telah membuat anda malu seperti ini. " Ucap Karin berusaha menengahi permasalahan yang terjadi.
" Tolong hukum dia seberat-beratnya, Kalau pramugari nya seperti ini bisa-bisa semua penumpang tidak betah naik di pesawat ini. " Lanjut pria itu kembali duduk di kursinya, Karin menundukkan kepala meminta maaf kepada pria itu dan semua penumpang yang menyaksikan hal tersebut begitu pun dengan Risa.
Begitu Risa dan Karin kembali ke kabin belakang ia langsung memarahi Risa karena telah membuat nama maskapai mereka buruk, Risa hanya dapat menunduk pasrah dan terus menerus meminta maaf atas kesalahannya itu. Setelah Karin memarahi Risa cukup banyak ia pun kembali ke kabin depan dengan memberikan sanksi kepada Risa untuk tetap berada di banker sampai penerbangan ini selesai.