My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
97



Tok.. Tok.. Tok..


Risa segera menyeret kakinya untuk membuka pintu, Salah satu asisten rumah tangganya memberitahu kalau Cindy tidak ada di kamarnya saat ia berusaha membawakan sarapan, Mendengar hal itu Risa segera turun untuk mengeceknya dan benar saja, sebagian barang-barang Cindy di bawa pergi dan hanya menyisakan beberapa barang-barang yang tidak penting, Risa mulai cemas dan bingung harus mencarinya di mana.


Saat hendak keluar kamar, ia tak sengaja mendapat sepucuk surat yang tergeletak di atas meja rias, Risa meliriknya dan mendapati namanya di surat itu yang artinya surat itu sengaja di tinggal Cindy untuknya. Dengan cepat Risa merobek amplopnya dan mengeluarkan isi suratnya.


Untuk Risa & Juan


Maafkan aku jika selama ini aku membuat kalian susah, Sejujurnya aku melakukan ini hanya untuk melindungi anak yang ku kandung, Ayah dari anak ini memang bukan Juan melainkan mantan pacarku yang pergi meninggalkan ku setelah ia melakukan hal ini padaku, Ku pikir dia akan datang dan bertanggung jawab akan tetapi tidak, Sampai saat di mana aku mulai putus asa dan ingin rasanya melenyapkan bayi ini, tapi aku tidak sanggup saat mencoba melakukannya hingga akhirnya aku melihat Juan, dan malam itu aku sengaja membiusnya untuk membuatnya bertanggung jawab, jujur saat itu sangat berat bagiku untuk melakukannya tapi karena aku tidak bisa melenyapkan bayi ini dan tentunya aku juga tidak bisa hidup sendirian tanpa seseorang yang menjamin hidupku, hingga akhirnya aku menjebak Juan untuk bertanggung jawab, aku benar-benar minta maaf dan saat ini aku benar-benar malu untuk bertemu kalian, Aku memutuskan untuk meninggalkan kalian, aku akan mengirimkan surat cerai untuk Juan jadi kau tidak perlu repot-repot mengurusnya., sekali lagi maaf dan terima kasih atas segalanya.


Tak terasa air mata Risa mengalir begitu membaca isi pesan Cindy yang mengandung bawang, Ia tak menyangka kalau wanita itu akan semenderita dari cerita yang di jelaskan nya pada isi surat, Jika tahu begini mungkin Risa tidak akan menampakan rasa kebencian yang besar pada Cindy, Dengan kepergian Cindy yang mendadak, Risa mencoba untuk menghubungi nya siapa tahu masih sempat, Ia tak ingin Cindy melahirkan sendirian setidaknya ia bisa melahirkan bersama orang-orang terdekatnya, Selain mereka tidak ada orang lain dan kedua orang tuanya di Indonesia pun mana mungkin Cindy pulang untuk menemuinya.


Risa meminta ketiga asisten rumah tangganya untuk membantunya mencari Cindy di sekitar perumahan, Ia tak tahu kapan Cindy keluar meninggalkan rumah, namun Risa berharap jika Cindy baru-baru saja pergi itu artinya dia masih berada tak jauh dari rumah. Dan siang itu di juga Risa dan ketiga asistennya mencari keberadaan Cindy, Sesekali Risa istirahat ketika merasa lelah ia bahkan masih memegang surat itu, dan setelah beberapa kali mencari di sekitar perumahan dan tak mendapat kabar apapun dari orang-orang yang sekiranya melihat sosok Cindy, Risa pun harus pulang dan harus menerima kenyataan yang pahit atas kepergian Cindy.


 



 


Risa terlihat mondar-mandir di ruang tamu sambil menunggu kepulangan Juan dari bandara, rasa cemas sudah menghantui Risa sejak siang, ia ingin Juan secepatnya kembali sehingga mereka bisa ke kantor polisi untuk membantunya dalam pencarian Cindy. Mendengar suara mesin mobil yang memasuki pelataran rumah, Risa pun langsung keluar dan menemui Juan, Sebelumnya ia tak memberitahu apapun pada Juan karena tak ingin membuatnya sampai terganggu saat bertugas.


" Juan, lihat ini cepat.!! " Ucap Risa yang keluar dengan tergesa-gesa membawa selembar kertas padanya


" Apa ini. ?" Tanya Juan penasaran


Juan mulai membaca isi surat peninggalan Cindy, perlahan kedua matanya tampak membesar karena terkejut pada isi suratnya, Setelah Juan membacanya Risa segera mengajaknya untuk kembali mencari Cindy sekaligus melaporkan kasus orang hilang pada polisi, Tanpa berpikir panjang lagi Juan dan Risa segera meluncur meninggalkan pelataran rumah, sepanjang jalan Juan menanyakan kronologi hilangnya Cindy pada Risa, namun karena Risa juga tidak tahu alhasil Juan tidak mendapatkan jawaban yang dapat membuat nya menemui kan bukti keberadaan Cindy.


Setibanya di kantor polisi, Mereka langsung melaporkan kasus hilangnya Cindy pada seorang kepala polisi di sana, setelah memberikan laporan maka malam itu juga mereka mencari keberadaan Cindy di beberapa tempat yang ada di Sao Bernardo. Juan dan Risa pun tetap ikut mencari, Juan hanya mendatangi beberapa tempat sekiranya menjadi tempat yang di singgahi oleh Cindy, namun tak ada satupun dari tempat yang mereka datangi ada tanda-tanda keberadaan Cindy.


" Apa yang harus kita lakukan, bagaimana nasib Cindy? Dia sedang hamil, aku takut sesuatu terjadi padanya. " Ucap Risa


Saat ini mereka hanya dapat berharap Cindy secepatnya ketemu, Alangkah lebih baiknya lagi jika dia pulang sendiri setelah merasa lelah mencari tempat tinggal, Di saat semestinya Risa dan Juan membiarkan wanita yang sudah membohongi mereka itu pergi sebaliknya mereka ingin Cindy segera kembali dan bersama-sama meluruskan masalah yang sudah terjadi sebelumnya.


 



 


Tiga bulan telah berlalu dan masa pencarian Cindy tetap berlanjut, Sampai saat ini wanita itu belum juga di temukan hingga pihak kepolisian memutuskan untuk berhenti menangani kasus ini, Terpaksa Risa dan Juan harus gigit jari menerima nasib seperti ini, Mereka juga merasa lelah mencari keberadaan nya selama tiga bulan ini, bahkan Risa yang sudah hamil tua seperti ini terkadang meminta untuk ikut dalam mencarinya, setidaknya ada kabar bahwa dia baik-baik saja sekarang sehingga tidak membuat Risa dan Juan khawatir.


Pagi ini Juan akan berangkat bertugas lagi, Usia kandungan Risa yang sudah sembilan bulan memerlukan perhatian lebih, karena dokter juga telah mewanti-wanti agar Risa tidak kemana-mana di minggu dirinya akan melahirkan, Maka dari itu Juan meminta Diana untuk datang menemani Risa selama ia pergi untuk bertugas.


" Jaga dirimu baik-baik dan jangan kemana-mana untuk saat ini, oke. " pesan Juan sebelum ia meninggalkan Risa


" Apa kau tidak bisa meninggal tugasmu untuk minggu ini.? " Tanya Risa seakan tak bisa di tinggal oleh Juan kali ini


" Maafkan aku, Tapi ini tugas yang cukup penting, Pesawat yang ku bawa nanti merupakan pesawat orang-orang penting di Brazil, Tapi kau tenang saja, aku akan kembali setelah menyelesaikannya, dokter bilang kau di perkirakan melahirkan tiga hari lagi jadi aku akan pulang sebelum itu, oke. "


Risa hanya mengangguk pelan menerima segala ucapan suaminya dan melihat Risa memasang wajah cemberut seperti itu sukses membuat Juan gemas dan menciumnya sekilas setelah itu Juan pergi dan membuat Risa di tinggal di saat-saat seperti ini, Risa takut dan juga khawatir saat melahirkan nanti ia tak bisa di temani oleh Juan, Dalam benak ia mempermasalahkan tugas yang di dapat oleh Juan di minggu dirinya akan melahirkan ini.


 



 


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak, Like dong ayo di like... biar author senang kalian juga senang