
" Kapten Juan?. " Ucap Risa yang hanya dapat melongo dengan kehadirannya saat itu.
" Maaf sudah membuatmu mengatasi masalah ini sendiri, Ku dengar penumpang ini adalah warga Brazil yang datang sendirian ke Italia. Dan aku tidak tahu bagaimana ia bisa sampai ke sini dengan usianya yang setua ini. " Ucap Juan yang sudah berada di sebelah Risa setelah meletakkan keranjang buah yang di bawanya.
" Anda bisa bicara dengannya, Silahkan. " Risa menyingkir dari kursinya membiarkan Juan yang duduk menggantikannya, sementara itu ia pindah di sofa yang tertera di ruangan itu juga.
Juan mulai berkomunikasi dengan wanita itu menggunakan bahasa Portugis, keduanya terlihat sudah akrab satu sama lain membuat Risa hanya dapat terdiam dan menunggu sampai percakapan mereka selesai.
Melihat Juan yang beranjak dari kursinya dan menghampiri Risa membuat wanita itu merubah posisi duduknya dan menatap Juan dengan rasa penasaran yang sangat tinggi, Hingga akhirnya Juan duduk di sebelahnya sambil melihat wanita tua itu yang kembali berbaring di tempat tidurnya.
" Namanya adalah Belmira Anderta dia warga negara Brazil tepatnya di Sao Paulo, Alasan dia bisa berada di pesawat karena ingin ke Italia bersama anaknya. Dia bilang anaknya berada di kelas bisnis itu sebabnya mereka tidak bersama.., Tapi aku curiga ada sesuatu yang terjadi antara Wanita ini dengan anaknya, Aku akan menelpon pihak bandara untuk melihat daftar penumpang atas nama marga yang sama, Kau bisa menemaninya dulu kan ?" Tanya Juan menatap Risa lembut.
Risa terdiam sejenak ketika pria itu menatapnya, Sejurus kemudian ia mengangguk dan Juan pun mulai beranjak dari sofa menghampiri Belmira sembari mengatakan sesuatu yang membuat Belmira melirik Risa dengan senyuman yang sulit di artikan.
**
Malam harinya Risa kembali dari hotel untuk berganti baju dan kembali ke rumah sakit dengan stelan kasual, Ketika ia memasuki kamar Belmira ia melihat wanita tua itu sedang tertidur pulas yang membuat Risa bergerak untuk memasangkan selimut agar dapat menutupi seluruh tubuhnya. Kemudian Risa duduk di sebelah nya memperhatikan wajah Belmira dengan tatapan lembut, padahal Risa tidak mempunyai hubungan apa-apa dengan wanita itu tapi ia sudah memperlakukan Belmira seperti neneknya sendiri.
" Aku penasaran bagaimana anakmu tega meninggalkanmu seorang diri? " Gumam Risa yang tak menyadari kalau di ambang pintu sudah ada Juan yang mendengar ucapannya barusan.
" Ehemm.. " Risa menoleh dengan wajah terkejut sementara Juan menghampiri nya sambil membawa dua cup kopi dan di berikan kepada Risa satu.
" Bisa bicara di luar. " Ajak Juan dan langsung di turuti oleh Risa.
Keduanya berjalan secara terpisah menuju lobby di mana suasana saat itu sedang sepi, Juan menyuruh Risa untuk duduk di sebelahnya karena ada informasi yang akan di sampaikan Juan tentang Belmira.
" Sebenarnya, Dia tidak datang bersama anaknya melainkan dia naik pesawat itu sendirian, Aku sudah menghubungi pihak bandara Sao Paulo untuk mencari keluarga Nenek itu, Sepertinya dia sengaja di terbangkan ke Itali oleh anaknya. " Jelas Juan sukses membuat Risa tak percaya mendengar hal itu sekaligus kasihan pada Belmira.
" Apa alasanmu sampai ingin menemani nenek ini di saat semua orang tidak ada yang berani mengajukan diri? " Tanya Juan penasaran.
" Aku melihat nenek itu seperti mendiang nenekku, Dia mungkin sudah seumuran nenek itu kalau masih hidup, Instingku berkata aku harus merawatnya sampai anaknya datang menjemput dan membawa nya pulang. " Jawab Risa kemudian.
" Aku sudah mendengar tentang mu dari Karin, Aku tidak menyangka kalau kau dekat dengan Direktur pelayanan, Apa kau masih memiliki hubungan dengannya? " Tanya Juan yang membuat Risa menatapnya heran.
" kenapa anda tiba-tiba bertanya soal itu.? "
" Jawab saja, soalnya aku penasaran. "
" Aku dan Pak Dimas sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi, Kami bahkan sudah tidak pernah berkomunikasi lagi. "
" Ku dengar pernikahannya dengan model itu di tunda, Apa kau tidak merasa aneh soal itu. ?"
" Benarkah? Pernikahannya di tunda ???" Ucap Risa dengan kedua mata yang membulat sempurna.
" Lihat , kau sangat terkejut yang menandakan kalau kau masih peduli padanya. "
Risa memalingkan wajahnya yang mulai merah padam, Sejenak entah mengapa ia merasa senang kalau Dimas menunda pernikahan nya namun rasa malu akan sikapnya di depan Juan barusan membuat Risa benar-benar kehilangan kendali.
" Aku bercanda, " Lanjut Juan bangkit dari kursinya dan mengusap kepala Risa pelan sambil berjalan meninggalkannya.
Risa terdiam menatap punggung pria itu, masih ada kehangatan di kepalanya saat Juan sudah menghilang dari balik koridor, Risa bingung sekaligus heran dengan sikap Juan yang aneh, Tapi Risa tak mau memikirkan yang tidak-tidak dan bergegas mengejar langkah Juan kembali ke kamar Belmira.