My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
98



Seakan tak mau menyerah dalam mencari keberadaan Cindy, Risa sengaja memosting foto Cindy sebagai bentuk perhatiannya untuk segera menemukan wanita itu, Risa berharap orang-orang di sosial media sekiranya pernah bertemu dengan Cindy sehingga ia dengan cepat mendapatkan bukti keberadaan nya saat ini.


Sudah dua jam sejak Juan pergi bertugas dan sampai saat ini Diana belum datang juga, di saat Risa hendak pergi ke dapur untuk minum ia tiba-tiba saja merasa sakit perut yang amat sangat, Baru berjalan sebentar tubuhnya melemas dan membuatnya tersungkur ke lantai, Ia berusaha memanggil-manggil asisten rumah tangganya namun dengan suara yang seperti tertahan itu tentu tidak akan di dengar oleh mereka yang berada di lantai bawah.


Rasa sakitnya semakin menjadi-jadi dan perlahan Risa merasakan sesuatu yang hangat mengalir di kakinya, Ia melihat cairan bening yang di duga adalah air ketuban yang di mana saat ini waktu melahirkannya telah tiba, Risa kaget karena perkiraan dokter dia akan melahirkan tiga hari lagi tapi kenapa tiba-tiba hal ini terjadi, Suara Diana yang baru datang seakan memberikan keajaiban untuk Risa, wanita itu langsung ke atas saat melihat tak ada Risa di bawah.


" Ya tuhan, Risa..!!! " Ucap Diana sangat terkejut dan langsung menghampiri Risa yang menahan rasa sakitnya


Diana segera memanggil ketiga asisten rumah tangga Risa untuk membantu nya ke mobil, Diana akan membawa Risa ke rumah sakit tanpa menelpon mobil ambulans lagi. Dengan bantuan mereka berempat, kini Risa sudah berada di mobil dan Diana dengan cepat melajukan mobilnya ke rumah sakit.


" Bagaimana mungkin Juan bisa pergi di saat kau akan melahirkan seperti ini. " Omel Diana di sepanjang jalan


" Juan tidak salah, dia bahkan sudah berjanji akan datang karena prediksi melahirkan tiga hari lagi, tapi entah kenapa kontraksi nya muncul sekarang bahkan air ketubannya sudah pecah. "


" Ini bisa gawat jika di biarkan lama-lama, Bertahan lah Risa aku akan secepatnya sampai di rumah sakit. "


Di perjalanan menuju rumah sakit, Diana tak lupa memberitahu Juan bahwa saat ini Risa akan melahirkan, tak peduli saat ini Juan sedang bersiap-siap untuk terbang atau tidak yang terpenting dia harus tahu kalau istrinya akan segera melahirkan.


 



 


Setibanya di rumah sakit, Risa memasuki ruang operasi atas perintah dokter saat ini tubuhnya sangat lemas dan tidak memungkinkan melakukan lahiran normal sehingga operasi caesar adalah jalan satu-satunya, ketika memasuki ruangan operasi kesadaran Risa yang masih ada setengah terlihat ketakutan dan berharap Juan ada bersamanya sejujurnya Risa takut berada di ruangan itu tanpa pendamping merasakan dinginnya ruang operasi meskipun banyak dokter yang menanganinya ia tetap saja merasa sendirian.


Saat ia di baringkan di meja operasi, Lampu-lampu yang ada di atasnya terlihat masih redup dan perlahan menyalah sangat terang membuat matanya silau dengan cahaya lampu itu, para dokter sedang melakukan tugasnya masing-masing mulai dari menyuntikkan anastesi dan obat bius untuk menghilangkan rasa sakit yang di rasakan Risa saat operasi nanti.


Sebagian tubuhnya mati rasa dan sebagian lagi masih dapat merasakan sakit dengan normal, belum apa-apa Risa sudah sangat gugup hingga seorang asisten dokter menyarankannya untuk tenang, Risa menutup matanya dan mencoba memikirkan hal-hal yang menarik untuk menghilangkan rasa cemasnya itu hingga seseorang tiba-tiba muncul dan menggenggam tangannya erat, Risa membuka kedua matanya dan mendapati sosok Juan, awalnya ia mengira ini hanya sebuah ilusi karena terlalu banyak memikirkan Juan tapi ternyata tidak.


" Aku di sini, jangan khawatir, kau pasti bisa." Ucap Juan seakan memberikan kekuatan pada Risa yang akan menjalani operasinya.


Hari ini Juan batal bertugas karena suatu alasan dan saat perjalanan pulang dia mendapat pesan dari Diana bahwa Risa akan melahirkan sehingga dirinya langsung meluncur menuju rumah sakit dengan perasaan campur aduk, dan saat ini dia menemani Risa di ruang operasi mencoba membuatnya rileks hingga beberapa saat kemudian suara tangisan bayi memecah keheningan, Juan bangkit dan melihat seorang bayi yang menangis sangat keras di gendong oleh dokter yang berhasil mengeluarkannya dari perut Risa.


Juan mendekatkan bayinya pada Risa yang sudah bertahan sampai detik ini, wajah cantik anaknya nampak seperti perpaduan Risa dan Juan, Risa sampai menangis terharu melihat putrinya yang lahir dengan selamat.


" Terima kasih karena sudah memberikan Putri yang sangat cantik, Terima kasih juga karena sudah bertahan. " Ucap Juan membelai lembut kepala Risa


" Kau ingin memberikan nama apa untuknya.? " Tanya Risa kemudian


" Jennie. " Ucap Risa merasa kalau nama itu sangatlah cocok untuk putrinya


" Nama yang cantik. " Balas Juan kembali memperhatikan wajah Jennie kemudian mengecupnya dengan lembut.


 



 


Setelah kelahiran anak perempuannya, Risa dan Juan berhenti mencari Cindy dan kembali fokus dengan keluarga kecil mereka, bahkan setelah sebulan memiliki anak mereka kembali ke Indonesia sesuai janji mereka terhadap kedua orang tua Risa yang di mana kali ini mereka lah yang datang berkunjung. Setibanya di Surabaya kejutan tak terduga telah di siapkan mereka untuk menyambut cucu pertama mereka, semua orang yang tinggal di kompleks itu pun berbondong-bondong datang hanya ingin melihat Putri Risa.


Juan dan Risa hanya dapat tersenyum paksa saat satu persatu dari mereka datang dan mengucapkan selamat, Sebenarnya bukan hanya Putri Risa saja yang ingin mereka lihat melainkan Juan juga, Wajah tampan Juan seakan tak lekang oleh waktu bahkan ibu-ibu kompleks meminta trik jitu pada Risa bagaimana cara mendapatkan seorang Juan untuk di ikuti mereka agar anak-anak mereka juga mendapatkan menantu yang tampan seperti Juan, bahkan mereka juga meminta Juan untuk mengenalkan saudara, teman atau tetangga Juan di Brazil.


Baru satu hari datang mereka sudah lelah akibat ulah para tetangganya, Sehingga mereka memutuskan untuk masuk dan beristirahat selagi kedua orang tuanya yang melayani para tamu, Sebenarnya ini adalah ide mama Risa yang senang memamerkan menantunya, Sedangkan Papa Risa yang ikut masuk ke dalam tiba-tiba mempertanyakan soal Cindy. Sebelumnya mereka memang tidak memberitahu soal kebohongan Cindy pada mereka dan hari ini Juan menjelaskan semuanya dengan rinci pada Papa mertuanya, dan setelah mendengar kebenaran tersebut ia pun meminta maaf pada Juan.


" Tidak apa-apa pah, aku tahu perasaanmu waktu itu, aku juga minta maaf karena terlambat memberitahumu. " Ucap Juan


" Lalu di mana wanita itu? Apa dia sudah menemukan ayah dari anaknya.?" rupanya papa Risa juga ikut khawatir pada Cindy, namun karena Juan dan Risa tidak mengetahui keberadaan nya ia jadi tidak bisa menjawab pertanyaan papa barusan.


" Jennie cucu kakek, sini gendong. " Papa Risa beralih pada Jennie begitu melihat sang cucu tersenyum ke arahnya, Risa menyerahkan Jennie pada Papanya dan merasa senang ketika melihat beliau tersenyum lebar hanya dengan menggendong Jennie.


Pemandangan seperti ini sangatlah menyentuh hati, Setelah menjadi seorang ibu, Risa mendapatkan banyak pengalaman baru dan ia pun sudah mendapatkan jawaban atas impiannya selama ini, di mana dia akan tetap menjadi seorang pramugari lagi setelah ini.