My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
95



Rumah terasa kembali sepi setelah Juan dan Jane pergi, dua asisten rumah tangga Risa sedang cuti untuk bertemu keluarganya sementara yang satunya pergi keluar karena suatu urusan, Kini tinggal Risa dan Cindy yang ada di rumah. Dari arah ruang santai Risa dapat melihat pergerakan Cindy yang terus menerus keluar masuk kamar untuk mengambil beberapa cemilan di dapur, Wanita itu tak sadar kalau Risa sedang mengintainya untuk mencari gerak-gerik apalagi yang mencurigakan dari Cindy.


Saat Cindy tersadar ada yang tengah memperhatikannya ia pun menoleh namun secara bersamaan Risa memalingkan pandangannya dan beralih melirik sebuah buku yang kebetulan ada di sebelahnya, Setelah Cindy kembali masuk ke dalam ia pun mencoba untuk memikirkan cara untuk menguak kebohongan Cindy, Risa punya target harus menguak semuanya sebelum Juan kembali nanti, sehingga ketika semua sudah terbongkar saatnya untuk mengusir wanita itu dari rumah.


Kali ini Risa ingin berperan menjadi orang jahat yang tak kenal ampun, dan jika memang kecurigaannya selama ini benar ia akan sangat membenci Cindy, Lebih membencinya dari pada saat pertama kali Risa mendengar kabar kehamilannya. Tak menunggu waktu lama Risa berpikir untuk mengunjungi rumah sakit dan mencari informasi tentang Cindy ke dokter kandungannya dan tentang dokter yang melarikan diri itu. Karena Risa tak ingin membuat Cindy tahu dengan kepergiannya ia pun pergi dengan sangat hati-hati dan sebelum pergi ia sempat mengirimkan pesan pada asistennya yang sedang keluar untuk bekerja sama dengannya jika Cindy mencarinya maka dia hanya perlu mengatakan bahwa Risa sedang istirahat di kamar dan tidak ingin di ganggu.



Setibanya di rumah sakit, Risa mencoba mencari seseorang yang dapat di tempati nya untuk bertanya, Saat itu kebetulan ia melihat dua orang perawat yang sedang istirahat di taman rumah sakit, ia pun menghampiri mereka dengan ramah dan tak lupa Risa memperkenalkan dirinya di hadapan dua perawat itu, untungnya mereka sangat ramah dan menyambut Risa dengan baik.


" Maaf apa kalian mengenal dokter kandungan yang melarikan diri karena kasus suap kemarin. ?" Tanya Risa membuat mereka mengernyit heran, mungkin karena mereka pikir Risa siapa sehingga menanyakan soal dokter itu


" Sampai saat ini dia belum di temukan, Entah ada di mana bahkan pihak kepolisian hampir menyerah mencarinya. " jawab salah satu dari mereka yang membuat Risa lega karena mendapat respon dari mereka


" Memangnya kenapa? Apa kau salah satu pasiennya yang tertipu? " Tanya seorang suster di sebelahnya


" Ah..tidak, dia bukan dokter kandunganku. " jawab Risa cepat


Setelah mendapat informasi yang itu itu saja, Risa pun mencoba pergi dan mencari dokter kandungannya, ia berharap dokter itu mau bekerja sama dengan nya.



" Dokter, Arisa Naomi ingin menemui anda. " Ucap salah seorang asisten dokter kandungan Risa


" Loh ini kan bukan jadwal check up nya. " Balas sang dokter sambil mengecek daftar isi pasiennya hari ini


" Sepertinya ada yang ingin dia bicarakan dengan anda. "


" Kalau begitu biarkan dia masuk, "


Selang beberapa saat Risa pun masuk dengan senyum yang merekah di bibirnya, Setelah sang dokter mempersilahkan nya untuk duduk ia pun menceritakan maksud dan tujuannya datang hari ini.


" Jadi begini dok, Apa boleh saya melihat salah satu data diri pasien dokter yang bernama Cindy, dia wanita hamil yang baru saja mendaftar jadi pasien anda baru-baru ini. " jelas Risa penuh harap


" Maafkan aku Risa, tapi hal itu tidak di izinkan di rumah sakit, semua data diri pasien adalah rahasia kami yang tidak boleh di ketahui orang lain, begitu pun dengan data dirimu, tidak ada satu orang pun yang boleh mengetahuinya. "


" Dokter ku mohon, ini sangat penting, wanita itu sepertinya sedang menjebak suami saya, dia mengklaim bahwa suami saya telah menghamilinya dan saya tiba-tiba merasa aneh saat dokter yang menanganinya kemarin kabur karena masalah suap, Kumohon dokter, kali ini saja... Ini demi kepentingan hubungan keluarga kami. " Pinta Risa dengan sangat memohon


Dokter itu terlihat memikirkan ucapan Risa, melihat dari raut wajah Risa yang benar-benar membutuhkan bantuannya akhirnya dokter itu mau memperlihatkan data diri Cindy namun dengan satu syarat, Risa tidak boleh menyangkut pautkan dirinya setelah semua yang ia ketahui nanti.


" Baik, kau ingin mencari tahu tentang dia seperti apa.? " Tanya dokter sambil memperlihatkan data diri Cindy pada layar komputer


" Saya ingin tahu sebenarnya dia sedang mengandung berapa bulan.?" Tanya Risa pelan-pelan.


" Sesuai catatan kandungan sebelumnya dia berkata kalau usia kandungannya sekitar dua bulan hampir memasuki tiga bulan, tapi saat aku periksa ada yang aneh dengan kondisi bayi nya yang di mana pertumbuhannya sudah hampir sempurna, Jadi aku menerangkan padanya kalau kandungannya berusia empat bulan, Sepertinya dokter yang menanganinya sebelumnya sudah salah memperkirakan usia kandungannya. " Terang dokter membuat Risa paham sekarang


" Tidak dok, dokter yang menanganinya tidak salah prediksi, Dia saja yang sengaja memalsukan usia kandungannya. " Balas Risa membuat sang dokter tidak paham


" Apa ada lagi yang ingin kau tahu.? " Lanjut dokter


" dokter aku minta bantuan mu untuk melakukan sesuatu, Apa kau bisa mengambil sampel darah Cindy. "


" Untuk apa.? "


" Tes DNA. "


" Tidak bisa, Ibu hamil yang sudah memasuki usia empat bulan tidak boleh melakukan tes DNA, itu akan membuat bayinya dalam bahaya, aku tidak bisa melakukannya. "


Risa terdiam sejenak, Kemudian ia teringat dengan profesor yang menangani tes DNA waktu itu, setelah Risa merasa cukup dengan informasi yang di dapatnya dari dokter itu, ia pun berterima kasih padanya karena telah mambantu menyelamatkan rumah tangganya, dan setelah ini Risa ingin pergi mencari profesor itu untuk mendapatkan bukti akhir.



Juan menyelesaikan tugasnya lebih awal dari yang di perkirakan seminggu full menjadi hari perhari, saat pulang ke rumah ia lupa mengabari Risa dan ketika dirinya tiba ia langsung mencari istrinya. Namun yang di dapat hanyalah Cindy yang berada di meja makan, Cindy cukup kaget melihat kedatangan Juan dan langsung mengajaknya untuk makan malam bersama.


" Di mana Risa.? " Tanya Juan melirik Cindy sebelum akhirnya melirik ke atas lantai dua


" Entahlah, dia menghilang sejak tadi siang dan belum muncul sejak saat itu. " Jawabnya asal


Juan tidak percaya dengan omongan Cindy dan mencoba mengecek kamar untuk memastikannya, dan saat Juan masuk ke kamar Risa ada bahkan di kamar bayi dan beberapa tempat lainnya, Merasa khawatir Juan pun segera menghubungi Risa. Beruntung panggilan Juan berhasil di jawab oleh Risa saat itu.


" Kau di mana.? " Tanya Juan terdengar khawatir


" Aku sedang di luar sebentar, kenapa.? " Jawabnya di seberang sana


" Di mana? Aku akan menjemput mu? " Lanjut Juan


" Memangnya kau di mana? Bukannya kau sedang bertugas.? "


" Aku sudah pulang karena perubahan jadwal, Sekarang katakan padaku kau ada di mana. "


" Tapi.., " Panggilan di akhiri oleh Risa dengan cepat sehingga membuat Juan kebingungan dengan sikapnya barusan


Meskipun Risa menyuruh Juan untuk menjemputnya setengah jam lagi, ia tetap akan pergi ke pusat kota, Cindy yang melihat pergerakan Juan segera menyusulnya dan bertanya mau kemana dia, namun Juan tidak berkata apa-apa, Hingga sesuatu yang tak terduga terjadi, Cindy tiba-tiba jatuh dan sempat membuat Juan menghentikan langkahnya, ia melihat Cindy yang mengeluh kesakitan, Juan terpaksa kembali menghampirinya sebab ia takut sesuatu terjadi pada Cindy sama seperti Risa waktu itu.


" Kau kenapa bisa sampai terjatuh? Apa ada yang sakit. ?" Tanya Juan sembari membantu Cindy untuk memperbaiki posisi duduknya


" Pergelangan kakiku sakit, sepertinya terkilir tolong bantu aku ke kamar. " Jawabnya pelan kemudian membuat Juan dengan sangat hati-hati menggendongnya sampai ke kamar


Setelah berhasil menggendong Cindy sampai di kamarnya, Juan meminta bantuan asisten untuk merawatnya selagi ia pergi menjemput Risa, namun Cindy kembali mengeluh sakit lebih dari sebelumnya sehingga membuat Juan lagi-lagi menahan langkahnya untuk meninggalkan rumah itu.


" Sekarang apa lagi.? " Tanya Juan dengan nada kesal.


" Jangan memarahiku, ini anakmu juga, aku sedang kesakitan tapi kau ingin pergi. " keluh Cindy


" Tapi aku juga harus menjemput Risa, dia sedang di luar dalam keadaan hamil besar seperti itu.!!! "


" Kalau terjadi apa-apa dengan bayi ini aku akan menyalahkan mu. "


Juan terpaksa harus menunggu sampai sakit yang di alami Cindy reda, Lagi pula Risa meminta untuk di jemput setengah jam lagi dan Juan akan menunggu sambil merawat Cindy yang sedang kesakitan.



Wanita itu terlihat baru saja turun dari taksi dengan wajah cemas sebelum berubah kesal begitu melihat sebuah mobil sport terparkir di rumahnya, Risa pun segera masuk dengan langkah yang tegas dan cepat, Saat membuka pintu ia tak melihat siapa-siapa bahkan di ruang makan sekalipun. Terdapat pesan yang tertempel pada secarik kertas dari asistennya yang mengatakan bahwa malam ini ia tidak bisa menginap karena harus pulang mengurus anaknya yang sakit, anehnya hal itu tidak perlu di laporkan pada secarik kertas kenapa tidak langsung memberitahu Juan atau Cindy saja.


Risa pun beralih menuju kamarnya, dan saat memasuki kamar ia tak melihat Juan di mana-mana, bahkan kamarnya masih dalam keadaan sama saat ia keluar hari ini, Risa mencoba menghubungi nomor Juan dan dering ponselnya mengarah ke satu ruangan yang membuat Risa tertegun. Ia menatap pintu ruangan itu dengan mata yang membulat sempurna dan detak jantungnya berdebar cukup cepat saat itu.


Risa mengakhiri panggilan telepon sebentar untuk memastikan apa yang ia dengar benar apa tidak, dan saat ia kembali menghubungi ponsel Juan suara dering yang cukup nyaring membuat wanita itu langsung membuka pintu kamar Cindy, dan ponselnya terjatuh seiring ia melihat sosok Juan yang tertidur di sebelah Cindy yang entah bagaimana bisa hal itu sampai terjadi, Cindy terbangun lebih dulu dan dengan samar-samar melirik ke arah Risa.


" Risa.., kau sudah pulang.? " Sahut Cindy sambil membenarkan posisinya


" Apa yang kalian lakukan? Kenapa Juan bisa tidur di sebelah mu.? " Tanya Risa berusaha menahan tangisnya agar tidak pecah


" Aku tidak tahu kalau Juan tidur bersamaku, seingatku dia hanya menemaniku sebentar karena aku merasa sakit perut, setelah itu aku tidak tahu apa-apa. " jawab Cindy terlihat sangat natural saat berbohong


" Bangun..., Aku bilang bangun...!!!!! " Gertak Risa sukses membuat Juan bangun, namun saat itu ia terlihat sempoyongan dan berusaha untuk membuka matanya lebar-lebar.


" Di mana aku.? " Ucapnya masih setengah sadar


Risa menghampiri Juan kemudian memastikan apakah Juan dalam pengaruh alkohol apa tidak dan setelah memastikannya Juan tidak sedang dalam keadaan mabuk, Risa pun mencoba menyadarkannya dengan mencubit lengan Juan kuat-kuat hingga pria itu sadar total, dan langsung terkejut begitu sadar ada di atas tempat tidur yang sama dengan Cindy.


" Kenapa aku bisa ada di sini.? " Tanya Juan merasa heran bahkan dirinya tak ingat sama sekali kenapa ia bisa sampai berada di atas tempat tidur Cindy


" Aku tidak tahu, kau sendiri yang menemaniku saat akau sakit." jawab Cindy seketika membuat Juan tersentak, ada sekilas bayangan kejadian yang membuatnya cukup kaget.


" Bayangan apa itu? Kenapa aku merasa seperti melihat sesuatu yang baru saja aku ingat. " Benaknya berusaha mengingatnya kembali namun gagal


" Bangun sekarang juga. " Sahut Risa lagi-lagi membuat Juan menyingkir dengan cepat


Risa meninggalkan kamar itu dengan Juan di belakangnya yang terus menerus meminta maaf, Cindy menatap mereka dengan penuh kemenangan, Cindy bahkan berharap setelah ini Risa akan marah pada Juan hingga menyuruhnya untuk tidak tidur bersamanya, Rencana kali ini berjalan cukup lancar dengan bantuan obat yang dulu ia pakai saat menjebak Juan.



" Risa aku benar-benar tidak tahu kenapa aku bisa tidur di samping Cindy, aku memang menemaninya karena dia terjatuh saat aku ingin pergi menjemput mu, Tapi aku tidak tahu kenapa bisa tidur dengannya ." Ucap Juan berusaha membuat Risa percaya padanya


" Aku percaya padamu, " Jawab Risa sukses membuat Juan terkejut, ia tak mengira kalau Risa akan percaya secepat itu padanya.


" Sepertinya dugaan ku benar, dia melakukan sesuatu pada Juan, tapi bagaimana caranya dia membuat Juan kehilangan kesadaran bahkan sampai tidak mengingat kejadian sebelumnya. " Batin Risa berusaha berpikir keras


" Tapi kenapa kau bisa percaya padaku secepat ini? Apa itu artinya kau sudah tidak peduli padaku lagi.? " Tanya Juan yang salah mengartikan sikap Risa


" Bukan begitu, aku hanya mencoba untuk mempercayai mu saja, Aku tahu kalau kau tidak mungkin melakukan hal itu pada Cindy, bahkan saat aku sedang tidak ada sekalipun. " Jawab Risa sedikit membuat Juan lebih tenang


" Saat Cindy berkata dia tidak tahu apa-apa, aku mengingat sesuatu yang sebelumnya tidak pernah aku ingat. "


Risa menoleh ke arah Juan dengan rasa penasaran yang tinggi, Ia kemudian meminta Juan untuk mengingatnya lagi.


" Aku ingat saat pertama kali menemaninya, hari di mana Cindy dan aku tidur bersama, waktu itu aku masih dalam keadaan sadar sepenuhnya tapi mendadak seseorang menyuntikkan sesuatu padaku, Setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi, hanya bayangan itu yang sekilas muncul di kepalaku." Jawab Juan perlahan menimbulkan tanda tanya yang besar


" Juan, Aku minta padamu untuk terus mengingat semuanya dengan jelas, kalau kau menemukan bukti baru beritahu aku, oke. " Juan mengangguk pelan meskipun ia tidak mengerti kenapa Risa sampai se antusias ini tentang Cindy.



Jangan lupa like and vote nya yah, dan satu lagi, Author ada karya baru nih, masih fresh kuy di kepoin, berkisah tentang kedokteran dan bukannya penerbangan lagi yah. 🐈🌹