My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
78



Risa membuka sebuah pintu besar berwarna putih itu dengan penuh antusias, di belakangnya ada Juan yang sedang menarik dua koper besar milik Risa kemudian keduanya memasuki rumah itu yang di mana rumah tersebut merupakan rumah baru yang telah di beli Juan namun baru ia tempati setelah Risa ikut ke Brazil bersamanya. Juan memilih sebuah rumah di daerah Sao Bernardo do campo yang memiliki jarak tempuh selama 23 menit dengan bandar udara internasional Conghonas sao Paulo Brazil, Alasan Juan memilih rumah itu karena view yang Indah jika di lihat dari segala macam arah terutama di kamarnya, di mana terdapat sebuah jendela besar yang akan memperlihatkan keindahan kota Sao Bernardo.


Baru pertama kali menginjakkan kaki di tempat itu tampaknya Risa langsung jatuh Cinta, Sesuai kesukaan Risa yaitu putih, Juan memesan semua furniture rumah dengan warnah putih dan abu-abu gelap sehingga memiliki kesan yang klasik namun mewah, Selain itu rumah dengan lantai dua ini memiliki kamar sebanyak empat ruang, Namun karena mereka hanya tinggal berdua maka tiga kamar lainnya akan di jadikan kamar anak, kamar khusus keluarga yang datang dan kamar untuk tamu. Sementara ruang tamu, makan dan ruang keluarga ada di lantai dasar bersama dengan dua kamar itu.


Di halaman belakang, Risa langsung di suguhkan dengan kolam renang khusus orang dewasa dan juga anak-anak, di pojok halaman terdapat tempat untuk barbeque bersama dan juga sebuah ruangan kecil tempat penyimpanan barang-barang bekas, Juan telah menyiapkan semua ini dengan sangat matang dan penuh teliti, Bahkan Juan sudah membeli sebuah mobil keluaran terbaru sebagai hadiah untuk kedatangan Risa di Brazil, Besok kebetulan Juan sedang day off selama seminggu sehingga ia bisa menghabiskan waktu bersama Risa sampai puas.


" Bagaimana, apa kau suka rumah kita.? " Tanya Juan sambil memeluk Risa dari belakang saat wanita itu berdiri di jendela kamar sembari menikmati keindahan sore hari di kota Sao Bernardo


" Suka sekali, Rumahnya nyaman dan lingkungan di sini bersih, Aku takut akan lebih suka di sini dari pada di Indonesia hehe. " Balas Risa sambil terkekeh


" Aku senang kalau kau juga senang, Apa kau akan langsung melamar pekerjaan? " Tanya Juan lagi.


Risa membalikan tubuhnya ke arah Juan dan meraih kerah baju Juan sambil merapihkannya, Ia pun tersenyum kemudian menatapnya lembut. " Bagaimana menurut mu? Apa aku harus bergabung tanpa ilmu apa-apa? Sebaiknya aku berhenti bekerja untuk sementara, Masih banyak yang ingin ku pelajari sebelum akhirnya menjadi seorang FA 1, Mungkin ada baiknya jika aku menjadi seorang ibu dulu dengan begitu aku bisa belajar banyak sebelum akhirnya bergabung di perusahaan mu. "


Juan mengerjapkan matanya seakan tak percaya bahwa Risa baru saja memberikan kode padanya, Bulan depan mereka sudah memasuki satu tahun usia pernikahan, Berpikir untuk membentuk keluarga yang seutuhnya merupakan hal terbaik, Juan tersenyum malu dan langsung menggendong Risa dengan mesra, ia mengecup kening Risa sembari membisikkan kata-kata yang membuat wajah Risa memerah menahan malu.


 


✈☁️


 


Dua bulan kemudian


" Risaaaaaaa !!!!! " teriak seseorang yang berlari menghampiri Risa dan langsung memeluknya saat wanita itu tengah sibuk merapihkan halaman depan rumahnya.


" Tante Diana, Long time no see ." Ucap Risa begitu mereka saling berpelukan melepas rindu


Walaupun sama-sama tinggal di Brazil keduanya baru saja bertemu setelah dua bulan lamanya, hal itu di karenakan Diana tante Juan sibuk mengurus suami dan anak bungsunya alias adik Jane, Saat ini dia sengaja datang bersama Johnny sepupu bungsu Juan, Dia seroang anak laki-laki dan sebelumnya ia dan Risa belum pernah saling bertukar sapa sedekat ini, Johnny tipekal anak pemalu yang sulit berinteraksi dengan orang lain kecuali keluarga dekatnya sendiri, Karena usia Johnny masih lima tahun jadi Risa merasa kalau itu adalah hal yang wajar.


" Juan memberitahu ku kalau dia akan sangat sibuk dengan jadwal terbang nya yang padat, Entah kenapa dia tiba-tiba menyuruhku untuk datang dan tinggal bersama mu, tapi tidak apa-apa soalnya aku juga merindukanmu. " jelas Diana di balas tawa kecil dari Risa


Karena Risa telah selesai merapihkan halaman depan, ia pun mengajak Diana dan Johnny masuk ke dalam untuk beristirahat, Kebetulan jarak antara Sao Bernardo dan tempat Diana tinggal sangat jauh yang memakan waktu lima jam untuk dapat sampai. Ini pun pertama kalinya bagi Diana melihat langsung rumah Juan dan Risa, ia tak henti-hentinya berdecak kagum dengan suasana rumah yang klasik nan mewah itu, Di rumah yang sebesar itu mereka bahkan tak memiliki pembantu karena Risa ingin mengerjakannya sendiri selagi dirinya sanggup.


" Juan benar-benar sangat menyayangimu, Aku jadi iri karena suamiku bahkan tidak pernah membeli rumah sebagus ini. " ucap Diana ketika dirinya sudah duduk di ruang keluarga


" Ngomong-ngomong apa kau sudah berbuat bersama Juan.? " Seloroh Diana seketika membuat Risa tercekat kaget


" Tante jangan ngomong gitu, Johnny ada di sini. " Lontar Risa dengan wajah memerah karena malu


" Dia kan tidak paham dengan bahasa Indonesia, Jadi kapan kamu akan memberikan cucu padaku, Karena aku saudara Ibu Juan maka anakmu nanti sudah pasti adalah cucuku. "


" Soal itu kita serahkan saja pada tuhan, Jika di beri kita harus bersyukur namun jika belum waktunya maka kita harus bersabar. "


" Hubungan kalian sudah sangat lama, Aku tidak ingin sampai hubungan kalian rusak sebelum kalian memiliki anak. "


" Itu tidak akan terjadi, Aku dan Juan sudah berjanji untuk tidak merahasiakan apapun yang membuat hubungan kita rusak. "


" Apapun itu aku akan tetap mendukungmu, Sekalipun Juan adalah ponakan ku tapi jika dia berbuat salah maka aku akan berdiri di samping mu sebagai pendukung mu. " Lontar Diana membuat Risa tersenyum kegirangan


 


✈️


 


Jangan lupa tinggalkan like nya yah 👸🏻


.


.


.


Buruan kepoin author ini yuk, novelnya mantul-mantul dan visulanya jangan di bilang kalian pasti suka...!!!