My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
94



Sudah dua hari ini Risa tinggal di rumah Diana, kebetulan Jane sepupunya Juan ada di sana juga sehingga ada yang menemaninya di saat Diana sibuk mengurus Johnny, hari ini Risa sudah harus check kandungan untuk memastikan apakah bayi nya ini dalam keadaan sehat atau tidak, Karena Jane sedang tidak ada kerjaan ia pun mengajukan diri untuk menemani Risa ke rumah sakit. Untungnya Jane dapat mengendarai mobil sehingga mereka dapat pergi ke kota menggunakan mobil Diana.


Bulan ini tepat tanggal 20 usia kandungan Risa sudah genap enam bulan, tidak terasa waktu berjalan cukup cepat meskipun ia kehilangan salah satu bayinya tak membuat Risa sedih berlarut-larut, ia bahkan berharap anaknya cepat lahir agar dapat menemaninya saat Juan pergi bertugas.


" Ngomong-ngomong soal pekerjaan, Kau tidak ingin mengambil pekerjaan pramugari lagi setelah melahirkan. ?" Tanya Jane saat sedang mengendari mobil


" Tentu saja ingin, tapi sepertinya aku akan fokus merawat anakku dulu. " Jawab Risa menatap perut buncitnya dengan penuh cinta


" Kau yakin? Seiring bertambahnya usia posisimu sebagai pramugari dengan status FA 1 akan menjadi pilihan terberat, Kasihan anakmu juga jika kedua orang tuanya bekerja di penerbangan dia pasti akan kesepian, Seperti Juan dulu, kedua orang tuanya kan sama seperti kalian, Juan hidup dengan nenek kami selama itu, walaupun dia berkata baik-baik saja dengan pekerjaan orang tuanya tapi dia tetap terlihat sedih ketika mereka pergi bertugas, Apa kau yakin masih ingin menjadi pramugari atau tetap menjadi ibu rumah tangga " lanjut Jane tiba-tiba membuat Risa terdiam


Sebenarnya sejak Risa mengandung, profesi sebagai seorang pramugari perlahan menghilang, Terkadang ia ingin fokus mengejar impiannya menjadi FA 1 tapi di sisi lain ia juga ingin mengurus anaknya hingga tumbuh dewasa, Semua itu di pikirkan Risa beribu kali namun sampai detik ini ia belum mendapatkan jawaban yang tepat.


Setibanya di rumah sakit, Jane meminta Risa untuk masuk duluan sebab ia ingin isi bensin karena keasyikan cerita dia sampai lupa untuk mengisi bahan bakar mobil Ibunya, Risa pun turun dan segera menuju ke dalam, Suasana rumah sakit kembali mengingatkannya saat harus kehilangan salah satu anaknya, Kalau bukan untuk mengecek keadaan si bayi yang satu ini dia tidak mungkin mengunjungi rumah sakit.


Karena sebelumnya sudah membuat janji dan dokternya sedang kosong, Risa pun langsung menuju ruangan dokternya, Begitu masuk ke dalam ia di sambut dengan ramah oleh dokter wanita itu, beberapa pertanyaan terkait kondisi Risa di lontarkan olehnya dan di jawab Risa dengan senang hati. Setelah pemeriksaan selesai, Dokter mengatakan bahwa kondisi bayi dan ibu dalam keadaan sehat dan tidak ada gangguan apapun. Sehingga saat Risa hendak pamit tiba-tiba saja salah seorang asistennya berkata bahwa dokter kandungan yang melayani Risa baru saja menerima daftar pasien baru yang sebelumnya di tangani oleh dokter kandungan yang ada di ruangan ketiga.


Risa tak ingin mendengar percakapan mereka lebih lanjut dan segera keluar, Saat ia menginjakkan kakinya di luar ruangan pandangannya tertuju pada ruangan ketiga tempat dokter yang di maksud oleh perawat tadi, Ruangan itu merupakan tempat Cindy memeriksa kandungannya, jika semua pasien yang pindah ke dokter tempat Risa itu artinya dokter itu sudah tidak di rumah sakit ini lagi, Risa merasa cukup penasaran namun ia tak ingin mengambil pusing, Jane datang dan menyambut nya dengan segelas jus yang senagaja ia beli saat mengisi bahan bakar.


" Terima kasih yah. " ucap Risa sambil menerima jus tersebut


" Aku sengaja memesan jus apel karena Bagus untuk ibu hamil, aku hebat kan belum menikah tapi sudah tahu ini itu. "


" Iya.. Iya.. Kamu hebat. " Puji Risa sambil mengangguk pelan



Di luar, terdengar suara mobil yang tak asing bagi Risa di mana ia langsung bangkit dari tempatnya duduk menuju keluar rumah, Dengan senyum penuh bahagia ia menyambut kedatangan Juan di susul Jane dan juga Johnny, Pelukan hangat mendarat untuk Risa dan lupa Juan memberikan kecupan mesra pada istrinya itu. Johnny dan Jane sudah meminta oleh-oleh pada Juan, Karena kemarin dia ke Paris maka kedua sepupunya itu meminta coklat khas yang rasanya sangat enak untuk di bawa pulang. Juan memberikan sekotak coklat itu kepada Jane dan langsung mengajak adiknya untuk makan di dalam, sementara Risa di bawakan sebuah oleh-oleh berupa kalung yang di desain sendiri oleh Juan kemudian ia meminta seseorang untuk mengukir nya saat di Paris.


" Kalungnya sangat cantik, Aku jadi bingung harus memakainya atau menyimpan nya supaya tidak hilang. "


" Terserah kamu saja, Ayo kita masuk. " ajak Juan merangkul pundak Risa kemudian melangkah bersama memasuki rumah Diana


Malam ini suasana rumah Diana sangat ramai, Johnny sangat senang Juan datang dan dia terlihat sangat aktif bermain bersamanya, meskipun baru pulang dari bertugas Juan tidak menampakkan wajah lelahnya dan tetap bermain bersama Johnny, selagi mereka bermain Risa dan Diana bertugas menyiapkan makan malam, Jane mendapat omelan dari Diana karena tidak membantu mereka masak melainkan fokus dengan ponselnya, Sepanjang memasak Diana tak berhenti mengomeli Putri sulungnya itu dengan membeda-bedakan dirinya dengan Risa, hampir semua ibu di dunia sering membeda-bedakan anaknya dengan orang lain dan Risa cukup paham dengan situasi ini.


" Juan, bagaimana dengan wanita ular itu? Apa orang tuanya masih ada di sana.?" Sahut Diana tiba-tiba


" Entahlah, dia terus mengirimkan pesan agar cepat pulang tapi tidak bilang apa-apa soal orang tuanya. " jawab Juan terdengar tak peduli


" Apa sebaiknya kita pulang malam ini.?" Tanya Risa melirik Juan menunggu jawaban darinya


" Besok saja, malam ini kita tinggal di rumah nenekku. " Lanjutnya yang tetap fokus pada lego yang di mainkan bersama Johnny


" Benar apa kata Juan, sebaiknya besok saja, Pastikan kedua orang tua Cindy pulang baru kalian bisa kembali. " Lontar Diana


" Aku sudah lama tidak bertemu Cindy, boleh tidak besok aku ikut dengan kalian.?" Seru Jane antusias


" Untuk apa? Kau kan bahkan tidak begitu dekat dengannya, untuk apa kesana ?" Sahut Diana


" Sekedar menyapa, bagaimana pun juga aku pernah di ajak makan sama dia waktu Juan masih pacaran, Maaf ya Risa bukan berarti aku membela dia tapi itu hanya kenangan masa lalu. "


" Santai saja, aku tidak merasa keberatan kok kalau besok kau mau ikut, iya kan Juan.?" sambung Risa kemudian


" Terserah saja yang penting dia tidak malas, " Balas Juan membuat Jane kesal mendengarnya


" Enak saja, aku rajin tahu. " bela Jane pada dirinya sendiri


" Kalau dia malas, usir saja dari rumah kalian. " Sahut Diana tertawa bangga



Juan memarkirkan mobilnya di halaman rumah dengan menatap rumahnya yang sepi, Risa turun bersama Jane kemudian ikut mengamati rumah mereka, Sebelumya baik Risa maupun Juan tak ada yang menghubungi Cindy dan beberapa saat kemudian pintu terbuka dan menampilkan sosok Cindy yang terkejut melihat mereka datang.


" Apa orang tuamu sudah pulang.? " Tanya Risa datar


" Mereka sudah pulang pagi ini, Kenapa kalian tidak menghubungi ku kalau kalian mau pulang hari ini.? " Lontar Cindy namun tak mendapat respon dari mereka


" Halo Cindy, kau masih ingat denganku? " Sahut Jane tiba-tiba


" Jane? Kau Jane sepupunya Juan kan. " tebaknya antusias


" Benar, ini aku. "


Cindy menghampiri Jane kemudian memeluknya dengan spontan yang membuat Jane ikut membalas pelukannya, Jane tak mengira kalau sikap Cindy akan seperti ini padanya.


" Ada apa kemari? Bukannya kau sudah menjadi pramugari di Indonesia.? " Ucap Cindy setelah melepas pelukannya


" Ceritanya panjang, Mau ku ceritakan di dalam. " Ajak Jane dan langsung di balas anggukan setuju oleh Cindy


Juan terlihat terkejut melihat sikap sepupunya pada Cindy yang seharusnya membenci Cindy, ini berbeda bahkan dia terlihat akrab dan baru saja bertemu dengan teman lamanya. Risa sendiri tidak memperdulikannya dan segera memasuki rumah tanpa banyak bicara.



Sejak kedatangan Jane di rumah mereka, Cindy terlihat sangat ceria karena ada yang menemani nya mengobrol, mereka terdengar sangat asyik mengobrol di halaman belakang membuat Juan benar-benar merasa heran dengan mereka berdua. Juan menghampiri Risa yang sedang bersantai menikmati secangkir teh di ruang makan sambil membaca sebuah buku tentang kehamilan.


" Apa kau terganggu dengan mereka? Jika ia aku bisa menyuruh Jane untuk segera pulang." Ucap Juan yang ikut menjatuhkan tubuhnya di sebelah Risa duduk


" Tidak perlu, biarkan saja Cindy akrab dengan Jane. " balas Risa terdengar sedang menyembunyikan sesuatu


Di tempat lain, Cindy dan Jane sibuk membahas soal pakaian terbaru yang keluar di butik langganan mereka yang ada di Sao Paulo, kemudian mereka berencana untuk ke sana sekedar belanja, Karena Jane hanya tinggal dua hari di rumah itu maka hari ini juga Cindy ingin mengajaknya belanja, Namun tiba-tiba saja Jane menyarankan untuk Cindy pergi ke dokter setelah mendengar kabar dari Risa bahwa semenjak Juan keluar bertugas dia tidak pernah memeriksakan kandungannya.


" kenapa? Aku bisa menemani mu. "Lanjut Jane cepat


" Bukan begitu, dokterku sudah tidak di rumah sakit itu lagi jadi aku harus mendaftar check up ulang di dokter lain. "


" Dokter mu kenapa? Kalau dia tidak di rumah sakit itu lagi itu artinya dia pindah tugas ke rumah sakit lain kan.?"


" Dokterku sudah keluar negeri dan sulit di hubungi lagi."


" Bagaimana kalau di tempat Risa saja, dari pada harus mencari rumah sakit lain lagi. "


" Baiklah kalau kau mau menemaniku, lagi pula sejak kemarin ini suplemen ku sudah habis, mungkin aku bisa meminta resepnya pada dokter yang baru. " ucap Cindy setelah memikirkan nya baik-baik.



Hari itu Jane dan Cindy pergi bersama menggunakan mobil Juan, untungnya Juan mau meminjamkan mereka mobil dengan alasan ingin mengantar Cindy ke rumah sakit, dengan begitu ia bisa santai di rumah bersama Risa. Keduanya pun bergegas pergi menuju lokasi butik untuk membeli baju yang mereka lihat di sebuah iklan lewat pada ponsel mereka. Begitu tiba di sana, Cindy mencoba pakaian yang ia suka sebelumnya namun sayang pakaian itu tidak cocok untuknya, Itu karena ukuran tubuhnya yang semakin membesar akibat hamil.


" Memangnya kau sudah berapa bulan.? " Tanya Jane saat dirinya fokus memilih pakaian yang di rasa cocok dengannya


" Sudah empat bulan. " Jawabnya ringan sambil meletakkan kembali pakaiannya yang tidak cocok dengan tubuhnya


" Empat bulan? Ini benar-benar aneh. " batin Jane melirik Cindy penuh tanya


Setelah mereka berhasil menemukan pakaian yang mereka suka, tiba saatnya untuk mengantar Cindy check up, Setibanya di rumah sakit keduanya menemui dokter kandungan yang juga menangani Risa, dan di sana Cindy mulai mengisi data dirinya sebagai pasien baru yang di tangani dokter itu. Saat menulis data dirinya, Cindy melirik Jane kemudian menutup sebagian lembar isian itu dari Jane entah maksud dan tujuannya apa namun Jane terlihat biasa-biasa saja.


" Aku ingin ke toilet dulu. " Ucap Jane tiba-tiba dan segera di persilahkan oleh Cindy


Setelah Cindy pergi ia pun meminta dokter itu untuk segera memeriksa kandungannya sebelum Jane kembali dan mendengar hasilnya, Cindy pun di persilahkan untuk berbaring karena dokter ingin melihat bayi yang di kandung Cindy melalui monitor USG. Di lain tempat, Jane yang baru saja kembali dari kamar kecil tak sengaja berpapasan dengan dua orang perawat yang tengah membicarakan seorang wanita hamil.


" Aku sangat cemburu dengan tubuhnya yang langsing, Di usia kandungan empat bulan dia masih memiliki proporsi tubuh yang sangat Bagus. "


" Kau benar, ukuran seperti itu biasanya baru berusia satu atau dua bulan. "


Mereka terlihat seperti membahas Cindy karena keduanya keluar dari ruangan tempat Cindy memeriksakan kandungannya, Semua rasa kecurigaan Jane pun muncul semakin besar, Ia jadi tak sabar untuk segera pulang. Selang beberapa waktu Cindy keluar sebelum Jane masuk kembali, Sehingga mereka dapat segera pulang saat itu juga.


" Bagaimana hasilnya.?" Tanya Jane ketika mereka sudah berada di dalam mobil


" Baik, anak ku dan Juan dalam keadaan sehat, mereka bahkan tidak percaya kalau umur kandungan ku ini masih berusia dua bulan menuju tiga. " Jane semakin tersentak mendengarnya, saat di butik jelas sekali kalau Cindy bilang bahwa usia kandungan nya sudah memasuki empat bulan begitu pun dengan dua perawat yang membicarakannya tadi, Entah Cindy tidak sadar telah mengatakannya atau memang kesalahan datang dari Jane sendiri.



Tok.. Tok.. Tok...


Risa melirik jam yang menunjukkan pukul 23:00 malam kemudian ia melirik pintu kamarnya yang di mana ada seseorang yang baru saja mengetuk pintu, Juan sudah tidur setengah jam yang lalu dan Risa terpaksa membukakan pintu. Saat pintu terbuka Jane dengan cepat menarik lengan Risa menuju kamar bayi, namun sebelum itu ia memastikan agar Cindy tidak melihatnya sedang mengajak Risa untuk bicara empat mata.


" Ada apa Jane? Kenapa kau tiba-tiba menarik ku kesini.? " Tanya Risa dengan nada suara yang cukup pelan


" Rencana kita sukses. " Jawabnya dengan senyum kemenangan


Sebelumnya baik Risa maupun Jane telah merencanakan sesuatu tanpa sepengetahuan Juan, Sejak saat Risa memeriksakan kandungannya ke dokter terakhir kali sesuatu tiba-tiba mengganggu pikirannya, Ia juga sempat dengar kalau dokter kandungan Cindy sebenarnya telah kabur dan sedang dalam daftar pencarian orang oleh kepolisian Brazil karena sering memalsukan data diri pasien atau lebih tepatnya sering menerima suap, Sejak saat itu sesuatu terus mengganggu pikiran Risa sehingga ia dan Jane sepakat untuk menjebak Cindy jika apa yang di khawatirkan oleh Risa benar adanya.


" Cindy benar-benar memalsukan data dirinya, dia berkata padaku sebelumnya meskipun itu hanya sebuah keceplosan bahwa dia sedang mengandung empat bulan tapi saat di rumah sakit dia bilang kalau usianya baru akan menginjak usia tiga bulan? Dari situ aku curiga kalau dia benar-benar menyembunyikan sesuatu dari kalian. " Jelas Jane sukses membuat Risa terkejut mendengarnya


" Buktinya masih belum cukup, kita harus mencari dokter yang menangani Cindy sebelumnya, dia pasti tahu semuanya, Aku takut kalau ternyata ucapan Juan yang mengatakan dia tidak pernah meniduri Cindy memanglah benar dan Cindy sengaja menjebak Juan untuk bertanggung jawab, Berkatmu aku bisa mendapat lampu hijau dengan begitu aku akan mencoba menyelidikinya besok. " Lanjut Risa cukup merasa lega mendapat kesempatan emas bisa mengetahui sedikit demi sedikit rahasia Cindy


" Aku ingin sekali membantumu lagi, tapi sayangnya besok aku harus siap-siap berangkat ke Indonesia tugasku mulai keluar minggu ini dan aku harus ke sana secepatnya. "


" Tidak masalah, kau sudah membantuku banyak terima kasih yah. " Ucap Risa memeluk Jane dengan kasih sayang layaknya seorang kakak kepada adiknya


" Tentu saja aku akan membantumu, kau adalah istri Juan dan aku sebagai sepupunya akan tetap mendukungmu, tapi selama menyelidiki ini kau harus berhati-hati, oke. "


" Siap bos. "



Pagi keesokan harinya, Karena Jane harus kembali pulang pagi-pagi dan Juan pun harus bertugas lagi, mereka semua termasuk Cindy melangsungkan sarapan pagi bersama. Untuk pertama kalinya setelah Cindy menjadi istri Juan, ia ikut makan bersama hal itu hanya karena ada Jane saja itu sebabnya ia muncul bahkan tanpa di undang oleh Risa dan Juan.


" Oh iya Cindy, ku dengar-dengar dokter kandungan yang dulu menangani mu kabur karena kedapatan memalsukan data pasien yah? Apa kau tidak pernah memalsukan data dirimu juga.?" lontar Risa seketika membuat Cindy langsung tersedak mendengarnya


Risa menampilkan smirk nya sebagai bentuk penyerangan untuk Cindy yang terlihat gugup saat mencoba minum untuk menghilangkan keterkejutannya mendengar ucapan Risa.


" Masa sih? Kemarin kau bilang padaku kalau dia keluar negeri.? " seloroh Jane ikut menyerang


" Benarkah ? Aku tidak tahu tentang kabar itu, kau dengar dari mana.? " Balas Cindy terlihat gugup di mata Risa sehingga membuatnya semakin yakin kalau wanita itu memang sedang menyembunyikan sesuatu.


" Lupakan saja, kita lanjut sarapannya.., Juan dan Jane akan segera berangkat, kalian akan telat nanti. " Sambung Risa kemudian


Juan hanya celingak-celinguk melihat sikap Risa yang ikut-ikutan aneh, Ia tak mengerti alasan Risa mengatakan hal itu namun saat mendengar kalau dokter Cindy sedang dalam daftar pencarian membuatnya juga penasaran, bahkan saat ini Cindy seakan hilang selera makan dan terus menerus melirik Risa dengan tatapan cemas. Sementara dalam benak Risa berhasil mendapat bukti baru yang di lihatnya secara langsung.


.


.


.


Kita sudah memasuki 95% alur cerita guys, dikit lagi kebohongan Cindy terungkap dan dengan beberapa sentuhan menuju happy ending akan terjadi, Update kali ini cukup sampai di sini sampai ketemu hari senin yah, bakal ada crazy up soalnya 🐈🐈🌹