My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
101



***Yeeee sudah episode terakhir aja, Kemarin banyak yang request buat cepat-cepat happy ending dan sekarang Juan dan Risa sudah memasuki kehidupan yang damai tanpa adanya pelakor-pelakor, Dan sekarang mereka sudah mendapatkan dua buah hati sepasang pula meskipun satu di antaranya bukan anak Risa, tapi nggak apa-apa yah toh Risa juga menyayangi Jhosua seperti rasa sayangnya pada Jennie..


Nah untuk kalian yang selama ini menyempatkan baca,like, komen dan beri vote aku ucapin makasih banyak yang sebesar-besarnya, Tanpa kalian My Handsome Pilot tidak akan mencapai 1,6 M, sumpah aku terharu dan merasa bersyukur sama kalian semuanya... Aku ucapin sekali lagi terima kasih banyak yah...., Jangan bosan untuk mampir di karyaku yang lain, dan jangan lupa untuk tetap mendukung karya author, Happy reading guys****..!!!!


.


.


.


8 tahun kemudian


Impian dan kebahagiaan telah di raih Risa setelah mengalami banyak cobaan hidup, Ia telah berhasil menjadi seorang FA 1 di maskapai yang sama dengan Juan suaminya, Jhosua dan Jennie sudah berusia delapan tahun dan keduanya saling menyayangi satu sama lain, fakta mengenai Cindy tidak di beritahu oleh Jhosua sebab ia tak ingin Jhosua sedih mengetahui kisah hidup Ibu kandungnya, Namun Risa tetap mengenakan Cindy kepada anak-anak nya bahwa wanita itu adalah sosok yang paling berarti dalam hidupnya sehingga kedua anak mereka tumbuh dan mengenal Cindy sebagai wanita yang baik hati.


Kehidupan Juan dan Risa saat ini tidak pernah di hadapkan oleh masalah lagi, mereka hidup dengan nyaman dan penuh keharmonisan, Dan saat ini karena kedua anak mereka sedang melakukan liburan panjang maka Juan sepakat mengajak kedua anak mereka untuk liburan, Kebetulan Risa dan Juan mendapat tugas penerbangan Internasional ke beberapa tempat seperti Dubai, Seoul, Jepang dan yang terkahir adalah Paris. Untuk itu Juan sengaja mengajak anak-anak nya untuk ikut bertugas sekaligus menikmati waktu libur satu keluarga di negara-negara yang akan mereka kunjungi.


" Kau tidak boleh membawa itu.!!! " Sentak Jhosua pada Jennie yang ingin memasukkan semua boneka kesayangannya ke dalam koper


" Memangnya kenapa.??? " Balas Jennie sebal


Pagi ini mereka bersiap-siap untuk berangkat dan kedua anak mereka sibuk menyusun barang-barang yang akan mereka bawa, namun Jennie tidak bisa meninggalkan bonekanya sendiri di rumah sementara dirinya akan pergi selama satu bulan, Jhosua melarang Jennie namun Jennie tetap memasukkan semua bonekanya, mendengar hal itu Risa pun datang ke kamar mereka, kebetulan Jhosua dan Jennie memang sengaja di beri kamar yang sama namun masih dalam batasan antara tempat khusus anak laki-laki dan anak perempuan.


" Kalian kenapa sih, kok berantem.? " Tanya Risa ketika ia datang menghampiri mereka


" Dia membawa semua barang-barang nya, sedangkan aku hanya membawa satu robot saja. " balasnya dengan wajah yang memelas


Risa tertawa melihat tingkah polos anak-anak nya, Ia pun ikut duduk bersama mereka dan menerangkan kepada mereka untuk tidak membawa banyak mainan karena jika mereka sampai di tujuan mereka akan mendapat mainan baru, mendengar hal itu Jennie mengeluarkan kembali isi tasnya dan mengundang tanya dari Risa dan Jhosua.


" Kok di keluarin semua.? " Tanya Risa penasaran


" Mama bilang aku bisa dapat mainan baru, oleh karena itu aku ingin membawa tas kosong saja supaya bisa menyimpan mainan baruku untuk di bawa pulang nanti. " Jawab Jennie terdengar sangat menggemaskan


" Curang,, aku juga mau mainan baru. " Lontar Jhosua tak mau kalah


" Iya.. Iya.., kalian akan mendapatkan mainan baru, jadi tidak perlu bertengkar, oke. " Ucap Risa seketika membuat keduanya langsung memeluknya seraya mengucapkan terima kasih padanya.


 


 


" Senhoras e senhores, sejam bem-vindos a bordo do voo 2109 com serviço da Sao Paulo Brasilia para Dubai Uni Emirat Arab Atualmente, somos o terceiro na fila de decolagem e devemos estar no ar em aproximadamente dez minutos. Solicitamos que você aperte os cintos neste momento e prenda toda a bagagem embaixo do assento ou nos compartimentos superiores. Também pedimos que seus assentos e bandejas dobráveis ​​estejam na posição vertical para a decolagem. Desligue todos os dispositivos eletrônicos que você trouxer, incluindo telefones celulares e laptops. É proibido fumar durante a duração do voo em toda a aeronave, incluindo os lavatórios.o avião será pilotado pelo capitão Juan Diaz, Obrigado por escolher a TAM Linhas Aéreas Airlines. Aproveite o seu voo. ( Selamat datang di penerbangan 2109 dengan layanan dari São Paulo Brazil menuju Dubai uni emirat arab, Sebentar lagi pesawat akan take-off sekitar sepuluh menit. Kami meminta Anda mengikat sabuk pengaman Anda pada saat ini dan mengamankan semua barang bawaan di bawah kursi atau di kompartemen atas. Kami juga meminta agar kursi lipat dan baki Anda berdiri tegak untuk lepas landas. Matikan semua perangkat elektronik yang Anda bawa, termasuk ponsel dan laptop. Merokok dilarang selama durasi penerbangan di seluruh pesawat, termasuk kamar kecil. Pesawat akan di terbangkan oleh Kapten Juan Diaz dan Terima kasih telah memilih TAM Linhas Aéreas Airlines, Selamat menikmati penerbangan ini, terima kasih." Ucap Risa dengan bangga, terutama saat dirinya menyebut nama Juan.


" Itu suara Mama.., dia menyebut nama Papa. " Seru Jennie sangat antusias


" Jika besar nanti, aku akan menjadi seperti papa. " Balas Jhosua sungguh-sungguh


" Kalau begitu aku menjadi seperti mama, dan kita bisa berpergian bersama kemana-mana. " Lanjut Jennie melirik Jhosua yang duduk di sebelahnya


" Janji yah, kita akan bersama-sama menjadi seperti mereka." Jhosua menyodorkan jari kelingkingnya pada Jennie dan langsung di balas olehnya


" Janji. " Balas Jennie dengan bangga


Risa muncul setelah mengumumkan informasi keberangkatan, Sebelum itu ia memastikan anak-anaknya memakai sabuk pengaman dengan benar, Karena keduanya duduk di kelas satu maka Risa dapat memantau mereka setiap saat. Sebelum Risa kembali ke jump seat, Jhosua dan Jennie memberikan ciuman padanya sebagai bentuk untuk Cinta dan dukungan mereka pada Risa.


" Kalian benar-benar anak yang menggemaskan, Pastikan untuk menekan bel ini jika kalian membutuhkan sesuatu, oke. " Pesan Risa dan langsung di pahami oleh mereka berdua.


Pesawat kini berjalan di runaway dan semua orang yang berada di dalamnya merasakan getaran yang cukup kuat sebelum pesawat siap terbang, Dua anak-anak Risa tampak antusias sebab ini penerbangan kedua mereka karena sebelumnya mereka masih bayi saat pulang ke Brazil sehingga tidak pernah merasakan lagi yang namanya naik pesawat, Dan hari ini kesempatan mereka naik pesawat telah terwujud, dan alangkah beruntungnya mereka ketika pesawat yang mereka tumpangi seorang pilotnya adalah papa mereka sendiri, Dan pramugari cantik yang duduk di jump seat saat ini adalah mama mereka, Jhosua dan Jennie menatap Risa yang berada di depannya dengan senyum yang manis, Pesawat pun telah terbang dan bersiap menyapu langit biru yang luas.


Pesawat kini terbang semakin tinggi menuju tinggi maksimal pesawat komersial pada umumnya, Selama penerbangan berlangsung, Baik Jhosua maupun Jennie tampak menikmatinya dan mereka tak henti-hentinya tersenyum lucu, Karena posisi duduk mereka ada di tengah keduanya jadi tidak bisa melihat langit, hal ini sengaja di lakukan Risa karena tak ingin keduanya melihat sesuatu yang baru dan bisa di katakan cukup menakutkan bagi mereka yang baru naik, dan hal ini juga sengaja di lakukan oleh Risa jika sekiranya terjadi turbulensi mereka tidak akan sepanik penumpang yang duduk di kanan dan kiri badan pesawat.


 


🌝


 


***Jangan lupa like dan share ke teman-teman kalian yah, sekali lagi aku ucapin makasih banyak karena telah menyempatkan diri untuk mampir baca, Semoga kalian tidak pernah bosan yah,,,,


Eits.. Jangan di skip dulu, masih ada extra part khusus untuk Juan dan Risa***