My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
71



Perjalanan bulan madu Juan dan Risa terbilang sangat singkat namun berkualitas, Risa dan Juan telah menghabiskan waktu bersama selama sebulan di Santorini dan tak hanya di satu tempat saja melainkan beberapa tempat yang ada di Eropa sana membuat mereka dapat mengukir kenangan abadi yang hanya ada mereka berdua saja. Mereka juga tak mempermasalahkan singkat tidaknya bulan madu kali ini sebab mereka yakin setiap hari di mana pun mereka berada keduanya akan tetap bersama dan tentunya menciptakan sesuatu yang menyenangkan selayaknya pasangan suami istri.


Sayangnya setelah mereka kembali ke Jakarta, Risa harus kembali bekerja seperi sebelumnya dan Juan? Dia akan kembali ke Indonesia mengurus proses kepindahannya setelah itu ia akan kembali ke Brazil lagi, Risa merasa cukup sedih dengan keputusan Juan yang secepat ini bahkan mereka belum mencoba bagaimana kehidupan suami istri di tanah kelahiran Risa, Impian Risa untuk memiliki rumah di Jakarta pun harus di buang jauh-jauh sebab Juan sudah membeli sebuah rumah di Brazil yang akan mereka tempati nanti jika Risa sudah menyelesaikan kontraknya.


Setibanya di Indonesia mereka tinggal di sebuah apartemen yang di sewa Juan selama masa Risa menyelesaikan kontrak, Jika sewaktu-waktu Risa day off ia sudah bisa menempati apartemen itu. Di hari mereka tiba di Indonesia rupanya rekan-rekan kerja mereka telah menyiapkan pesta penyambutan untuk Juan dan Risa yang kebetulan di adakan di sebuah cafe yang terletak tak jauh dari bandara, dua jam tiba di Indonesia keduanya langsung di ajak secara paksa oleh Alex yang memimpin pesta tersebut dan sebenarnya ada berita membahagiakan juga yang akan di sampaikan oleh kapten pesawat itu.


Di cafe yang telah di sewa itu ada Alex, Maya, Sabrina, Karin dan pacarnya serta beberapa kru maskapai tempat Risa bertugas, Mereka menyambut kedatangan Juan dan Risa dengan penuh suka cita dan setelah itu Alex kembali mengambil alih, Ia mulai berdiri dan menatap satu persatu orang-orang dengan senyum yang membuat mereka penasaran, sementara itu Maya hanya dapat menutup wajahnya karena malu dengan aksi Alex saat ini.


" Aku dan Maya juga akan segera menyusul Juan dan Risa. " Ucapnya sukses membuat semua terkejut kemudian bersorak mengucapkan selamat kepada Maya dan Alex, semuanya berharap pernikahan mereka lancar sampai hari H.


Saat suasana kembali hangat tiba-tiba saja Karin melontarkan pertanyaan kepada Juan perihal kepindahannya ke Brazil Rupanya banyak dari mereka yang belum mengetahui alasan Juan dan meminta kejelasan terkait keputusannya itu, Risa hanya dapat diam menyimak ketika Juan sedang menjelaskannya dan tanpa sadar ada sepasang mata yang tengah memperhatikannya, dia adalah Sabrina yang secara tidak sengaja mengetahui isi hati Risa saat ini.


Acara kumpul-kumpul mereka berakhir cukup cepat karena semuanya memiliki kesibukan masing-masing belum lagi Juan dan Risa yang tentu lelah dengan perjalanan mereka sebelumnya, Mereka berpisah di cafe itu secara masing-masing dan tiba saatnya untuk Juan dan Risa pulang ke apartemen baru mereka, Karena Juan telah menjual mobilnya ia harus naik taksi bersama Risa, adapun alasan Juan menjual mobilnya karena berpikir bahwa mobil itu akan sangat jarang di gunakan sehingga lebih baik untuk di jual saja.


\*


Pagi keesokan harinya Risa terbangun setelah mendengar alarm ponselnya, Ia menghentikan bunyi alarm sebelum akhirnya bangkit dari tempat tidur, Risa melirik Juan yang masih terlelap, Hari ini ia dan Juan akan berpisah sayangnya Risa mendapat jadwal terbang sampai satu minggu dan Juan akan mengurus kepergiannya dengan perusahaan selama seminggu juga dan itu artinya ketika ia kembali nanti Juan sudah tidak ada di Indonesia, Dan pengurusan kepindahan Juan tidak boleh sampai tertunda sehingga tidak memungkinkan bagi Juan menunggu Risa pulang baru dapat berangkat. Sebelum bersiap-siap karena hari ini akan berangkat bertugas, Risa memandang wajah Juan yang masih tidur dengan senyum yang merekah di bibirnya. Setelah cukup menyaksikan wajah suaminya ia pun mulai beranjak namun tiba-tiba saja satu pelukan erat mendarat di pinggang rampungnya membuat Risa yang semula hendak bangun kembali mendaratkan tumbuhnya di atas tempat tidur. Risa menoleh kebelakang dan mendapati Juan yang memeluknya dengan penuh manja.


" Biarkan aku memelukmu lebih lama, Kita akan berpisah hari ini, Aku jadi sedih. " Gumamnya dengan suara yang masih serak


Risa mengusap kepala Juan dengan penuh kasih sayang, Saat ini ia tidak bisa mengatakan apa-apa entah apa yang membuatnya jadi melow begini, Sebelumnya ia yakin dengan keputusan Juan untuk menjadi pilot di Brazil tapi setelah memikirkannya lagi sebenarnya Risa merasa sedih, Ia tak bisa berpisah dari Juan selama setahun ini dan rasanya tidaklah sama seperti mereka masih pacaran dulu. Tanpa sadar ia menangis hingga membuat Juan tersadar begitu mendengar isak tangis Risa.


" Kenapa menangis, apa aku membuatmu sedih.? " Tanya Juan menatap Risa dengan khawatir


" Tidak apa-apa, hanya terharu saja. " Balasnya tak berani menatap Juan


Juan mulai meraih wajah Risa dan menatapnya lagi, ia mengarahkan wajah Risa ke arah wajahnya agar wanita itu mau menatapnya. Dan saat ini Risa dan Juan saling menatap satu sama lain, tangis Risa semakin pecah setelah melihat wajah Juan, ia pun meminta maaf pada pria itu dan berkata jujur kalau berat baginya harus pisah seperti ini, Juan mengerti perasaan Risa dan ia pun sama seperti Risa namun Juan juga bimbang ketika di minta harus memilih untuk tetap bekerja di Indonesia atau di Brazil yang merupakan kampung halamannya.


" Aku harus siap-siap, hari ini ada penerbangan pagi. " Ucap Risa bergegas meninggalkan Juan yang tak dapat berkata-kata


" Maafkan aku Risa, " Gumam Juan pelan.


\*


Perpisahan mereka di bandara hari itu adalah perpisahan yang cukup menyakitkan bagi Risa, baru sebulan lebih menikah ia harus pisah dengan suaminya dan jarak antara ia dan Juan sangatlah jauh yang tidak di tempuh selama satu atau dua jam, Sebelum Risa pergi bertugas ia dan Juan saling berpelukan dan meminta maaf satu sama lain, kali ini Risa mencoba untuk ikhlas dengan keputusan Juan begitupun dengan Juan yang berjanji akan pulang menengoknya jika ada kesempatan.


Setibanya di gedung perusahaan penerbangan, Langkah Juan tiba-tiba terhenti begitu melihat sosok Dimas saat hendak memasuki lift, Keduanya saling menatap satu sama lain hingga akhirnya Dimas mengajak Juan untuk berbincang sebentar, Dan kebetulan direktur utama yang ingin di temuin nya saat ini sedang rapat dan sambil menunggu rapat selesai Juan mengiyakan ajakan Dimas untuk berbincang di kafe perusahaan.


Kedua pria itu kompak memesan ice americano di kafe yang mereka datangi, Sambil basa basi tentang hubungan Juan dan Risa, tiba-tiba Dimas menyinggung soal kepindahan Juan yang sangat di sayangkan itu, Bahkan ia bisa kembali bertugas seperti biasa jika Juan mau menarik surat pengunduran diri itu namun sayang ia tetap ingin keluar dan bertugas di negaranya sendiri.


" Bagaimana dengan Risa? Bukannya kau ingin mendukungnya untuk tetap menjadi pramugari.? " Sahut Dimas kemudian


" Karena aku mendukungnya maka aku memutuskan untuk berhenti bekerja dan membawanya bersamaku bertugas di sana. " Jelas Juan


" Apa maksudmu? Bukannya hal ini akan mempersulit Risa dalam bertugas, dia masih memiliki kontrak dengan kami selama setahun apa kau ingin meninggalkannya begitu saja.? "


" Aku tidak meninggalkannya, jika ada waktu aku akan kembali dan menengok nya. "


" Jangan konyol Juan, sebaiknya kau urungkan kembali niatmu itu. "


" Aku ingin berkeluarga, Aku ingin punya anak dan aku ingin secepatnya agar Risa bisa merasakan menjadi seorang FA 1."


" Semua itu bisa di dapatkan di sini, Kenapa harus jauh-jauh ke Brazil.? "


" Perusahaan ini tidak menerima pramugari yang sudah memiliki anak bukan? Aku ingin Risa cepat mengandung tapi tidak kehilangan pekerjaannya sebagai pramugari, Di Brazil mereka membolehkan pramugarinya memiliki anak dan sangat mudah untuk mendapat gelar FA 1, " Dimas terdiam mendengar ucapan Juan yang ada benarnya, Di perusahaan ini memang memegang aturan yang cukup ketat dan tidak memungkinkan untuk Risa tetap menjadi pramugari sementara ia sudah memiliki anak.


" Sepertinya Ayahku sudah selesai, kau boleh menemuinya. " Ujar Dimas kemudian, Juan pun pamit secepat mungkin .


" Bagaimana mungkin aku bisa menjelaskan maksud dan tujuanku yang sebenarnya kepada Dimas sementara kepada Risa tidak, kau benar-benar bodoh Juan. " Gumam Juan sambil menepuk-nepuk jidatnya.


Di tempat lain, Risa yang saat ini sudah lepas landas dengan kru yang lain tampak melamun sambil melihat keluar jendela pesawat, Sabrina menegurnya dan bertanya apakah ia baik-baik saja atau tidak, untuk seorang pengantin baru biasanya terpancar aura bahagia namun tidak dengan Risa. Sabrina memang sudah tahu alasan Risa mungkin seperti itu karena perpisahannya dengan Juan, dan saat ini Sabrina hanya mampu menghibur Risa untuk tidak memikirkan nya.


Perjalanan pertama Risa setelah menikah adalah Malaysia, dan baru kali ini ia dan krunya pergi meninggalkan Indonesia meskipun jaraknya tidak cukup jauh, Setelah Sabrina mencoba menghibur Risa barulah wanita itu mau untuk tersenyum kembali, Sabrina bahkan sengaja mengajak Risa jalan-jalan jika mereka tiba di negeri jiran tersebut, Maya pernah bilang kalau perjalanan keluar negeri Risa dan dia bisanya nya jalan-jalan untuk menghilangkan stress dan kebetulan sekali penerbangan selama seminggu ini mereka akan mengunjungi beberapa negara tetangga sekaligus refreshing otak.


\*


Episode kali ini kayak gimana yah, Baru aja senang-senang sudah pisah lagi, Author mulai bingung menentukan bagian ini tapi kalian jangan khawatir soalnya masih banyak kejutan yang akan menanti untuk di baca, Jangan lupa untuk like dan vote yah, Oh iya satu lagi untuk satu minggu ke depan author nggak update dulu soalnya lagi sibuk final, Tetap nantikan kelanjutannya yah dan tunggu crazy up dari author setelah selesai final 🤩🤩🤩🤩