My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
You Did Well, Risa



Risa mencoba melewati pria itu dan mendadak mendapat perhatian banyak orang, hingga akhirnya Risa menarik lengan Juan menjauh dari semua orang. Semua mendadak bingung namun pria itu tetap nekat untuk menemui kapten yang menerbangkan pesawat, selagi mereka melanjutkan untuk menahan pria itu masuk. Risa dan Juan yang sudah berada di banker pun mulai memberitahu Juan soal apa yang di ketahui nya sejauh ini.


" Capt dia bukan orang baik, dia orang jahat dan sepertinya anak kecil yang bersamanya akan di jual di peradangan manusia. " Jelas Risa.


" Bagaimana kau bisa tahu.?" Tanya Juan penasaran.


" Anak itu bisu dan dia memberikan bahasa isyarat pada salah satu penumpang, aku baru saja di beritahu olehnya.., apa yang harus kita lakukan capt.? " Tanya Risa menatap Juan penuh harap.


" Aku punya ide. " Juan bergegas kembali keluar di ikuti oleh Risa yang masih penasaran dengan rencananya.


Juan dan Risa yang telah kembali ke muka umum pun langsung mendapat sorotan dari mereka, Alex menghampiri Juan dan meminta saran Juan untuk menenangkan pria itu.


"The plane will be landing at Chhatraphati airport in ten minutes, maybe there will be delay until the plane can return to the main airport. all business class passengers and first class will get personal delivery to the destination with the facilities we have provided, and specifically for sir we will provide personal facilities as well as you can. " Ujar Juan dengan tatapan lurus pada pria itu.


( Pesawat akan landing di Bandara Chhatraphati dalam sepuluh menit lagi, mungkin akan ada delay sampai pesawat bisa kembali ke bandara utama, Semua penumpang kelas bisnis dan kelas satu akan mendapat pengantaran pribadi sampai ke tempat tujuan dengan fasilitas yang telah kami sediakan, dan khusus untuk sir kami akan memberikan fasilitas pribadi juga dengan begini anda bisa kembali ke tempat duduk anda dan menunggu sampai pesawat mendarat dengan sempurna. )


Setelah pria itu mendengar ucapan Juan, ia pun segera kembali ke tempatnya. Dan semua orang pun ikut tenang di buatnya. Risa menghampiri Juan dengan wajah keheranan setelah Juan melangsungkan rencana nya yang saat ini membuat Risa benar-benar kebingungan.


Semua kembali aman terkendali dan pengumuman landing berikutnya pun baru saja di umumkan oleh Karin, saat ini semua orang hanya berharap roda pesawat akan keluar di bandara berikutnya. Saat ini pesawat telah memasuki area bandara Chhatrapati dan menuju landasan pacu dengan sangat hati-hati, roda pesawat berhasil keluar dan mereka pun mendarat dengan selamat oleh bantuan Kapten Zain dan seluruh kru pesawat tentunya.


**


" Attention Please for all Garuda Indonesia Boeing 747-800NG passengers to sit in their respective places until we opened the aircraft door." Pengumuman untuk tetap tinggal di tempat duduk telah berbunyi, Risa paham itu adalah kode dari Juan agar semua penumpang tidak boleh ada yang meninggalkan pesawat.


Beberapa pria dengan seragam polisi memasuki kabin pesawat dan sempat berhadapan dengan Juan di pintu masuk kabin kelas pertama, Mereka segera menuju kelas ekonomi dengan mengundang semua perhatian. Orang-orang yang tidak tahu apa-apa tentu merasa ketakutan dengan kehadiran seorang polisi di dalam pesawat itu. Kini polisi tersebut sudah memasuki area kelas ekonomi dan semua mata kian tertuju kepada mereka terutama dengan pria yang saat ini sedang di curigai sebagai pelaku penjualan manusia.


Seorang inspektur kepolisian mulai bertanya pada pria tersebut dan dari sikapnya ia terlihat menolak untuk di ajak interogasi, Anak laki-laki itu mulai menjauh dan kembali memberikan isyarat kepada semua orang bahwa pria itu berniat untuk menjualnya. Dan untungnya salah satu polisi bisa memahami bahasa itu dan mulai memberitahu inspektur nya soal apa yang ia dapat dari kesaksian anak berusia sepuluh tahun itu.


Percuma saja pria itu melawan ia akan tetap di bawa secara paksa oleh pihak kepolisian dan setelah pria itu di bawa pergi, anak laki-laki yang bersamanya tadi mulai menangis sejadi-jadinya Risa pun datang dan memeluknya lembut. Dia berusaha menenangkan anak itu dengan meyakinkannya untuk tetap kuat, ia pun berjanji akan memulangkannya kembali ke tempat tinggalnya asalkan ia mau untuk berhenti menangis.


Lagi-lagi Risa berhasil melakukannya dan keberanian Risa memberantas kejahatan sudah sangat banyak di dalam pekerjaanya mulai dari menyelamatkan ibu hamil, Menangkap pencuri, membantu seorang nenek tua hingga yang baru-baru ini menggagalkan aksi penjualan manusia. Sungguh perbuatan yang mulia dan patut untuk di apresiasi, bahkan Juan yang menyaksikan nya pun merasa bangga memiliki awak pesawat yang seperti dirinya.