My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
75



Sejak pukul tiga pagi wanita itu sudah membuka matanya, semalam ia tidak tidur dengan nyenyak akibat kebohongan yang di perbuat Juan, Risa tak mengerti kenapa Juan sampai bohong kepadanya, dan soal wanita yang bersamanya di bandara apakah Juan tidak ingin memberitahu Risa tentang dirinya dan membiarkan ia memendam rahasia itu sendiri, tapi bukankah itu akan membuat Risa semakin penasaran sekaligus khawatir Juan sedang main mata dengan wanita lain.


Sekarang jam sudah menunjukkan pukul empat pagi dan Risa mendadak haus dan bergerak pelan-pelan menuruni tempat tidur agar Juan tidak terbangun, Tiba-tiba saja dering ponsel milik Juan berbunyi membuat Risa yang mendengarnya langsung melirik ponsel yang saat ini di letakkan Juan di atas meja di sebelah tempat tidurnya.


Risa berjalan cukup hati-hati kemudian melirik ponsel itu bergantian melirik Juan yang masih terlelap, Untuk memastikan Juan tidak bangun ia pun meraih ponsel itu dan membawanya keluar dari kamar, Untungnya Juan bukanlah orang yang suka memakai password untuk ponselnya sehingga Risa tidak kerepotan saat ingin mengecek isi pesan yang baru saja masuk.


Pada ponsel Juan terdapat satu pesan masuk yang datang dari atas nama Cyn adapun isi pesannya tidak begitu panjang dia hanya mengucapkan terima kasih untuk hari ini, namun isi pesan itu sukses membuat hati Risa hancur saat membacanya, meskipun sebelumnya tidak ada percakapan antara mereka entah Juan sudah menghapusnya atau apapun itu yang jelas saat ini Risa sangat marah, ia mulai menyangkut pautkan kejadian kemarin dengan pesan ini yang kemungkinan Cyn yang di maksud adalah wanita yang telah di lihatnya.


Di lihat dari seragam pramugari yang di kenakan oleh wanita itu sepertinya dia bukan dari penerbangan Indonesia yang itu artinya wanita itu adalah kru di pesawat yang Juan terbangkan, Risa mencoba untuk berpikir jernih namun sulit rasanya, Ia pun nekat menghubungi orang yang bernama Cyn itu, jika dia mengirimkan Juan pesan di jam segini itu artinya dia masih terjaga.


Panggilan berhasil terhubung dan suara seorang wanita lagi-lagi membuat Risa terkejut, Ia mematikan ponsel itu setelah mendengarnya, Apa yang sedang di sembunyikan oleh Juan sampai ia tak memberitahu Risa soal ini, Bukan berarti Risa tidak posesif sepertinya dia boleh dekat dengan wanita lain. Sebelum Juan bangun, Risa segera mengembalikan ponsel itu dan kembali tidur berharap ketika ia bangun nanti suatu keajaiban dapat terjadi.


\*


Hari ini Juan benar-benar merasa ada yang salah dengan sikap Risa, sejak ia bangun pagi Risa tidak menyiapkan sarapan seperti biasa, bahkan sampai saat ini istrinya itu masih betah berada di kamar, merasa khawatir Juan pun segera menuju kamar untuk melihat keadaan Risa yang di takutkan sedang sakit.


" Kamu kok betah banget di tempat tidur, kamu nggak sakit kan.? " Gumam Juan sambil menyentuh kening Risa, sebaliknya suhu tubuh Risa masih dalam keadaan normal.


" Kau mau makan apa? Aku akan memesannya. " alih-alih protes pada Risa, Juan lebih memilih untuk memanjakannya agar tidak ada pertikaian di antara mereka.


" Aku hanya ingin tidur, Tolong jangan ganggu. " Balasnya ketus


" Kamu marah sama aku ya? Sikap kamu nggak biasanya kaya gini, Ayo dong ngomong padaku ada apa? " bujuk Juan dengan manja.


Baru saja Risa hendak menjawabnya tiba-tiba saja ponsel Juan berdering yang menandakan ada panggilan masuk, Pria itu bangkit dari tempatnya dan menuju ponselnya yang sedang di charger, Risa mengira kalau Juan akan menjawab panggilan itu di dalam kamar ternyata tidak, ia keluar tanpa mengatakan apa-apa sehingga membuat Risa semakin curiga dengan sikapnya.


\*


Siang harinya Risa harus ke perusahaan mengurus surat-surat pemutusan kontrak agar dapat memudahkannya mencari pekerjaan lagi di Brazil nanti, Sejak tadi pagi Juan belum pulang dan hanya mengirimkan pesan bahwa dirinya sedang rapat mendadak dengan para pilot maskapai nya sekaligus makan siang bersama, Risa pun hanya dapat pasrah dan meninggalkan apartemennya.


Setibanya di perusahaan, Ia bertemu dengan Dimas yang kebetulan baru saja kembali dari kantin, keduanya saling menanyakan kabar masing-masing dan tanpa terasa mereka sudah saling melupakan kenangan mereka dulu dan mulai berteman baik, Dimas pun tetap mendukung keputusan Risa untuk tidak melanjutkan kontraknya demi dapat bersama Juan lagi.


Ngomong-ngomong soal Juan, Dimas berkata telah melihat Juan sebelum kembali ke sini dan ia berkata kalau Juan sedang jalan bersama seorang wanita dan satu orang pria barat yang hampir menyerupai Juan, namun Dimas mengungkapkan lagi bahwa wanita yang di lihatnya adalah Cindy yang merupakan mantan kru maskapai Indonesia sebelum akhirnya pindah tugas ke maskapai Internasional. Mendengar nama Cindy tiba-tiba saja Risa merasa ada yang aneh, ia teringat dengan cerita Karin waktu yang mengatakan bahwa ada wanita lain yang dulu dekat dengan Juan dan memiliki nama yang sama yaitu Cindy.


Risa pun segera berpisah dengan Dimas dan secepatnya mengurus surat-surat nya, Setelah itu selesai ia mencoba menghubungi seseorang dan kebetulan orang yang ingin di temui Risa saat ini sedang day off dan berada di asramanya, Tanpa babibu lagi ia pun segera ke tempat orang itu. Setibanya di sana, Ia bertemu dengan Karin yang menemuinya dengan wajah penasaran.


" Ada apa mencari ku? Aku sudah tidak peduli ya dengan kapten Juan. " Ucapnya mengira kalau tujuan Risa datang adalah untuk memperingati nya


" Bukan itu kak, aku ingin tahu soal Cindy, kamu kenal kan sama wanita yang bernama Cindy itu.? " Tanya Risa penasaran


" Oh jadi Cindy, karena kapten Juan sudah kembali ke Brazil ku pikir mereka sudah bertemu sekarang, Kau penasaran dengan dia.? " lontar Karin semakin membuat Risa mati penasaran jadinya


Karena tak baik membahas hal itu di luar, Karin pun mengajak Risa masuk ke dalam dan menyuguhkan teh hangat sebelum membahas soal wanita yang bernama Karin itu.


" Jadi wanita yang pernah aku katakan padamu itu adalah mantan FA 1 sebelum aku bergabung di maskapai Boeing 747 waktu itu, dan dia juga adalah wanita pertama yang di ajak kapten Juan ke rumahnya dan setelah itu ku dengar mereka pacaran dan hampir menikah tapi karena Cindy tiba-tiba berhenti bekerja dan meninggalkan kapten Juan di saat-saat mereka menyiapkan pernikahan mereka, dan setelah itu Kapten Juan tidak pernah lagi menjalani hubungan yang serius dan itu kenapa aku selalu berusaha untuk masuk ke hatinya namun sayangnya aku tidak bisa dan malah kamu yang berhasil mendapatkannya. Memangnya ada apa kau tiba-tiba menanyakan hal ini, kenapa tidak dari kemarin.??" Tanya Karin bingung


" Itu karena aku melihat wanita itu datang bersama Juan, Tapi bagaimana kau bisa mengira kalau Juan dan Cindy bertemu di Brazil.? "


" Setelah Cindy menghilang 2 tahun, Dia kembali dengan kabar yang menggemparkan di mana dia telah resmi menjadi pramugari di sana, Aku tidak tahu pasti kenapa dan bagaimana dia bisa bekerja di sana, satu yang dapat ku tebak dia ke sana hanya untuk menunggu kapten Juan kembali dan menjadi seorang pilot, Aku bukannya ingin menakuti mu tapi ini memang kenyataannya, Bisa saja Cindy yang sekarang masih menunggu Juan kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya kan.? " Jelas Karin lagi-lagi membuat Risa semakin terpukul, Jika benar alasan Juan ingin menjadi seorang pilot di sana karena Cindy entah apa yang akan Risa lakukan setelah ini.