
Risa memasuki ruangan yang saat ini di tempati oleh Cindy seorang diri begitu ia di persilahkan untuk masuk, Ia melihat sosok Cindy yang terbaring lemah di atas tempat tidur, Melihatnya saja membuat hati Risa sakit, Selama ini mungkin Cindy telah masuk di kehidupannya sebagai perusak rumah tangga, namun tidak semua keburukannya membuat Risa membenci wanita itu sebaliknya ia kasihan dan tidak tegaan saat melihatnya dalam keadaan seperti ini.
" Risa.. Kau kah itu.? " Ucap Cindy sukses membuat Risa tersadar sebelum akhirnya kembali mendekati Cindy
" Ya.. Ini aku, bagaimana keadaanmu.? " Tanya Risa seraya menggenggam tangan Cindy yang terasa sangat dingin saat itu
Wajah Cindy berubah sedih dan air matanya jatuh begitu melihat Risa di hadapannya, Saking merasa bersalahnya dia pada Risa, Cindy sampai tidak bisa mengatakan apa-apa, suaranya seperti tertahan begitu saja.
" Aku sudah memaafkanmu..., Ka tidak perlu berpikir kalau kami tidak akan memaafkanmu, bahkan saat hari di mana kau pergi, Aku tidak membencimu bahkan kami pergi mencarimu selama tiga bulan itu, Tapi kami tidak mendapat kabar apapun, dan hari ini jika bukan karena Ibumu, mungkin aku tidak akan pernah tahu keadaanmu saat ini. " lanjut Risa berusaha mengurangi beban yang di alami Cindy selama ini
" Kau benar-benar wanita yang baik hati, aku tidak menyangka kau akan memaafkanku semudah ini. " Lontar Cindy sambil menangis tersedu-sedu
" Seandainya kau mengatakannya lebih awal, mungkin kita akan mencari cara lain dan tentunya tidak akan seperti ini. " Balas Risa
" Di mana Juan, aku juga ingin minta maaf dengannya. " Cindy berusaha untuk tetap tegar dan tidak terlihat lemah di depan Risa
" Dia ada di luar, Kalau kau ingin bertemu dengannya aku akan keluar memanggilnya. " Gumam Risa mencoba untuk pergi memanggil Juan
" Tidak perlu, Waktu ku tidak banyak, biarkan kamu saja yang menyampaikan permintaan maafku. " pinta Cindy pada akhirnya
" Kau bicara apa, jangan mengatakan sesuatu yang tidak-tidak, kau baru saja melahirkan seorang bayi dan dia membutuhkanmu, kau harus tetap hidup. " Lontar Risa yang tak terima dengan omongan Cindy barusan
" Tidak Risa.., Sepertinya tuhan memang sengaja membuatku bertahan sampai saat ini agar dapat bertemu denganmu, Aku sekarang merasa lega akhirnya bisa meminta maaf secara langsung, selama ini aku benar-benar memikirkanmu dan Juan sampai membuatku tidak tenang.., Akhirnya aku bisa pergi dengan tenang, ku harap kau bisa hidup bahagia bersama Juan.., Dan satu lagi, tolong rawat anakku, anggap saja itu pengganti bayimu yang meninggal karena berusaha menolongku waktu itu. "
" Kau ini bicara apa sih, Hidupmu masih panjang.., Jangan bicara seperti itu. " Risa mengernyit heran saat Cindy tidak meresponnya, Ia mencoba menggerakkan tubuh Cindy karena mengira dia melamun atau apa, Bunyi monitor Elektrokadiograf pun sudah tidak menampilkan ritme jantungnya, Risa panik dan memanggil nama Cindy berulang kali.
Risa pun berlari keluar dan memanggil dokter atau pun perawat yang ada di luar, Kedua orang tua Cindy dan Juan melihat aksi Risa dengan wajah penasaran, Risa pun menjelaskan pada mereka bahwa detak jantung Cindy berhenti membuat semua orang panik, dokter pun datang dan segera melihat keadaannya. Juan tetap berada di luar karena sedang menggendong Jennie sementara Risa dan kedua orang tua Cindy kembali ke dalam ruang ICU.
Dokter menangani Cindy dengan cepat, mengecek detak jantungnya menggunakan stetoskop kemudian menyuruh perawat menyiapkan alat pengejut jantung AED (automated external defibrillator) yang berfungsi untuk menolong orang yang mengalami henti jantung seperti Cindy saat ini, Baik Risa dan kedua orang tua Cindy begitu takut melihatnya, Dan selang beberapa waktu, dokter terlihat pasrah dengan usahanya yang sia-sia, Cindy di nyatakan telah meninggal dunia, Tangis histeris kedua orang tuanya memecahkan keheningan di ruangan itu, Risa pun ikut menangis haru karena tak menyangka akan berpisah selama-lamanya dengan Cindy.
✈
Angin berhembus lembut sore itu dan cuacanya cerah meskipun sudah hampir mendekati malam, Seorang wanita yang menggendong bayi mungil menatap batu nisan yang ada di hadapannya, Seorang pria lain ada di sebelah nya yang juga mrnggedong anak mereka. Kepergian Cindy menyimpan sejuta cerita dan kepergiannya yang mendadak meninggalkan seorang bayi laki-laki yang tampan yang telah di berikan pada Risa, kelak Risa akan merawat dan menjaga anak itu seperti anaknya sendiri.
" Dia akan menjadi teman Jennie sekaligus adik laki-lakinya. " Lanjut Risa lagi
Atas permintaan Cindy untuk memberikan Jhosua pada Risa membuat kedua orang tuanya ikut setuju, Mereka tidak mengambil hak asuh anak itu dan tetap menyetujui keinginan Putri mereka, Sehingga hari ini Jhosua sudah resmi menjadi putra Juan dan Risa.
✈
Beberapa bulan kemudian dan waktu berjalan dengan sangat cepat, Pertumbuhan Jhosua dan Jennie sudah terlihat, Juan telah kembali di sibukkan dengan tugasnya sebagai seorang pilot semnatar Risa saat ini tengah mengurus diri untuk kembali melamar pekerjaan menjadi seorang pramugari, Adapun ketentuan yang berlaku di Brazil tidak menyulitkan Risa dan membuatnya semakin semangat untuk ikut tes tersebut.
Selama kurang lebih satu bulan Risa harus menjalani tes atau pelatihan untuk kembali menjadi pramugari, Meskipun dulunya dia sudah menjadi seorang pramugari ia tetap harus ikut pelatihan, Dan karena bakat yang banyak di kuasai oleh Risa, dia pun menjadi satu-satunya trainee berbakat dan cepat lolos dalam berbagai tahap pelatihan, impiannya untuk menjadi FA 1 belum terwujud dan setelah itu terwujud dan dia resmi menjalin kontrak, Selepas kontrak habis maka tugasnya berakhir, Risa pun ingin fokus menjadi ibu rumah tangga setelahnya.
Jennie sudah berumur delapan bulan sementara Jhosua berumur enam bulan, saat ini keduanya di rawat oleh Diana, Hal ini membuat Johnny anak Diana senang karena mendapat teman baru, dia bertugas untuk menjaga kedua bayi itu jika Diana sibuk memasak, dan setiap hari sabtu Juan datang untuk melanjutkan tanggung jawab Diana, Sementara Risa belum boleh pulang dan harus menyelesaikan masa pelatihan selama satu bulan penuh.
Dan hari ini kebetulan Juan telah kembali dari tugasnya selama empat hari belakangan ini, Karena Jhosua dan Jennie tinggal di rumah Diana maka dia pulang ke sana, Juan belum bisa kembali ke rumahnya jika Risa beleum menyelesaikan masa latihannya, dan selama Juan pulang biasanya Juan akan tidur di kamar Jane, untungnya Jane sangat jarang pulang sehingga ia bisa tidur di kamar itu bersama anak-anak nya.
" Jennie…Jhosua…, Papa is here…" Lontar Juang menyapa kedua anaknya yang sedang asyik bermain bersama Johnny
Melihat kedatangan Juan kedua anak itu terlihat senang dan menampilkan senyum yang manis sehingga membuat Juan gemas ingin cium, Johnny yang juga menyayangi Juan maju lebih dulu ke arah pria itu dan memberikan ciumannya duluan.
" Johnny, você me surpreendeu ( Johnny, kau membuatku terkejut. ) " Ungkap Juan seketika membuat Johnny tertawa terbahak-bahak
" Kau jangan lupa kalau Johnny juga menganggapmu seperti ayahnya. " sahut Diana muncul dari dalam kamarnya.
Juan bangkit setelah menyapa anak-anak itu dan bergegas ke meja makan, Saat ini ia sangat lapar dan meminta Diana untuk membuatkannya makanan. Selama Risa pergi dia benar-benar merindukan masakan wanita itu.
" Risa benar-benar gigih, dia bahkan tidak menyerah mengejar impiannya itu. " Sahut Diana yang sedang memasak makanan untuk Juan
" Ya kau benar.. Terkadang aku merasa bersalah padanya, Aku membuatnya punya anak sebelum impiannya itu terwujud, Oleh karena itu ketika dia memutuskan unuk kembali bekerja aku tidak melarangnya dan bahkan sangat mendukungnya. " Sahut Juan
" Semoga saja dia cepat lolos dan segera mendapatkan pekerjaan impiannya itu. "
Juan tersenyum kecil sambil membaca pesan singkat dari Risa yang mengatakan bahwa saat ini dirinya benar-benar rindu ingin bertemu, Juan membalasnya dengan kalimat romantis dan berjanji akan mengajak Risa kencan jika ia sudah kembali nanti. Kata kencan memang terdengar lucu bagi orang yang sudah menikah, namun jika di pikir-pikir mereka sudah jarang pergi berduaan sejak ada dua bocah yang melengkapi keluarga kecil mereka itu.