My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
80



Diana dan Johnny sudah harus kembali ke rumah mereka setelah menghabiskan tiga hari di rumah Risa untuk menemaninya, Bertepatan dengan hari itu juga Juan kabarnya akan kembali sehingga Diana dapat pergi dengan tenang tanpa harus mencemaskan Risa. Setelah menemani Diana dan Johnny masuk ke dalam taksi, Risa pun melambaikan tangan pada ibu dan anak itu, Rasanya dia akan benar-benar merindukan keduanya mulai hari ini. Risa pun kembali masuk dan akan mempersiapkan diri untuk memberikan kejutan untuk Juan dan setelah itu dia akan menghubungi kedua orang tuanya soal kehamilan nya ini.


Di tempat lain, Juan yang saat ini sedang dalam perjalanan pulang nampak tak sabar untuk bertemu sang istri, Ia terus menatap foto Risa yang sengaja di pasang di atas dasbor mobil untuk menamainya setiap kali pulang bertugas. Saat di jalan ia tak sengaja melewati toko bunga dan dengan sengaja singgah untuk sekedar membelikan buket bunga kepada Risa, selanjutnya ia membeli sekotak kue tart yang entah kenapa hanya dengan melihat toko kue itu membuat Juan ngiler dan langsung membelinya.


Setelah semua beres Juan kembali melanjutkan perjalanannya, kurang lebih sepuluh menit lagi dirinya akan sampai di rumah, Sebuah pesan baru saja masuk yang datang dari Risa, dia menanyakan soal keberadaan Juan saat ini namun Juan dengan iseng tidak ingin membalasnya sebagai bentuk kejutan untuk Risa. Beberapa saat kemudian akhirnya Juan tiba dengan selamat, ia turun sambil membawa buket dan kotak kue tanpa menurunkan kopernya, Masih dengan seragam kebanggaannya ia pun berjalan memasuki rumah nya.


Dari pintu masuk, Juan di kejutkan dengan sebuah pesan yang tertera di depan pintu masuk. Juan mengernyit heran dengan pesan yang di tulis Risa yang berbunyi ketuk pintu sebelum masuk, Karena kedua tangan Juan penuh barang-barang maka dia menendang pintu rumah sebanyak dua kali, Setelah itu terdengar suara Risa dari speaker interkom yang menyuruhnya untuk segera masuk. Juan hanya tersenyum kecil melihat tingkah aneh Risa dan setelah itu ia pun masuk dan mendapati pesan baru lagi yang di letakkan Risa di lantai, di mana pesan itu merupakan arahan anak panah yang harus di ikuti oleh Juan, ia pun dengan pasrah mengikuti arahan anak panah itu yang menuju ke halaman belakang rumah.


Setelah tak ada lagi arahan anak panah, Juan kembali di kejutkan dengan pesan yang tertera di depan pintu halaman belakang yang berbunyi untuk membukanya sekarang. Juan membuka pintu itu dan berhasil menemukan puluhan balon warna-warni serta banner yang bertuliskan Parabéns, você se tornará pai yang artinya adalah Selamat, Anda akan menjadi seorang ayah. Juan yang membacanya pun hanya dapat tertegun dan saat ini kedua matanya terlihat menggambarkan rasa yang campur aduk.


Bersamaan dengan itu Risa muncul di hadapannya sambil membawa sebuket bunga, ia tertawa kecil karena Juan juga membawakan buket bunga untuknya. Setelah Risa tiba di hadapan Juan ia kembali mengucapkan selamat karena akan menjadi seorang ayah.


" Apa ini serius? Kau tidak sedang bercanda denganku kan.? " Tanya Juan dengan wajah penuh kebingungan


" Tentu saja ini benar, Aku sudah mengeceknya dua kali dan hasilnya positif, kau akan menjadi seorang ayah dari bayi kembar kita." Gumam Risa lagi-lagi membuat Juan terkejut dengan kalimat nya barusan.


" Bayi kembar? Aku akan menjadi ayah dari dua bayi kembar?????" Tanya Juan tak percaya dan Risa dengan bangga menganggukkan kepalanya.


Pertama-tama Juan meletakkan buket dan kotak kue di atas sebuah meja yang tertera di dekatnya, kemudian ia kembali menghampiri Risa memberinya ciuman singkat dan berakhir memeluknya dengan erat.


" Terima kasih, aku sangat bahagia sampai tidak bisa mengekspresikan diri dengan benar. " Ucap Juan membuat Risa tersentuh mendengar nya


Risa melepas pelukannya dan beralih pada sebuah laptop yang telah ia sediakan untuk melakukan panggilan video dengan orang tuanya, Risa dan Juan duduk bersebelahan di depan laptop yang saat ini sedang melakukan panggilan jarak jauh.


" Ada apa nak.? " Sahut Papa Risa ketika ia sudah menjawab panggilan tersebut, selang beberapa menit Mama Risa muncul dengan nafas yang terengah-engah sepertinya dia ada di lantai bawah saat papa Risa menjawab panggilan tersebut.


" Apa ada kabar gembira.????? " Tanya Mama Risa penuh semangat


" Risa hamil. " jawabnya cepat


" Tepat sekali, Saat ini Risa telah mengandung dua bayi sekaligus. " Sambung Juan tak kalah cepat


" Kembar? Bayi nya ada dua.???? " Seru mereka seakan tak percaya


" Iya mah, Aku hamil anak kembar. " sahut Risa membenarkan


Tidak hanya Mama Risa yang bersorak kegirangan, Papa Risa pun demikian, Ini pertama kalinya Risa melihat Papanya sebahagia itu mendengar kabar kehamilannya sehingga membuat Risa sampai terharu dan ingin menangis di buatnya. Mama dan papanya mengucapkan selamat dan mendoakan mereka agar tetap sehat sampai hari lahiran nanti, Mereka juga menambahkan akan ke sana jika bayinya akan segera lahir. Setelah panggilan video berakhir, Juan dan Risa menikmati makan malam bersama sebagai calon orang tua yang akan segera d karuniai bayi kembar. Juan berharap bayinya sepasang sehingga mereka langsung memiliki anak perempuan dan laki-laki secara bersamaan, namun Risa tidak mempermasalahkan jenis kelaminnya yang penting kondisi bayi sehat sampai lahiran nanti.


\*


Selama Risa mengandung, Juan tidak pernah sekalipun meninggalkannya dalam sehari, ia hanya menerima tugas terbang tidak lebih dari sepuluh jam terbang saja dan selebihnya ia akan pulang dan menemani Risa, Terkadang Juan membantunya dalam memasak untungnya Juan jago masak dan masakannya terbilang sangat enak untuk Risa. Soal pekerjaan rumah biasanya Juan menyewa jasa pembersih yang datang setiap pagi dan pulang jika semua sudah beres agar Risa tidak kewalahan dalam mengurus rumah.


Usia kandungan Risa masih belum dapat di deteksi apakah jenis kelaminnya perempuan atau laki-laki, Dokter menyuruhnya untuk datang jika usia kandungannya sudah menginjak usia empat bulan. Selama ini mamanya dan juga Diana terus menerus menelpon hanya sekedar mengetahui kondisi Risa, hal ini bahkan membuat Risa pusing sebab dua wanita itu memberikan tips-tips orang dulu yang tidak boleh ini itu di saat tengah hamil muda, Sementara Risa yang lebih suka dengan yang modern tetap mengikuti aturan baru yang tidak rumit dan memusingkan seperti yang mama dan Diana katakan.


Setelah sebulan full menemani Risa, Juan harus bertugas terbang dengan jam terbang 24 jam yang akan memakan waktu sekitar seminggu dengan beberapa sektor yang akan di singgahi, Selama seminggu itu Juan hanya mendapat jatah libur sebanyak dua hari itu pun harus tinggal di New York untuk menetap sebentar kemudian melanjutkan penerbangan nya. Karena Juan harus bertugas hari itu, Risa pun menemaninya ke bandara meskipun Juan melarang karena tak ingin membuat Risa kelelahan, Risa tetap ngotot ingin mengantar Juan dan akhirnya di setujui oleh pria itu.


Setibanya di bandara, Juan seakan tak ingin pisah dengan Risa, Ia menundukkan tubuhnya dan bersimpuh di hadapan Risa sambil menyentuh perut Risa yang sudah menampakkan perubahan selama satu bulan ini. Juan mengusap lembut perut Risa ia bahkan tak malu di lihat orang-orang sekitar dan tetap melakukan aksinya, Sesekali Juan berbicara pada sang jabang bayi untuk bersikap baik di dalam sana, melihat Juan yang bertingkah seperti itu membuat Risa ingin tertawa.


" Aku akan pergi sekarang, Kau harus berhati-hati jangan naik turun tangga terlalu sering, kalau perlu tidur di kamar yang ada di lantai bawah saja oke, Apa sebaiknya aku menelpon tanteku untuk menemanimu? " Juan tak henti-hentinya mengkhawatirkan Risa sampai membuat wanita itu menutup mulut Juan agar berhenti bicara.


" Aku akan baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir, Cepatlah pergi. " Ujar Risa seakan membuat Juan seketika patuh dengan perintahnya


Juan meraih tubuh Risa sembari memberikan kecupan singkat di keningnya " Aku akan segera kembali. " Gumam Juan lembut.