
Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami update setiap hari ❤️
Terpaksa menikah dengan seorang dokter tampan yang memiliki segalanya. Orang lain mengira Jingga beruntung mendapatkan suami seperti dokter Arkana, namun pada kenyataannya dokter Arkana tidak sebaik yang di pikirkan oleh orang lain.
Rumah tangga Jingga dalam masalah besar, dia selalu di sakiti oleh suaminya sendiri. Tidak ada yang dapat menyelamatkan rumah tangga yang seperti berada di neraka itu.
Sampai kapan penderitaan Jingga akan berlanjut? Akan kah Arkana berubah setelah mencintai Jingga?
Spoiler Chapter
#Promosinovel
Jingga di lempar ke atas tempat tidur oleh Arkana dengan paksa, ini bukan hal baru untuk Jingga dan sekarang dia tampak ketakutan dan berusaha untuk melindungi dirinya jika Arkana kembali menyakitinya seperti terakhir kali.
Arkana terlihat melepaskan jasnya dan membuangnya ke lantai, kemudian dia membuka dua kancing bajunya yang membuatnya terlihat begitu keren hanya dengan melepaskan dua kancing baju saja.
Arkana diam di tempat sambil menutup wajah dengan satu telapak tangannya. Entah apa yang ada di pikiran Arkana saat ini yang jelas dia terlihat kebingungan dengan apa yang ingin dia lakukan.
“ Aku salah apalagi mas?” Tanya Jingga yang menatap Arkana dengan penasaran.
“ Kenapa mama menjadi sangat begitu peduli padamu sedangkan aku yang anaknya sendiri selalu di perlakukan berbeda? Kenapa.???” Teriak Arkana tepat di depan Jingga yang hanya dapat menatapnya dengan ekspresi takut.
“ Aku nggak ngerti kenapa kamu marah sama aku hanya karena mama peduli sama aku? Harusnya kamu tanya itu sama mama kamu mas, ini bukan salah aku.” Balas Jingga.
“ Ini salah kamu. Semuanya salah kamu, semuanya.” Arkana menggantung ucapannya dan terlihat begitu frustasi sekarang.
“ Kamu harus mengandung secepatnya, kasih mama cucu biar aku nggak pusing.” Ucap Arkana tiba-tiba.
“ Kamu harus hamil, tapi bukan dengan aku.” Ucap Arkana sekali lagi membuat Jingga yang mendengarnya sangat terkejut.
“ Aku harus hamil sama siapa mas kalau bukan sama kamu? Suamiku itu kamu, dan aku nggak mau melakukannya sama orang lain.” Sahut Jingga menatap Arkana lurus.
“ Aku akan cari laki-laki yang bisa kasih kamu keturunan sehingga keinginan mama untuk menimang cucu akan segera terlaksana.” Balas Arkana dengan santai.
“ Aku nggak mau mas.” Tolak Jingga dengan tegas.
“ Apa kamu bilang? Kamu nggak mau.?” Arkana baru saja memegang dagu Jingga dengan sangat kuat dan menatapnya penuh kekesalan.
“ Kamu harus nurut apa kata suami, ingat kalau kamu menolak artinya kamu udah durhaka sama aku.” Arkana melepasnya dengan kuat hingga membuat tubuh Jingga kembali jatuh ke tempat tidur.
“ Aku tetap nggak akan mau mas kalau aku harus mengandung anak orang lain, kamu kenapa sih nggak mau kalau kamu aja yang melakukannya.?” Sahut Jingga dengan tangis yang pecah.
“ Aku nggak cinta sama kamu, dan aku nggak akan pernah mau melakukan hal itu dengan orang lain tanpa rasa cinta.” Balas Arkana dengan penuh penekanan.
“ Tapi itu dosa mas, aku nggak bisa memenuhi perintah kamu barusan.” Ucap Jingga sambil sesegukan.
“ Nggak ada tapi-tapi, kalau kamu menolak aku akan membunuh kamu.” Kata Arkana begitu tajam.
Arkana pun menyuruh Jingga untuk keluar dari kamarnya, dia tidak boleh melaporkan hal ini kepada siapapun jika dia masih ingin hidup.
Penasaran? bisa langsung cari ceritanya di profil author ya ❤️