My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
Keindahan Kota Sao Paulo



Setelah menghabiskan sekitar tiga puluh menit di restauran, kini kedua wanita cantik itu kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju daerah yang terkenal dengan destinasi wisata terbaik di Sao Paulo.


Tempat itu disebut Beco do Batman atau Batman Alley yang di ambil dari nama panggilan untuk daerah di sekitar Rua Gonçalo Afonso dan Rua Medeiros de Albuquerque di lingkungan Vila Madalena di São Paulo. Beco do Batman adalah tujuan wisata populer karena padatnya coretan grafiti yang berjejer di sepanjang jalan.



Maya dan Risa tentu tak ingin ketinggalan untuk berswafoto bersama, Tempat yang menyajikan unsur seni yang sangat apik akan menjadi momen paling mengesankan dan sangat Bagus untuk di abadikan pada sebuah kamera. Karena mereka datang berdua keduanya kesulitan untuk mengambil foto bersama, Sehingga Risa melirik kesana-kemari mencoba mencari seseorang untuk membantunya mengambil foto.


Di sudut lorong Risa mendapat seorang pria yang memandang dinding lukisan sambil mengeluarkan kamera digitalnya, Risa dengan memberanikan diri menyapa pria itu dan meminta tolong untuk mengambilkan gambar. Karena Brazil masih memakai bahasa inggris sebagai bahasa kedua Risa jadi tidak merasa kesulitan untuk berkomunikasi dengan orang-orang sekitar.


Ketika pria itu berbalik, Risa langsung terkejut dengan mata yang melebar sempurna, Ia tak tahu kalau pria yang di tegurnya barusan adalah Juan Diaz co-pilot tampan yang di idolakan banyak orang. Ketika Maya menghampiri Risa ia ikut-ikutan terkejut terlebih lagi saat tatapan Juan terasa sangat mengintimidasi.


" Maaf Capt saya lancang. " Ucap Risa menunduk malu atas perbuatannya barusan.


Juan memberikan tangannya menandakan ia ingin membantu kedua wanita itu untuk berfoto, Maya melirik Risa dengan takut begitu pun dengan Risa. Juan yang tak banyak bicara langsung mengambil kamera yang di pegang Risa kemudian menyuruhnya untuk segera bergaya. Agak canggung untuk bergaya saat itu sehingga ketika Juan mulai menjepret Risa hanya dapat bergaya sederhana sementara Maya terlihat asyik berganti gaya.


" Terima kasih capt. " Seru Maya setelah menerima kembali kameranya.


Juan berlalu begitu saja dengan sikap dingin yang membuat Risa benar-benar tak habis pikir, bagaimana bisa pria seperti itu memiliki fans yang sangat banyak dan mengidolakan nya.


*


Malam ini semua kru di panggil oleh Kapten Zain untuk makan malam bersama di resto hotel, Semua menu yang tersedia terlihat sangat mewah dan lezat. Karena ini pertama kali bagi Risa ia sedikit canggung dan sulit untuk berbaur, namun ada beberapa dari kru yang mengajarkan Risa bagaimana cara menikmati acara kumpul bersama seperti ini terutama Maya. Melihat Maya yang sangat hiperaktif membuat Risa teringat akan sosok Lina yang juga selalu membantunya.


Yang menarik perhatian Risa saat ini adalah sosok Karin yang tampak kesal sejak acara di mulai, Melihat ketidakhadiran Juan tentu membuat Risa paham dari ekspresi wajahnya. Risa mulai berpikiran yang tidak-tidak dengan Juan namun saat itu Risa dengan memberanikan diri menghampiri Karin sembari menyodorkan segelas minuman kepadanya, Kali ini Risa ingin mencoba akrab dengan wanita itu.


" Terima kasih. " terimanya sambil tersenyum kecil.


" Kenapa kak? Kok kaya sedih gitu mukanya. " Lanjut Risa mencoba memulai percakapan lagi.


" Nggak kenapa-napa, Oiya ku dengar-dengar kamu itu mantannya Pak Dimas yah. " Sahut Karin membuat Risa tercengang mendengar nya.


" Bukan, kakak salah.., Pak Dimas cuma teman nggak lebih. "


" Jangan bohong, berita itu sudah tersebar hampir ke semua maskapai. "


Risa tak dapat berkata-kata lagi, Rumor itu memang pernah ada namun antara Risa dan Dimas memang tidak pernah menjalin hubungan apapun.


" Kak Karin sendiri ada hubungan apa dengan Captain Juan? " seloroh Risa yang kali ini membuat Karin tak dapat berkutik.


" Kau pasti sudah mendengar rumor tentang Juan dan aku kan? Itu salah satu alasan mengapa aku terlihat sedih hari ini. Juan pulang ke rumahnya bersama wanita lain, padahal waktu itu dia mengajakku ke sana, ini benar-benar tidak adil. "


" Aku melihatnya, aku melihat Capt Juan dan seroang wanita cantik pulang bersama waktu itu. "


" Benarkah? Kau mengenal orangnya.? " Tanya Karin sangat penasaran


" Sepertinya dia bukan bagian dari kita, Tapi aku yakin dia orang Indonesia soalnya wajah Indo banget. "


Wajah Karin lagi-lagi berubah, lebih kesal dari sebelumnya ia bahkan melirik ponselnya berharap Juan membalas pesan darinya namun sayangnya tidak ada pesan yang di kirimkan Juan, Risa hanya dapat berdoa tidak di dekat kan dengan pria yang bernama Juan itu, bagaimana mungkin seorang pria tampan yang di sukai banyak orang memiliki sifat playboy seperi itu.