
Sudah hampir dua minggu ini Juan terlihat gelisah dan semakin bersikap aneh, dia selalu meminta maaf meskipun tidak sedang melakukan kesalahan hal ini tentu membuat Risa merasa aneh dan terus bertanya-tanya dalam hatinya, ada apa dengan suaminya ini? Kenapa setiap saat meminta maaf dan setiap saat merasa bersalah, hari ini Juan akan kembali bertugas dan Risa telah menyiapkan semua keperluannya, untungnya hari ini dia hanya punya 8 jam terbang sehingga dapat kembali pulang setelah menyelesaikannya.
Saat semua keperluan telah di susun rapih ke dalam sebuah koper, Tiba saatnya untuk Juan berangkat namun sebelum itu ia menghampiri Risa kemudian menggenggam kedua tangannya dengan penuh kelembutan seraya menatap bola mata Risa dengan lekat. Juan berpikir untuk memberitahu Risa soal kehamilan Cindy, namun saat melihat raut wajah Risa yang seperti itu rasanya kembali sulit untuk mengatakannya, Risa tahu kalau selama ini Juan seperti ingin mengatakan sesuatu namun entah apa sampai membuatnya terus menahannya.
" Katakan saja, Aku akan mendengarkan. " Risa menahan wajah Juan saat pria itu hendak membuang wajah pasrah nya.
" Aku hanya mau bilang, apa jika aku melakukan sesuatu yang salah kau masih mau untuk memaafkan ku.? " Tanya Juan sangat hati-hati
" Di lihat dulu kesalahan seperti apa, Kalau kau selingkuh dan ingin menikah lagi tentu aku akan sangat marah, " Kalimat yang di lontarkan oleh Risa membuat Juan terkejut, pasalnya apa yang di katakan sama persis dengan kenyataanya saat ini sehingga membuat Juan lagi-lagi tidak bisa mengatakannya.
" Tentu saja, aku hanya asal bertanya jangan terlalu di pikirkan. Aku akan berangkat tolong jaga anak kita yah.., " Juan merunduk ke perut Risa sambil mengusapnya dengan lembut.
" Ayah akan kembali, kalian jangan nakal yah. " bisik Juan kemudian
Karena Risa sedang hamil besar, ia tidak bisa mengantar Juan sampai di bandara sehingga ia hanya bisa mengantarnya sebatas sampai pintu saja, Seperti biasa sebelum berangkat kerja Juan memberikan ciuman di kening dan juga perut Risa sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan pelataran rumah.
☁️✈
Karena vitamin nya sudah habis, Risa terpaksa harus menemui dokter kandungannya untuk meminta resep lagi, Tanpa vitamin itu Risa tidak bisa sekuat saat ini karena ia mengandung dua anak sekaligus tenaganya jadi banyak yang terkuras. Ia pergi menggunakan taksi menuju rumah sakit yang terdapat di pusat kota, ini pertama kalinya Risa pergi seorang diri tanpa di dampingi oleh Juan semenjak ia hamil, Cukup menyenangkan meskipun hanya seorang diri ia pun banyak bercengkrama dengan supir taksi menggunakan bahasa Portugis yang sudah di kuasainya selama tinggal di Brazil.
Setibanya di rumah sakit, Risa menunggu namanya di panggil di ruang tunggu dan tiba-tiba saja ia kembali melihat sosok yang tak asing keluar dari ruangan dokter kandungan sambil membawa selembar kertas yang di lihatnya dengan tatapan tak percaya, Selain itu ada sesuatu yang aneh di lihat Risa yang membuatnya beranjak dari kursinya dan mendekati wanita yang tak lain adalah Cindy.
" Cindy... " panggil Risa membuat wanita itu menoleh dengan mata yang terbelalak saat melihat kehadiran Risa.
" Ri.. Risa..? " Ucapnya mulai ketakutan
" Kau tidak bertugas? Bukannya hari ini kalian sedang bertugas? Juan bahkan sudah pergi sejak pagi. ?" lontar Risa kebingungan
Wajah khawatir Cindy mulai nampak sangat jelas, ia ingin menghindari Risa namun wanita itu menahan langkahnya saat ia berusaha untuk pergi.
" Jangan pergi, Kenapa kau terlihat sangat takut.? "
" Benar juga, Kenapa aku harus takut? Risa bahkan tidak akan mengira akan hal ini. " benak Cindy meliriknya sekilas
Baru saja Risa hendak menjawab, seseorang dari ruangan tempat Cindy keluar barusan menghampiri mereka dan menyebut nyonya Diaz yang membuat Risa tentu heran, Sebutan itu merupakan sebutan untuknya selaku istri Juan dan biasanya di rumah sakit seperti ini meminta data keluarga dan memanggil si istri dengan sebutan Nyonya dengan nama terkahir sang suami.
" Nyonya Diaz, Kami lupa memberikan resepnya maafkan kami, anda bisa mengambilnya di ruang farmasi, permisi. " Lanjut nya begitu menyerahkan resep ia pun kembali ke dalam ruangan.
" Kenapa mereka menyebutmu dengan nama suamiku dan resep apa itu.? " Tanya Risa semakin di buat penasaran
Karena Cindy yang terlihat tidak mau menjawab pertanyaan Risa, ia pun merebut kertas yang di pegang oleh Cindy kemudian membacanya dengan penuh teliti.
" Apa-apaan semua ini? Kenapa di sini mengatakan kalau Juan adalah suamimu? Dan kapan kau mengandung.???? "
☁️✈
Di atas atap rumah sakit, kedua wanita itu saling berhadapan satu sama lain, Risa dengan penuh rasa penasaran menatap Cindy yang sampai saat ini belum mengatakan apapun, ia hanya mengajak Risa naik ke atap untuk menjelaskan sesuatu dan sampai membuat Risa muak kemudian menyuruh Cindy untuk cepat-cepat mengatakan yang tidak ia ketahui.
" Aku hamil karena suami mu. " Ucap Cindy seketika membuat waktu di sekitar Risa mendadak berhenti berputar.
" Aku sedang mengandung anak Juan, Dan dia berjanji akan bertanggung jawab. " Lanjut Cindy
" Suamiku tidak mungkin melakukan hal kecerobohan itu padamu, Kau pasti menjebaknya kan.???? " Lontar Risa naik pitam
" Kau tanyakan saja pada Juan, malam itu saat kami singgah di New York aku dan dia tidur bersama, Aku yakin Juan tidak akan mengelak jika kau menanyakannya. "
" Aku tidak percaya, Juan tidak mungkin melakukan nya, dia sudah punya aku dan bahkan dia akan menjadi seorang ayah dari dua anak sekaligus."
" Maafkan aku Risa, tapi ini bukan sesuatu yang di rencanakan, Juan memang sedang mabuk malam itu dan aku pun sama karena habis meminum obat. "
" Aku tidak akan menyerahkan Juan selama anak di dalam kandungan mu itu belum terbukti anak Juan maka aku tidak akan pernah sudi memberikan Juan padamu. " Sahut Risa menunjuk Cindy dengan kesal
" Bukti apa lagi yang ingin kau tahu? aku berjanji pada Juan untuk tidak memberitahumu karena dia akan memberitahu sendiri tapi sampai saat ini dia belum juga memberitahu, aku terpaksa melakukannya karena kau sudah melihat hasil check up ku. " Kata Cindy lirih
Risa seakan tak bisa membendung air matanya, ia ingin tidak percaya akan kebenaran ini namun nyatanya semua telah terbukti satu persatu, Dan soal sikap Juan yang kemarin sempat aneh membuat Risa semakin yakin dengan kehamilan Cindy ini. Risa pun pergi meninggalkan Cindy tanpa mengatakan apapun, sebaliknya Cindy terlihat kebingungan harus memberitahu Juan seperti apa, Ia pasti akan sangat marah karena Risa sudah mengetahui semuanya.