My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
92



Malam harinya Risa masih tidak di perbolehkan untuk bertemu Juan lebih tepatnya Juan di larang masuk oleh kedua orang tua Risa, Saat itu Risa mendengar suara Juan yang memohon untuk di izinkan masuk akan tetapi kedua orang tua Risa tidak memperdulikan permintaan Juan sehingga membuat Risa sedih.


" Pah biarkan Juan masuk sebentar saja yah. " Pinta Risa dengan penuh harap


'' Tidak!!! Setelah apa yang dia perbuat papa tidak akan membiarkan kalian bertemu. " Jawabnya ketus


" Tapi pah, aku tidak apa-apa, Juan tidak sengaja melakukannya dan juga tidak memperhatikan wanita itu lebih dari aku. "


" Jangan bodoh Risa, Kamu itu sudah di buta kan dengan Cinta sampai tidak bisa membedakan yang benar dan salah, Papa melakukan ini karena papa sayang sama kamu, papa tidak bisa membiarkan Putri semata wayang papa di perlakuan seperti ini oleh seorang pria yang sudah membuat papa kecewa.! " Jelasnya sukses membuat Risa tak bisa berkata-kata


Mama nya hanya melihat dan mendengar tanpa berkomentar apapun, jika begini terus Risa khawatir kalau papanya akan membawanya jauh dari Juan untuk waktu yang lama, Setelah semua kembali tenang Risa mendapatkan pesan singkat yang datang dari Juan. Dengan sangat hati-hati ia pun membuka pesan itu dengan cara membelakangi kedua orang tuanya dan diam-diam memainkan ponselnya.


" Bagaimana keadaanmu? Kau baik-baik saja kan? Orang tuamu bilang apa? Dia tidak menyuruhmu untuk bercerai denganku kan. ??" Tulis Juan pada pesan tersebut


Risa tersenyum getir membacanya, Jemarinya siap untuk membalas pesan itu namun tiba-tiba saja sesuatu yang tak terduga terjadi, di mana Papa Risa dengan cepat memergokinya dan merebut ponsel itu darinya.


" Pah jangan di ambil ponselnya. " Protes Risa cemas


" Jangan mencoba untuk berhubungan lewat ponsel, Ponsel ini akan papa sita. " Ucapnya sambil meletakkan ponsel itu di atas meja yang tertera di dekat kedua orang tuanya duduk


Risa dengan wajah memelasnya terpaksa menahan diri untuk tidak memberontak, Saat ini dirinya benar-benar merindukan sosok Juan di sisinya, Ia ingin Juan ada menamainya di saat-saat seperti ini, justru dengan membiarkan Juan di luar sendirian membuatnya semakin khawatir apakah dia sudah makan atau belum ataukah dia akan tidur di tempat nyaman atau tetap di luar kamar sampai menunggu keajaiban tiba.



Hari demi hari Juan mencoba untuk menemui Risa dengan meminta izin pada Mama dan Papa Risa ketika mereka keluar dari kamar, namun tak ada satupun dari mereka yang menghiraukan Juan, bahkan ketika pria itu mengajak mereka bicara baik mama atau pun papa mertuanya tidak menganggap Juan ada. Sikap baik Mama mertua nya dulu yang menganggapnya seperti anak sendiri sudah tidak ada lagi, seperti hari ini yang di mana sudah memasuki empat hari sejak mereka mengetuai semuanya dan sampai saat ini Risa masih di rawat di rumah sakit, Juan mencoba untuk menemui Risa dengan cara bersujud di depan pintu kamar menunggu sampai seseorang keluar dan mengizinkannya masuk.


Seorang perawat yang kebetulan datang untuk melihat kondisi Risa, merasa di kejutkan dengan kehadiran Juan di depan pintu. Namun ia tak mempedulikannya dan tetap masuk ke dalam, Saat perawat itu memeriksa keadaan Risa ia pun menceritakan soal Juan yang berada di luar kamar, mendengar hal itu Risa merasa kasihan dan ingin menemuinya, namun ia takut dengan Papanya yang terus menerus melarang Risa agar bertemu dengan suaminya sendiri, seandainya ponselnya ada bersamanya ia bisa mengirimkan pesan untuk Juan sayangnya ponsel itu masih ada di tangan papanya.


Setelah menerima pengecekan dari perawat, Risa sudah boleh keluar hari ini dan infus yang sejak kemarin ingin di lepasnya sudah boleh di lepas, Sebelum perawat itu meninggalkan ruangan Risa memintanya untuk memberitahu Juan agar berhenti melakukan hal itu, Ia akan mencari cara agar kedua orang tuanya mau mengizinkan Juan untuk bertemu dengannya. Setelah perawat itu pergi, kedua orang tua Risa menatapnya heran, ada gunanya Risa bisa berbahasa Portugis sehingga kedua orang tuanya tidak mengerti apa-apa mengenai percakapan nya dengan perawat barusan.



Hari itu juga Risa sudah di bolehkan pulang oleh dokter dan saat pulang kedua orang tuanya terpaksa menerima tawaran Juan untuk mengantar mereka, awalnya papa Risa tidak sudi jika harus kembali ke rumah Juan, ia berpikir untuk menginap di hotel sampai mereka kembali ke Indonesia lagi, Selama di perjalanan Risa yang duduk di belakang bersama kedua orang tuanya tidak melontarkan sepatah kata pun pada Juan, Rasanya Juan sudah seperti seorang supir taksi untuk mengantar penumpangnya sampai di tempat tujuan.


Setibanya di rumah, Cindy sudah berdiri di ambang pintu masuk untuk menyambut mereka, Saat turun dari mobil mama Risa langsung geram ingin menjambak rambut wanita yang ia anggap tak tahu diri itu. Papa Risa menuntun putrinya memasuki rumah tanpa menyapa Cindy saat mereka melewatinya, tatapan sinis dari mama Risa membuat wanita itu memasang mimik sedih.


Juan yang terkahir masuk terlihat menjinjing tas pakaian milik Risa dan tiba-tiba berhenti di hadapan Cindy dan berkata " Bisa tidak kau jangan muncul dulu di depan mereka, Jangan bertingkah seperti orang bodoh. " Ucap Juan kembali melanjutkan langkah nya.


Walaupun Juan sudah bertemu dengan Risa, ia tetap tidak boleh satu kamar dengannya, Kedua orang tua Risa meminta Juan untuk tidak tidur di kamar mereka dan di gantikan oleh Mama Risa, Sementara itu Juan terpaksa harus tidur di kamar anaknya malam ini. Risa yang baru saja tiba di rumah pun langsung di suruh masuk ke dalam kamar, Juan hanya dapat melihat istrinya yang memasuki kamar dengan perasaan berat.



Papa Risa sengaja mengumpulkan semuanya di ruang keluarga, Suasananya benar-benar mencekam bahkan Juan sampai lupa untuk bernafas saking takutnya, Ia duduk berhadapan dengan Papa mertuanya dan Risa yang duduk di antara papa dan mamanya, Dari kamar Cindy hanya memantau mereka karena tidak di izinkan untuk bergabung. Mendengar tarikan nafas papa Risa saja sudah membuat Juan keringat dingin, Ia menunggu sampai beliau mengungkap alasannya untuk berkumpul seperti ini.


" Aku akan membawa Risa kembali ke Indonesia dan secepatnya Kalian harus bercerai. " ucap Papa Risa dengan wajah serius yang menakutkan


" Maafkan aku pah, aku tidak bisa bercerai dengan Risa. " Jawab Juan tak setuju


" Setuju tidak setuju kalian harus tetap bercerai, bagaimana mungkin dalam satu rumah tangga kau memiliki dua orang istri yang sedang hamil, Kalau kau sudah memilih dua di awal maka kau harus kehilangan satu. " Lanjutnya tegas


" Tapi Risa tidak mau bercerai pah. " lontar Risa memberanikan diri


" kalau kau tidak mau bercerai maka mulai hari ini kau bukan anak kami lagi. " Ia bangkit dan berjalan meninggalkan ruang keluarga menuju kamarnya, Mama Risa memeluk Putri nya sembari menyuruhnya untuk menerima apa yang papanya ucapkan.


" Mama seorang wanita mestinya tahu kalau Risa tidak bisa pisah dari Juan, coba mama bayangin kalau papa seperti Juan yang melakukan kesalahan yang sama, apa mama mau berpisah dengannya.?" Ucap Risa berusaha membujuk mamanya untuk berpihak padanya


Wanita itu melirik Juan yang masih tertunduk lesu sebenarnya masih ada perasaan kasihan pada menantu nya itu, namun ketika mengingat ia sudah menghamili wanita lain rasanya sangat mengecewakan, Mama Risa tidak bisa berbuat apa-apa selain menyetujui ucapan suaminya untuk Risa dan Juan segera bercerai. Ia bangkit dari ruangan itu membiarkan Juan dan Risa berdua untuk bicara kelanjutan dari keputusan Papanya.


" Aku tidak mau kita sampai bercerai. " sahut Risa membuat Juan mengangkat kepala dan menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca


" Kau tenang saja, aku tidak akan membiarkan papa mu memisahkan kita, aku akan mencari jalan keluar untuk mempertahankan pernikahan ini, Jadi kau tidak perlu khawatir. " Ucapnya lembut


Risa bangkit dari tempatnya kemudian mendekati Juan, membiarkan dirinya masuk ke dalam pelukan suaminya itu, sudah lama rasanya ia tak berada di dekapan suaminya seperti saat ini.


" Tolong kali ini jangan hanya ucapan saja, Aku ingin semua kembali baik-baik saja. " gumam Risa pelan dan di balas anggukan mantap dari Juan



Wanita itu terlihat baru saja turun dari sebuah mobil dengan tergesa-gesa, kemudian menekan bel rumah hingga seseorang muncul membukakannya pintu. Wanita itu di sambut langsung oleh mama Risa dan seketika mendapat tatapan sinis darinya, Diana merasa tidak enak sekaligus menyesal atas apa yang kedua orang tua Risa ketahui tentang Juan dan Cindy, Setelah mendapat telepon dari Juan bahwa papa Risa memintanya untuk bercerai, Diana langsung meluncur dari kediamannya hanya untuk bicara kepada kedua orang tua Risa.


" Maaf kak, bisa kita bicara sebentar, ini mengenai Risa dan Juan. " Ucapnya dengan nada memelas


" Aku tidak tahu kalau suamiku akan mendengar nya, tapi silahkan masuk " Balas Mama Risa segera mengantar Diana duduk di ruang tamu, kemudian ia pergi ke kamar untuk memanggil suaminya


Selang beberapa menit papa dan mama Risa keluar dan menghampiri Diana dengan raut wajah serius, Juan yang menyadari kedatangan Diana hanya dapat melihatnya dari lantai dua dengan penuh cemas, ia berharap Diana mampu membujuk kedua orang tua Risa untuk berubah pikiran.


" Juan. " panggil Risa yang ikut keluar dari kamarnya, Juan menyuruh Risa untuk tidak berisik dan tetap tenang saat para orang tua mengobrol


Juan kemudian meraih dan menggenggam tangan Risa dengan penuh kelembutan, Risa melirik sikap Juan dan ikut merasakan kekhawatiran pria itu, selanjutnya kedua mata mereka fokus melirik ke arah Diana dan orang tua Risa, Saat ini mereka tampak seperti dua anak kecil yang mengintip obrolan para orang dewasa.


.


.


.


Jangan lupa untuk selalu memberikan like dan komentar yang manis yah :)🌹