
Ketika Risa keluar dari dalam kokpit, ia mendapati seorang wanita yang membawa nampan berisi buah-buahan dan keduanya saling menatap satu sama lain. Wanita itu adalah FA 1 maskapai ini yang di maksud oleh pilot barusan, Risa menunduk maaf seraya menjelaskan tujuannya masuk ke dalam dan setelah menjelaskan nya dengan teliti Karin dapat memakluminya dan menyuruh Risa untuk kembali ke kabinnya.
" Tunggu dulu. " Sahut Karin membuat Risa kembali menoleh.
" Kau harus ingat posisimu, Pramugari junior sepertimu tidak di tempatkan di kabin seperti ini, apalagi sampai masuk ke dalam kokpit pesawat. " Lanjut Karin sambil menekan bel pintu kokpit dan sejurus kemudian pintu terbuka dan Karin segera masuk ke dalam.
Risa terdiam sambil memandang pintu kokpit dengan tatapan sendu, Ia heran kenapa semua kepala pramugari harus menyimpan kebencian padanya. Apa salah Risa sehingga membuat semua orang seakan tidak menyukai keberadaan nya.
Begitu Risa kembali ke kabin kelas ekonomi, Ia menghampiri Maya yang saat itu sedang membuat teh hangat pesanan penumpang.
" Kamu kenapa? " Tanya Maya menghentikan pekerjaannya sembari menoleh ke arah Risa.
" Aku habis mengantarkan kopi untuk pilot" Balasnya masih dalam keadaan tadi.
" Benarkah? Bukannya itu tugas kepala pramugari.? " ucap Maya kaget.
" Aku tadi mencari kepala pramugari untuk menjawab panggilan dari dalam, karena tidak ada yang muncul makanya aku yang menjawabnya. dan Kapten menyuruhku untuk membawanya saat itu juga aku tidak punya pilihan. "
Dengan tampang cemas Maya menarik Risa menjauh dari tempat mereka barusan, Maya memilih kabin paling belakang di mana tidak ada pramugari lain di sana. Melihat sikap aneh Maya barusan sukses membuat Risa bertambah kebingungan.
" Aku harus memberitahumu sesuatu, karena kamu baru di sini makanya aku akan kasih tau, " Bisik Maya begitu hati-hati.
" Ada apa? " Tanya Risa benar-benar penasaran.
" Pertama, kamu tidak boleh memberitahu siapa pun kalau kamu habis mengantarkan kopi ke dalam kokpit, terutama kepala pramugari, kau bisa tamat di maskapai ini."
" Tapi dia sudah melihat ku keluar dari sana. " Jawab Risa begitu polos.
" Tolong tenanglah dan ceritakan pelan pelan saja, aku tidak mengerti apa maksudmu.??" pinta Risa pada akhirnya.
" Risa..., Dengarkan aku, kepala pramugari di sini itu gebetannya Capt Juan si co-pilot pesawat ini, Selain itu dia pernah bilang ke kita kalau tidak boleh ada satu pun dari kita yang membawa kan makanan atau minuman untuk pilot selain dia sekalipun saat itu dia sedang sibuk melayani penumpang. "
" Mereka cuma sebatas gebetan nggak pacaran kan? " Lontar Risa dan di balas anggukan pelan dari Maya.
" Tidak ada salahnya kan, Lagi pula tidak ada yang ingin merebutnya juga. "
" Karin itu orangnya sensitif, Capt Juan orangnya suka gonta-ganti cewek dan hanya Karin yang selama ini bertahan dengan sikap nya itu. "
" Kamu tenang saja, Aku akan berhati-hati. " Ucap Risa tak mempermasalahkan nya sama sekali.
" Bukan itu masalahnya, kau tau setiap penerbangan menuju Brazil, Capt Juan selalu membawa wanita pulang ke rumahnya entah itu wanita baru yang di kenalnya atau tidak. Dan hari ini kebetulan kita akan mendarat di Brazil selama 2 hari di sana, aku takut capt Juan akan membawamu nanti."
" Kau ini bicara apa sih, Tentu saja aku tidak akan menerimanya. Aku bukan wanita sembarangan May. "
Belum sempat Maya melanjutkan ceritanya kepada Risa tiba-tiba saja seorang pramugari lainya menegur dan menyuruh mereka untuk segera berkerja, mau tidak mau keduanya bergegas kembali menuju dapur untuk membawakan makan siang kepada para penumpang.
Perjalanan menuju Brazil memakan waktu sebanyak sembilan belas jam empat puluh menit dan saat ini pesawat sudah terbang selama hampir 8 jam lebih, Risa yang telah selesai membagikan makan siang kini mendapat pergantian jam kerja selama satu jam dan ia pun segera kembali ke kursinya dan duduk manis sambil menatap luasnya awan yang selalu di sukai Risa ketika pesawat telah terbang.
Suara arahan dari FA 1 untuk mengarahkan semua kru pesawat untuk stay di posisi masing-masing membuat Risa tersenyum, Risa tersenyum karena ia sangat ingin menjadi seorang FA 1. Rasanya sangat menyenangkan apabila mengumumkan sesuatu kepada para penumpang serta dapat menjadi teladan yang baik untuk setiap bawahannya, tapi sayangnya setiap FA 1 yang di tempati Risa bertugas selalu memiliki sifat pendendam. Padahal ia ingin FA 1 nya kali ini bisa di ajak konsultasi agar dirinya bisa tahu bagaimana cara agar menjadi seorang FA 1 yang baik dan benar.