My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
81



Pelakor tidak selamanya jahat, dan pelakor tidak akan pernah menang, sekiranya hal itu sudah di buat seorang penulis untuk menambah keseruan di dalamnya, begitu pun dengan author hehehe..., Bagi kalian yang dulu pernah baca My Handsome Pilot sebelum di revisi pasti tidak asing dengan sosok Cindy ini, Nah kali ini My Handsome Pilot telah memasuki part Cindy. Tapi kalian jangan kesel dulu soalnya pelakor yang satu ini beda dari pelakor-pelakor lain. Soooo stay tune dan jangan lupa like dan vote nya :)






Wanita itu baru saja mengeluarkan sebuah benda kecil dari dalam saku bajunya, Ia menatap benda itu dengan tatapan takut namun tetap ingin mencobanya. Di dalam sebuah lavatory di saat pesawat sudah terbang di atas ketinggalan 30.000 kaki di atas permukaan laut, Wanita cantik berseragam itu mencoba test pack yang ia bawa sebelum terbang. Setelah beberapa menit mencoba ia masih tidak berani melihat hasilnya, Ia menatap dirinya di pantulan cermin dengan wajah penuh khawatir.


Perlahan tapi pasti ia menundukkan pandangannya dan mencoba melihat hasil dari test pack tersebut, kedua bola matanya membulat sempurna saat mendapati dua garis merah terdapat pada benda kecil itu, Ia shock sampai hampir terjatuh karena tak dapat mengontrol keseimbangan tubuhnya. Suara ketukan pintu semakin membuatnya terkejut, seseorang dari luar menyuruhnya untuk cepat-cepat karena dirinya sudah berada di dalam sana selama hampir lima belas menit. Karena takut ketahuan ia pun mematahkan benda itu dan membuangnya ke dalam kloset tanpa pikir panjang lagi.


Sebelum keluar ia mencoba untuk merapihkan dirinya serta memasang mimik wajah seperti sebelumnya, Setelah di rasa oke barulah ia keluar, saat membuka pintu ia meminta maaf pada seorang penumpang yang juga ingin memakai lavatory itu.


" Excuse me. " penumpang itu menegurnya sampai membuat wanita itu menoleh dengan wajah terkejut.


" Your lipstik is here. " Rupanya ia melupakan lipstiknya di dalam sana, penumpang itu menyerahkan lipsticknya dan segera kembali ke tempat nya.


☁️✈


Sudah lima hari tidak bertemu Risa rasanya Juan sangat merindukan sosok istrinya itu, sekiranya setiap ia landing ia akan melakukan panggilan video dengan Risa, Tak banyak yang mereka bahas sebab Juan hanya ingin melihat wajah Risa saja. Sisa dua hari lagi untuk Juan menyelesaikan tugasnya sehingga ia bisa segera pulang dan kembali menemani Risa. Setelah mereka selesai melakukan panggilan video, Juan harus mengumpulkan semua krunya untuk briefing penutup, Malam ini mereka singgah di New Jersey dan akan menginap satu malam.


Seperti biasa Juan mengucapkan terima kasih nya kepada semua kru karena telah menyelesaikan tugas dengan baik tanpa ada masalah, Sejak tadi Juan memperhatikan Cindy yang tampak kurang sehat entah karena apa, sehingga setelah mereka briefing Juan memanggil Cindy untuk ditanya-tanya, Sebagai seorang pilot in command di maskapai itu Juan juga bertanggung jawab atas krunya yang mengalami masalah.


" Kau tidak apa-apa? " tanya Juan melirik Cindy yang masih dengan raut wajah sendunya.


" Hanya tidak enak badan. " balasan parau


" Apa kau ingin ke rumah sakit? Besok kita akan pulang kau tidak mungkin bertugas dalam keadaan seperti ini. " Saran Juan


Cindy melirik Juan dengan tatapan nanar, sejenak ia memikirkan sesuatu yang membuatnya tiba-tiba menggelengkan kepala, Juan kembali bertanya apakah ia mau ke rumah sakit atau tidak dan Cindy menolak, dia berkata hanya ingin istirahat di hotel sampai tugas berikutnya tiba. Juan pun tak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti keinginan wanita itu.


\*


" Kapten, Cindy sedang sakit kau bisa melihatnya sebentar? " Sahut asisten FA 1 pada Juan yang tengah asik mengobrol dengan rekan kerja yang lain.


" Dia kenapa? " Tanya Juan penasaran


Juan segera ke kamar Cindy untuk mengecek keadaanya, Asisten Cindy rupanya tidak mengikuti Juan sehingga ia terpaksa harus masuk ke dalam kamar wanita itu sendirian. Saat Juan memasuki kamar itu, Cindy terlihat sedang berbaring di tempat tidurnya sambil meringis kesakitan.


" Kau kenapa.? " Tanya Juan mulai menyentuh kening Cindy yang di rasa tidak kenapa-napa


" Perutku sakit. " Jawabnya sambil merintih kesakitan


" Aku akan menelpon dokter. " Ucap Juan namun Cindy dengan cepat menahan tangannya


" Jangan, aku hanya butuh obat yang ada di dalam tasku, tolong berikan padaku. " titah Cindy dan langsung di kerjakan oleh Juan


Juan membantu Cindy menemukan obatnya kemudian memberikan segelas air kepada wanita itu, Setelah Cindy meminum obat tersebut ia terlihat mulai membaik, obatnya bekerja dengan cepat dari perkiraan Juan.


" Sebaiknya biarkan dokter yang merawat mu, kita tidak tahu kalau besok kau akan membaik hanya dengan obat itu kan. " lontar Juan lirih


" Tidak perlu, aku sudah terbiasa seperti ini. "


" Kau selalu saja keras kepala. "


Cindy menoleh ke arah Juan dengan tatapan sendu, Ia memperhatikan pria itu lekat-lekat kemudian Cindy meminta Juan untuk menemaninya sebentar lagi. Walaupun Juan sudah tidak memiliki perasaan apapun terhadap wanita itu ia tetap menyetujui permintaan Cindy jika itu dapat membuatnya cepat membaik.


\*


Pagi keesokan harinya, Juan terbangun dengan rasa pening yang cukup hebat membuatnya sampai kesulitan untuk membuka matanya. Perlahan tapi pasti Juan mulai membuka mata dan di lihatnya sekeliling ruangan yang nampak asing itu dengan tatapan aneh, Sadar tidak sedang berada di kamarnya Juan pun bangkit dan langsung terkejut saat melihat dirinya tidak sedang mengenakan pakaian, Juan kembali mengedarkan pandangannya dan mendapati sosok wanita yang tengah menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut berwarna putih.


" Apa yang sudah terjadi di antara kita.? " Tanya Juan yang tak mengerti dengan situasinya saat ini


Cindy mendongakkan kepalanya dan menatap Juan dengan mata yang berkaca-kaca, Melihat Cindy dalam kondisi seperti itu membuat Juan berusaha mengingat apa yang terjadi semalam sehingga ia bisa berakhir seperti ini, namun sayang semakin Juan berusaha untuk mengingatnya kepalanya tiba-tiba sakit, ia tak bisa ingat kejadian selain dirinya yang menemani Cindy sampai tertidur.


" Katakan padaku kalau semalam tidak terjadi apa-apa, katakan.!!! " Sentak Juan begitu keras sehingga membuat Cindy ketakutan


" Seharusnya aku yang bertanya, Semalam setelah minum obat aku tertidur, Dan saat terbangun aku sudah seperti ini, Bukannya yang harus di salahkan adalah kamu. " Lontar Cindy membuat Juan semakin kebingungan


" Apa yang sudah terjadi??? Kenapa aku tidak bisa mengingat apapun." Benak Juan sambil memegang kepalanya yang di rasanya sangat sakit


" Kalau kau merasa semalam kita tidak melakukan apa-apa, tolong lupakan kejadian pagi ini dan anggap saja tidak pernah terjadi, Ku harap semuanya tidak akan terjadi seperi yang kita takutkan, Semoga saja. " Ucap Juan mulai memunguti pakaiannya dan segera meninggalkan kamar itu.