My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
85



Risa yang baru saja menyiapkan makan malam tiba-tiba di kejutkan dengan sosok Juan yang datang dengan terburu-buru kemudian menaiki anak tangga hingga memasuki kamar dengan pintu yang di banting cukup keras, Risa kembali terkejut saat Juan berteriak sehingga membuat Risa menyerahkan urusan dapur pada asisten rumah tangga untuk melihat Juan saat ini.


Perlahan namun pasti, Risa membuka pintu kamarnya dan Juan kemudian mendapati miniatur pesawat mini kesayangan Juan sudah tercecer di lantai kamar, Melihat hal itu tentu saja membuat Risa sangat shock setahunya Juan sangat menyukai benda-benda itu sampai di pajang di kamar mereka. Risa melirik Juan yang duduk di bibir tempat tidur dengan wajah menunduk ke bawah.


" Kamu kenapa? Ayo cerita padaku, jangan memendamnya sendirian. " Risa meraih pundak Juan dan menatap suaminya dengan tulus.


" Ada masalah di perusahaan, maaf kalau sudah membuatmu khawatir, aku hanya kesal saja makanya lepas kendali seperti tadi. " Jelasnya berusaha membuat Risa percaya


" Lain kali kau tidak perlu meluapkan emosi mu sampai seperti ini, Cukup dengan menenangkan diri dan menceritakan semuanya padaku, kita akan cari jalan keluar untuk meredam emosi mu itu. " Ucap Risa kemudian membuat Juan menatapnya dengan sendu.


" Aku minta maaf kalau belum bisa menjadi suami yang baik untukmu. " Ujar Juan pelan sambil menyibakkan rambut Risa


" Kata siapa? Kau sudah menjadi sosok suami terbaik untukku dan calon anak kita nanti. " Balas Risa seketika membuat Juan terenyuh.


" Bagaimana mungkin aku sudah menjadi yang terbaik untukmu, dan bagaimana caranya aku menjelaskan kekacauan ini padamu. " Batin Juan terus memandang wajah Risa, yang berakhir memeluknya dengan pelukan penyesalan.


☁️✈


Juan baru saja turun dari kamar setelah mencium aroma yang sedap dari arah dapur, Ia melihat istrinya sedang membantu asisten rumah tangga memasak untuk makan malam, Anehnya Juan melihat begitu banyak menu seperti ada tamu yang akan datang. Sambil mencicipi makanan yang sudah jadi ia menggoda sang istri dan bertanya tentang banyaknya makanan yang di buat malam ini.


" Aku lupa memberitahumu, Cindy akan datang makan malam bersama kita. " Sahut Risa seketika Juan berhenti menguyah dan kembali membuatmeletakkan gorengan yang sedari tadi ia makan.


" Kenapa kau harus mengundangnya.? " Tanya Juan menatap Risa tajam


" Sebagai ucapan terima kasih karena telah membantuku memahami pentingnya menjadi seorang pramugari di luar negeri, Karena baru sempat sekarang kenapa harus di tanda-tanda. Kamu kan sudah menganggapnya sebagai rekan kerja tidak lebih, kenapa kau terlihat tidak nyaman jika dia datang kemari.?" Lontar Risa sambil meletakkan beberapa makanan ke atas meja makan.


Bunyi suara bel baru saja membuat mereka berdua menoleh ke arah pintu masuk, Juan yang hendak membuka pintu langsung di cegah oleh Risa, ia meminta suaminya untuk mengatur makanan saja selagi dirinya membukakan Cindy pintu. Wajah Juan kembali pucat dan mulai khawatir Cindy akan memberitahu Risa soal kehamilannya, Jika itu sampai terjadi maka tamatlah riwayat Juan.


Risa dan Cindy berjalan beriringan menuju ruang makan di mana Juan sudah duduk terlebih dulu, ia tak menyapa Cindy atau hanya sekedar menegur kehadiran nya saat ini. Risa pun mempersilahkan Cindy duduk di kursi yang berhadapan dengan mereka sementara dirinya duduk di sebelah Juan.


" Maaf ya kalau makanannya tidak semewah makanan restoran. " Ucap Risa melirik Cindy dengan mimik memelas


" Tidak apa-apa, begini saja sudah sangat mewah. " Jawabnya dengan nada yang bersahabat


" Kok kamu nggak menyapa Cindy, dia kan rekan kerjamu.? " Risa melirik Juan yang dengan tatapan heran sementara Juan seketika salah tingkah di buatnya.


" Apa…apa kabar, " Ucap Juan terdengar kaku


" Aku baik-baik saja Capt. " Jawab Cindy yang berusaha untuk tetap bersikap biasa saja di depan mereka


Mereka pun memulai makan malam bersama dengan tenang, seperti tradisi orang Brazil dulu jika sedang makan mereka tidak boleh membahas apapun dan hanya fokus untuk menikmati makanan yang tersedia. Setelah mereka selesai makan tiba saatnya untuk bersantai di halaman belakang sembari mengobrol bersama. Risa telah menyiapkan teh hangat dan kue sebagai pelengkap ngobrol mereka malam ini.


Awalnya Juan ingin meninggalkan mereka berdua saja namun ia takut jika Cindy akan mengatakan sesuatu pada Risa sehingga ia memilih untuk ikut mengobrol bersama, Pembahasan mereka masih seputar dunia pramugari di mana Risa terlihat sangat antusias saat membahas masalah itu bersama Cindy, sesekali Juan melirik Cindy berusaha memberikan kode untuk tetap diam dan wanita itu tahu apa yang harus di lakukan nya.


" Aku datang untuk periksa kesuburan saja, Aku khawatir di usiaku yang sekarang kalau ternyata aku tidak sedang subur. " Jawabnya sambil menggaruk tengkuk lehernya


" Jadi kau akan menikah yah.? " Tebak Risa spontan


" Apa? Menikah.? "


" Iya, Juan bilang kalau kau sudah punya pacar, Karena kau pergi mengecek kesuburan mu itu artinya kau akan segera menikah, iya kan sayang.? " Lontar Risa melirik Juan yang sejak tadi keringat dingin.


" Kau bisa saja. " Balas Cindy gugup


" Ini sudah malam sebaiknya aku pulang, "


" Biarkan Juan mengantar mu, Berbahaya jika seorang wanita pulang sendiri malam-malam, Kamu mau kan antar dia pulang? " Lirik Risa dan di balas anggukan keraguan dari Juan.


Cindy menatap Juan dengan perasaan tidak enak namun Juan mencoba untuk mengikuti apa yang di katakan Risa, Risa pun mengantar mereka berdua sampai di depan pintu hingga mereka hilang di balik kegelapan.


☁️✈


Dalam perjalanan baik Juan dan Cindy tidak saling bicara dan tetap diam tanpa sepatah katapun, Suasana di dalam mobil pun terasa sangat tidak nyaman di samping itu Juan masih tak habis pikir kalau dia benar-benar menghamili Cindy, ia bahkan tak bisa mengingat kejadian itu barang sedikit tapi di satu sisi ia masih merasa bimbang sebab setahunya jika ia mabuk Juan tidak akan mengingat apapun karena dia merupakan tipe orang yang mudah mabuk dan pelupa setelah dirinya sadar.


" Maafkan aku, aku lupa memberitahu mu kalau hari ini Risa mengundangku makan malam. " Sahut Cindy tiba-tiba memecahkan keheningan


" Selagi itu tidak membuatnya tahu tentang kehamilan mu tidak masalah. " Jawab Juan datar


" Sepertinya aku tidak bisa menikahi mu, tapi sebagai gantinya aku akan bertanggung jawab sampai anak itu lahir, Dan kau bisa memakai nama ku untuk check up ke dokter kandungan sebagai ayah dari si bayi. " Lanjut Juan


" Aku tidak mau. " tolak Cindy cepat


" Kau??? Lihat sikap baik Risa padamu, apa kau tega membuatnya sakit hati dengan kehamilan mu ini.?"


" Aku tidak mau tahu pokoknya aku memberimu waktu dua minggu untuk memutuskannya, Aku tidak ingin hamil tanpa seorang suami dan melahirkan tanpa seorang ayah dari anak ini. Kalau kau tidak bisa memutuskannya maka aku akan memberitahu semuanya pada Risa."


" Cindy kenapa kau sangat keras kepala.???"


" Aku begini karena ini anakmu, dan aku tidak mau dia sampai menjadi korban karena ulah ayahnya sendiri. "


" Aku tahu!!! Aku akan memikirkannya jadi tunggu dan lihat saja nanti, syukurlah tadi kau tidak mengatakan yang sebenarnya pada Risa, aku tidak tahu seperti apa reaksinya jika dia tahu yang sebenarnya. "


Cindy melirik Juan dengan tatapan memelas, Melihat Juan yang seperti orang putus asa sedikit membuatnya kasihan, namun tak ada pilihan lain bagi Cindy untuk melakukan hal ini dan ia hanya dapat meminta maaf dalam hati yang sebesar-besarnya.