My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
64



Hai.. hai.. Readers, author balik lagi setelah kemarin sempat berhenti up, author minta maaf karena kemarin author sibuk kerjain tugas kuliah, Nah sekarang author sudah kembali dan silahkan lanjut bacaannya


.


.


.


Hari ini sebelum pulang ke Jakarta, Risa dan Juan sepakat mengajak kedua orang tua Risa untuk piknik dan kebetulan papa Risa sedang libur kerja sehingga ini merupakan waktu yang tepat untuk family quality time, Meskipun Juan belum resmi jadi menantu akan tetapi kedua orang tua Risa sudah menganggapnya seperti anak sendiri dan Juan pun sudah sangat nyaman dengan perlakuan mereka. Pagi itu sebelum mereka berangkat, Risa dan mamanya sibuk menyiapkan makanan yang akan mereka bawa, saking senangnya dengan piknik ini mama Risa sampai membuat banyak cemilan yang enak dan bahkan sebelumnya ia tak pernah membuat cemilan itu di rumah, hal ini benar-benar membuat Mama Risa sangat bersyukur dengan adanya Juan untuk putrinya, Risa mungkin sedikit cemburu dengan perlakuan mamanya namun ia tetap bersyukur Juan dapar menerima Cinta yang banyak dari kedua orang tuanya.


Setelah semua beres, Tugas Juan dan Papa Risa adalah memasukkan semua makanan serta peralatan piknik mereka ke dalam mobil, Risa dan Mamanya sudah ada di dalam mobil, Hari ini Papa Risa yang akan menyetir sebab Juan tidak tahu menahu soal kota itu sehingga semua di serahkan kepada beliau, Risa dan Juan duduk di kursi belakang keduanya terlihat seperti seorang anak untuk dua orang tua yang saat ini menoleh menatap mereka, Risa menyuruh Papa dan Mamanya untuk fokus melihat ke depan dan mereka pun kembali ke posisi duduk masing-masing, Papa Risa mulai menyalahkan mesin mobilnya dan perlahan meninggalkan halaman rumah.


Di perjalanan nampak ibu-ibu kompleks sedang berkumpul di satu rumah, Mama Risa pun mulai menurunkan kaca mobil dan mulai menyapa mereka dengan nada yang cukup keras, Salah satu dari bertanya kemana ia akan pergi, Dan wanita itu kembali menyahut bahwa dia dan keluarga serta calon menantunya akan jalan-jalan, Semua orang langsung bergeming dan mulai heboh, mereka tentu tahu calon menantu yang di maksud oleh Mama Risa adalah Juan, Papa Risa sengaja melaju cukup cepat agar istrinya tidak asal bicara lagi, dan wanita itu pun kembali menutup jendela mobil sambil melemparkan tatapan tajam pada suaminya.


" Mama bikin malu aja, " Sahut Risa ikut mendapat tatapan tajam dari beliau.


" Kamu itu tidak tahu bagaimana bahagianya Mama mendapat calon menantu seperti Juan, pamer dikit nggak apa-apa kan. " Jawabnya kemudian


" Tapi kan.. " Risa menggantung ucapannya saat Juan menyentuh tangannya memberikan kode untuk tidak melanjutkan kalimatnya barusan.


Perjalanan mereka kali ini akan menempuh waktu sekitar satu setengah jam, Papa Risa ingin mengadakan piknik di daerah yang tersedia sungai ataupun danau sebab ia ingin mencoba pancingan baru yang di berikan Juan sebagai oleh-oleh nya kemarin, Juan benar-benar senang bisa mengenal Risa dan bisa dekat seperti ini dengan keluarganya rasanya sama seperti berada di dekat keluarga sendiri.


\*


Mereka tiba di sebuah tempat yang begitu Indah, sangat menyatu dengan alam di mana ada sebuah sungai panjang yang mengalir cukup deras dengan air yang jernih sehingga dapat melihat dasarnya, Bebatuan yang besar memungkinkan untuk di pijaki, Saat Risa dan Mamanya sibuk menggelar tikar serta menyusun kotak makanan, Papa Risa langsung mengajak Juan untuk memancing tanpa menunggu waktu lama lagi kedua pria itu segera menuju tepi sungai kemudian menaiki satu persatu batu besar dan mencari spot Bagus untuk tempat memancing mereka.


" Lihat papa mu, dia belum pernah seakur itu dengan orang lain selain teman kerjanya, Sepertinya Juan memang di takdirkan untuk kamu. " Ucap Mama sambil menatap kedua pria itu dengan senyum yang tak henti-hentinya terpancar


" Iya mah, Risa juga perhatiin kok. " balasnya ikut tersenyum lebar


" Jadi kapan kalian akan bertemu dengan keluarga Juan, Mama jadi penasaran seperti apa kedua orang tuanya, apa sebaiknya Mama ikut kalian ke Brazil.?"


" Juan anak yatim piatu mah, Dia cuma punya nenek dan tante di Brazil."


" Benarkah? Kenapa kamu baru ngomong sama mama. "


" Risa nggak mau buat Juan keinget sama mereka aja, Juan sayang banget sama kedua orang tuanya, dan sekarang dia cuma punya nenek yang juga sangat di sayangi oleh Juan. "


Mama Risa tampak diam membisu dan terus memperhatikan Juan dari kejauhan, melihat Juan yang saat itu tersenyum entah karena berhasil mendapat ikan seketika membuat Mama Risa terenyuh.


" Besok, kalau tidak ada jadwal terbang aku dan dia akan ke Brazil menemui keluarganya dan setelah itu mengajak mereka ke Indonesia untuk segera membahas soal pernikahan kami. "


" Apa mama boleh ikut. " pintanya dengan wajah memelas


" Tidak mah, biar aku sama Juan saja, toh tradisi kita sama orang di sana berbeda." Balas Risa sukses membuat mamanya bungkam seribu bahasa


Saat ini Juan dan Papa Risa sedang asik-asik nya memancing, Setelah Juan berhasil mendapatkan satu ekor ikan, Keseruan semakin bertambah saat Papa Risa pun berhasil mendapatkannya.


" Wah pancingan dari kamu ini benar-benar beruntung, Papa bisa dapat ikan yang lebih besar dari punya kamu. " Sejenak Juan terdiam dan menatap pria setengah baya itu dengan kedua mata berbinar, Sadar tengah di perhatikan Papa Risa pun menoleh dan bertanya soal tatapan Juan tersebut.


" Ada apa, Kenapa ngeliatin Papa kaya gitu.? " Tanyanya penasaran


" Aku senang aja, Om barusan nyebut diri Om sebagai Papa ke aku. " Lontar Juan malu-malu


Papa Risa tampak tersipu malu, Ia menyuruh Juan untuk kembali memancing sementara dirinya pergi menyimpan ikan yang telah ia tangkap, Pria setengah baya itu menoleh ke arah Juan lagi sambil tersenyum simpul, sebenarnya ia bukan tak sadar mengatakan dirinya papa, Ia justru sadar betul mengatakannya yang itu artinya beliau sudah mengakui Juan sebagai seseorang yang dekat dengannya.


Cuaca pagi menjelang siang itu terasa sangat cerah dan penuh kehangatan, Setelah mendapatkan beberapa ikan, Juan dan Papa Risa kembali ke tepi sungai dan bergabung bersama dua wanita yang saat ini menyambut mereka dengan ceria, Mereka berempat memulai piknik mereka dengan menikmati makanan yang mereka bawa, dan soal ikan yang telah berhasil di tangkapnya akan di bawa pulang untuk di masak malam ini, kebetulan ikan-ikan di sungai itu merupakan ikan yang enak untuk di makan sehingga kedua pria itu merasa sangat bangga telah menangkapnya.


\*


Risa masih terjaga saat malam sudah hampir menuju pukul 00:00, Ia masih bersandar pada kepala tempat tidur sambil menatap cincin yang melingkar di jari manisnya, seulas senyuman kemudian terlihat di bibir indahnya, Setelah makan malam tadi ia dan Juan tidak banyak menghabiskan waktu dikarena kan Juan yang memilih untuk istirahat lebih awal hari ini, kebetulan kamar Juan berada di sebelah kamar Risa dan tiba-tiba saja wanita itu mencoba menempelkan telinganya pada dinding sekat mencoba mendengar apakah ada suara dari kamar sebelah atau tidak.


Risa tersadar setelah tak menemukan suara apapun, Ia mulai berpikir kalau Juan tidak mungkin bangun dan apa yang ia harapkan dari Juan jika ia masih terjaga saat ini. Risa merasa haus dan mencoba untuk menggapai cangkirnya yang sengaja ia letakkan di atas meja samping tempat tidur, Entah sejak kapan cangkir itu tak ada isinya sehingga membuatnya terpaksa bangkit menuju dapur. Saat membuka pintu pun Risa sangat hati-hati karena takut ada yang terbangun dan setelah berhasil melewati pintu kamar Juan dan kedua orang tuanya, Risa tak sengaja mendengar suara benda-benda yang berasal dari dapur, kebetulan lampu di lantai satu tidak di nyalahkan semua dan hanya beberapa yang menyalah itu pun lampu yang memiliki cahaya sedikit redup.


" Ju.. Juan.? " Gumam Risa sangat terkejut ketika melihat wajah pria itu yang tak sengaja tersorot flashlight ponselnya.


" Kau membuatku terkejut. " Ucap Juan sambil meringis kesakitan


" ku pikir ada maling, jadi aku spontan memukulmu. Aku minta maaf. " Lanjutnya merasa bersalah


Risa terkejut ketika melihat lengan Juan tergores akibat pukulannya tadi, ia pun langsung panik dan terus meminta maaf pada pria itu, tanpa sadar kedua matanya berkaca-kaca seperti ingin menangis membuat Juan yang melihatnya bukannya sedih malah tertawa, Risa menyalahkan lampu dan segera mengambil kotak obat, Ia menyuruh Juan untuk duduk dan setelah itu mengobati luka gores di lengan Juan yang sedikit mengeluarkan darah segar, meskipun tidak parah tetap saja membuat Risa sangat merasa bersalah.


Setelah mengobati luka itu Risa memberikan tiupan kecil untuk membuat lukanya cepat kering, Juan terus memperhatikan Risa dengan senyuman yang sulit pudar, Melihat Risa yang tengah menghawatirkan dirinya membuat Juan senang, hanya karena luka kecil Risa bisa sangat khawatir bagaimana jika sesuatu yang besar terjadi padanya, entah apa yang akan Risa lakukan. Tiba-tiba saja satu kecupan singkat mendarat di kening Risa membuat wanita itu seketika membeku beberapa saat hingga kedua bola matanya melirik pria yang baru saja memberikan kecupan itu.


" Ini sudah malam sebaiknya kita kembali ke kamar. " Ucap Risa terlihat sangat canggung


Baru saja Risa ingin pergi, Juan sudah menariknya ke dalam pelukannya, Ia membuat Risa semakin tak bisa berkata-kata lagi, Kemudian Juan membisikan kata-kata Cinta yang membuat Risa bergetar mendengarnya, Setelah itu Juan melepas pelukannya dan tersenyum manis.


" Terima kasih karena telah terlahir ke dunia ini, aku senang bisa bertemu dan di satukan denganmu seperti ini, Aku berharap setelah kita menikah nanti aku dan kamu akan terus bahagia."


Kata-kata Juan lagi-lagi membuat Risa terenyuh hingga hampir menangis, Kemudian Juan mengusap kepala Risa lembut membuat wanita itu tiba-tiba tersipu malu terbukti ketika wajahnya memerah bak udang rebus.


" Btw akhir-akhir ini seperti nya kau lebih sering memanggilku dengan sebutan Juan tanpa ada Kapten atau kak padahal usia kita beda tiga tahun, bukannya itu sedikit tidak sopan. " Gumam Juan


" Kita kan sudah pacaran, memanggilmu kapten di saat tidak bertugas rasanya sangat canggung, tapi kau tenang saja, Aku akan tetap sopan memanggilmu jika kita bertugas nanti, untuk saat ini aku hanya ingin memanggil namamu saja. " Lanjut Risa seketika membuat Juan tertawa kecil


Karena takut kedua orang tua Risa akan terbangun, Keduanya segera beranjak untuk kembali ke kamar masing-masing.


\*


Pagi keesokan harinya, Risa dan Juan sudah harus kembali ke Jakarta untuk melihat apakah besok akan ada jadwal terbang atau tidak, Jika tidak mereka berdua bisa segera ke Brazil agar pernikahan pun cepat terlaksanakan, Sebelum mereka meninggalkan rumah sudah menjadi tradisi untuk Mama Risa sebelum berpisah dengan calon menantunya. Wanita itu sengaja memanggil beberapa ibu-ibu kompleks untuk mengumumkan pada mereka secara resmi kalau putrinya akan menikah dengan seorang pilot yang tampan, sontak hal itu membuat semua ibu-ibu pada heboh dan berkumpul di depan rumah Risa.


Saat ini Risa dan Papanya hanya dapat terdiam melihat aksi mamanya itu, Belum lagi para ibu-ibu yang masih saja gemas dengan Juan hingga mencubit serta meminta foto sebagai kenang-kenangan, Ada juga yang meminta Juan untuk tanda tangan layaknya seorang idol korea, Sekitar sepuluh menit berlalu dan semua itu di akhiri dengan berat hati sebab waktu untuk berangkat ke Bandara segera tiba, Risa tidak ingin terlambat sampai di bandara ia juga tak tahu di jalan akan ada macet atau tidak, Sehingga semua ibu-ibu itu harus mundur dan ketika semuanya sudah masuk ke mobil barulah Papa Risa bertindak dengan secepatnya meninggalkan pelataran kompleks.


" Mama emang paling bisa bikin Juan kesakitan karena ulah teman-teman mama itu. " Sahut Risa saat melihat wajah Juan yang memerah akibat cubitan dari para ibu-ibu barusan


" Mama minta maaf ya nak, Mama kan nggak bisa tahan buat bilang ke mereka kalau mama sudah mendapatkan calon menantu yang sangat tampan seperti kamu. " Lontarnya dengan wajah memelas sambil menatap ke arah Juan


" Iya mah, Juan ngerti kok. " Balasnya pelan meskipun sebenarnya ia merasa cukup terusik dengan sikap fanatik ibu-ibu kompleks itu


Setibanya di bandara, Mama dan Papa Risa akhirnya berpisah dengan pelukan perpisahan, Papa Risa menitipkan Risa kepada Juan dan tak lupa menitip salam untuk keluarga Juan yang ada di Brazil, Selebihnya Mama Risa meminta kepada mereka berdua untuk segera memberikan kabar sebab dirinya sangat tidak sabar menantikan momen membahagiakan tersebut.


\*


Ting.. Tung...


Wanita itu meraih ponselnya yang masih dalam keadaan di charger kemudian melirik pesan masuk yang baru saja berbunyi, Kedua matanya membelalak kaget sempurna ia baru saja berkemas untuk keberangkatan besok menuju Brazil dan hari ini pesan untuk bertugas besok tiba-tiba masuk membuatnya kesal dan tak tahu harus berkata apa lagi padahal saat mereka tiba hari ini dan melihat jadwal langsung dari kantor sama sekali tidak ada untuk waktu dekat ini, Ternyata keberuntungan tidak bergantung padanya kali ini. Setelah pesan yang masuk kini sebuah panggilan yang berasal dari seseorang membuatnya langsung menjawab panggilan tersebut.


" Halo.. " Ucap Risa memelas


" Kamu kenapa? Kok suaranya begitu.? " Tanya Juan di seberang sana


" Kita tidak jadi pergi menemui nenek kamu, Aku sedih karena hal ini dapat memakan waktu yang lama untuk menentukan tanggal pernikahan. "


" Jangan khawatir, aku sudah meminta Tanteku untuk ke Jakarta bersama Nenek, kebetulan Jane sepupuku juga sudah resmi di angkat menjadi pramugari sekaligus ingin merayakannya, saat itu kita akan memberitahu mereka juga jadi kau tidak perlu khawatir lagi, oke. " Jelas Juan perlahan membuat Risa merasa sedikit lebih tenang


Obrolan mereka berakhir setelah Juan memberitahu Risa kalau ia akan pergi rapat bersama pilot yang lainnya, begitulah tugas seorang pilot yang harus sudah stand by sebelum keberangkatan besok di mulai, Sementara itu Risa yang baru saja meletakkan ponselnya menatap koper yang berisi pakaian dengan sendu, Terpaksa ia kembali menyimpannya ke dalam lemari dan setelah itu beristrihat begitu ia merasa cukup lelah untuk hari ini.


.


.


.


Oh iya guys aku mau minta saran dari kalian, Kalian pilih aku up tiap hari atau Crazy up tapi dua kali seminggu? pilih yang mana nih, komen di bawah yah, saran dari kalian akan menentukan jadwal update My Handsome Pilot yah :)