
Piring bercorak bunga kesukaan Risa baru saja terjatuh hingga pecah berkeping-keping padahal ia memegangnya dengan cukup erat, Perasaannya tiba-tiba aneh dan saat ini ia kepikiran dengan Juan. Sambil membereskan kekacauan yang terjadi, Risa berdoa agar Juan tidak kenapa-napa saat perjalanan kembali, Pesan yang ia kirim tadi pagi pun belum terjawab sehingga membuatnya khawatir saat ini. Pecahan piring segera di buang ke dalam tempat sampah setelah itu Risa berjalan menuju ruang keluarga untuk beristirahat sejenak.
Untungnya di hamil muda seperti ini Risa tidak ngidam yang macam-macam, paling berat hanyalah ingin makan makanan khas Indonesia yang menjadi favorite nya, untung saja di Brazil terdapat restaurant khusus makanan Indonesia sehingga ia bisa langsung memesan saja dan menunggu makanan itu datang, seperti hari ini ia memesan soto ayam, sate dan juga rendang untuk di sajikan nanti malam saat Juan sudah tiba di rumah.
Risa menyalahkan televisi dan mulai menonton untuk menghilangkan kejenuhannya selama di rumah, Perutnya yang terlihat buncit sesekali di elus-elus dengan penuh kelembutan, rasanya ia tak sabar untuk segera melihat mereka lahir, Merasa bosan menonton televisi ia pun beralih membaca buku-buku panduan menjadi FA 1 yang sebelumnya pernah di berikan oleh Cindy sebagai bahan ajar jika ingin melamar nanti.
" Aku bersyukur di kelilingi orang-orang baik, " gumam Risa sambil membuka halaman demi halaman buku pemberian Cindy.
Dering ponsel Risa baru saja berbunyi dan dengan cepat ia melihat panggilan yang masuk, ternyata dari Diana dan ia pun langsung menjawabnya tanpa basa-basi lagi.
" Halo, ada apa Tan.? " Tanya Risa dengan nada penasaran karena tidak biasanya Diana menelpon di jam-jam seperti sekarang.
" Kau baik-baik saja.?" Tanya Diana di seberang sana
" Aku baik, jangan khawatir. " Balasnya lirih
" Bukan begitu, aku bermimpi buruk, sesuatu menimpamu tapi aku kurang tahu pasti apa itu, Karena khawatir makanya aku menelpon. " Jelas Diana kemudian
" Jangan khawatir, aku baik-baik saja lagi pula sebentar lagi Juan kembali. "
" Syukurlah kalau begitu, aku tutup dulu dan jangan lupa beritahu aku kalau terjadi sesuatu, oke. " Diana mengakhiri panggilannya dengan Risa sehingga membuat wanita itu menatap layar ponselnya dengan heran.
" Ada-ada saja mimpi kok di percaya. " Ucap Risa kembali meletakkan ponsel nya di atas meja
☁️✈
Malam harinya, Risa terus menunggu kedatangan Juan di ruang tamu sambil sesekali melirik jam di ponselnya, tidak biasanya Juan pulang telat dari jam terbang yang telah selesai ia kerjakan, biasanya Juan pulang lebih awal hanya sekedar untuk cepat-cepat bertemu dengannya. Bagai pucuk di Cinta ulam pun tiba, mobil Juan baru saja memarkir di pelataran rumah dan Risa segera membuka pintu untuk menyambutnya.
Juan keluar dari dalam mobil dengan wajah kelelahan, Risa menyunggingkan senyum ke arahnya agar mengembalikan stamina Juan yang sudah terkuras, Juan yang melihatnya hanya menyunggingkan senyum kecil yang membuat Risa sedikit heran. Risa memeluk Juan dan mengucapkan selamat datang, Juan membalasnya pelan dan merangkul Risa hingga mereka berdua berjalan bersama memasuki rumah.
" Aku ngidam masakan Indo jadi hari ini aku memesan banyak makanan, yuk makan bareng. " Ajak Risa dengan senang hati
" Maafkan aku tapi aku sudah makan malam, Kau bisa kan makan sendiri malam ini, aku sangat lelah. " balas Juan menyentuh pundak Risa dan menatapnya dengan penuh penyesalan
" Oh ya sudah kalau begitu, Kau bisa istirahat lebih awal. " Kata Risa pelan
" Aku benar-benar minta maaf. "
Begitu Juan memasuki kamar, Risa menatap kepergiannya dengan tatapan penasaran, Juan terlihat berbeda tapi ia tak ingin ambil pusing dan tetap menerima bahwa mungkin suaminya memang sedang lelah.
☁️✈
Setelah menyelesaikan makan malamnya, Risa kembali ke kamar untuk menyiapkan pakaian untuk Juan, saat ia keluar dari closet pakaian dan hendak menuju kamar mandi ia tak sengaja mendengar suara kekesalan Juan yang membanting sesuatu di dalam kamar mandi, Risa tak tahu apa yang terjadi di dalam sana dan dari apa yang ia dengar sepertinya Juan sedang dalam mood yang kurang baik.
Terpaksa Risa hanya meletakkan pakaian itu di atas tempat tidur dan menunggu Juan keluar, Selagi Juan masih di dalam kamar mandi, seperti biasa Risa mengeluarkan isi koper Juan untuk mengambil pakaian kotornya untuk di cuci besok. Selang beberapa saat Juan keluar dari kamar mandi, wajahnya terlihat datar saat Risa meliriknya bahkan untuk bertanya ada apa dengan dirinya Risa merasa takut. Setelah Juan memakai pakaiannya ia langsung naik di atas tempat tidur tanpa mengucapkan sepatah katapun.
" Apa kau ingin aku mematikan ac nya. ?" Tanya Risa sekedar mengetes apakah Juan akan meresponnya atau tidak
" Tidak usah, aku kepanasan." Balasnya tanpa membuka matanya sama sekali
" Baiklah, kalau begitu selamat tidur. " Balasnya segera keluar dari kamar, Risa merasa harus menanyakan sikap Juan yang aneh ini pada rekan kerjanya dan saat ini Risa hanya punya nomor Cindy sehingga ia langsung menghubungi wanita itu.
Setelah beberapa saat akhirnya panggilan Risa terjawab oleh Cindy, pertama-tama Risa tidak ingin langsung to the point sehingga ia menanyakan kabar Cindy terlebih dulu dan setelah semua telah di lakukan tiba saatnya untuk menanyakan sikap Juan.
" Juan bersikap aneh setelah pulang, apa dia mendapat masalah dengan perusahaan.? " Tanya Risa sangat hati-hati
" Soal itu aku tidak bisa menjawabnya, kenapa tidak menanyakannya langsung ke kapten Juan.? " lontar Cindy di seberang sana
" Aku tidak bisa mengganggunya yang sedang dalam mood yang buruk, jadi ku pikir lebih baik menanyakannya padamu. "
" Setahuku dia tidak kenapa-napa dengan perusahaan ataupun penumpang. " Lanjut Cindy membuat Risa sedikit lebih lega mendengarnya
" Syukurlah, Mungkin dia memang sedang lelah jadi mempengaruhi moodnya, kalau begitu terima kasih atas informasi nya maafkan aku kalau aku mengganggu waktu mu. "
" Tidak apa-apa. "
Begitu menyudahi panggilannya dengan Cindy, Wanita itu kembali duduk termenung memikirkan suaminya, Semoga setelah Juan terbangun nanti ia sudah dapat di ajak untuk berkomunikasi dengan baik.
✈️✈️✈️✈️✈️✈️✈️✈️✈️✈️✈️✈️✈️✈️✈️✈️
Sabar dulu readers, jangan terbakar emosi hanya karena Cindy berusaha untuk mendekati Juan lagi, Kalau kalian tetap melanjutkan bacaanya jangan membuat kesimpulan yang tidak-tidak dulu, Hubungan Juan dan Risa itu sekeras batu sulit untuk di hancurkan jadi kalian tidak perlu khawatir, Part Cindy di jadikan pemantik untuk membuat hubungan keduanya semakin kuat, Author nggak akan kecewain kalian dengan alurnya yang seperti sekarang sooo stay tune